
Tiba-tiba saja tubuh Regan membeku saat mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal sedang berbicara dengan kekasihnya, dan yang membuat Regan lebih kaget lagi wanita itu memanggil Windy dengan sebutan adek, itu artinya mereka adalah saudara, dengan perasaan yang berkecamuk Regan akhirnya memberanikan diri untuk menoleh kesumber suara dan ternyata ya, matanya melebar sempurna saat dirinya benar-benar melihat Sesil mantan kekasihnya itu berdiri dibelakangnya, begitu pula dengan Sesil, wanita itu tak kalah kaget saat melihat Regan ada dihadapannya, namun dengan cepat ia langsung merubah ekpresi wajahnya
'' Kak kenapa bengong? sini kak gabung sama kami, oya sebelumnya kenalin ini bang Regan, abangnya Putri yang aku ceritain, bang Re, kenalkan ini kak Sesil, kakak kandungku.'' jelas Windy
'' Kami sudah saling kenal kok sayang.'' ucap Regan sengaja menekankan kata sayang membuat Sesil yang mendengar membelalakan matanya kembali karna kaget.
Apa? sayang? apa aku tidak salah dengar? Atau jangan-jangan mereka memang sepasang kekasih?
Batin Sesil masih menduga-duga.
'' Apa benar kak yang dikatakan bang Regan kalau kalian udah saling kenal? dimana? Kebetulan sekali ya?'' ucap Windy, saat ini ketiganya sudah duduk bersama dan saling berhadapan, karna Sesil duduk disebelah adiknya sementara Regan berdahapan dengan kedua wanita itu.
Sesil menatap adiknya yang berada disampingnya sambil tersenyum.'' Iya dek, kami memang sudah saling kenal, teman kakak adalah sepupu Regan namanya Sarah.'' jawab Sesil dan tentu saja itu adalah sebuah kebohongan, setelah mengatakan itu Sesil menatap kearah lelaki yang ada didepannya.
'' Oh gitu, oya kak Sesil disini sendiri aja ya kak?'' tanya Windy lagi
'' Iya tadinya sih ngajak teman untuk makan bersama, tapi kayaknya teman kakak itu sedang sibuk makanya kakak hanya sendiri disini, tapi Win, apa gpp kakak disini? Entar ganggu kalian lagi?'' ucap Sesil yang bermakna sindiran dan Regan sadar itu.
'' Ya enggaklah, yakan bang Re?'' Windy memastikan
'' Tadi sih sebenarnya aku hanya ingin makan berdua saja dengan Windy, tapi ya mau bagai mana lagi.'' ucapan yang Regan lontarkan membuat Windy sedikit terkejut.
'' Bang Regan kenapa bicara seperti itu? dia kakak aku loh,'' Windy terlihat tidak senang dengan ucapan Regan pada kakaknya yang seperti tidak menyukai wanita itu.
'' Maaf aku gk maksud seperti itu sayang.'' sesal Regan, ia tak tau jika reaksi Windy akan kesal seperti itu padanya. Sebenarnya begitu banyak pertanyaaan dibenak Regan, kenapa ia tak pernah tau jika Windy memiliki seorang kakak, dan kenapa juga sekian banyaknya manusia kenapa harus Sesil yang menjadi kakak dari orang yang dicintainya. Sedangkan Sesil sendiri sejak tadi sudah tidak sabar ingin mengetahui hubungan keduanya, kenapa Regan sejak tadi selalu memanggil adiknya itu dengan sebutan sayang? Sungguh hatinya gelisah mendengarnya.
__ADS_1
'' Oya kalau boleh tau apa hubungan kalian? Win, bukannya teman kamu adiknya Regan? Apa kamu juga berteman dengan abangnya juga?'' Sesil bertanya sambil menatap Windy dengan serius, ia berharap semoga yang ada dalam pikirannya tidak benar-benar terjadi.
'' Iya kak memang sahabat aku itu Putri adiknya bang Regan, tapi sebenarnya bang Regan ini adalah...
'' Aku adalah kekasihnya Windy.'' sambung Regan mantap, membuat kedua wanita itu langsung menatap kearahnya. Mendengar pengakuan Regan membuat dada Sesil terasa sesak, wanita itu memejamkan matanya untuk mencoba menguatkan hatinya, sejujurnya ia kembali ke indonesia selain karna merasa rindu dengan keluarganya, salah satu tujuannya adalah untuk memperbaiki hubungannya dengan Regan, namun siapa sangka ternyata ia sudah terlambat, kini Regan sudah menemukan tambatan hati yang baru.
'' Benarkah itu Windy?'' tanya Sesil, ia mencoba menahan suatu genangan dimatanya.
