CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Bimbang


__ADS_3

Saat ini kedua gadis remaja itu sedang dalam perjalanan menuju kediaman sahabat mereka yaitu Putri.


''Kok tante Viona bisa ada dirumah loe Ken?'' tanya Windy sambil tetap fokus pada jalan yang ada didepannya


''Dia mau minta bantuin mama untuk persiapan acara pertunangannya.'' jawab Niken malas


''Memangnya acaranya kapan?''


''Minggu depan Win,'' jawab Niken yang tiba-tiba melow


''Loe gpp?'' tanya Windy khawatir


''Aku gpp kok Win, kamu jangan cemas kayak gini udah biasa kok.'' jawabnya tersenyum miris.


''Kasian Niken, harus merasakan patah hati seperti ini.


Batin Windy


Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan gerbang rumah Putri.


''Win, kamu udah hubungi si Putri? dia tau gk kalu kita mau kesini?'' ucap Niken sambil melepas seatbelt miliknya.


''Aku sih udah hubungi dia tadi, tapi dianya gk angkat, mungkin lagi sibuk kali, sebaiknya kita langsung tanya aja dulu yuk sama satpamnya!" ajak Windy sambil keluar dari mobilnya untuk bertanya pada penjaga rumah tersebut.Namun belum sempat kedua remaja itu memanggil satpam dirumah tersebut sudah membukakan gerbang untuk kedua nya.


''Mba berdua temannya non Putri ya?'' tanya satpam tersebut


''Eh, i-iya pak kami temannya Putri, apa dia ada?'' tanya Niken


''Iya ada, masuk aja mba!" ucap satpam tersebut.


Windy dan Niken kembali masuk kedalam mobil setelah itu langsung melesat masuk kedalam halaman rumah tersebut.


''Satpamnya kayaknya ganti deh Ken, kemarin kan orangnya agak tua, yang ini muda banget.'' ucap Windy


''Iya pantes gk kenal kita,padahal kan kita sering main kesini.'' sambung Niken


'' Ralat, bukan kita, tepatnya gue, loe sibuk mulu kalau tiap kali gue ajakin kesini.'' ucapnya dengan nada bette, sedangkan Niken hanya nyengir melihat sahabatnya cemberut.


''Udah dong, yang pentingkan sekarang aku disini, yasudah yuk turun!" ajak Niken sambil membuka pintu mobil,setelahnya langsung melangkah menuju teras rumah besar itu.


''Pintunya kebuka Win, tapi kok gk ada orangnya ya?'' ucap Niken berasa aneh.

__ADS_1


''Iya benar, kok sepi ya?


''Aku disini guys.'' sambung seseorang yang ternyata adalah Putri


''Hai Put,'' sapa Windy sambil tersenyum


''Hai Win, hai Ken,yuk masuk kenapa masih diluar sih, kayak baru pertama kali aja datang.'' ucap Putri sambil mengajak kedua sahabatnya masuk kedalam.


Dan akhirnya kedua gadis remaja itu melangkah mengikuti sahabat mereka.


''Duduk guys! sebentar ya gue suruh bibik buatin minuman dulu.'' ucap Putri sambil melangkah menuju dapur.


''Sepi banget ya rumah nya Putri, kalau aku gk betah deh tinggal sendiri dirumah sebesar ini.'' ucap Niken sambil memperhatikan setiap sudut ruangan di rumah besar itu.


Tak lama Putri datang bersama seorang pelayan dengan membawa minuman dan juga cemilan.


''Silahkan diminum non!" ucap Art tersebut setelah selesai menaruh minuman dan juga makanan ringan tersebut diatas meja.


''Iya bik makasih.'' jawab keduanya kompak.


''Put kamu gk ada acara kan hari ini? rencananya aku dan Niken mau ajak kamu hang'out bareng.'' ucap Windy


Putri sempat melirik Niken yang saat itu masih diam, namun ia tersenyum saat sahabatnya itu melirik kearahnya.


''It's okay aku gk masalah kok, sebaiknya gk usah diungkit lagi.'' potong Putri yang tak ingin membicarakan hal tersebut.


