CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menyusul Niken


__ADS_3

Setelah membersihkan diri Rayen berniat akan menyusul Niken kerumah kediaman Putri, sekalian ia juga ingin minta maaf pada nya karna sudah melupakan janji yang sudah ia buat sendiri.


''Bik, nanti kalau mba Lidya dan bang Frans tanya bilang saya keluar sebentar.'' ucap Rayen berpesan.


''Baik den.'' jawab bibik tersebut.


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit akhirnya Rayen tiba dikediaman Putri.Sedangkan didalam rumah saat ini Putri, Niken dan Regan terlihat sedang menikmati makan malam bersama, awalnya Regan menolak saat melihat ada Niken diantara mereka, namun Putri memaksanya, dan akhirnya mau tak mau Regan pun akhirnya mengikuti permintaan adik manja nya itu. saat mereka asik menikmati makan malam, tiba-tiba terdengar suara bunyi bel dari luar.


Ting-tong


''Bik tolong bukain pintunya dong!" ucap Putri


''Baik non.'' jawab nya sambil melangkah menuju pintu depan.


Tak berapa lama terlihat Art terssbut melangkah menuju meja makan.


''Siapa bik yang datang?'' tanya Regan


''Itu den, ada laki-laki tampan datang katanya mau ketemu sama non Niken.'' jawab Art tersebut.


''Dengan Niken? apa jangan-jangan itu om Rayen Ken?'' ucap Putri.


''Entahlah, biar aku coba lihat dulu.'' jawabnya sambil menyudahi acara makannya.


Sedangkan Regan yang tadi terlihat cuek kini menatap punggung Niken yang kian menjauh menuju ruang tengah.


''Putri, apa om yang kamu sebut tadi benar omnya teman kamu, Niken? maksud abang apa om nya teman kamu si Niken itu, apa dia adik dari papa nya Niken?'' tanya Regan, yang merasa bingung sendiri dengan pertanyaannya.


Aduuhh kok jadi belibet gini ya ngomongnya, kesannya kok jadi aku yang kepo


Batin Regan merutuki dirinya.


Karna jujur saja dirinya sangat penasaran dengan hubungan antara Niken dan juga Rayen, makanya ia tidak tahan untuk bertanya pada adiknya itu.


''Tumben perduli sama temanku? biasanya cuek.'' sindir Putri tanpa ingin menjawab pertanyaan Regan.


''Sudah jawab aja, apa susahnya sih.'' Regan terlihat kesal oleh ucapan adiknya itu.


''Baiklah aku akan jawab, kemarin sih Niken pernah bilang sama aku jika om nya yang macho itu, yang bernama om Rayen bukanlah paman kandung Niken, maksudnya dia bukan adik kandung dari papanya Niken, begitu sih yang aku tau.'' jelas Putri.


Oh jadi begitu, pantas saja mereka sepertinya tak terbebani dengan hubungan tersebut.

__ADS_1


Batin Regan.


Diruang tamu, Niken melihat seorang lelaki sedang duduk dengan gelisah, cukup lama Niken memperhatikan lelaki itu, sebenarnya ia ingin sekali berlari dan memeluk lelaki tersebut karna memang ia merasa sangat rindu pada lelaki tersebut. Namun saat kembali teringat Rayen telah mengingkari janjinya Niken kembali kesal.


''Ekhm,'' Niken sengaja berdehem untuk mengalihkan pandangan Rayen padanya.


''Niken, sayang,'' ucap Rayen sambil berdiri dari duduknya.


''Ada apa om ?'' tanya Niken langsung


''Sayang, mas mau minta maaf karna tadi mas lupa jemput kamu disekolah sayang.'' ucap Rayen.


''Terus??'' sambung Niken lagi.


''Terus mas datang kesini mau ajak kamu pulang.'' jawab Rayen


''Tapi aku gk mau pulang om, malam ini aku mau tidur dirumah Putri.'' ucap Niken


''Sayang mas tau kamu marah sama mas, tapi mas mohon kali ini aja, kamu ikut mas ya? mas kangen sama kamu Niken.'' ucap Rayen memelas.


Aku pun sama mas, aku juga kangen sama kamu, tapi aku terlanjur kecewa sama kamu dan aku masih butuh waktu untuk sementara waktu.


Batinnya.


''Niken, kenapa kamiu bicara seperti itu sama mas, apa kamu gk kangen sama mas?.'' Rayen menatap Niken dengan pandangan penuh harap.


Niken memalingkan pandangannya, jujur saja ia tak kan bisa jika melihat Rayen menatapnya seperti itu, pasti dirinya akan langsung lemah.


''Gk om, sebaiknya om Rayen pulang, karna malam ini aku gk akan pulang kerumah.'' ucap Niken keukeh.


