CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menginap


__ADS_3

Niken duduk ditepi tempat tidur, ia terus memikirkan dirinya yang akan ditinggal oleh suaminya dalam beberapa hari. Tak lama terdengar suara pintu dibuka, bersamaan itu terlihat Rayen masuk kedalam kamar mereka.


''Mas kenapa kamu gk nolak papa sih? kamu tega ya ninggalin aku sendiri disini?.'' protes nya langsung


''Kamu aja tega sama mas tadi, padahal mas lagi pengen baget tapi kamu malah ninggalin mas.'' ucap Rayen menjawab ucapan Niken, entah kenapa kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya, mungkin karna ia masih merasa kesal pada istrinya


Mendengar ucapan suaminya Niken langsung terperangah.


''Mas kok ngomongnya gitu sih? itukan beda mas, kita bisa kapan saja melakukan itu.'' ucap Niken yang tak mau disalahkan.


Rayen memejamkan matanya, mencoba untuk meredamkan emosinya yang mulai naik, ia tak boleh ikut terpancing emosi, walau bagai mana pun Niken masihlah gadis kecil yang masih labil, dan perlu bimbingan, maka itu sebagai seorang suami dirinya harus banyak-banyak bersabar.


Rayen menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan. Rayen melangkah mendekati istrinya yang saat itu masih menatapnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


'' Mas minta maaf karna sudah membentakmu tadi, dengar sayang, mas harus berangkat malam ini.'' ucap Rayen sambil membelai rambut istrinya, saat ini mereka sudah duduk ditepi ranjang.


''Tapi aku gk bisa kalau gk ada mas Rayen, aku gk mau tidur sendirian, emangnya mas tega ninggalin aku sendirian disini?.''


'' Cuma tiga hari kok sayang, mas janji akan usahakan pulang lebih awal, jika mas sudah tau siapa orang tersebut, mas akan langsung pulang.'' jelas Rayen memberi pengertian.


''Janji ya mas harus pulang cepat, dan jangan macam-macam disana, awas aja kalau sampai aku tau kamu kegenitan disana.'' ancam Niken


'' Mana mungkin mas kegenitan, kalau istri mas cantik begini, hot lagi,'' goda Rayen membuat wajah Niken bersemu merah.


''Sayang yuk kita lanjut yang tadi, mas sudah sangat gk tahan sayang.'' pinta Rayen, matanya sudah sayu menatap Niken.


''Iya mas, aku juga pengen jawab Niken malu-malu, dan akhirnya mereka pun melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, saat ini Rayen sudah bersiap untuk berangkat kekota B bersama mang Diman yang akan mengantarnya.


''Mas jangan lupa hubungi aku setelah sampai disana!" ucap Niken untuk kesekian kalinya.


''Iya, nanti mas video call kalau udah sampai.'' ucap Rayen


Beberapa saat kemudian setelah kepergian Rayen, Niken kembali kekamarnya, ia menatap sekeliling kamar mereka berdua.


''Baru aja kamu pergi aku udah kangen mas, aku gk tau apa aku akan sanggup bertahan tiga hari kedepan tanpa kamu.'' gumamnya, Niken membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur mungkin karna lelah akhirnya perempuan itu tertidur.


Keesokan harinya..

__ADS_1


Saat ini Niken sedang berada dirumah Windy bersama Putri untuk mengunjunhi sahabatnya itu.


''Jadi kalian jablay selama tiga hari??'' ucap Putri yang sengaja mengejek kedua sahabatnya.


''Senang banget kamu liahat teman susah.'' jawab Niken sewot.


''Hehe,, becanda sayang jangan marah dong, Windy aja santai, oh gue tau pasti kamu merasa kangen ya sama sentuhan om Ray yang hot itu??'' goda Putri sambil menaik turunkan alisnya.


''Iya aku kangen belaiannya, puas kamu?''


Mendengar jawaban Niken membuat Putri terkekeh.


'' Kacian banget teman gue yang atu ini.'' Putri tak henti-hentinya menggoda sahabatnya itu.


''Put, udah dong! kasian Niken loe godain mulu, coba lihat tuh wajahnya jelek banget tau gk kalu lagi kayak gitu.'' tambah Windy yang ikut menggoda Niken.


''Windy.....,apaan sih ikut-ikutan, nyebelin tau gk.'' ucap Niken lagi, ia sama sekali tidak marah dengan godaan kedua sahabatnya itu, justru dengan bercanda seperti itu bisa membuatnya melupakan sejenak rasa rindunya pada Rayen.


