CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Akal bulus Viona


__ADS_3

Perkataan yang diucapankan Rayen membuat Niken langsung menatap tajam pada suaminya.


'' Maksud mas apa bicara seperti itu? mas mau bujuk aku agar aku mau bicara dengan Windy untuk memberi kesempatan kedua pada suaminya yang sudah berselingkuh itu? iya?'' tanya Niken sambil menekankan kata selingkuh, jujur saja niken merasa marah dengan suaminya yang masih membela seorang yang berselingkuh seperti Leo.


'' Sayang, bukan maksudnya mas seperti itu, dengarin mas dulu ya?!'' Rayen membingkai wajah istrinya dengan kedua tangan kekarnya untuk coba menenangkan istrinya tersebut.


'' Sayang mas bukannya mau membela perselungkuhan, mas tau betul Leo itu salah, bahkan sangat salah, tapi disisi lain kita juga harus memikirkan nasip mereka setelah bercerai, memangnya kamu mau Windy menyandang status seorang janda diumur yang masih sangat muda seperti itu, ya mungkin saat ini dia masih sangat marah jadi tetap memutuskan untuk bercerai, tapi coba kamu pikir beberapa bulan kedepan? pasti Windy merasa kurang nyaman dengan statusnya itu, jadi mas harap kamu coba pikirkan baik-baik, mas tau kamu sayang sama Windy, dan pasti ingin yang terbaik untuk nya.'' ucap Rayen.


Niken menurunkan tangan suaminya dari wajah cantiknya, membuat Rayen hanya bisa terdiam, dalam hati Rayen merasa bahwa istrinya tidak menyukai saran yang ia berikan, namun ia akan menunggu sampai istrinya tersebut berbicara.


'' Maaf banget mas, aku gk bisa membujuk sahabat aku untuk kembali bersama suaminya, tentu saja itu bukan karna aku gk sayang sama Windy, justru karna aku sayang sama dia makanya aku gk mau kalau sampai sahabatku itu kembali sakit hati, apa mas bisa menjamin jika kak Leo gk akan mengulagi kesalahannya? tidak kan? jadi udahlah mas, mas Rayen gk usah mencoba membujukku lagi untuk berbicara dengan Windy, asal mas tau tadi siang wanita itu datang dan membuat masalah dirumah Windy, dia mengancam sahabat aku mas, untung aku datang tepat waktu kalau tidak, aku gk tau apa yang akan dilakukan oleh wanita itu, apa lagi kondisi Windy masih terlihat masih sedikit lemas.'' ucap Niken


'' Jadi Viona datang kerumah Windy dan mengancamnya? astaga, kenapa dia nekat sekali, memangnya sebegitu cintanya dia sama Leo sampai mengancam istrinya segala.'' ucap Rayen pelan diakhir kalimat, lebih tepatnya seperti orang bergumam, namun Niken masih dapat mendengarnya.


'' Kenapa mas? kamu gk rela jika tante pirang itu sekarang lebih menyukai kak Leo ketimbang mas Rayen? apa mas merasa cemburu?? atau jangan-jangan mas masih ada rasa ya sama dia?!" tanya Niken ketus, ia tak habis pikir bisa-bisanya suaminya ini berbicara seperti itu.


'' Bu-bukan begitu sayang, mana mungkin mas masih ada rasa sama dia, mas sama sekali udah lupain dia kok sayang, serius.'' ucap Rayen, meyakinkan istrinya, namun Niken masih menatapnya dengan sinis, membuat Rayen menghela nafas panjang dia harus bisa bersabar menghadapi istri kecilnya ini, dan harus lebih banyak mengalah, jika tidak sudah bisa dipastikan rumah tangganya juga akan ikut bermasalah.

__ADS_1


'' Mas aku mau tanya apa sih istimewanya tante Viona sehingga mas dulu bisa pacaran sama dia? jujur aku merasa penasaran banget loh.'' ucap Niken, saat ini gadis itu duduk bersila menghadap suaminya,membuat gaun yang ia kenakan otomatis sedikit terangkat, hingga sesuatu yang ada dibagian intinya dapat terlihat jelas oleh Rayen, membuat lelaki itu menelan ludahnya berkali-kali.


