
Rayen terus menatap kearah Niken yang terlihat cuek pada nya.
''Sibuk sekali sepertinya? lagi liatin apa sih di ponsel sampai-sampai omnya dicuekin begini.'' sindir Rayen,membuat Niken akhirnya menatap kearahnya.
''Apa sih om,'' ucapnya setelahnya matanya kembali menatap kelayar handphone.
''Niken kenapa ya?sepertinya dia masih malu mengenai masalah kemarin ya, sepertinya dia merasa gk nyaman dekat denganku.
Batin Rayen
''Mm..Niken, om mau bicara tentang masalah kemarin, sebenarnya wak--''
''Om! udah dong! bisa gk, om Rayen gk usah bicara tentang masalah itu lagi aku malu.'' potongnya dengan wajah yang sudah memerah.Niken merasa malu jika Rayen terus membahas masalah kemarin.
Rayen tersenyum melihat tingkah keponakannya itu.
Hening beberapa saat, hingga akhirnya Niken kembali bersuara, namun kali ini ia terlihat serius.
''Om, apa om besok lusa akan benar-benar bertunangan dengan tante Viona?'' tanya Niken, yang akhirnya mengungkapkan keingin tahuannya.
''Mungkin, tapi kalau misalkan ada yang melarang om bertunangan dengan Viona mungkin om akan mempertimbangkannya.'' jawab Rayen melirik kearah Niken
''Maksud om?? kalau ada orang yang melarang om bertunangan dengan tante Viona maka om akan nengikuti perintah orang tersebut?'' ucap Niken sambil menatap Rayen serius
''Tergantung siapa yang menyuruh.'' jawab Rayen santai.
Apaan sih om Rayen kenapa hari pentingnya dibikin jadi bahan becandaan.
Batin Niken yang tak habis pikir.
''Niken apa om boleh tanya sesuatu?''kini gantian Rayen yang menatap Niken dengan serius
''Apa om?'' ucapnya sambil menyeruput jus jeruk miliknya yang berada diatas meja.
__ADS_1
''Om mau tanya apa kamu masih meyukai om?''
Uhuk-uhuk
Tiba-tiba saja Niken terbatuk saat mendengar pertanyaan dari om nya tersebut, untung jus yang ia minum sudah tertelan semua kalau tidak,sudah dipastikan bahwa ia akan menyemburkan minumnnya saat itu juga.
''Kamu gk apa-apa kan?
''Gk, aku gpp kok om, aku hanya kaget kenapa om Rayen bertanya tentang perasaan aku sama om? apa jangan-jangan om juga sudah mulai ada perasaan ya sama aku?'' ucap Niken yang bermaksud menggoda omnya tersebut.
'' Om hanya bertanya saja,'' sambungnya
''Sebenarnya iya, sampai saat ini aku masih menyukai om Rayen, dan aku sangat mencintai om, aku juga gk tau kenapa perasaan ini gk mau pergi dari hatiku, tapi ya sudahlah, om jangan merasa gk enak sama aku,, aku sih gk masalah kok jika om hanya menyayangiku sebagai keponakan tidak lebih,,mungkin aku hanya tinggal menunggu seseorang yang nantinya mampu untuk menggantikan om dari hatiku.'' jelasnya sesantai mungkin, namun dalam hatinya Niken merasa sakit saat mengatakan itu.
''Niken berniat untuk mengganti posisiku dihatinya dengan orang lain, kenapa hatiku tidak rela ya, aku tidak ingin ada lelaki lain yang mengisi hatinya, dan aku ingin hanya aku yang ada dihatinya sampai kapanpun, oh my gosh sepertinya aku memang benar-benar memiliki perasaan pada keponakanku ini.
