CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Keputusan Sesil


__ADS_3

Bel pulang sekolah telah berbunyi, terlihat siswa-siswa sekolah Nusa Bangsa sudah mulai berhamburan keluar kelas.


'' Kak Putri,'' panggil seseorang membuat Putri yang saat itu sedang bersama Windy menoleh kearah sumber suara.


'' Iya ada apa?''


'' Mm, gini kak, bisa gk minta tolong sekali lagi? tolong anterin aku pulang dong, kak Alex gk bisa jemput soalnya dia masih ada tugas kelompok katanya.'' jelas gadis tersebut, dan siapa lagi kalau bukan Sila.


'' Putri.'' panggil Rangga tiba-tiba, membuat ketiga gadis itu langsung mengalihkan pandangannya.


'' Loh kak Rangga sekolah disini juga ya?'' tanya Sila dengan senyum yang mengembang sempurna, matanya berbinar menatap wajah tampan kekasih dari Putri tersebut.


'' Loh Sila kamu sekolah disini juga? sejak kapan?'' Rangga balik bertanya


'' Sejak tadi pagi, waah, aku senang sekali ternyata kak Rangga sekolah disini juga, jadi tiap hari kita bisa terus ketemu deh.'' ucap gadis itu, membuat Windy dan Putri saling pandang.


'' Waah kayaknya loe mulai ada saingan baru nih.'' bisik Windy sambil terkekeh


'' Masih kecil itu mah.'' jawab Putri mencoba mengalihkan rasa was-wasnya.


'' Kecil tapi berisi, emang loe gk lihat noh, tuh depan sama belakang menonjol gitu? Dan sekarang dia udah mulai beraksi menggoda Rangga.'' ucap Windy lagi mencoba memanasi sahabatnya.


'' Sialan loe.'' ucap Putri kelepasan membuat Rangga dan Sila langsung menoleh kearahnya, sedangkah Windy hanya terkekeh,


'' Ada apa sayang?'' tanya Rangga


'' Iya kak, siapa yang sialan?'' sambung Sila


'' Itu tadi ada lalat pengganggu, yang merusak kenyamana gue.'' jawabnya asal, dengan raut wajah yang terlihat kesal

__ADS_1


Rangga tau pasti siapa yang dimaksud oleh kekasihnya itu.'' Sayang nanti sore aku jemput kamu ya, temani aku dicafe kamu mau kan?'' ucap Rangga agar tak melihat wajah kusut gadisnya lagi


'' Iya aku mau.'' jawab Putri yang akhirnya tersenyum.


'' Cuma Putri yang diajak Ga? gue gk?'' sambung Windy


'' Loe kan ada abang gue, pergi aja sama dia, atau mau gue suruh dia buat pergi sama kak Sesil aja?'' ucap Putri kembali membalas ucapan Windy.


'' Yee enak aja, ya gk lah.'' jawabnya sewot


'' Yasudah yuk Sila, loe jadi gk gue anterin?'' tanya Putri


'' Iya kak ayo!


'' Jangan lupa nanti aku jemput.'' sambung Rangga yang diangguki oleh Putri.


***


'' Tumben kak Sesil pulang jam segini.'' gumamnya, setelah itu melangkah masuk kedalam rumah.


Terlihat Sesil sedang duduk bersama dengan kedua orangtua mereka, Windy melihat ibunya seperti baru saja menangis, sebab ia melihat hidung dan mata wanita paruh baya itu terlihat memerah.


'' Ada apa ini? kenapa mama menangis?'' tanya Windy yang langsung melangkah menuju sofa dimana saat ini ibunya duduk.


''Kakak mu Sesil, dia bilang dia mau kembali keluar negri.'' ucap Yuna, sambil menatap sendu kearah Sesil,


'' Apa? kembali keluar negri? tapi kenapa kak? bukannya kak Sesil bilang kemungkinan kakak akan menetap dikota ini, lalu kenapa tiba-tiba kak Sesil berubah pikiran?'' tanya Windy, sedangkan Cecep hanya diam, dari awal ia juga sudah tak terlalu mengharap jika putri sulungnya itu akan tinggal selamanya bersama mereka, makanya saat hari ini tiba, ia sudah mempersiapkan diri, dan tidak akan menangisi kepergiannya, walaupun dalam hati tak dipungkiri jika sebagai seorang ayah pastilah ia juga merasa kehilangan, namun apa mau dikata, menurutnya Sesil sudah dewasa, dan bisa memilih jalan untuk hidupnya sendiri, sebagai orangtua ia hanya bisa berdoa dan berharap agar putri-putri mereka selalu bahagia.


