CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Dirawat


__ADS_3

Sudah dua hari Niken dirawat dirumah sakit, dua hari pula ia belum sadarkan diri, mungkin karna efek suntikan obat yang diberikan oleh dokter,, dokter mengatakan tidak ada penyakit yang terlalu serius, hanya saja Niken kehilangan banyak cairan dalam tubuhnya, asam lambungnya juga naik mungkin karna sering telat makan.


Saat ini Rayen sedang menemani Niken dirumah sakit, tak pernah sedikitpun Rayen meninggalkan kekasihnya itu walau sebentar, hingga membuat dirinya tak sempat untuk mengurus dirinya sendiri.


''Permisi pak, saya ingin mengelap tubuh pasien dulu.'' ucap salah satu suster.


''Biar saya saja sus, saya bisa melakukannya.'' ucap Rayen menawarkan diri.


''Tapi bapak ini siapa nya pasien ya?apa bapak suaminya? karna saya harus membuka pakaiannya agar bisa di lap.'' jelas dokter tersebut.


''Oh, begitu ya sus, baiklah silahkan lakukan saya akan menunggu diluar.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung keluar dari ruang inap Niken.


Tak lama Lidya datang sambil membawa kantong berisi makanan dan juga air mineral.


''Rayen, kenapa kamu duduk diluar?'' ucap Lidya


''Suster sedang membersihkan tubuh Niken mba, makanya saya keluar.'' jelas Rayen sambil kembali menyandarkan tubuhnya disandaran kursi tunggu.


''Rayen, sebaiknya kamu pulang saja dulu, istirahatkan tubuhmu, sudah dua hari kamu menunggu Niken dirumah sakit, kamu juga butuh istirahat kan?, sebaiknya kamu pulang sekarang, biar mba yang menunggunya dan menjaganya disini.'' ucap Lidya


''Gpp mba, saya masih ingin menjaga Niken disini, saya ingin tau perkembangannya.'' jawab Rayen.


''Kamu itu jadi laki-laki kenap keras kepala sekali sih Ray? sudah mba bilang biar mba saja yang jagain Niken disini, sebaiknya kamu pulang sana, mandi! memangnya kamu gk sadar apa ya? kalau tubuhmu itu udah mulai bau kecut.'' ucap Lidya, membuat Rayen langsung mengendus aroma tubuhnya sendiri, membuat Lidya berusaha menahan tawanya, karna yang ia katakan hanya untuk membuat Rayen menuruti ucapannya saja.


''Tuh bau kan? udah sana pulang, nanti kamu bisa kesini lagi setelah bersih-bersih!" sambung Lidya lagi.

__ADS_1


''Baiklah saya akan pulang sebentar.'' jawab Rayen pasrah, sepertinya dia memang harus mengistirahatkan tubuhnya sebentar, karna hampir selama dua hari Rayen selalu terjaga untuk menemani Niken, tak pernah ia meninggalkan Niken dengan waktu yang lama, selain hanya kekantin rumah sakit untuk mengisi perutnya,, bahkan selama dua hari Rayen belum ada pergi kekantor, ia hanya menghandle pekerjaannya dari layar ponselnya saja.


''Astaga, tadi kan aku kesini niatnya mau bawain makanan ini untuk Rayen, kenapa bisa lupa ya? sekarang dia udah pergi lagi.'' gumam Lidya sambil menepuk jidatnya pelan.


Sore harinya Rayen kembali kerumah sakit, ia melihat pintu ruangan Niken terbuka, samar-samar Rayen juga mendengar suara gelak tawa dari dalam kamar inap tersebut, merasa penasaran Rayen mempercepat langkahnya, seketika matanya berkaca-kaca dibarengi dengan senyum yang mengembang dari bibirnya,


''Sayang kamu sudah sadar.'' ucap Rayen membuat ketiga gadis yang ada diruangan tersebut menoleh keasal sumber suara.


''Om Rayen,'' gumam Niken pelan, gadis itu menatap tak berkedip pada sosok laki-laki yang ada didepannya saat ini.


''Wiih, om loe seksoy amat Ken, gue demen banget nih sama wajah berantakannya.'' ucap Putri pelan, namun berhasih mendapat sentilan dikeningnya oleh Windy.