''Tap--''


''Maaf pak Rayen, sebenarnya bukan maksud saya ingin ikut campur urusan anda dan juga keponakan anda, tapi ini adalah rumah saya, dan saya tidak ingin anda membuat keributan disini.'' ucap Regan yang tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya.


''Begini pak Regan, kedatangan saya kesini hanya untuk menjemput calon istri saya, jadi saya harap anda tidak usah ikut campur.'' tegas Rayen.


Mendengar ucapan Rayen, membuat dua orang yang ada dihadapan Rayen langsung terkejut, terlebih Niken, ia tak menyangka jika Rayen akan mengakuinya sebagai calon istri didepan Regan.


Regan melirik pada Niken, sebenarnya ia sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rayen tadi, namun setelah melihat reaksi yang ditunjukan Niken membuatnya sedikit percaya.


''Niken mas mohon kita pulang ya sekarang.'' bujuk Rayen lagi, ia sama sekali tak perduli jika harus menjatuhkan harga dirinya didepan Regan dengan cara merengek dan juga mengiba pada Niken didepan rekan bisnis nya itu, yang terpenting bagi Rayen adalah Niken mau memaafkan dan juga pulang bersama dengannya.

__ADS_1


Kalau aku gk ikut pulang sama mas Rayen aku gk yakin kalau dia mau pulang dari sini, dan aku merasa jadi gk enak sama bang Regan jika terus membuat gaduh disini.


Batin Niken


''Niken ayolah, kamj mau ya pulang bersama mas?.'' Rayen kembali bersuara.


''Baiklah aku akan ikut pulang bersama dengan om Rayen.'' ucap Niken yang akhirnya mengalah.


''Bang Re, tolong bilang sama Putri ya bang, kalau aku pulang bersama om Rayen.'' ucap Niken


''Baiklah nanti akan saya sampaikan.'' jawabnya datar.


''Pak Regan sebelumnya saya berterimakasih karna sudah memberikan tumpangan untuk Niken dirumah ini, kalau begitu kami permisi dulu.'' ucapnya yang langsung meraih tangan Niken dan menggenggamnya.


Kenapa aku merasa tidak rela ya dia pulqng bersama lelaki itu?


Batin Regan sambil terus mrmperhatikan punggung keduanya yang kian menjauh.


Saat ini Niken dan Rayen sedang berada didalam mobil, sepanjang perjalanan Niken hanya diam, bahkan jika Rayen mengajaknya bicara Niken hanya menjawab seperlunya saja.


''Sayang gimana kalau kita mampir dulu dicafe? mas laper baget soalnya, tadi belum sempat makan malam dirumah, karna mas gk sabar pengen cepat ketemu kamu tadi.'' ucap Rayen.


''Iya mas.'' jawab Niken singkat.


Saat ini keduanya sedang berada didalam cafe, terlihat Rayen sedang menikmati makanannya, sedangkan Niken hanya memesan jus alpukat.


''Sayang beneran kamu gk mau makan?'' tanya Rayen untuk yang kesekian kalinya.


''Gk, aku udah kenyang.'' jawabnya singkat.


Beberapa saat kemudian terlihat Rayen menyudahi acara makannya, dan lalu mengelap bibirnya dengan tisu yang disediakan dimeja tersebut.


''Sayang, apa kamu masih marah sama mas? maaf sekali sayang, mas lupa jemput kamu tadi, padahal mas sendiri yang buat janji sama kamu.'' sesal Rayen


''Udahlah mas, aku juga udah lupain itu.'' jawab Niken


''Tapi kenapa sepertinya masih belum ikhlas gitu ya? ucap Rayen menyindir.


''Mas,kalau misalnya mas yang ada diposisi aku? terus aku bilang kalau mas itu bukan siapa-siapanya aku, padahal kurang dari seminggu lagi kita akan menikah, kira-kira mas akan marah gk jika aku bilan sama orang lain kita gk ada hubungan?'' tanya Niken yang akhirnya mengeluarkan isi hatinya.


''Iya mas tau mas egois, makanya mas minta maaf, mas gk mikirin perasaan kamu, jika memang kamu mau orang-orang tau tentang hubungan kita gpp, mas akan ikuti, tapi coba kamu pikirin sekali lagi sayang, jika semua orang tau bagai mana dengan sekolahmu? terlebih kedua orang tua kamu pasti mereka akan kecewa dengan kita nantinya jika kita tidak menuruti mereka, padahal mereka sudah mau berbesar hati menerima hubungan kita ini,, tapi semua keputusan ada ditangan kamu,,mas hanya gk mau kamu mendapatkan masalah nanti nya.

__ADS_1


Next


__ADS_2