''Putri siapa yang datang?'' tanya seseorang yang baru menuruni anak tangga, membuat ketiga gadis remaja itu menoleh kearah sumber suara.


''Abang, mereka ini adalah teman-temanku.'' jawab Putri


''Guys kenalin ini adalah abang gue Regan yang pernah gue ceritain waktu itu.'' ucap Putri, memperkenalkan abangnya.


Niken dan juga Windy tersenyum saat melihat Regan juga tersenyum saat menatap mereka.


''Aku gk nyangka Ken,ternyata abangnya Putri cakep banget.'' bisik Windy


''Iya sih, tapi tetap cakepan om Rayen.'' balas Niken berbisik.


''Ekhm..,, baiklah kalian bersenang-senanglah abang mau keluar dulu ada urusan, Putri abang pergi dulu ya?.'' ucapnya sambil mengecup singkat pucuk kepala adiknya tersebut.


Setelah itu ia segera melangkah menuju pintu depan, namun sebelum itu langkahnya sempat terhenti, kemudian berbalik menatap pada Niken yang kebetulan saat itu juga tengah menatap kearahnya.Beberapa saat pandangan mereka sempat bertemu, namun sedetik kemudian Niken langsung membuang pandangannya kearah lain.

__ADS_1


''Putri ternyata abang loe cakep banget ya? bisa dong...,'' goda Windy sambil menaik turunkan alisnya.


''Ogah punya kakak ipar kayak loe, lagian ya setau gue abang gue itu udah punya pacar.'' jelas Putri


Niken hanya diam menyimak pembicaraan keduanya tanpa minat.


Sebenarnya Putri memang mempunyai seorang kakak, yang memang tinggal diluar negri,, dan sekarang Regan memutuskan untuk menetap di indonesia.


''Jadi gimana Put, jadi gak kita jalan? gue bosen banget nih.'' ucap Windy


''Gimana ya, sebenarnya gue malas banget keluar rumah, tapi demi kalian kuy lah.'' ucapnya membuat kedua sahabatnya tersenyum.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini didalam sebuah apartemen seseorang terus mengoceh, membuat sahabatnya menutup telinganya karna sanking terlalu berisik.


''Kamu itu gk bisa diam ya? sejak tadi ngomel terus kayak emak-emak gk dikasih uang belanja.'' gurau sahabat nya


''Ya mau bagai mana lagi, semua ini karna loe Ray, coba loe gk nyuruh gue kesini pasti gk bakal kejadian tadi.'' jawabnya sewot


''Udah nanti gue bantuin bayarin kerusakannya, memangnya separah apa sih?''


''Gk terlalu parah sih, cuma gue tetap aja rasanya sebal,mobil kesayangan gue jadi rusak gitu.'' ucapnya yang tak lain adalah Leo


''Tapi ngomong-ngomong ceweknya cakep gk?'' goda Rayen lagi


''Cakep sih, manis lagi.'' jawabnya membuat Rayen mengerutkan dahi


''Manis? emang kamu udah--,''


Leo yang mengerti arah ucapan sahabatnya langsung tersenyum sinis.


''Yang manis itu wajahnya bro bukan bibirnya, ya kali gue nyicipin tu bibir, asal loe tau ya, tuh cewek galak banget, lebih galak dari emak gue.'' canda Leo,membuat Rayen terkekeh


''Oya, gimana tentang rencana pertunangan loe dengan kekasih tercinta loe itu?'' tanya Leo


''Entahlah, aku bimbang sekarang.'' jawab Rayen yang tiba-tiba tak semangat.


''Aah, gk jelas loe Ray, kemarin kan loe yang ngotot mau tunangan dengan Viona, sekarang kok malah jadi loe yang gk semangat gitu sih? jangan bilang kalau sekarang loe memang sudah berpindah kelain hati.'' tebak Leo asal.


''Le, apa menurut kamu, aku harus tetap melanjutkan acara pertunangan ini? sedangkan aku sendiri merasa ragu sekarang tentang perasaanku dengan Viona.'' jelas Rayen membuat Leo berdecak kesal.

__ADS_1


''Makanya Ray, dari awal kan gue udah bilang sama loe, jangan terburu-buru mengambil keputusan, gini kan jadinya.


__ADS_2