
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya terlihat suaminya yang baru keluar dari kamar mandi.
''Mas,'' panggil Niken, namun Rayen hanya melirik sekilas, setelah itu langsung melangkah menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan ia gunakan.
Niken bangkit dari duduknya kemudian melangkah mendekati suaminya.
'' Biar aku bantu mas,'' ucap Niken sambil mengambil pakaian yang ada ditangan suaminya, namun dengan cepat Rayen merebutnya kembali.
'' Tidak perlu, mas bisa pakai sendiri.'' ucap Rayen dingin.
Niken menghela nafas panjang, saat suaminya itu melakukan penolakan pada dirinya, Rayen sempat melirik pada istri kecilnya itu, sebenarnya Rayen sama sekali tidak meragukan kesetiaan Niken padanya, Rayen hanya marah, dan sedikit kecewa, kenapa disaat dia mati-matian menjaga hati dengan godaan saat dikota lain, justru malah istrinya yang tidak bisa menjaga diri dan malah berdekatan dengan pria lain. Memang sewaktu dirinya berada dikota B, Rayen selalu dihadapkan dengan berbagai godaan yang mungkin akan membuatnya menyesalinya seumur hidup, untung saja dirinya bisa menahan godaan tersebut, jika tidak entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
''Mas tolong jangan bersikap seperti ini.'' ucap Niken lirih
''Jadi mas harus bersikap seperti apa sama kamu Niken? kamu bilang sama mas kalau kamu hanya pergi dengan Putri dan juga Windy tapi kenyataannya apa? bukannya dangan Putri, justru kamu malah pergi dengan abangnya, maksud kamu apa coba? kamu mau ngetes mas? atau kamu mau balas mas karna waktu itu mas sempat pergi makan bersama Mika? iya?
''Mas kok mas Rayen ngomongnya gitu sih? aku gk pernah ada niat buat balas perbuatan mas Rayen, jujur mas, aku juga gk tau jika disana juga ada bang Regan, tadinya kami hanya janjian bertiga, namun saat aku datang kesana ternyata ada Rangga dan juga bang Regan,'' jelas Niken
''Lalu kenapa kamu bisa pulang bersama dengannya? apa kamu yang--''
''Bukan mas, tapi Putri yang memintanya, dia bilang karna satu arah makanya dia meminta bang Regan untuk mengantarkanku pulang.'' jawabnya jujur, ia sengaja menyela ucapan Rayen, agar suaminya itu tidak semangkin menuduhnya berbuat yang macam-macam terus.
''Tapi tetap saja, mas tidak suka itu, mas gk suka kalau kamu bersama dengan laki-laki lain, mas cemburu kamu paham itu!" ucap Rayen yang menaikan satu oktap suaranya.
__ADS_1
Mendengar ucapan suaminya Niken tersenyum miris, suaminya benar-benar egois, hanya karna ia diantar pulang oleh laki-laki lain suaminya itu sudah mengamuk dengannya, lalu bagai mana yang dia lakukan kemarin pada istrinya itu, Niken sama sekali tak menyudutkannya apa lagi mengeluarkan kata-kata menyakitkan seperti yang diucapkan suaminya saat ini padanya, seolah-olah yang ia lakukan adalah kesalahan yang sangat benar dan juga fatal.
Rayen melirik kearah istrinya, yang terlihat hanya diam sambil menatap poto pernikahan mereka.Tiba-tiba saja hati Rayen terasa nyeri melihat air mata yang mengucur deras pada wajah istrinya itu.
Apakah aku sudah sangat keterlaluan? apakah aku sangat melukai perasaannya dengan kata-kataku ini?
Rayen terus menatap wajah Niken yang terlihat menyedihkan, sebagai laki-laki Rayen sadar jika ia terlalu egois, karna telah dibutakan oleh rasa cemburu hingga membuat istrinya harus menaggung kemarahan darinya, walau pun sebenarnya ia tau jika Niken tak berselingkuh, karna Rayen sangat yakin jika istrinya itu sangat mencintainya dan tak mungkin berkhianat.
Tiba-tiba saja Rayen memeluk Niken dari belakang, membuat wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya itu tersentak kaget, namun sedetik kemudian senyum indahnya muncul dari bibir mungilnya tersebut.
''Apa mas sudah gk marah sama aku?'' tanya Niken yang kini sudah berbalik menghadap suaminya.
''Maaf, karna mas terlalu cemburu hingga membuat mu terluka dengan kata-kata kasar yang mas ucapkan untukmu, mas sangat menyesal sayang.'' ucapnya sambil menangkup wajah Niken dengan kedua tangannya.
''Iya mas, aku juga minta maaf karna sudah membuat mas marah dan juga cemburu seperti ini, mas tau? aku gk nyangka ternyata rasa cemburu mas itu sangat menakutkan sekali.'' ucap Niken saat mengingat kemarah Rayen beberapa jam yang lalu.
