
Putri masih menatap pada Regan seolah bertanya siapa yang datang, namun Regan hanya mengangkat bahu tanda ia juga tak tau.'' Apa mungkin papa dan mama yang datang?'' ucapnya menebak
'' Yaudah biarin aja, nantikan juga tau kalau sudah dibukakan pintu oleh bibik.'' jawab Regan sambil kembali melanjutkan makannya.
'' Maaf non Putri ada yang mau ketemu sama non Putri.'' jelas Art tersebut
'' Hah? siapa bik? cowok atau cewek?'' tanya Putri, ia takut jika yang datang adalah Rangga, jujur saja Putri belum siap untuk bertemu sekarang.
'' Cowok non, namanya den Alex.'' jawab Art
'' Alex? mau apa dia datang malam-malam begini?'' kali ini Regan yang bertanya.
'' Udah abang aja gih yang temuin tuh cowok, malas banget aku, lagian dari mana coba dia tau rumah kita, aku jadi takut sama dia, tuh orang udah kayak penguntit aja deh.'' ucap Putri.
'' Yaudah biar abang aja yang temuin tuh anak, sekalian abang juga mau tau untuk apa dia datang dijam segini.'' setelah itu Regan langsung menuju ruang tamu.
'' Hai Alex ada apa kmu mencari Putri?'' tanya Regan to the point.
'' Ah itu bang, tadi kebetulan lewat jadi sekalian mampir, apa Putrinya ada bang? Saya mau ketemu sebentar saja.'' ucap Alex
'' Sayangnya tidak bisa Lex, dia sedang belajar karna besok ada ulangan disekolah,'' tolak Regan langsung
'' Oh begitu ya bang,'' Alex terlihat sedikit kecewa dan itu bisa dilihat oleh Regan.
'' Oya loe mau minum apa,biar gue suruh bibik buat bikinin.''
'' Gk usah bang, saya hanya sebentar saja kok, lagi pula sepertinya Putri sedang tidak bisa ditemui jadi sebaiknya saya pulang saja.'' ucapnya, yang diangguki oleh Regan.
__ADS_1
Setelah kepergian Alex, Regan kembali duduk di sofa tersebut, tak berapa lama Putri muncul dari arah dapur.'' Dia sudah pulang?'' tanya Putri sambil mendudukan bokongnya diatas sofa tersebut.
'' Kenapa? merasa kehilangan kamu??'' ledek sang abang membuat Putri mendengus.
'' Emang siapa dia?'' jawab Putri ketus, membuat Regan tergelak.
'' Calon pengganti Rangga kan? abang sih gk masalah jika kamu mau dengan Alex, orangnya juga gk kalah tampan dari Rangga, toh abang dan papa juga tau keluarganya dari kalangan berada, baik pula.''ucap Regan seolah memberikan Putri kesempatan untuk pendekatan dengan pemuda tersebut.
'' Ogah, lagian ya bang, cowok itu orangnya resek banget, jangankan mengenalnya lebih jauh, berteman saja aku akan pikir dua kali.'' jawabnya.
'' Hati-hati loh kamu, jangan kelewat benci sama orang, nanti bisa jadi cinta.'' goda Regan lagi, membuat sang adik menatapnya sinis.
'' Bang Regan lama-lama nyebelin ya, dengar ya bang, mau tuh cowok seganteng dewa yunani juga aku ogah, cintaku tetap sama Rangga seorang.'' ucap Putri tanpa sadar mengucapkan kalimat tentang Rangga, sedangkan beberapa hari ini dia selalau galau karna pemuda itu.
'' Kalau masih cinta kenapa harus menderita begini, tinggal dimaafin saja dia kan beres, ngapain kamu repot-repot menarik ulur hubungan kalian, kalau pada akhirnya bakal balikan lagi, sekarang abang tanya sama kamu, apa setelah ini kamu akan balikan lagi sama dia?'' tanya Regan
'' Ya kalau dia menyesali perbuatannya kenapa enggak, toh dia juga sudah terbukti gk salah kan.'' jawaban Putri membuat Regan bingung
'' Aku gk akan balikan sekarang sama dia bang, aku pingin lihat dulu usaha dia buat dapatkan kepercayaan aku lagi, jujur saja aku masih sakit hati sama dia, tapi disisi lain aku juga gk bisa kehilangan dia bang, aju cinta sama Rangga.'' ucap Putri yang akhirnya mau berterus terang tentang perasaannya terhadap Rangga pada abangnya, Regan yang baru pertama mendengar ungkapan hati sang adik sedikit terharu.
