
Saat ini Niken dan Rayen sudah berada didalam apartemen, Rayen memperhatikan istrinya yang sejak tadi seperti sedang memikirkan sesuatu, namun saat ditanya gadis yang sudah menjadi seorang istri tersebut mengatakan jika dirinya tak memikirkan apapun, hanya memikirkan pelajaran sekolah saja.
'' Ada apa dengan sekolah kamu? Apa ada masalah?'' tanya Rayen, biasanya tak pernah ia mendengar istrinya itu mengeluh tentang masalah sekolah.
'' Sebenarnya gk terlalu masalah juga kok mas, hanya saja terkadang pelajaran disekolah membuat aku sedikit bosan saja mas.'' ucapnya beralasan
'' Bosan? Kok bisa?
' Ya bisa lah mas, apa lagi kalau gurunya juga terlalu membosankan.'' jawabnya asal
Rayen tak menjawab lagi, ia memilih untuk membuka pesan dari asistennya Leo, sedangkan Niken setelah itu langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dengan membawa suatu benda ditangannya yang sempat ia ambil tadi dari dalam tasnya.
'' Apa aku harus menggunakan ini? ah sebaiknya nanti saja lah.'' gumamnya, Niken lebih memilih untuk membersihkan diri, dan benda tadi ia letakan diatas westafel.
Beberapa saat kemudian setelah ia selesai membersihkan diri, Niken langsung keluar dari kamar mandi tanpa mengambil atau pun melakukan niatnya untuk menggunakan test pack tersebut, ya benda yang ia bawa tadi adalah tast pack. Niken melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian kurang bahan yang biasa ia gunakan jika sudah berada dikediaman mereka, Niken menggunakan gaun tidur berbahan satin dengan belahan dada rendah, bahkan buah dadanya terlihat sempurna kain bagian depan hanya bisa menutupi pu*ti*ng pa*yu*da*ra nya saja, sedangkan aging kenyal itu terayun bebas seiring pergerakan langkahnya.
Ceklek, terdengar suara pintu kamar dibuka, bersamaan itu munculah Rayen dengan membawa laptop miliknya, Niken memperhatikan suaminya yang terlihat sibuk dari kaca meja rias. Kemudian langsung mendekati nya yang saat itu sedang berada diatas tempat tidur sambil memangku laptop tersebut.
'' Mas, lagi apa sih? Kok sepertinya serius amat?'' tanya Niken yang saat ini sudah duduk disampingnya
'' Iya mas ada kerjaan sebentar,'' jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali dari layar laptop tersebut. Sekilas Niken melirik layar segi empat itu karna merasa penasran dengan apa yang dikerjakan suaminya hingga Rayen sama sekali tak menghiraukan dirinya, rasa penasarannya semangkin besar saat Niken melihat ada beberapa gambar wanita cantik didalam laptop tersebut, Rayen yang memang terlalu fokus hingga tak menyadari kalau sejak tadi istrinya itu juga memperhatikan apa yang ia lihat.
Iihh nyebelin banget sih mas Rayen, pantesan sejak tadi aku gk dipandang, ternyata dia lagi liatin cewek cantik dan seksi, tapi kok banyak banget gambarnya ya? dan sepertinya mereka model yang ada dikantor papa deh, soalnya aku pernah liat beberapa dari mereka kemarin,, tapi maksudnya mas Rayen apa coba nyimpan semua poto mereka?
__ADS_1
Tiba-tiba Niken menghentakan kakinya diatas tempat tidur kerna merasa kesal, Rayen yang merasa sedikit terganggu dengan perbuatan yang istrinya itu lakukan langsung menegurnya.
'' Sayang kamu kenapa?'' tanya Rayen dengan dahi berkerut, tiba-tiba ia melihat wajah bette sang istri.
'' Apa menurut mas Rayen aku ini sudah gk menarik lagi ya? hingga lebih memilih memandang wanita-wanita didalam laptop milik mas itu?'' protes nya cemberut
'' Kamu ini bicara apa sih? mas ini lagi kerja loh sayang.