Saat ini Windy sedang berada dikamar kakaknya Sesil, gadis itu melihat sang kakak sedang melipat pakaiannya dan memasukannya kedalam tas, namun tak semua baju yang ia bawa, karna masih ada beberapa potong pakaian yang ia tinggal didalam lemari.

__ADS_1


'' Kak apa semua ini karna aku? apa kak Sesil memutuskan kembali ke Paris karna hubunganku dengan bang Regan?'' tanya Windy membuat Sesil menghentikan aktivitasnya.


''Jangan terlalu PD kamu, lagi pula aku masih ada kerjaan yang harus diurus disana dalam waktu yang cukup lama.'' jelasnya sambil kembali melanjutkan kegiatannya.


'' Maaf kak, ku kira kak Sesil memilih pergi karna hubunganku dengan bang Regan, kalau ia aku akan merasa sedih.'' ucap Windy, membuat Sesil menatap kearahnya.


'' Buat apa kamu sedih? hanya karna merasa gk enak denganku? sudahlah gk usah terlalu ngedrama kamu,


'' Kak, kenapa kak Sesil berkata seperti itu, aku hanya tak ingin kakak pergi lagi dari rumah, aku rela melakukan apapun asal kakak berubah pikiran dan tidak akan pergi dari rumah ini.'' terangnya.


'' Termasuk jika aku memintamu untuk menjauhi Regan, begitu maksudmu? atau apa kamu mau jika aku menyuruhmu untuk putus dengan kekasihmu itu?'' tanya Sesil, sambil terus memasukan barang-barang miliknya kedalam tas, ia bertanya namun tak ingin melihat reaksi wajah dari adiknya itu, karna ia sendiri sudah tau jawabannya. Lagu pula Sesil berkata seperti itu juga tidak serius.


'' Gimana kamu bisa gk? Pasti gk bisa kan?


'' Apa kak Sesil masih benar-benar mencintainya?'' Sesil melihat adiknya itu sangat serius, mungkinkah ia akan melepas Regan jika dirinya mengatakan jika masih mencintai lelaki itu? Pikirnya


'' Udah gk penting buat aku semuanya.'' jawab Sesil,


'' Kak aku benar-benar minta maaf, jika selama ini aku sudah menyakiti hatimu, walau bagai mana pun kak Sedil adalah kakak aku, dan aku tidak ingin hubungan kita menjadi renggang hanya karna seorang laki-laki.'' ucap Windy


Sesil sudah selesai mengemas barang-barangnya, ia melangkah mendekati Windy dan duduk disamping gadis itu.'' Kepergianku tidak ada hubungannya dengan hubungan kalian, sebenarnya aku mendapat tawaran kerja disana, kalian jangan khawatir, disana aku bersama ibu dan juga ayah, walaupun mereka bukan papa dan mama kandungku, setidaknya mereka juga keluarga kita, dan yang paling penting mereka juga sayang denganku, jadi jangan berpikir jika kepergianku ini ada hubungannya dengan kalian itu sama sekali tidak benar, jadi jangan pernah menyalahkan dirimu karna hal ini ok? berbahagialah dengannya Regan pemuda yang baik, aku harap dia bisa membahagiakanmu.'' ucap tulus Sesil


'' Apa itu artinya kakak merestui hubungan kami?'' tanya Windy dengan mata berbinar.


'' Kalau restu itu mintanya sama papa dan mama, bukan sama aku, gimana sih kamu.


'' Ya tapi kan sama saja, kak Sesil adalah kakak kandungku dan restumu sangat penting untukku.'' jelas Windy, membuat Sesil tersenyum


'' Tentu, aku akan merestui kalian, kakak sadar selama ini kamu sudah banyak menderita, dan kakak gk ada buat kamu saat itu, dari perselingkuhan, kehilangan anak, dan kakak rasa semua itu sudah cukup, kakak gk mau lihat kamu menderita lagi, maka dari itu kakak merelakan Regan untuk kamu.

__ADS_1


Next


__ADS_2