CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Ungakapan Hati Putri


__ADS_3

Sebenarnya Rayen sangat tidak fokus dengan penampilan Niken saat ini, bagai mana tidak, gadis nya itu hanya menggunakan tanktop dengan tali spagetti bagian depannya juga sangat rendah hingga Rayen dapat melihat bagian daging yang menyembul, belum lagi celana yang ia gunakan sungguh membuat Rayen tidak bisa bernafas tenggorokannya terasa sangat kering.Niken mengikuti arah pandang om nya tersebut, kemudian ia menyeringai tipis.


''Kita lihat seberapa besar usaha om untuk membuatku luluh


Batin Niken tersenyum sinis, saat ini ia ingin membuat om nya itu tersiksa.


''Niken jawab om dong, jangan diam saja, kamu mau nya om itu gimana agar om bisa mendapat maaf dari kamu? apa perlu om lompat dari balkon kamar kamu ini?'' ucap Rayen setengah frustasi.


''Boleh kalau om mau.'' jawab Niken tiba-tiba,membuat Rayen langsung memandang kearahnya.


''Kamu serius ingin om melakukan itu? Rayen menatap wajah Niken dalam


''Sepertinya om Rayen terkejut karna aku mengiyakan ucapannya, kita lihat saja apakah om Rayen akan benar-benar akan melompat dari atas balkon, secara dia kan takut ketinggian, aku yakin sekali dia gk akan melakukan hal konyol tersebut.


Niken membatin, ia yakin kalau Rayen hanya asal bicara saja tadi.


''Bukan aku yang minta, bukan nya tadi om sendiri yang mau, kanapa? om gk berani? atau itu hanya ucapan yang gk bisa dipertanggung jawabkan saja.'' sarkas Niken.


''Kalau itu membuat kamu merasa puas dan mau memaafkan om, maka om akan lakukan.'' ucap Rayen serius


Rayen berdiri dari duduknya dan melangkah menuju balkon yang masih tertutup jendela kaca.Sementara Niken terus memperhatikan pergerakan om nya tersebut yang sedang membuka jendela kaca kamarnya, setelah itu ia langsung melangkah menuju balkon. Niken yang saat itu masih duduk diranjang, terus memperhatikan om nya tersebut namun saat Rayen sudah mulai ingin menaikan kakinya diatas besi pembatas balkon Niken langsung berdiri dan melangkah dengan cepat mendekati Rayen.


''Om apa yang om lakukan?'' ucap Niken yang mulai panik.


''Om hanya ingin membuktikan padamu kalau om benar-benar menyesali perbuatan om.'' ucap Rayen yang mulai memijakan kakinya dibesi tersebut, kini Rayen sudah bergelantungan diluar besi balkon ia menatap kebawah membuat kepalanya sedikit pening, namun ia ingin tetap membuktikan jika ia benar-benar menyesal.


Walaupun tidak terlalu tinggi namun jika terjatuh maka bisa dipastikan salah satu organ tubuh akan cidera atau kemungkinan buruk jika kepala sampai terbentur lantai bisa sangat membahayakan nyawanya.

__ADS_1


''Om.om.hentikan om! aku sudah gk marah lagi sama om, jadi sekarang om pegang tanganku om! jangan gila deh, ayo cepat naik!'' ucap Niken sambil berteriak karna panik setengah mati.


Rayen menatap wajah Niken yang terlihat sangat panik.


''Tapi om hanya ingi buktikan sama kamu, bahwa om sangat menyesalinya.''


''Iya aku percaya kok om, sekarang lebih baik om turun, jangan bikin aku takut om.'' ucap Niken dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


''Baiklah, om akan turun.'' ucap Rayen, namun saat hendak melangkahkan kakinya kelantai balkon tiba-tiba sepatu yang ia gunakan terpeleset membuat Rayen terjerembat, membuat Niken langsung menjerit histeris. Untung Rayen masih berpegangan di besi balkon jadi ia masih bisa menahan bobot tubuhnya.


