CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Rayen Jealous


__ADS_3

Rayen masih menatap wajah istrinya, masih menunggu lanjutan dari ucapan istrinya.


'' Jadi benar mas cemburu sama Niko?'' ulang Niken lagi, setengah tak percaya, bagai mana bisa suaminya itu cemburu dengan teman barunya itu.


'' Memang siapa dia? sepertinya mas baru melihatnya.'' ucap Rayen, sungguh ia sangat penasaran dengan sosok pemuda tersebut, karna ia merasa jika pemuda itu akan merebut miliknya.


'' Namanya Niko, dia anak pindahan dari kota S dan dia adalah sepupu nya Rangga mas.'' jelas Niken


'' Apa pemuda itu menyukaimu?'' tanya Rayen membuat Niken terkekeh pelan.


'' Mas ini udah kayak Putri aja deh, dia juga nebak nya gitu, tapi aku rasa enggak lah mas, lagi pula aku kan sudah menikah mana mungkin aku akan meladeni perasaannya.'' ucap Niken polos


'' Ya kalau suka sama seseorang emangnya butuh persetujuan? namanya juga perasaan orang, ya mana bisa diatur harus sama siapa dia suka dan jatuh cinta, benarkan??'' tanya Rayen lagi.


'' Iya aku tau, yaudah sekarang mas mau ya gimana? agar mas gk marah lagi sama aku? jujur aku gk bisa jika mas Rayen diamin aku kayak tadi.'' ucap Niken


'' Mas hanya mau, kamu bisa menjaga jarak dengan teman-teman mu, khususnya laki-laki yang bernama Niko itu! mas gk mau kamu berdekatan dengan mereka apapun alasannya, kamu paham kan maksud mas? lagi pula kan mas pernah bicarakan ini sebelumnya sama kamu, masa mas harus ulangi lagi sih?'' ucap Rayen terdengar bette


'' Iya mas aku janji gk akan dekat-dekat sama Niko, yaudah ya, jangan marah lagi?!


'' Iya, yasudah yuk kita turun!'' ajak Niken


Saat ini keduanya sudah berada di dalam apartemen, Niken dan Rayen juga sudah berganti pakaian.


'' Mas,'' panggil Niken sambil melangkah mendekati suaminya.


Rayen tersenyum sambil mengulurkan tangannya untuk menyambut sang istri.


Saat ini Niken hanya memakai gaun tipis, yang yak mampu menutupi seluruh tubuhnya, karna memang itu adalah kehendak suaminya dan Niken akan menuruti itu.


'' Kamu sangat cantik sayang, mas selalu terkesima melihat penampilan kamu, kamu tau? mas bersikap seperti tadi itu, karna mas takut kehilangan kamu.'' ucap Rayen yang akhirnya mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


Niken duduk disebelah suaminya sambil tersenyum.


'' Mas, aku ngerti maksud hati mas Rayen, karna akupun merasakan hal yang sama jika mas berada diluaran sana tanpa aku, kuncinya hanya satu, yaitu saling percaya, jadi aku sangat berharap sama mas Rayen untuk bisa percaya sama aku, karna aku juga akan melakukan hal yang sama dengan mas Rayen, dan aku yakin jika mas gk akan pernah melukai hatiku, namun jika itu sampai terjadi maka--,


'' Maka apa??'' tanya Rayen menyela ucapan Niken


'' Maka jangan salahkan aku yang akan mencari penggantinya mas Rayen.'' ucap Niken serius. Padahal dalam hatinya hanya ingin menguji suaminya saja.


Mendengar ucapan istrinya yang terdengar serius itu membuat Rayen langsung menelan ludahnya kasar.


Mana mungkin aku melakukan kesalahan yang sama seperti Leo


Ucap batin Rayen.


'' Sayang kok kamu bicara nya seperti itu sih? kamu gk percaya sama mas mu ini?'' tanya nya sambil menatap lekat wajah istrinya.


'' Bukannya gk percaya mas, tapi jaga-jaga aja, kalau-kalau apa yang terjadi dengan pernikahan sahabat aku, bisa sajakan terjadi juga pada kita, ya semoga saja sih tidak.'' ucap Niken


'' Mas maksud aku bu--,'' baru saja Niken hendak menjawab ucapan suami nya tiba-tiba bel apartemen mereka berbunyi.


Ting-tong-ting-tong...


'' Sebaiknya kamu kekamar sekarang, mas gk mau sampai ada orang yang melihat penampilan istri mas.'' ucap Rayen yang kemudian langsung melangkah menuju pintu depan.