'' Kerja? apa ada kerjaan yang hanya menatap wanita cantik? mas Rayen mau bodohin aku atau gimana sih? mas sadar gk ? kerjaan yang mas bilang itu sejak tadi hanya menatap model wanita yang bekerja dikantor papa iya kan?'' Niken menatap suaminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca
Rayen menghela nafas panjang, kemudian langsung menutup dan meletakkan laptop miliknya diatas nakas samping tempat tidur, sepertinya istri kecilnya saat ini istrinya sedang salah sangka. Sebelum bicara Rayen sempat memperhatikan istrinya, cantik dan sek*si, itulah yang yang ada dipikiran nya saat ini, apa lagi gaun tidur yang dikenakannya itu sangat pas membalut tubuh indah nya.
'' Sayang dengarkan mas! asal kamu tau, mas itu sangat mencintai kamu Niken, mana mungkin mas itu bisa bosan sama kamu, apa lagi dengan penampilan kamu yang seperti ini, selalu buat mas bergairah jika melihatnya, jadi mana sempat lagi mas melirik wanita lain diluaran sana.'' jelas Rayen
'' Tapi itu tadi apa mas? Kamu itu terus liatin model-model itu tanpa menghiraukan aku yang ada disebelah kamu.'' ucap Niken yang masih terlihat bette
'' Model iklan? prodak apa mas?'' Niken mulai kembali penasaran
'' skincare, tapi yang mas lihat semuanya gk ada yang cocok deh, mas bingung, kebanyakan wajah nya terlihat kurang mulus, karna produk yang akan kita luncurkan ini harus benar-benar berwajah natural tanpa polesan make'up, sedangkan mereka tanpa make'up wajahnya kurang menarik.'' ucap Rayen jujur membuat Niken terkekeh pelan.
'' Kamu kenapa ketawa? emangnya ada yang lucu?'' tanya Rayen
'' Yaialah, itu artinya secara tak langsung mas Rayen itu mengakui jika para model itu cantik hanya kareka make'up nya saja kan?'' jawab Niken
__ADS_1
'' Iya itu memang benar,'' jawab Rayen lagi
'' Termasuk tante pirang itu??
'' Kecuali dia,'' jawab Rayen tanpa sadar, membuat Niken yang mendengarnya langsung menatap kesal pada suaminya tersebut.
Rayen yang menyadari kesalahannya langsung mengumpat dirinya sendiri dalam hati, bagai mana mungkin kata-tata itu bisa keluar begitu saja dari mulutnya, sudah pasti istrinya itu akan marah padanya. Walaupun pada kenyataannya wajah Viona memang cantik dan mulus, karna memang wanita itu adalah model khusus untuk mengiklankan bagian kosmetik kecantikan termasuk skincare
'' Sayang maafin mas ya? Mas sama sekali gk bermaksud mengatakan itu.'' sesal Rayen, terlihat laki-laki itu sedang membujuk sang istri yang sedang ngambek, Niken sama sekali tak menghiraukan ucapan suaminya, ia lebih memilih untuk menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal miliknya.
'' Sayang heii, jangan seperti ini dong, mas minta maaf.'' ucap Rayen yang masih berusaha membujuk istrinya.
Tina-tiba Niken yang membuka selimutnya sebatas dada, terlihat gadis itu menatap tajam pada suaminya.
'' Sekarang aku tanya sama mas Rayen, apa mas masih suka sama tante pirang itu? hingga sampai sekarang masih aja muji-muji dia, padahal dia itu udah jahat karna merusak rumah tangga sahabat aku Windy, ini dengan mudahnya mas bilang seperti itu.''
'' Memang nya mas bilang apa? mas kan gk ada bilang apa-apa.
'' Masih nyangkal, mas memang gk ada bilang secara lisan, tapi ucapan mas itu mengarah kesana.
Rayen mengudap wajagnya kasar, ia harus extra sabar menghadapi istri kecilnya ini.
'' Iya mas salah, mas minta maaf ya? Mas gk sengaja mengatakannya tadi, mas juga gk ada maksud apa-apa kok sayang, kamu mau kan maafin mas?'' ucap Rayen dengan tatapan memohon.
__ADS_1
'' Tau ah.'' jawabnya kemudian kembali menutup wajahnya dengan selimut.
Next