''Om.om pegang tanganku cepat om!'' Niken mencoba menolong Rayen dengan menarik tangan lelaki itu, sekuat tenaga Rayen mencoba untuk naik dengan satu tangan yang masih berpegangan kuat di besi, dan satu tangannya berpegangan dilengan Niken, perlahan-lahan akhirnya Rayen bisa naik keatas balkon membuat Niken bisa bernafas lega.


''Om.'' panggil Niken sambil menabrak kan tubuhnya didada Rayen.


''Hiks-hiks jangan pernah lakukan ini lagi om, aku gk tau kalau gk ada om aku harus bagai mana, aku gk bisa hidup tanpa om Rayen.'' Niken terus menangis sesegukan dipelukan Rayen membuat Ia merasa bersalah.


''Maaf sayang, om gk bermaksud buat kamu takut dan juga cemas, om janji gk akan melakukan tindakan bodoh ini lagi.'' Rayen membalas erat pelukan Niken sambil sesekali membelai lembut surai panjang nya.


Saat ini Rangga dan Putri sudah berada di cafe pavorit Putri bersama teman-temannya.


''Kamu tau gk Ga, ini tuh cafe pavorit kami banget, aku Windy sama Niken.'' ucapnya


''Oya, kenapa?'' Rangga sedikit penasaran.


''Karna cafe ini tuh ya, cocok banget untuk kita-kita, nyaman,terus makanannya enak-enak, ada live musiknya juga pokoknya cafe yang paling ter the best lah pokoknya.'' ucap Putri membuat Rangga tersenyum.


Sebenarnya ini adalah cafe milik orang tuanya Rangga pak Haikal, namun memakai nama anak mereka satu-satunya.

__ADS_1


''Eemm, Ga sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu.'' ucap Putri gugup, rasanya ini lah kesempatannya untuk mengungkapkan semua isi hatinya pada Rangga, perasaan dari satu tahun yang lalu hingga saat ini yang tersimpan dihatinya.


''Apa yang mau kamu bicarakan? sepertinya serius banget.'' ucap Rangga sambil memasukan kentang goreng kedalam mulutnya.


''Rangga sebenarnya--'' jujur saja saat ini Putri begitu gugup, dan juga sedikit ragu, ia takut setelah mengungkapkan perasaannya ini Rangga menjauh dari nya, karna ia tau kalau selama ini Rangga hanya menyukai Niken, namun Putri tetap ingin Rangga mengetahui tentang perasaannya itu, setidaknya ia bisa sedikit lega karna sudah mengungkapkan isi hatinya ya walaupun kemungkinan buruknya nanti ia akan ditolak, Putri hanya bisa pasrah.


''Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Putri? kenapa sampai gugup seperti ini?kamu juga berkeringat, padahal ruangan ini cukup dingin loh.'' ucap Rangga.


''Rangga,''


''Iya, ada apa Putri? katakan saja apa yang ingin kamu katakan.


Sejenak Putri menarik nafas dalam, kemudian membuangnya perlahan


''Rangga sebenarnya aku,, sebenarnya sejak dulu aku punya perasaan sama kamu Ga, bahkan sampai saat ini perasaan itu masih ada.'' ucap Putri dengan pandangan menunduk tidak berani melihat reaksi Rangga, karna ia takut dengan kenyataan yang sudah pasti akan ditolak oleh pemuda tersebut.


''Maksud kamu, kamu menyukaiku?'' tanya Rangga memastikan


''Iya aku memang suka sama kamu, bahkan perasaan ini dari dulu sampai sekarang tidak berubah sama sekali Ga.'' jelas Putri masih dengan posisi menundukan kepalanya.


''Aku juga menyukai kamu Putri.'' ucap Rangga membuat Putri langsung menatap wajah Rangga.


''Benarkah??'' kini wajah Putri sudah berseri-seri mendengar jawaban pemuda tersebut.


Rangga mengangguk, krmudian menggenggam tangan Putri.


''Tapi Ga, bukannya kamu menyukai Niken ya?

__ADS_1


''Memang, walau pun perasaan aku kekamu tidak sedalam perasaanku ke Niken, tapi aku harap kamu mau membuatku hanya mencintamu saja


BERSAMBUNG


__ADS_2