Niken menatap nanar pada Rayen, sungguh ia tak bermaksud melukai perasaan suaminya itu. Sebelum akhirnya pintu benar-benar dibuka, Niken dengan cepat masuk kedalam kamar.


Ceklek, terdengar suara pintu dibuka


'' Leo,'' ucap Rayen sedikit kaget, bukan karna melihat kedatangan lelaki tersebut, namun karna melihat penampilannya yang sangat kacau.


'' Apa yang terjadi? kenapa kau terlihat sangat berantakan seperti ini?'' tanya Rayen sambil terus memperhatikan penampilan sahabatnya.

__ADS_1


'' Bolehkah gue masuk dulu? ada yang ingin gue bicarain sama loe dan juga Niken.'' ucap Leo


'' Baiklah, silahkan masuk!" jawabnya sambil memberi jalan pada sahabatnya itu.


'' Duduklah! sebenarnya apa yang terjadi? bukan kah kau bilang tadi malam sama saya lewat sambungan telpon, jika pagi ini kau ingin menemui Windy, apa kalian sudah bertemu?'' tanya Rayen yang tidak sabaran


'' Iya kami sudah bertemu, tapi dia meminta kami bertemu hanya ingin mengatakan jika dia akan menggugat cerai gue Ray.'' ucap Leo dengan suara lirih


'' Benarkah? bukannya kau bilang jika dia kemungkinan ingin memperbaiki hubungan kalian? bagai mana bisa dia malah jadinya menggugai cerai?


'' Tadinya gue yang berpikiran seperti itu Ray, tapi ternyata gue salah, Windy meminta kami bertemu hanya ingin mengatakan jika dia ingin kami bercerai.'' jawab Leo lagi


'' Lalu apa jawabanmu??


'' Gue bilang padanya kalau gue gk akan menceraikannya, dan saat itu gue juga terus memohon padanya agar ia mau memaafkan gue dan berharap bisa memperbaiki hubungan kami, namun sepertinya Windy tetap keukeh ingin kami segera bercerai,dan maksud kedatangan gue kesini ingin meminta bantuan pada Niken istri loe, diakan sahabatnya Windy, gue mau Niken membujuk Windy untuk mengurungkan niatnya untuk berpisah dari gue Ray, gue yakin Windy mau mendengar ucapan istri loe, gue mohon, gue sangat mencintai Windy, dan gue gk tau apa yang akan gue lakukan jika hidup tanpanya.'' ucapnya dengan wajah tertunduk, sangat terlihat keputusasaan dari wajah lelaki itu, membuat Rayen merasa iba padanya.


Niken yang mendengar namanya disebut-sebut, langsung berganti pakaian, dan segera keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang


'' Ray gue mohon sama loe, tolong bilang sama Niken.'' mohon Leo lagi.


'' Aku rasa percuma jika aku bicara sama Windy kak Leo, walah pun dia sahabat aku, tapi itu hidupnya, aku tak ingin mencampuri kehidupannya, dan satu lagi, jika dia lebih bahagia hidup tanpa suaminya, maka aku akan mendukungnya.'' ucap Niken yang tiba-tiba sudah berada didepan kedua lelaki itu.


'' Tapi Niken, aku sangat mencintainya, dan aku tak ingin kehilangan dia, tolonglah, kumohon sekali ini saja Niken.'' pinta Leo yang terus memelas.


'' Maafkan aku, tapi aku tetap gk bisa kak Leo, makanya kalau beebuat sesuatu itu harus dipikir dulu pakai otak, udah terjadi aja, baru bilangnya nyesal.'' ucap Niken menatap sinis pada Leo, setelah mengatakan itu Niken segera kembali masuk kedalam kamar nya dan Rayen meninggalkan kedua lelaki yang masih menatap kearah pintu kamar yang sudah tertutup.


'' Ray apa yang harus gue lakukan sekarang?'' ucap Leo frustasi


'' Maaf Le gue juga gk bisa bantu apa-apa, sepertinya mau tak mau kau harus menerima keputusan Windy yang ingin kalian tetap bercerai, walau bagai mana pun itu semua karna kesalahan mu sendiri, kemarin kau bilang jika itu hanya sebuah kekhilafan, apa benar begitu? tapi kok saya ragu jika kekhilafan yang kau bilang itu hanya terjadi satu kali ya!.''


Mendengar ucapan Rayen membuat Leo merasa tertohok, yang dikatakan Rayen memang benar, mana ada khilaf dilakukan berulang kali, sepertinya ia akan benar-benar akan kehilangan istrinya sekarang.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2