
Niken masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar, bisa-bisanya Leo berselingkuh dengan Viona, sungguh Niken tak habis pikir.
'' Gue tau loe pasti masih gk percaya kan? tapi itulah kenyataan yang sebenarnya Ken.'' ucap Windy, ia sudah menceritakan semua kejadiannya pada Niken.
'' Jadi waktu kemarin kamu nelpon aku, itu udah kejadian?'' tanya Niken memastikan.
Windy tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya.
'' Astaga Windy, maaf banget ya? aku gk tau jika kamu punya masalah sebesar ini, maaf waktu itu aku gk ada buat kamu.'' sesal Niken.
'' Tapi ada gue kok, jadi selama loe gk ada, ada gue yang nemani dia.'' jawab Putri, yang secara tidak langsung mengatakan jika dialah yang selalu ada buat Windy disaat sahabatnya itu tertimpa musibah.
Niken hanya tertunduk mendengar jawaban Putri.
'' Sudahlah jangan dibahas lagi, yang penting sekarang kalian ada disini buat gue.'' ucap Windy yang tak ingin terjadi pertengkaran diantara sahabatnya.
Sementara diteras rumah, terlihat Leo sedang berbicara serius dengan Rayen, sedangkan pak Cecep sedang berada diluar rumah karna ada keperluan mendadak.
'' Saya tidak menyangka kamu melakukan hal segila ini Leo, bukankah kau tau Viona itu seperti apa? lalu kenapa bisa kau malah terjebak didalam permainannya?'' tanya Rayen tak habis pikir.
'' Ray, sudahlah jangan menghakimi gue seperti ini, gue sadar kalau gue udah salah banget sama Windy, maka itu gue butuh bantuan loe untuk membujuk Niken istri loe, agar mau berbicara dan membujuk Windy agar mau memaafkan gue, loe tau? gue sangat menyesal Ray, dan gue gk mau kalau sampai bercerai dengan Windy .'' ucapnya sambil meraup kasar wajahnya karna merasa frustasi.
'' Apa kedua orang tua Windy tau?
'' Iya mereka tau, setiap hari mereka selalu menasehati gue, bahkan ibu mertua gue juga sekarang selalu bersikap sinis sama gue, dan bahkan melarang gue untuk tinggal disini, untuk papa mertua gue masih mau berbesar hati untuk mengijinkan gue datang kesini.
'' Maksud nya kau tidak tinggal disini?'' tanya Rayen memastikan
'' Tidak, karna Windy tidak mengijinkannya, sebenarnya gue ingin sekali berada didekatnya, lagi pula bagai mana pun Windy itu masih istriku, walaupun dia berulang kali minta cerai sama gue, gk akan gue penuhi permintaannya itu, dan gue akan coba tetap bersabar untuk membujuknya, mungkin saat ini dia masih marah makanya gk mau ketemu sama gue Ray, tapi gue yakin cintanya sama gue masih besar seperti dulu Ray.'' jelas Leo dengan PD nya.
__ADS_1
'' Tapi saya gk bisa janji sama kamu Le, bagai mana pun disini kamu yang salah, saya gk yakin jika Niken akan mau membantu kamu.'' ucap Rayen
'' Gue mohon sekali sama loe Ray, hanya kalian satu-satunya yang bisa bantu gue, tolong lah gue.'' ucap nya yang terlihat kembali sangat putus asa.
Sebenarnya Rayen tidak tega melihat sahabatnya tersebut, tapi ini terjadi karna kelakuannya sendiri yang tidak bisa menahan nafsu.
'' Apa ini masalah yang kemarin saya tanyakan sama kamu? yang kamu tidak ingin ceritakan pada saya? benarkan?'' selidik Rayen
'' Iya, gue hanya bingung gue gk bisa berpikir jernih, waktu itu gue juga gk tau kenapa bisa masuk dalam pelukan wanita itu.'' sesal Leo.
'' Kau menikmatinya??'' tanya Rayen dengan nada menyindir
Leo tidak menjawab ia hanya mendengus kesal melihat sahabatnya tersebut, yang bisa-bisanya bertanya seperti itu ditengah kekalutan yang melanda rumah tangganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
'' Gue yakin pasti kak Leo minta bantuan sama om Rayen nanti, mereka kan sahabatan udah pasti tuh kak Leo minta bantuan suami loe agar mau bujukin loe buat ngomong sama Windy, Niken gue harap loe ti--,,''
'' Bagus, gue pegang ucapan loe, dan gue harap loe gk akan ngecewain kita.'' ucap Putri.
