
Haii guys, apa kabar semuanya?? semoga sehat selalu ya😊 jangan pernah bosan membaca karya receh otor ya
Dan jangan lupa selalu budayakan like, vote dan koment, masukin juga ke list pavorit💟 kalian ya!! supaya penulisnya lebih semangat lagi dalam berkarya.
Dibab ini ada adegan ser-ser nya dan otor sangat berharap semoga dibab ini naskah nya gk ditolak seperti sebelumnya sebab katanya mengandung adegan dewasa, jadi terpaksa harus direvisi ulang, padahal bahasanya udah otor buat sehalus mungkin, dan semoga aja dibab yang satu ini dilolosin sama si mimin😊
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Happy reading..
Rayen terus ******* bibir tipis istrinya, dengan tangan yang mulai bergerak kemana-mana.
''Maas,'' lenguh Niken saat suaminya mulai mere*mas kedua aset kembarnya dengan lembut, perlahan Rayen mulai merebahkan tubuh Niken dengan bibir yang masih saling menempel. Rayen memberikan setiap kecupan keseluruh wajah dan juga rahang Niken, membuat gadis itu merasa geli.
Rayen menjajarkan wajahnya dan juga wajah istrinya, jarak mereka hanya satu jengkal, ia menatap dalam dan juga penuh damba pada Niken.
''Mas ingin malam ini menjadi malam yang sangat membahagia kan untuk kita berdua sayang, mas berjanji akan selalu membahagiakan mu, dan malam ini mas akan membuat kenangan untuk kita, yang akan membuatmu selalu mengingatnya.'' ucap Rayen dengan suara berat yang mulai terdengar serak.
''Iya mas, aku juga mau malam ini menjadi malam yang sangat berarti untuk kita berdua.'' jawab Niken sambil membalas tatapan suaminya lekat dan juga penuh damba.
__ADS_1
Mendengar ucapan istrinya Rayen tersenyum, kemudian langsung kembali melancarkan aksinya, ia mencium rahang Niken penuh minat, setelahnya memberikan kecupan dileher sang istri, membuat Niken melenguh nikmat.
Rayen membuka satu persatu kancing baju tidur yang digunakan istrinya hingga memperlihatkan br*a berwarna merah menyala yang menurut Rayen sangat kekecilan saat digunakan istrinya, karna tak mampu menutupi seluruh pa*yu*da*ra Niken, hingga membuatnya tumpah kemana-mana.Namun itu justru semangkin membuat Rayen bergelora.
''Sayang, sudah lama rasanya mas tidak melihat dan mencicipi gunung kembar kamu, mas juga sudah kangen pengen nyu*su sama kamu sayang.'' ucap Rayen membuat Niken semangkin tera*ng*sang.
Rayen benar-benar merasa tidak tahan, ia kembali menyerang bibir istrinya sambil tangannya kembali bergerilya kebagian tubuh lainnya Rayen menyusupkan tangannya dibagian belakang tubuh istrinya, untuk mencari pengait kaca mata yang digunakan Niken, setelah menemukannya Rayen langsung membuka pengait tersebut, membuat kedua aset sang istri langsung menyembul keluar.
''Oh sayang ini sangat indah, mas sungguh tidak tahan ingin segera mencicipinya sayang, boleh kan jika mas menikmati semua ini?'' tanya Rayen meminta persetujuan dari sang istri.
''Iya mas, lakukanlah semau kamu sayang, karna tubuhku ini semuanya sudah menjadi milik mas Rayen, jadi maas Rayen bebas melakukan apapun pada tubuhku, berilah aku kepuasan mas, karna aku juga ingin merasakan kenikmatan dari mas Rayen.'' ucap Niken dengan suara serak menahan gai*rah.
Mendapat perlakuan seperti itu membuat Niken blingsatan, darahnya serasa berdesir, perasaan aneh yang dulu sempat pernah ia rasakan kini kembali lagi, Niken merasa sangat bahagia karna bisa dimanjakan oleh Rayen lagi, Niken juga sangat suka jika aset miliknya dinikmati oleh Rayen.
