
Saat ini Putri dan Rangga sedang berada diruangan kepala sekolah, keduanya duduk behadapan dengan pak Gibran, kepala sekolah yang sudah dua tahun berada disekolah mereka, karna ditugaskan untuk menggantikan kepala sekolah yang memang sudah pensiun. Di ruangan tersebut tidak hanya ada mereka bertiga, masih ada beberapa guru dan tentunya Misya yang menjadi saksi disana, ya gadis itulah yang memergoki keduanya saat itu, sangat terlihat raut wajah senang diwajah wanita itu, beberapa kali ia menatap sinis pada Putri.
Mam*pus loe, dasar cewek bar-bar, pasti sebentar lagi loe akan malu, dan pasti tidak akan punya muka lagi untuk bersekolah disini.
Batin Misya, ia merasa keberuntungan berpihak padanya, setelah keluar dari ruang kepala sekolah, tak sengaja ia mendengar suara orang berbicara dari belakang tembok, karna penasaran akhirnya Misya mendekatinya, namun siapa sangka ia akan melihat adegan yang membuat hatinya memanas, akhirnya dengan liciknya Misya berencana untuk memfitnah mereka. Setelah kejadian dirinya dan Rangga yang kepergok oleh Putri, Pemuda itu langsung memecatnya, sebab karna Rangga juga merasa benci akan perbuatan gadis itu.
'' Bapak tanya sekali lagi, apa yang kalian lakukan dibelakang sekolah tadi? kalian mau berbuat mesum ya? untung saja Misya melihat kalian tadi, buat malu saja, kalian berdua mau merusak reputasi sekolah ini ya?'' sentak pak Gibran, kepala sekolah tempat mereka menimba ilmu tersebut memang terkenal garang, selain itu ia juga sangat mesum, pernah beberapa siswi kasak kusuk membicarakannya,mereka mengatakan jika salah satu siswi pernah dilecehkan, namun karna tak ada yang berani melaporkan dan juga tidak ada bukti yang cukup maka akhirnya mereka hanya diam.
'' Bukankah saya sudah jelaskan pada bapak, bahwa kami tidak melakukan apapun, tapi bapak tidak percaya, jadi saya harus bilang apa lagi.'' jawab Putri santai, membuat pak Gibran geram.
'' Dengar Putri, jangan mentang-mentang kamu adalah anak dari donatur tetap disekolah ini ya, jadi kamu pikir saya tak berani menghukum kamu, justru papa kamu akan malu setelah tau perbuatan anaknya.
'' Pak Gibran, bukankah kami sedah bilang tidak terjadi apa pun, saat itu kami sedang melihat ada yang mencurigakan dibelakang sekolah makanya kami kesana, tapi tiba-tiba saya terpeleset dan tidak sengaja menarik tangan Putri hingga akhirnya membuat kami jatuh dalam posisi itu.'' jelas Rangga, ia tak ingin Putri terus disudutkan oleh pak Gibran.
'' Rangga kenapa kamu berbohong, jelas-jelas aku melihat kalian sedang berbuat mesum disana.'' ucap Misya bohong untuk semangkin memanas-manasi semua orang
'' Diam kamu Misya! Jangan memfitnah sembarangan.'' bentak Rangga geram. Misya sedikit terkejut, ia tak menyangka jika Rangga akan membentaknya seperti itu, karna yang ia tau Rangga adalah sosok lelaki yang lembut. Sedangkan Putri ia tersenyum sinis, melihat raut wajah Putri yang terlihat kesal karna bentakan Rangga.
'' Saya sudah menghubungi keluarga kalian, dan sebentar lagi mereka akan datang jadi sebaiknya kalian cepat mengaku, atau tidak saya akan memberikan sangsi dengan mengeluarkan kalian dari sekolah ini, karna saya tidak mau ada siswa-siswi mesum seperti kalian.'' ucap pak Gibran.
__ADS_1
'' Loh tidak bisa begitu dong pak, kami tidak melakukan apapun, kenapa harus dikeluarkan.'' Rangga semangkin protes tak terima dengan ucapan kepala sekolahnya tersebut.