'' Sayang, buat apa sih kamu bertanya seperti itu? lagi pula itu semua masa lalu mas, dan mas gk mau mengingatnya, yang terpenting sekarang adalah kamu sayang, istrinya mas.'' ucap Rayen, tangannya kini mera*ba paha putih nan mulus istrinya, membuat Niken memejamkan mata.Rayen melihat Niken menikmati elusan tangannya dipaha miliknya, membuat nya lebih bersemangat melakukan hal yang lebih pada istrinya itu, ia tak ingin lagi membahas masalah Leo yang nantinya akan mempengaruhi rumah tangganya bersama istri tercinta.


DITEMPAT LAIN..


Terdengar bel berbunyi berkali-kali di sebuah apartemen mewah, membuat siapa saja akan merasa terganggu saat mendengarnya, terlebih penghuni yang ada didalamnya.


'' Siapa sih diluar? bertamu kok gk ada sopannya sampai mencet bel berulang kali gitu.'' gerutu seorang wanita yang baru saja selesai dengan ritual mandinya bahkan wanita itu masih memakai jubah mandinya tanpa adanya dala*man, dan wanita itu adalah Viona, Viona melangkah menuju pintu depan dengan mulut yang masih menggerutu, namun beberapa saat, setelah tau siapa yang ada dibalik pintu tersebut tiba-tiba senyumnya mengembang sempurna, tak ada lagi guratan marah diwajahnya akibat gangguan tersebut.


'' Leo, ternyata kamu yang datang? tapi kenapa mencet belnya sampai kayak gitu sih? ooh aku tau, pasti kamu udah gk sabar ya ingin bertemu denganku?'' ucap Viona dengan PD nya.


Apa ini perbuatan Windy? tapi masa iya Windy bertindak sejauh ini? apa istriku sudah jadi wanita yang bar-bar sekarang?.


Batin Leo


'' Leo kamu kenapa liatin wajah aku kayak gitu? oh, aku tau pasti kamu mikir, kenapa wajah aku sampai babak belur kayak gini kan? asal kamu tau ya, wajah aku tu kayak gini karna perbuatan istri kamu, dia yang selama ini kamu bilang anggun dan juga elegan ternyata tak lebih dari seorang gadis bar-bar, dan juga kasar tau gk.'' ucap Biona yang mencoba memprovokasi Leo.

__ADS_1


'' Jaga ucapanmu Viona, lagi pula untuk apa kamu datang kesana? dan apa coba maksud kamu mengancam istriku segala? kurang kerjaan ya kamu? dengar ya sampai kapanpun aku gk akan mau melanjutkan hubungan denganmu karna aku sama sekali tidak pernah mencintaimu Viona dan yang terjadi pada kita kenarin hanya karna waktu itu aku khilaf.'' ucap Leo yang masih berdiri didepan pintu apartemen, untung saat itu tidak ada yang lewat, kalau tidak mungkin mereka bisa jadi pusat perhatian diapartemen tersebut


Mendengar ucapan Leo, Viona mengepalkan tangannya.


Apa dia bilang khilaf? enak saja, kalau khilaf dia gk akan menikmati setiap sentuhan yang kuberikan dasar lelaki munafik.


Batin Viona.


'' Kamu kok tega banget sih Leo bicara seperti itu sama aku? memangnya kamu sama sekali gk merasa iba ya sama aku? coba lihat ini, wajahku jadi seperti ini karna ulah istrimu, dan aku mau kamu mempertanggung jawabkan perbuatan nya, jika tidak aku akan melaporkannya karna telah membuat wajahku seperti ini.'' ancam Viona. Leo yang mendengar ancaman Viona jadi sedikit khawatir.


Apa yang harus ku lakukan? bagai mana jika Viona memang berniat melaporkan Windy kepolisi? gk ini gk boleh terjadi, aku harus melakukan sesuatu.


Batin Leo.


Viona melihat Leo sepertinya sedang memikirkan ucapannya, membuat wanita itu tersenyum samar.


'' Leo masuklah dulu kita bicara didalam, memangnya kamu mau kita jadi pusat perhatian orang?'' bujuk Viona, dan akhirnya Leo pun menuruti ucapan nya sambil terus memikirkan apa yang akan ia lakukan sekarang agar Viona tak jadi melaporkan istrinya kepolisi

__ADS_1


Next


__ADS_2