'' Makanya kamu jangan sampai membuat mas seperti itu lagi, kamu tau? mas bisa saja menghajar laki-laki itu tadi jika memang benar dia telah menyentuh istri tercinta mas ini.'' ucap Rayen sambil membawa Niken kedalam pelukannya.
Disebuah apartemen mewah terlihat seorang wanita sedang memadukasih didalam sebuah kamar, desa*han demi desa*han terus keluar dari bibir seksi wanita itu, begitupun dengan lelaki tersebut ia sangat bersemangat menunggangi wanita tersebut, berbagai gaya dan posisi sudah mereka lakukan butiran keringat juga terlihat mengucur deras dari tubuh masing-masing
''Oh ya terus Le, sebentar lagi aku akan keluar.'' racau wanita tersebut, tubuhnya semangkin membusung keatas, sepertinya wanita itu akan mencapai puncaknya.
''Aaahh aku keluar Leo....'' desah wanita tersebut sambil memanggil nama pasangan mainnya.
__ADS_1
''Oh,, yeah Vio aku juga keluar aarrhhh...'' lenguhnya panjang sambil menyemburkan cairan cintanya kedalam rahim wanita tersebut.
Keduanya langsung terkulai lemas diatas tempat tidur, dengan keadaan yang masih sama-sama polos.
'' Ternyata kamu gk kalah hebat dari Rayen, tapi tetap saja, kamu gk bisa menggantikan posisi nya dihatiku.'' ucap wanita tersebut yang ternyata adalah Viona.
''Aku tau itu, lagi pula kita sama-sama melakukan hubungan ini karna saling membutuhkan bukan?'' ucap lelaki tersebut yang tak lain adalah Leo, suami dari Windy.
3 MINGGU YANG LALU..
''Maaf pak saat ini kandungan istri anda sangat lemas, jadi saya sarankan untuk beberapa saat kalian jangan dulu berhubungan suami istri, karna itu sangat membahayakan janin yang ada dalam kandungan istri bapak.'' jelas dokter
'' Berapa lama itu akan berlangsung dok??'' tanya Leo yang masih terlihat biasa
''Tidak bisa dipastikan, mungkin bisa sampai berbulan, setidaknya sampai usia kandungan istri anda sudah cukup kuat jika sewaktu-waktu papanya ingin mengunjunginya, semisal tiba-tiba anda dan istri merasa tidak tahan ingin melakukan hubungan tersebut kalian juga bisa melakukannya, namun harus tetap hati-hati agar tidak terlalu mengguncang sang jabang bayi.'' jelas dokter tersebut.
Saat ini sepasang suami istri tersebut sedang dalam perjalanan pulang kerumah orang tua Windy, karna memang untuk sementara mereka akan tinggal disana,awalnya mereka memang tinggal diapartemen milik Leo, namun setelah pulang dari rumah sakit waktu itu Leo dan Windy memutuskan untuk sementara istrinya itu akan tinggal disana, karna Leo takut jika istrinya itu tinggal sendirian diapartemen dengan kondisi seperti itu. Semenjak saat itu Leo selalu menahan hasratnya untuk berhubungan dengan Windy, meskipun istrinya itu bilang tidak apa-apa namun tetap saja ia takut terjadi sesuatu pada calon bayinya tersebut. Dan tepat seminggu yang lalu saat Leo pulang dari kantor tak sengaja ia melihat seorang wanita yang ia kenal berdiri dipinggir jalan dengan tubuh sempoyongan, setelah memastikan orang tersebut Leo langsung turun dari mobilnya untuk menolongnya.
''Viona sedang apa kamu disini?
''Eh, leo hehe,,, kamu disini juga ? dimana Rayen? kenapa dia gk ikut sama kamu?'' ucap Viona dengan gaya khas orang yang sedang mabuk. Sepertinya Viona memang baru saja keluar dari bar yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.
Karna Leo tak melihat Viona bersama dengan temannya, akhirnya laki-laki itu membawanya kedalam mobil bermaksud ingin mengantarkannya pulang. Singkat cerita saat sudah berada didalam apartemen tiba-tiba saja Viona memeluk tubuhnya dari belakang saat Leo hendak beranjak pergi dari apartemennya, tangan wanita itu terus bergerak nakal menjelajahi setiap inci tubuhnya, Leo yang merasa sudah lama tak merasakan sentuhan istrinya langsung terang*sang karna sentuhan dari wanita tersebut, Leo yang merasa sudah tidak sanggup akhirnya masuk dalam hubungan terlarang tersebut yang nantinya mungkin akan menghancurkan hidunya.
__ADS_1
Next
Mohon jangan buly auhtor ya karna membuat Leo menjadi orang yang jahat 😁