Sedangkan diluar ruangan kepala sekolah sudah banyak murid-murid yang pada kepo, ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, termasuk Windy.'' Sebenarnya ada apa sih, kenapa Putri dan Rangga bisa sampai dituduh berbuat asusila.'' gumamnya pelan, Windy sangat cemas dengan keadaan sahabatnya itu, sebenarnya ia ingin sekali menghubungi Regan, tapi ia tau jika saat ini kekasihnya itu ada pertemuan penting dengan infestor diperusahan nya, jadi tidak mungkin ia akan mengganggunya saat ini.
'' Duuh kayaknya sebentar lagi bakal ada yang dikeluarkan nih dari sekolah.'' ucap seorang siswi dan dia adalah sahabat Misya.
'' Emangnya kenapa? apa yang terjadi?'' tanya siswi kepo yang lain.
'' Itu tu, ada anak orang kaya, main dibelakang sekolah sama cowoknya, kayak gk punya tempat lain aja, ngakunya aja anak orang kaya tapi mainnya diatas tanah.'' gadis itu kembali mencibir, Windy tak tau siapa namanya, yang pasti ia tau jika itu adalah teman dari wanita siluman ular yang sudah membuat sahabatnya terluka.
'' Eh jaga bicara kamu, kalau gk ada bukti jangan bicara sembarangan ya, bisa dituntut kamu.'' ucap Windy geram.
Windy melihat ssmangkin banyak siswa dan siswi yang datang karna merasa penasaran, berita nya cepat sekali menyebar pikir Windy, padahal jelas-jelas jika itu semua tidak benar, dan Windy yakin itu, mana mungkin Putri dan Rangga melakukan hal seperti itu, apa lagi Windy tau jika saat ini hubungan keduanya masih renggang.
'' Eh Win, apa benar si Putri ada main dibelakang sekolah sama Rangga? Kok gitu amat sih, emangnya sangkin kebeletnya ya pengen kawin makanya sampai milih dibelakang sekolah mainnya.'' ucap pedas salah satu siswi yang memang tidak menyukai Putri.
'' Eh jaga ucapan loe ya! jangan fitnah sembarangan loe, sahabat gue gk mungkin melakukan seperti yang kalian semua tuduhkan.'' jelas Windy tak terima.
'' Udahlah jangan ditutip-tutupi kalau orangnya begitu ya biarin aja.'' sambung siswi lainnya.
__ADS_1
'' Kalian semua benar-benar ya, keterlaluan dasar gk punya hati.'' Windy yang tak ingin mendengar sahabatnya kembali dijelekan memilih pergi dari sana, ia harus menghubungi Regan sekarang, agar laki-laki itu bisa membantu sahabatnya Putri.
Sedangkan didalam ruangan Putri terus didesak oleh kepala sekolah untuk mengakui perbuatan yang sama sekali tidak pernah ia lakukan.
'' Pak Gibran sebaiknya kita tunggu sampai orangtua Rangga dan Putri datang terlebih dahulu, setelah itu baru kita bahas lagi masalah ini.'' ucap salah satu guru yang sejak tadi hanya diam karna terus mendengar ucapan pak Gibran.
Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit akhirnya kedua orangtua Rangga dan Putri tiba.
'' Putri apa sebenarnya terjadi?'' tanya Ambar tiba-tiba pada putri.
'' Ini hanya salah paham mah, pah, aku dan Rangga tidak mungkin melakukan hal tidak senonoh seperti itu, kami difitnah.'' ucap Putri membela diri.
'' Iya benar yang dikatakan Putri pah, ini hanya salah faham.'' sambung Rangga pada Haikal papa nya. Karna memang Haikal hanya datang sendiri, sementara istrinya sedang berada dirumah kakeknya Rangga.
'' Maaf pak Gibran, sepertinya ini hanya kesalah fahaman saja, saya percaya dengan putri saya, tidak mungkin dia melakukan hal tidak senonoh seperti itu disekolah.'' ucap Johan yakin.
'' Anak saya juga, Rangga tidak mungkin melakukannya saya sebagai orangtuanya sangat tau bagai mana putra saya.'' sambung Haikal, mendengar ucapan kedua orangtua wali muridnya, pak Gibran melirik pada Misya, seolah mengisaratkan sesuatu, dan semua itu tak luput dari penglihatan Putri.
Kita lihat saja sampai mana kalian akan bermain, enak saja mau buat gue dikeluarkan dari sekolah, yang ada kalian berdua yang akan ditendang.
__ADS_1
Next