''Oya Ken, gimana kalau malam ini loe nginap dirumah gue? gue sendirian nih bette banget gk ada teman ngobrol.'' tawar Putri pada Niken


''Kan ada bang Regan Put.'' jawabnya


''Gimana ya Put, soalnya kan suami gue rencana nya mau tiap malam video call sebelum tidur, masa iya aku vc didepan kamu? kan gk lucu.'' ucap Niken.


'' Gue ngerti maksud loe, kan ada kamar disebelah kamar gue, loe bisa tidur disana kalau merasa terganggu jika tidur sama gue.'' jawab Putri.


''Bukan gitu maksud aku Put,'' Niken merasa tidak enak pada Putri


''Iya gue paham kok maksud loe, pasti loe dan om Rayen mau itu kan lewa video call?'' Putri kembali menggoda Niken sambil menaik turunkan alisnya.


Saat ini Niken dan Putri sedang dalam perjalanan menuju rumah kediaman keluarga Putri, setelah pulang dari rumah Windy, mereka langsung menuju rumah Putri, namun sebelumnya Niken sudah oamit pada suami dan juga orangtuanya jika malam ini dirinya akan menginap dirumah Putri.


Setelah sampai keduanya langsung menuju kamar Putri yang berada dilantai dua. Entah apa yang dilakukan kedua gadis itu, hingga mereka melewati makan malamnya, hingga tak terasa jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.


''Ya ampun Ken, terlalu keasikan kita sampai lupa waktu.'' ucap Putri setelah film yang mereka tonton berakhir.


'' Loe laper gk Ken?'' tanya Putri


''Gimana mau laper dari tadi aku ngemil ini semua.'' jawab Niken sambil menunjuk semua cemilan yang ada diatas karpet tempat mereka duduk saat ini.


Niken mengambil ponselnya untuk melihat apa kah suaminya itu ada mengirim pesan atau tidak.

__ADS_1


''Ck, dasar mas Rayen udah jam segini masih belum menelpon.'' gumamnya pelan.


''Putri, kamarku yang mana? aku mau istirahat sekarang.''


'' Itu yang ada dipojokan, disebelah kamar bang Regan, tadi udah dibersihin kok sama bibik.'' jelas Putri


'' Yaudah aku kekamar aja langsung.'' ucap Niken


''Heem,,'' ucap Putri tanpa suara


''Oya Ken, nanti kalau misalkan loe laper ambil aja dibawah, udah disiapkan kok sama bibik.'' ucap Putri


''Ok.


Setelah mengatakan itu Niken langsung keluar dari kamar Putri sambil membawa tas miliknya menuju kamar yang dimaksud.


Sudah tiga puluh menit Niken menunggu telpon dari Rayen, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda suaminya itu akan menghubunginya.


''Apa dia sesibuk itu? tapi kan ini sudah malam, masa iya mas Rayen masih kerja.'' gumamnya.


Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi, Niken yang mendengar itu cepat-cepat meraih benda pipih miliknya yang ia letakan diatas nakas tempat tidur.


''Ini dia yang ditunggu-tunggu.'' gumam Niken sambil menggeser tombol berwarna hijau.


''Mas, kok lama banget sih? aku tungguin juga dari tadi.'' ucap Nijen dari layar ponselnya


''Maaf sayang, mas baru pulang kerja, ini aja baru selesai mandi, belum sempat pakai baju.'' jelas Rayen


''Mas kamu kok seksi banget sih, aku jadi pengen deh liat mas Rayen kayak gitu.'' Niken menggigit bibirnya sensual membuat Rayen bedebar.


'' Sayang, kamu sengaja ya menggoda mas seperti itu? tolong jangan siksa mas dong, kamu kan tau saat ini kita sedang berjauhan.'' ucap Rayen yang mulai frustasi karna melihat sang istri terus menggodanya, sedangkan mereka saat ini sedang berjauhan, sementara Niken memang sengaja melakukan itu, agar suaminya tersebut cepat menyelesaikan tugasnya, agar bisa pulang dan bertemu dengannya.


''Niken sayang, karna kamu sudah menggoda mas, sekarang mas mau kamu membuka pakaian mu sekarang, mas mau kamu muaskan has*rat mas melalui phone se*ks, kamu pahamkan maksud mas sayang?'' ucap Rayen


Niken mengangguk sambil tersenyum malu. Setelah itu mereka langsung melakukan adegan demi adegan yang mulai menimbulkan suara desa*han dari bibir wanita cantik tersebut.


Beberapa saat kemudian..


Terdengan suara desa*han panjang yang terdengar dari kamar yang ditempati oleh Niken, tanpa ia sadari ternyata des*hannya itu terdengar hingga sampai keluar kamar. Membuat seseorang yang tadinya lewat dikamar tersebut tiba-tiba berbalik arah karna merasa penasaran dengan suara yang ia dengar.


Next

__ADS_1


__ADS_2