CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Rahasia Leo


__ADS_3

Rayen masih berdiri didepan mobil asistennya tersebut, berharap Leo membuka lebar kaca mobilnya, entah kenapa Rayen merasa jika sahabat sekaligus asistennya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


''Ray sebaiknya kamu masuk duluan saja, karna sepertinya kepalaku terasa sedikit pusing, mungkin dengan beristirahat sebentar dimobil akan jauh lebih baik.'' ucap Leo beralasan.


''Oh, baiklah, kalau kau merasa sangat sakit sebaiknya tidak usah masuk, dan langsung kedokter saja.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung meninggalkan mobil Leo, walaupun sebenarnya ia merasa sedikit aneh pada asistennya tersebut.


Setelah kepergian Rayen dari parkiran tersebut terdengar helaan nafas lega dari mulut Leo.


''Apa mas Rayen sudah pergi?'' ucap suara seorang wanita dari didalam mobil tersebut.


''Hem,'' jawab Leo tanpa mengeluarkan suaranya.


''Apa kita lakukan lagi kegiatan yang sempat tertunda tadi sayang?'' goda siperempuan tersebut.


''Sudahlah, sebaiknya kamu keluar dari mobil saya sekarang!" pinta Leo sedikit membentak.


''Kamu itu kenapa sih Le? bukankah tadi kamu sangat menikmatinya? tapi kalau kamu gk mau juga gpp, baiklah aku akan keluar sekarang, lagi pula hari ini aku ada pemotretan jam sembilan.'' ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Viona.


Setelah Viona keluar dari mobilnya, Leo meraup kasar wajahnya seolah menyesali sesuatu.


Kenapa aku jadi laki-laki bejat seperti ini, kenapa aku harus berselingkuh dari Windy?


Batin Leo merasa bodoh dangan dirinya sendiri, hanya karna tak bisa menahan hawa nafsu dia tega mengkhianati pernikahannya.


Setelah merapikan pakaiannya, Leo langsung keluar dari dalam mobilnya menuju gedung dimana tempatnya bekerja saat ini. Dengan langkah gontai Leo terus berjalan menuju ruangannya bersama Rayen, karna ruangan mereka berada ditempat yang sama hanya saja terpisah oleh sekatan dinding kaca.


Tok-tok-tok


''Masuk!'' setelah mendengar jawaban dari dalam Leo langsung membuka pintu tersebut.


Rayen menatap asistennya tersebut yang melangkah menuju kearahnya.


''Apa masih sakit? kan tadi sudah saya bilang sebaiknya tidak usah masuk kalau merasa kurang sehat.'' ucap Rayen, walaupun ia seorang atasan, tapi jika karyawannya merasa kurang sehat saat bekerja pasti langsung ia suruh pulang untuk beristirahat.


''Sudah mendingan,'' jawabnya dan langsung duduk didepan bosnya itu.

__ADS_1


''Leo apa ada yang mengganggu pikiranmu? saya perhatikan sepertinya masalahmu berat sekali?'' ucap Rayen yang melihat wajah Leo yang kusut.


'' Tidak ada masalah kok Ray, mungkin hanya karna sedikit lelah saja.'' ucapnya berbohong, Leo yang biasa buka-bukaan tentang masalahnya entah kenapa untuk kali ini dirinya tak berani berkata jujur pada sahabatnya itu, walau bagai mana pun Windy adalah sahabat dari istrinya, Leo hanya takut jika dirinya mengatakan yang sejujurnya pada sahabatnya itu, ia takut jika Rayen keceplosan dan akhirnya bercerita pada istrinya Niken, dan Niken tidak mungkin diam saja jika mengetahui semua itu, dia pasti akan langsung mengadu pada sahabatnya Windy, dan jika itu sampai terjadi maka tamatlah hidup Leo.


Leo menggeleng cepat, membayangkan itu saja sudah membuat kepalanya mau pecah.


''Le, are you okay?'' entah kenapa Rayen merasa jika Leo sedang banyak pikiran.


''Sudahlah sebaiknya kamu pulang saja, mungkin kamu lelah karna perjalanan kita kemarin ke kota B, saya tidak mau di cap buruk oleh karyawan lain jika terus mempekerjakan karyawan yang sedang sakit.'' tekan Rayen.