Regan mengangguk pelan,'' Baiklah terserah kamu saja, oya abang rasa kamu bisa memanfaatkan Alex untuk membuat Regan sadar jika bukan hanya dia yang menginginkanmu, jadi dia akan berpikir dua kali untuk menduakanmu, abang rasa tidak ada salahnya sesekali bikin anak orang kepanasan.'' ucap Regan setelah itu ia langsung melangkah kearah tangga. Sedangkan Putri, gadis itu masih mencerna ucapan sang abang.
*
*
*
__ADS_1
Tiga hari sudah berlalu, namun hubungan Rangga dan Putri masih terlihat sama seperti sebelumnya, berulang kali Rangga mencoba bicara, namum sepertinya Putri masih enggan, sebenarnya saat ini gadis itu sedang fokus pada misi rahasianya.
'' Windy loe duluan aja ke kantin, gue mau keperpustakaan dulu.'' setelah melihat anggukan Windy, Putri langsung melangkah menuju tempat yang ingin ia datangi, namun bukan perpustakaan tujuan utamanya melainkan keruangan kepala sekolah.
'' Itu dia,'' gumam Putri, ia melihat seorang siswi masuk kedalam ruangan kepala sekolah, setelah itu Putri bergegas menuju jendela yang ada dibelakang gedung tersebut, jendela yang cukup tinggi untuk gadis itu, untuk mencapainya Putri harus menggunakan bangku.
'' Akhirnya nya aku dapatkan buktinya.'' gumam Putri sambil tersenyum puas melihat hasil rekaman yang ada didalam ponsel miliknya, sangkin senangnya Putri tak sadar jika ia berpijak dipinggiran kursi tersebut hingga membuat nya miring dan...
'' Aaakkhh.'' Putri berteriak saat menyadari dirinya terjatuh.
Bukan nya aku jatuh ya? tapi kok gk sakit, malahan seperti ada benda empuk dibawahku.
Ucap batinnya,perlahan gadis itu membuka matanya, seketika mata bulat itu melotot sempurna saat melihat siapa yang berada dibawahnya.
'' Ra-rangga kenapa kamu bisa ada disitu?'' Putri mencoba bangkit dari tubuh Rangga, namun sepertinya pemuda itu tak menginginkan nya, dengan sekali tarik Putri kembali jatuh di atas tubuh nya.
'' Aaww, Rangga apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganku nanti dilihat orang kita bisa dikira macam-macam lagi.'' protesnya sambil mencoba bangkit dari tubuh Rangga, namun lagi-lagi pemuda itu enggan melepaskannya, bahkah Rangga kembali menarik tangan Putri hingga akhirnya gadis itu jatuh sambil memeluk tubuh Rangga. Putri mengangkat kepalanya, kini wajah mereka hanya berjarak satu jengkal membuat hembusan nafas masing-masing dapat mereka rasakan.
'' Rangga apa yang kamu lakukan? lepasin aku!
'' Gk akan, lagian kamu habis ngapain sih pakai acara manjat segala, untung aku cepat nangkap kamu tadi, coba kalau gk, pasti kamu udah jatuh ditanah.''
'' Bukan urusanmu, cepat lapasin aku Ga, ada yang harus aku lakukan.
'' Apa? apa perlu bantuanku?'' tawar Rangga, anehnya keduanya tidak bangkit, dan masih dalam posisi yang sama.
'' Gk perlu, aku bisa sendiri.'' jawab nya, saat mereka asik berdebat tiba-tiba..
__ADS_1
'' Apa yang kalian berdua lakukan???'' teriak suara seseorang, membuat Rangga dan Putri sontak terkejut, keduanya pun langsung bangkit dari tempat mereka jatuh.
Next