
Putri terus menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, rasanya ia sudah tidak sabar mendengar jawaban yang keluar dari mulut Rangga.
Awas aja sampai kamu macam-macan Rangga, aku pastikan pedang kamu yang tumpul itu tidak akan berpungsi lagi.
Ucapnya dalam hati, sebenarnya ingin sekali ia menarik Rangga untuk pergi bersamanya saat ini, namun tak ia lakukan karna memang Putri sangat penasaran dengan jawabn Rangga, ia ingin tau jika dibelakangnya apakah Rangga adalah lelaki yang setia atau tidak, apa lagi memang Putri akui jika Misya cukup menarik, gadis itu memiliki wajahnya yang cantik dengan lesung pipit dikedua pipinya, berkulit hitam manis, dengan tubuh yang langsing namun memiliki rambut yang sedikit ikal,
'' Saya menghargai niatmu karna berani mengakui perasaanmu, tapi maaf saya tidak bisa penerima perasaanmu, lebih baik kamu cari pemuda lain, yang tentunya bisa membalas perasaanmu, tapi yang pasti itu bukan saya.'' jawab Rangga tegas
Putri yang tadinya sangat berdebar menunggu jawaban Rangga kini bisa bernafas lega saat mendengar jawaban kekasihnya itu, ternyata Rangga bukanlah sosok laki-laki yang kebanyakan bermain dibelakang jika ada kesempatan.
'' Rangga ku mohon, aku sudah lama sekali memendam perasaan ini, jadi kuharap kamu mau ya terima aku jadi pacar kamu, aku akan melakukan apapun yang kamu mau, bahkan jika kamu ingin aku akan menyerahkan kesucianku untukmu asal kamu mau jadi kekasihku.'' ucap Misya lagi, sungguh gadis itu tak tau lagi harus mengatakan apa, ia terlalu mencintai Rangga dan ia tak ingin mendapat penolakan dari laki-laki pujaan hatinya itu, makanya Misya mengatakan hal tersebut berharap Rangga akan berubah pikiran.
Sialan tu cewek miskin bisa-bisanya dia menawarkan tubuhnya pada cowok gue, bener-bener ya tuh orang mau gue jambak kali ya tuh rambut keritingnya itu.
Putri sangat geram mendengarnya.
'' Misya sebaiknya sebagai seorang perempuan kamu harus punya harga diri, bagai mana bisa dengan mudahnya kamu akan menyerahkan tubuhmu begitu saja untuk seorang laki-laki, saya gk menyangka ternyata kamu gadis yang seperti itu.'' ucap Rangga, ia benar-benar tak habis pikir, sebelumnya Rangga menduga jika Misya adalah gadis baik dan juga polos, tapi ternyata dugaannya salah, ia sangat menyesal karna pernah marah dengan Putri haya karna Misya dan juga ia menyesal karna tak mempercayai ucapan kekasihnya tersebut.Misya yang mendengar ucapan dari Rangga sejujurnya sangat malu, sungguh ia tak menyangka jika Rangga akan menolak tawarannya, padahal biasanya tidak akan ada laki-laki yang menolak jika ditawarkan yang ***-*** seperti ini, tapi ia tak akan menyerah, sebisa mungkin Misya akan terap berusaha untuk mendapatkan Rangga.
'' Boleh aku tau kenapa kamu gk bisa terima aku Ga?'' Misya terlihat mencoba menahan semua rasa dalam hati nya, ingin sekali ia berteriak kepada Rangga, karna sudah menolaknya, namun ia masih berusaha menahannya, ia ingin kembali mencoba meyakinkan Rangga sekali lagi jika dirinya pantas untuk menjadi kekasih Rangga.
'' Karna saya sudah memiliki kekasih, dan kamu tau itu.
Mendengar jawaban Rangga Misya tersenyum sinis.
'' Apa kamu mencintainya? Atau karna hanya merasa kasian saja? Rangga sebenarnya dari awal aku tau kamu itu sukanya sama Niken sahabat nya Putri, tapi aku juga bingung kenapa tiba-tiba kamu malah jadian sama Putri, apa karna kamu ditolak oleh Niken makanya kamu jadikan Putri sebagai pelarian begitukan?'' Misya sedikit menyindir Rangga ia ingin melihat reaksi pemuda tersebut.
__ADS_1
Tangan Rangga terkepal kuat saat mendengar ucapan Misya, sungguh ia tak menyangka jika gadis yang ada didepannya saat ini ternyata selama ini selalu memperhatikan kehidupan pribadinya.
Sedangkan Putri yang mendengar ucapan Misya entah mengapa merasa sedih, tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja.
Ya Tuhan kenapa kata-kata itu harus kudengar, tapi yang dia ucapkan memang tidak salah, dulu Rangga sangat menyukai Niken dan berharap Niken menjadi kekasihnya, namun setelah Rangga mendapat penolakan dari Niken akhirnya beberapa minggu kemudian akhirnya dia menerimaku jadi pacarnya.