'' Iya kak itu benar, aku dan bang Regan memang menjalin sebuah hubungan, kami saling mencintai.'' jelas Windy yang seketika membuat hati Sesil mencelos
'' Apa mama sudah tau?'' tanya Sesil lagi
'' Sudah kak?'' sambung Windy
'' Terus apa dia setuju?'' Sesil kembali bertanya membuat Windy merasa sidikit aneh. Sebelum menjawab Windy melirik kearah Regan yang saat itu sepertinya juga menunggu jawaban dari Windy.
'' Oh iya. kakak lupa kalau hari ini ada janji sama teman, kalau gitu kakak pergi dulu ya?'' ucapnya sambil beranjak dari duduknya.
'' Nanti kak Sesil pulang kerumah kan?
'' Belum tau dek, tapi nanti kakak usahakan.'' ucapnya sambil menatap Regan, yang kebetulan lelaki itu pun juga menatap kearahnya.
'' Yasudah kakak pergi dulu.'' setslah mengatakan itu Sesil langsung eergi meninggalkan keduanya.
'' Windy kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu mempunyai seorang kakak perempuan?'' tanya Regan setelah kepergian Sesil.
__ADS_1
'' Iya maaf, karna aku gk cerita sama bang Regan, sebenarnya kak Sesil sedari kecil memang tidak tinggal bersama kami, dia diasuh sama adiknya mama yang bernama tante Rahma, karna memang tante Rahma tidak mempunyai anak akhirnya mereka menagsuh kak Sesil sedari kecil, dan selama ini mereka juga tinggalnya di paris bang, aku dan kak Sesil juga jarang bertemu mungin bisa dihitung dengan jari,bahkan Putri dan Niken juga tidak mengenal kak Sesil, pernah sih sempat cerita, sama Niken hanya tidak pernah bertemu.'' jelas Windy
'' Terus bang Regan sendiri udah lama kenal kak Sesil?'' mendapat pertanyaan seperti itu membuat Regan sedikit gugup.
'' Hm itu ya seperti yang dikatakan Sesil tadi sayang, aku kenal dia karna dia adalah teman dari sepupu aku yang bernama Sarah.'' ucap Regan bohong.
Maafkan aku Windy karna sudah bohong sama kamu.
Batin Regan, sebenarnya Regan ingin sekali memberitahukan pada Windy tentang hubungan masa lalunya dulu bersama Sesil, namun Regan takut jika nanti Windy tidak bisa menerimanya, bagai mana jika saat ia memberitahukan tentang kebenarannya dan Windy tiba-tiba menjauhinya karna masalah ini? tentu Regan tak ingin semua itu terjadi, jadi Regan memutuskan untuk tidak memberitahukan nya kepada Windy dulu.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini terlihat sepasang kekasih sedang duduk disebuah taman mereka sedang menikmati beberapa cemilan yang mereka beli di beberapa pedagang kaki lima yang berjualan disekitar taman tersebut dan mereka adalah Rangga dan kekasihnya Putri
'' Sayang coba buka mulutnya ini enak banget loh,'' Putri menyodorkan satu tusuk sate ayam kemulut Rangga, dengan senang hati lelaki itu langsung menerima makanan yang diberikan oleh kekasihnya itu.
'' Enak kan?'' ucap Putri yang diangguki oleh Rangga.
'' Kalau lebih enak lagi kamu kasihnya dari mulut kamu sayang.'' goda Rangga membuat Putri tersipu.
'' Kamu mau?'' Putri bertanya sambil memperhatikan sekitar taman, yang memang kebetulan tidak begitu banyak orang yang lewat, dengan cepat gadis itu langsung menggigit satu tusuk sate dan menaruhnya diatas lidahnya lalu menyuruh Rangga untuk mengambilnya dengan mulutnya, pemuda itu tersenyum sambil melihat tempat sekitar, saat melihat tidak ada yang lewat dengan cepat Rangga langsung menyambut lidah Putri yang terjulur dengan beberapa potong sate diatasnya.
Haap!!
Rangga melahap lidah Putri yang terjulur dan mengambil makanan tersebut dengan lidahnya.'' Heem, ini benar-benar enak rasanya manis lagi.'' ucap Rangga setelah berhasil mengambil potongan sate dari mulut Putri, gadis itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dalam hati ia berpikir jika Rangga sekarang sudah tidak malu-malu lagi menjalani hubungan mereka, karna biasanya setiap Putri ingin bermesraan didepan umum Rangga selalu terlihat risih, apa lagi jika dilihat oleh beberapa teman sekolah mereka, pemuda itu pasti langsung menegur kekasihnya itu dan mengatakan agar tidak melakukannya karna ia merasa malu jika dilihat oleh teman mereka, namun sekarang sudah berbeda, justru Rangga lah yang lebih sering terlihat agresif sekarang, dan Putri sangat menyukainya.
__ADS_1
Next