Leo mengangguk tanpa bicara dia langsung melangkah keluar dari ruangan tersebut, rasanya ia memang harus istrirahat saat ini.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul dua siang, saat ini Rayen sedang bergegas keluar dari gedung tempatnya bekerja, karna ia akan menjemput istri kecilnya disekolah.


''Aku sudah sangat terlambat.'' gumamnya sambil sedikit berlari menuju lift diujung lorong, karna sangkin terburu-burinya Rayen tanpa sadar ia telah menabrak seseorang hingga orang tersebut terjatuh.


''Aaww,'' pekiknya setelah bokongnya mendarat di atas lantai.


''Maaf saya tidak sengaja.'' ucap Rayen tanpa melihat yang ia tabrak.


''Viona kamu?'' ucap Rayen sedikit kaget


'' Mas bantuin dong akunya! kan kamu yang bikin aku sampai jatuh seperti ini.'' ucapnya sewot.


Tanpa banyak kata Rayen langsung membantu wanita itu berdiri.


''Maaf Vio saya gk sengaja, kalau gitu saya permisi.'' setelah mengatakan itu Rayen langsung masuk kedalam lift yang memang sudah terbuka.


''Mas Rayen sama sekali sudah tidak perduli sama aku, bahkan ia tidak bertanya apa aku terluka atau tidak.'' gumamnya.


*


Author: ''Ah lebay banget kamu Viona, masa jatuh gitu aja sampe terluka.πŸ™„


Viona: ''Bukan tubuh aku yang terluka thor tapi hatiku, sebab semua ini karna ulahmu, karna jari tanganmu yang jahil itu nasipku jadi terombang ambing gk jelas😏

__ADS_1


Author: 😁😁😁


Viona: πŸ™„πŸ™„πŸ˜


*


Rayen mrngendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, ia memilih jalan alternatif yang jarang dilalui oleh kendaraan lain, memang agak jauh namun dijalan itu Rayen bisa sedikit ngebut dalam mengendarai mobilnya, sebab tidak ada kemacetan seperti dijalan raya. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit akhirnya Rayen tiba disekolah dimana istrinya menimba ilmu.


Setelah memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, Rayen langsung turun dari mobilnya.


''Sayang, maaf mas telat jemput kamunya.'' ucap Rayen sambil melangkah mendekati Niken yang saat itu sedang berdiri didepan gerbang.


''Capek mas aku nunggunya.'' ucap Niken ia langsung melangkah meninggalkan suaminya untuk masuk kedalam mobil, diikuti Rayen dari belakang.


Sepanjang perjalanan Niken hanya diam, rasa ia sangat lelah hari ini, belum lagi wali kelasnya yang mengadakan ulangan secara mendadak, terus mereka juga disuruh mengerjakan tugas kelompok, semua itu membuat Niken benar-benar lelah.


''Sayang kamu gpp kan? kok sepertinya wajahnya lelah banget?


''Iya mas, bangat tugas disekolah hari ini, aku juga harus ngerjakan tugas kelompok sama teman-teman yang lain.'' jelasnya sambil melirik kearah suaminya setelah itu pandangannya kembali lurus kedepan.


......................


''Kamu sudah makan siang?'' tanya Rayen mengalihkan obrolan mereka.


''Udah, tapi gk banyak.'' jawab sang istri


''Mas belum, kita mampir dulu ya direstoran terdekat, mas laper banget soalnya.''


''Kok jam segini baru mau makan siang mas? lagian ini tu udah lewat jam makan siang loh, nanti kalau sakit mag gimana? mas Rayen mau?? ucapnya sewot


'' Ya gk lah sayang tadi kerjaan mas tanggung mau ditinggalin jadi terpaksa mas siapkan dulu, setelah itu baru makan, namun saat mas lihat jam, ternyata sudah jam dua siang, itu artinya mas harus jemput kamu disekolah kan??, jadi yaudah dari pada kamu ngamuk nanti mas telat jemput yaudah mas akhirnya jemput kamu dulu deh.'' jelasnya panjang kali lebar.


Niken menatap iba pada suaminya, rasanya sebagai seorang istri Niken merasa kurang memperhatikan suaminya bahkan sampai makan suaminya saja ia tak bisa mengingatkan.


Next

__ADS_1


__ADS_2