Tiba-tiba Putri mengusap air matanya, saat kembali mengingat ucapan Rangga satu bulan yang lalu padanya.
Memang awalnya akulah yang terus mengejarnya, hingga ia menyerah dan menerima perasaanku, aku juga tau waktu itu Rangga sama sekali belum memikiki perasaan sama aku, tapi satu bulan yang lalu Rangga menyakinkanku jika sekarang perasaannya padaku sudah berubah Rangga juga bilang jika dirinya udah mulai mencintaiku jadi buat apa aku harus terhasut ucapan gadis miskin itu sekarang.
Batin Putri
'' Awalnya iya saya menerima Putri bukan karna saya mencintainya, tapi sekarang saya sangat mencintai gadis itu.'' jawab Rangga mantap.
'' Tapi Ga, dia bukan gadis yang cocok buat kamu, apa kamu tidak sadar, jika dia selalu menghina orang yang miskin sepertiku, dia selalu merendahkan ku, dan dia tidak pernah menghargai orang miskin sepertiku, apa perempuan yang seperti itu yang kamu inginkan??'' ucap Misya mulai menghasut Rangga, dengan air matanya berharap Rangga bersimpati padanya
'' Jadi menurutmu perempuan yang bagai mana yang pantas mendampingi Rangga? Apa perempuan sepertimu? begitu kan yang ingin kau katakan??'' ucap suara seseorang dan siapa lagi kalau bukan Putri, gadis itu sudah tak bisa lagi menahan diri untuk tidak menjawab setiap ucapan yang keluar dari mulut gadis tersebut.
'' Putri, kamu disini??'' Rangga cukup kaget saat melihat kekasihnya tiba-tiba berada disana, ia takut jika Putri salah paham pada dirinya.
Sedangkan Misya gadis itu terlihat terkejut, namun sedetik kemudian wajahnya terlihat biasa saja.
'' Tentu saja, aku lebih bisa membuat Rangga nyaman jika dia bersamaku dan hidupnya tidak akan tertekan.'' jawab Misya yakin
'' Dasar tidak tau malu, kau pikir kau itu bagus banget ya? Kau itu hanya--, gue tidak akan meladeni orang sepertimu, bagi gue yang terpenting adalah Rangga, terserah loe mau bilang apa mengenai diri gue, apa loe pikir dengan loe jelek-jelekin gue didepan Rangga dia akan ngejauh dari gue gitu mau loe kan? loe salah besar kalau punya pikiran seperti itu, karna Rangga bukan laki-laki yang mudah terlena pada godaan gadis penggoda seperti kamu.'' setelah mengatakan itu Putri langsung menarik tangan Rangga pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
'' Ayo sayang kamu ikut aku.'' ajaknya sambil melangkah menjauh dari Misya.
Dalam hati Rangga tsrsenyum karna Putri sudah mulai bisa mengontrol emosi dan ucapannya, bahkan Rangga merasa kekasihnya itu mencoba sekuat tenaga tak menghina Misya saat itu, padahal Rangga sangat tau jika kekasihnya itu berusaha keras untuk tidak mengeluarkan makian dari mulutnya, dan itu membuat Rangga semangkin jatuh hati pada Putri.
Sedangkan Misya hanya bisa menatap kepergian Rangga dan Putri dengan tangan terkepal kuat.
'' Kau lihat saja nanti, aku akan rebut Rangga dari kamu Putri Ramadhani.'' ucap gadis itu.
'' Putri kita mau kemana?'' tanya Rangga saat ini keduanya sudah sampai diparkiran mobil.
'' Sebaiknya kita masuk dulu.'' jawabnya sambil menyuruh Rangga untuk masuk kedalam mobil miliknya.
'' Rangga aku mau tanya, kamu kok bisa sih berduaan sama dia? kalian janjian ya? Tanya Putri sambil menyipitkan matanya.
'' Kamu ini ada-ada aja, mana ada orang janjian didekat toilet.'' jawab Rangga sambil menggelengkan kepalanya.
'' Terus kok bisa sama dia?
'' Tadinya aku tuh baru keluar dari toilet, tiba-tiba ada Misya diluar, dia bilang katanya mau ngomong sesuatu sama aku, makanya aku iyain aja saat itu.'' Rangga menjelaskan
'' Ck terus??' sambung Putri
'' Terus apa lagi sayang? sepertinya selanjutkan kamu udah tau deh jawabannya, karna aku yakin kamu udah lama ada disana dan juga mendengar semua apa saja yang aku dan Misya bicarakan, iya kan?
'' Iya sih, kebetulan saat itu aku juga dari toilet, dan kebetulan samar-samar aku seperti dengar suara orang yang aku kenal, makanya aku cari tau, eh ternyata pacar aku sendiri.'' jelasnya
__ADS_1
Bersambung