Batinnya
''Om, om Rayen kenapa melamun?'' Niken terus melambaikan tangannya saat melihat om nya tersebut melamun
''Memang kenapa om? lagian om Rayen juga gk bisa membalas perasaanku kan? apa menurut om aku harus tetap mengharap pada lelaki yang jelas-jelas tidak akan mungkin membalas cintaku?'' jawab Niken yang sengaja menyindir omnya itu
''Om juga cinta sama kamu Niken, om sayang kamu.'' Rayen menatap mata Niken dalam,membuat gadis itu terhipnotis dengan perasaan yang campur aduk
''Apa aku barusan gk salah dengar, om Rayen bilang dia juga cinta sama aku? benarkah ini,benarkah om Rayen memiliki perasaan yang sama denganku? gak-gak-gak, aku gk boleh terlalu senang seperti ini, karna pasti maksudnya om Rayen mengatakan itu karna aku keponakannya, iya pasti maksudnya rasa cinta om kepada ponakan,jadi kenapa aku harus sebahagia ini, om Rayen kan sudah sering bilang seperti ini padaku.''batin Niken
''Iya om, aku tau, om kan sudah sering bilang seperti itu sebelumnya padaku, oya om aku keatas dulu ya mau istirahat.'' ucap Niken yang terlihat tak bersemangat, ia juga tak ingin terlalu berharap, kalau pada kenyataan akan membuat hatinya kembali terluka.
Niken berdiri dari duduknya dan langsung melangkah menuju kamarnya meninggalkan Rayen dengan hati yang penuh tanda tanya
''Ada apa dengan anak itu?kenapa dia biasa saja,seolah pernyataanku adalah sebuah hal yang biasa dia dengar sebelumnya, padahal aku merasa deg-degan saat mengatakannya, tapi ternyata dia malah biasa aja, apa jangan-jangan dihatinya memang karna sudah ada sosok lelaki lain? oh tidak, ini tidak boleh terjadi.
Batin Rayen sambil menyusul Niken kekamarnya.
__ADS_1
Saat Niken hendak menutuk pintu kamarnya Rayen langsung menahan pintu tersebut membuat Niken menatap bingung pada om nya itu.
''Ada apa om? aku ingin istirahat.'' ucap Niken yang tak ingin diganggu, namun Rayen malah mendorong pintu agar terbuka lebih lebar.
''Kenapa kamu pergi begitu saja,setelah mendengar perkataan om? memangnya kamu pikir ucapan om tadi hanya sebuah candaan?'' ucap Rayen sambil melangkah masuk, kemudian menutup pintu kamar tersebut.
''Om, aku juga tau kalau om Rayen sayang sama aku, tapi kelanjutannya om juga pasti akan bilang kalau rasa sayangnya om sama aku hanya rasa sayang dan cinta sebagai keponakan saja kan, sudahlah om! aku lelah mau istirahat sebaiknya om pulang saja!'' setelah mengatakan itu Niken langsung melangkah menuju tempat tidurnya, namun masih beberapa langkah tangannya sudah ditarik oleh Rayen,membuat gadis remaja itu menabrak tubuh Rayen karna memang tarikan Rayen terlalu kuat.
Dalam beberapa detik keduanya saling pandang menelisik wajah dihadapan mereka masing-masing.
''Ternyata keponakanku ini sangat lah cantik mata yang indah, dengan bibir yang mungil namun berisi, ingin sekali aku melahapnya saat ini juga
Batin Rayen sambil terus memandang wajah Niken.
''Ke-kenapa om Rayen menatap aku seperti ini, dan wajah ini sangatlah tampan, dengan rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu tipis,,oh jantungku juga kenapa kuat sekali bunyinya kuharap om Rayen tak mendengarnya.
Batin Niken
''Om lepasin tangan aku sakit.'' rengeknya
''Tidak akan sebelum kamu dengar kan ucapanku baik-baik, karna aku tidak akan mengulanginya lagi. Rayen menatap wajah Niken dengan serius.
''Aku? kenapa om Rayen menyebut dirinya sendiri dengan kata aku, tidak seperti biasanya.
Batin Niken dengan menatap wajah Rayen.
''Memangnya om mau bicara apa?
''Dengar om ingin mengatakan sama kamu kalau--'' terlihat Rayen menjeda ucapannya sebentar
''Kalau apa om?'' Niken begitu penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh Rayen
''Om ingin bilang kalau om sepertinya sudah jatuh cinta sama kamu, bukan sebagai paman dan keponakan,melainkan sebagai seorang pria yang menyukai seorang gadis.'' ucap Rayen, yang membuat Niken syok seketika mendengarnya.
__ADS_1
NEXT