Niken hanya menggeleng pelan mendengar ucapan sahabatnya tersebut yang seperti bernada ancaman.
Saat ini mereka sedang berbicara berdua dengan nada pelan, sedangkan Windy sedang berada didalam kamar mandi.
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, jam sudah menunjukan pukul lima sore, kini semuanya segera pamit dari kediaman orangtua Windy, begitupun dengan Leo, ia juga terpaksa pulang keapartemennya dengan keadaan kecewa karna sampai detik ini Windy belum mau untuk menemuinya.
Didalam perjalanan pulang Niken dan Rayen terlihat saling diam, Rayen melirik istrinya yang terlihat memejamkan matanya, sebenarnya ia ingin sekali membahas tentang Leo, namun Rayen ragu, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Niken, sepertinya ini bukan saat yang tepat pikirnya.
'' Mas bicara apa saja tadi sama kak Leo?'' tanya Niken tiba-tiba, kini matanya sudah terbuka dan saat ini sedang menatap pada suaminya.
__ADS_1
'' Masalahnya dengan Windy, pasti mungkin kamu juga sudah dengar kan ceritanya dari Windy?'' tanya Rayen sambil melirik pada istrinya, setelah itu fokus kembali pada jalan yang ada didepannya.
'' Iya sih, Windy memang sudah cerita sama aku, tapi aku mau dengar dari mas, persi kak Leo, aku penasaran gimana dia cerita sama kamu mas.'' ucap Niken.
'' Leo bilang sih dia gk sengaja melakukannya, saat itu dia hanya khilaf, hanya saja Viona mengancam akan memberitahukannya pada Windy jika dia tidak ingin menuruti keinginannya, ya karna Leo takut, akhirnya dia mengikuti kemauan Viona.'' ucap Rayen
'' Khilaf kok berulang kali, seharusnya dia bilang aja waktu itu, mungkin Windy akan berpikir ulang, tapi ku rasa gk mungkin juga, karna perselingkuhan itu gk dibenarkan sama sekali, apa lagi dengan alasan khilaf, mana ada khilaf kalau selingkuh.'' gerutu Niken
Duh sepertinya mood Niken sedang tidak baik, nanti saja lah aku coba bicara sama dia, kalau sekarang yang ada kami bisa bertengkar.
Batin Rayen.
Setelah mengendarai mobil selama dua puluh menit akhirnya mobil yang mereka tumpangi telah sampai didepan rumah kediaman Mahendra.
'' Sayang kita jadikan pindah hari ini?'' tanya Rayen mencegah istrinya saat akan keluar dari mobil.
'' Besok aja lah mas, aku kan belum beres-beres.'' jawab Niken
'' Janji ya besok? mas hanya ingin kita bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja, ya walaupun disini juga bisa, tapi kan mas gk enak jika harus terus tinggal dirumah orangtua kamu, sekarang mas ini suami kamu, jadi sebelum rumah kita selesai, untuk sementara mas ingin kita tinggal dulu diapartemen.'' jelas Rayen
'' Hem, iya aku ngerti mas, yaudah yuk turun, aku mau mandi rasanya badan aku lengket semua ini.'' ucap Niken sambil membuka pintu mobil disampingnya.
'' Sayang gimana keadaan Windy?'' tanya Lidya saat melihat Niken dan Rayen yang baru masuk kedalam rumah, saat itu Lidya kebetulan juga baru dari ruang tamu.
'' Sepertinya fisik nya udah membaik mah, tapi untuk hati dan mentalnya sepertinya masih butuh waktu untuk menyembuhkannya, kasihan banget Windy mah, aku gk tega lihat dia terpuruk kayak gitu.'' ucap Niken sendu.
'' Kamu benar sayang tapi dia kan masih punya sahabat seperti kalian, jadi mama harap kamu dan Putri bisa selalu menghibur nya, agar dia tak selalu merasa sendiri.'' ucap Lidya
'' Iya mah aku akan sering main kesana untuk menghiburnya.'' jawab Niken sedangkan Rayen hanya diam menyimak pembicaraan kedua perempuan yang ada dihadapannya saat ini.
__ADS_1
Next