CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kok Ukurannya Bisa Jadi Kecil?


__ADS_3

Windy terus bercerita kepada Sesil tentang teman-temannya, dan sang kakak juga terlihat sangat antusias mendengarkannya.


'' Windy boleh gk sekali-kali kakak bertemu dengan teman-teman kamu? gini deh gimana kalau besok kakak traktir kalian makan dicafe mau gk?'' tawar Sesil


'' Boleh kak, yasudah nanti aku bilang deh sama mereka, kita ketemunya dicafe Rangga saja ya kak? disana makanannya enak-enak loh, pasti kakak suka.'' ucap Windy


'' Cafe Rangga? Itu nama sebuah cafe ya?


'' Iya kak, tapi pemiliknya juga bernama Rangga, teman kami juga, dan dia pacarnya Putri sahabat ku.'' jelas Windy lagi


***


'' Huuh akhirnya beres juga,'' ucap seorang gadis dengan perut yang sedikit membuncit, gadis tersebut baru selesai menata semua pakaiannya dan sang suami didalam lemari dan siapa lagi kalau bukan Niken, sejak sampai tadi gadis yang sudah menjelma menjadi seorang istri tersebut, langsung menyusun pakaiannya didalam lemari, serta barang yang lainnya yang sebelumnya sempat ia bawa kerumah orangtuanya, sebenarnya sebelum pulang keapartemen Rayen sudah menyuruh seseorang untuk membersihkan apartemen mereka, dikamar juga sudah dibersihkan Niken hanya tinggal menatanya saja


Ceklek terdengar pintu kamar mandi terbuka, bersamaan itu munculah Rayen dengan handuk yang dililitkan dipinggang, lelaki tersebut baru saja selesai mandi.


'' Sayang kamu ngapain hem?'' tanya Rayen sambil mendekati sang istri yang sedang menutup lemari pakaian.


'' Aku lagi simpan semua pakaian kita mas.'' jawabnya


'' Mas kan sudah bilang besok saja, sekarang waktunya istirahat, mas gk mau kamu kelelahan


'' Mas aku gpp kok, lagi pula ini juga sudah selesai, oya mas mau aku ambilin baju?'' tawarnya yang memang masih berdiri didepan lemari pakaian


'' Boleh, ambilin boxer aja ya?'' ucap Rayen sambil melangkah menuju tempat tidur kemudian duduk disisinya


'' Ini mas,'' Niken menyerahkan sebuah boxer berwarna hitam milik sang suami.


'' Makasih ya?!'' Rayen meraih boxer tersebut dari tangan Niken, tanpa malu, lelaki itu melepas handuk didepan sang istri, yang tadi dililitkan nya untuk menutupi keperkasaannya.

__ADS_1


Tuiing..


Mata Niken otomatis langsung tertuju pada pusaka milik sang suami. Begitu pria tersebut membuka handuknya


Apa aku gk salah lihat? Kenapa belalai yang biasanya panjang, besar dan berurat bisa keriput kayak gitu ya? Kok ukurannya bisa jadi kecil?


Batin Niken bertanya-tanya, karna memang selama ini Niken tidak pernah memperhatikan milik suaminya itu disaat pusakanya sedang dalam keadaan tertidur, sebab biasanya Rayen selalu menggunakan pakain da*lam nya di kamar mandi. Rayen menyadari kalau sejak tadi istrinya itu fokus pada belalai miliknya, tiba-tiba saja dia punya ide untuk mengerjai sang istri.


'' Sayang kamu bisa bantu mas gk?'' tanya Rayen terlihat lelaki itu naik keatas tempat tidur dan duduk sambil menyandarkan tubuhnya disana. Niken mengangguk kemudian ikut naik keatas tempat tidur, Niken saat ini memang sudah berganti pakain dengan gaun tidur, namun tidak ber modelkan jaring seperti biasa, hanya saja gaun yang ia gunakan sedikit panjang dibagian bawah, namun tetap saja dibagian depan sangat memperlihatkan belahan da*da nya yang putih mulus dan Rayen sangat dapat melihatnya dengan jelas, apa lagi Niken sama sekali tak memakai br*a hingga pu*ti*ng miliknya tercetak jelas dari luar gaun tipis yang ia gunakan.


'' Iya mas bantu apa?'' tanya Niken sesat setelah ia berada didepan suami nya.


'' Bantu membasahi bibir mas yang sudah kering sejak tadi.'' ucap Rayen dengan tatapan genit.