''Oh maas Rayen, aku sangat suka ini mas, hi*sap lebih dalam sayang!" racau Niken sambil menekan wajah Rayen agar dirinya lebih bisa merasakan kenikmatan dari suaminya tersebut.
Rayen menye*dot kulit pa*yu*da*ra istrinya dan memberikan tanda cinta disana bukan cuma satu tapi hampir seluruh bagian da*da Niken dipenuhi tanda cinta yang dibuat Rayen. Rayen kembali memainkan lidahnya di pu*ti*ng berwarna merah muda tersebut, lidahnya terus menyapu diarea lingkaran yang tak terlalu besar itu dengan warna senada seperti pu*ti*ng nya.
Mulut Rayen masih asik bermain disana namun tangannya sudah mulai turun hingga kebawah pusar dan langsung menyusup dibalik celana da*lam istrinya. Rayen mengusap-usap lembut anak gunung istrinya yang mulai basah, dan juga ditumbuhi bulu-bulu tipis yang tidak terlalu lebat, bahkan tangan Rayen sudah mulai membelah daging tembem sang istri, Rayen ingin mencari daging kecil didalam disana dan ingin segera memainkannya.
__ADS_1
''Oh, mas Rayen, ini sangat enak mas, aku suka sekali mas kamu giniin.'' racaunya lagi saat Rayen berhasil memainkan biji kecil dibelahan kue apem miliknya.
Rayen mendongak, melihat wajah Niken yang sangat berhasrat, bahkan kini Niken menggigit kecil bibirnya yang artinya ia sangat menikmati permaian yang diberikan suaminya tersebut. Rayen segera mencabut tangannya dari bawah sana, membuat istrinya langsung menatap kearah nya. Rayen tersenyum, ia tau Niken merasa kehilangan.
''Sayang mas ingin membuatmu segera mengeluarkan lahar cinta milik kamu sayang, karna mas sudah sangat tidak sabar ingin segera meneguknya.'' ucap Rayen, kini tangan laki-laki itu sudah berhasil menurunkan sisa kain yang menempel ditubuh Niken, kini gadis itu sudah benar-benar polos.
Mata Rayen berbinar saat melihat kue apem legit yang selalu menjadi pantasi liarnya, kini sudah terpampang jelas didepan matanya. Rayen menekuk kaki Niken lalu sedikit melebarkannya, membuat kerang kupas milik Niken kini terpampang jelas dimatanya.
''Niken sayang, mas benar-benar merasa takjub dengan milik kamu sayang, warna nya merah, kerang kamu benar-benar fres sayang, mas sudah gk sabar ingin segera memakan dan mencicipinya.'' ucap Rayen, sambil mendekatkan wajahnya diantara kedua paha sang istri.
Rayen mengecup lembut pangkal paha milik Niken dan sedikit men*ji*lat nya disana, kemudian jilatannya beralih pada bagian permukaan area sensitif gadis itu, kini li*dahnya sudah berada dibagian tengah kerang kupas istrinya, dan memberikan ji*la*tan disana membuat Niken menggelinjang hebat, Niken seperti terkena aliran listrik tegangan tinggi, ia merasa digelitik, rasanya geli, dan juga nikmat. Rayen terus bermain disana menyapu seluruh permukaan kerang istrinya dengan li*dah nya
Sluurrpp
Terdengar suara mulut Rayen meng*hi*sap area inti tersebut, bahkan li*dah nya juga mulai ia julurkan untuk menekan lubang kecil yang berada dibawah benjolan tersebut.
Rayen kembali menghirup aroma khas dari milik Niken, sungguh ini sangat memabukan bagi dirinya, berbeda sekali saat ia melakukan nya dengan Viona dulu, milik Niken sangat begitu nikmat bagi Rayen.
Next
__ADS_1
Hareudang gk sih kalian bacanya guys? kalau otor sih nulisnya agak sedikit gelisah, tapi untung ada pak suami yang menemani ðŸ¤