''Ingat babang Rangga mau loe kemanain Put? pantang liat cowok cakep dikit langsung ijo tuh mata.'' sindir Windy


''Ini nih bukan dikit cakepnya Win, tapi kebangetan, ini tuh ya, uncle hot markotop.'' sambung Putri lagi dengan pandangan yang tak lepas dari Rayen.


''Oya Ken, kalau gitu gue dan Putri pamit dulu ya? soalnya gue juga habis ini mau nemui kak Leo ada yang mau diomongin, Putri juga sama, dia mau nemui si Rangga ya kan Put?'' ucap Windy namun sepertinya Putri tak mendengarnya,karna gadis itu masih bengong sambil menatap Rayen yang saat itu berdiri tak jauh dari mereka.


''Yah nih anak masih betah aja mandangin lakik orang.'' gerutu Windy


''Wooii Put! ayo balik, gue mau ketemuan sama kak Leo ini, bukannya loe juga mau ketemu sama Rangga kan?'' ulang Windy


''Hah?? ketemu Rangga? enggak kok.'' jawab Putri polos membuat Windy semangkin geram.


''Ah elo Put, masa lupa sih, baru juga loe bilang sama gue tadi, udah yu ah, kita jalan sekarang nanti kemaleman.'' ucap Windy sambil menarik paksa tangan Putri.

__ADS_1


''Eh eh eh, kenapa gue ditarik Win, gue kan masih mau disini nemani Niken.'' ucap Putri


''Besok kita datang lagi, Niken kami balik dulu ya? besok kami kesini lagi, bye Niken, bye om Rayen.'' ucap Windy sambil menggeret Putri yang masih belum ikhlas meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah kepergian kedua sahabatnya Niken memilih kembali merebahkan tubuhnya,sedangkan Rayen mulai melangkah mendekat kearah bed tempat Niken berbaring.


''Niken, mas senang kamu sudah sadar sekarang.'' ucap Rayen namun sama sekali tak direspon oleh Niken.


Rayen menyadari jika gadis kecilnya itu masih marah padanya, Rayen sadar jika dirinya telah melakukan kesalahan.


''Sayang, mas minta maaf sama kamu, karna sudah pergi tanpa pamit sama kamu kemarin,mas tau mas salah, sayang mas berharap kamu mau memaafkan kesalahan mas ya?'' ucap Rayen tulus, matanya menatap sendu pada Niken yang saat ini bahkan tak ingin melihat wajahnya.


''Mas tau kamu pasti butuh waktu, mas akan keluar, istirahatlah.'' ucap Rayen setelah itu ia melangkan kakinya menuju pintu ruangan tersebut, namun sebelum ia benar-benar keluar, ia mendengar ucapan Niken yang seketika menghentikan langkahnya.


''Apa hanya segini usahamu untuk membujukku mas? atau kah mas memang benar-benar sudah tak menginginkan ku lagi?'' ucap Niken dengan air mata yang mulai berlinang.


Rayen yang mendengar ucapan Niken tiba-tiba kembali melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, menatap dalam mata sang kekasih yang masih menyisakan air mata disana.


''Sayang bukan gitu maksudnya mas, mana mungkin mas meninggalkanmu lagi, mas sangat mencintaimu Niken.'' jelas Rayen sambil mengecup lembut kening sang kekasih. Tanpa mereka sadari kedua orangtua Niken melihat dan mendengar semua perkataan mereka.


''Pah, apa menurut papa mama harus merestui hubungan mereka?'' ucap Lidya dengan mata yang masih menatap kedalam kamar inap milik Niken.


''Tanya kan pada hati mama, bukannya mama bilang ingin melihat putri kita bahagiakan? papa rasa kebahagian Niken memang ada pada Rayen mah, bukannya sslama dua hari ini mama sudah melihat jika Rayen benar-benar tulus pada putri kita?.'' ucap Frans


''Tapi usia mereka jauh berbeda pah, Niken masih sangat kecil, sedangkan Rayen dia laki-laki dewasa, apa Rayen bisa sabar dengan sikap Niken yang masih labil seperti itu?

__ADS_1


NEXT


__ADS_2