'' Dengan senang hati suamiku.'' jawab Niken setelah itu ia langsung duduk diatas pangkuan suaminya, dan langsung memangut bibir sang suami, membuat Rayen tersenyum disela-sela ciuman mereka niat hati ingin mrngerjai tapi sepertinya sang istri juga menginginkannya, maka sungguh sangat beruntunglah Rayen. Hampir lima menit mereka berciuman, saling ******* dan saling meyesap, tiba-tiba Niken menarik wajahnya membuat sang suami menatapnya dengan penuh tanya.


'' Mas aku merasakan milikmu, keras seperti kayu, aku mau melihatnya bolehkah??'' tanya Niken polos, membuat Rayen tergelak, setelahnya ia pun mengangguk tanpa suara.


Rayen menurunkan boxer miliknya hingga pusakanya langsung kelihatan mencuat dan sudah berdiri bak tugu monas. Rayen mengerenyit saat Niken menatap pusakanya dengan tatapan aneh.


'' Kamu kenapa sayang? Bukankah kamu sudah sering melihat dan menikmatinya?'' goda Rayen suaminya itu mengurut miliknya sengaja menggoda sang istri.


'' Mas kenapa bisa jadi sebedar ini? Padahal waktu selesai mandi tadi bentuknya kecil dan mengkerut deh, tapi ini? benar-benar terlihat gagah.'' Niken berdecak kagum, gadis yang sudah tak perawan itu menatap milik Rayen dengan mata berbinar. Niken menundukan wajahnya menatap milik Rayen dengan gemas, ia pun langsung melahap pusaka tersebut, awalnya Rayen kaget karna tiba-tiba Niken melakukan itu padanya, namun setelah itu ia sangat menikmatinya.


Posisi Niken saat ini sedang berada ditengah-tengah kedua paha Rayen, gadis itu dengan lihainya memaju mundur kan kepala untuk memberikan servis pada sang suami, hingga membuat Rayen merem-melek menikmati perlakuan Niken di pusakanya.


'' Oh sayang mulut kamu sangat nikmat dan juga hangat.'' ucapnya disela-sela era*ng*an nya. Merasa tidak tahan Rayen langsung menahan gerakan mulut Niken, membuat gadis itu menatap bingung kearahnya.


'' Mas tidak tahan sayang, biar mas yang memimpin sekarang,'' ucap Rayen yang langsung membalikan posisi mereka. Rayen menyingkap gaun tidur Niken hingga kepinggang hingga ia dapat melihat da*la*ma*n berwarna putih milik Niken yang sudah basah dibagian tengahnya. Rayen mengusap lembut dibagian tersebut membuat sang empu men*de*sa*h nikmat.

__ADS_1


*


*


*


Didalam kamar terlihat seorang wanita sedang duduk diatas kasur sambil menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur, wanita itu menoleh kesamping, terlihat seorang gadis muda tengah tertidur didampingnya sambil mendekap erat sebuah boneka beruang berwarna coklat, dan dia adalah Windy, sedangkah wanita yang sedang terjaga itu adalah Sesil kakak perempuan Windy. Entah apa yang ada dalam pikiran wanita itu saat ini.


KEESOKAN HARINYA..


Saat ini Sesil sedang mengantarkan Windy kesekolah.'' Gpp kan dek kalau kakak pakai dulu mobilnya? Soalnya mobil kakak lagi ada dibengkel.'' ucap Sesil


'' Iya kak gpp santai aja, lagian sepulang sekolah nanti aku juga gk kemana-mana.'' jawab Windy


'' Maaf ya kita gk bisa hangout bareng, tiba-tiba saja kakak ada urusan mendesak.''


'' Iya kak gpp kok.' jawab Windy sambil tersenyum.


'' Tapi nanti kakak gk bisa jemput kamu waktu pulang, gimana dong?


'' Oh kalau itu kak Sesil gk perlu khawatir nanti aku bisa pesan taksi online kok, atau gk nanti bisa nebeng sama Putri.'' jawabnya lagi.


Ciitttt....


Tiba-tiba Sesil mengerem mendadak saat mendengar ucapan sang adik, membuat tubuh keduanya terhuyung kedepan, untuk saja tidak sampai kepentok dashboard mobil.


'' Kamu gpp kan Win? Maaf tadi tiba-tiba ada kucing yang lewat.'' ucap Sesil berdalih, padahal ia kaget saat mendengar ucapan Windy tadi yang mengatakan akan pulang diantar Putri, yang ia kenal sebagai adik dari orang yang pernah ia cintai.


Next

__ADS_1


__ADS_2