CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Janjian Di Cafe


__ADS_3

Dengan langkah terburu Rayen langsung keluar dari apartemen Viona membiarkan wanita itu terus berteriak memanggil namanya bahkan sampai terdengar suara isakan disana.


''Maaf Viona aku tidak ingin membuat Niken sakit hati lagi, karna aku sangat mencintainya dan aku sudah berjanji akan setia padanya.'' gumam Rayen sambil terus melangkah turun dari gedung mewah tersebut.


Jam sudah menunjukan pukul dua siang, terlihat satu persatu anak SMA Nusa Bangsa sudah keluar dari gerbang sekolah begitu pun dengan Niken dan kedua sahabatnya.


''Jangan lupa nanti sore ya gue bakal kenalin calon gue sama kalian, jadi jangan sampai telat datang ditempat biasa ok.'' ucap Windy


''Sip deh, kami akan datang tepat waktu kok iya kan Niken?'' ucap Putri yang dijawab anggukan kepala oleh gadis tersebut


''Kamu ini sedang apa sih? kok dari tadi sibuk banget kayaknya?'' ucap Putri, yang melihat Niken sibuk sendiri.


''Aku lagi nunggu chat om Rayen, lama banget balasnya.''jawab Niken


''Yaelah kirain, oya Ken gimana kalau hari ini loe kerumah gue aja biar nanti sekalian kita ke cafe nya barengan.'' ucap Putri.


''Gimana ya?'' ucapnya sambil berpikir


''Ayolah, loe kan gk ada kegiatan mending temenin gue dirumah, gue ada koleksi baru loh, dijamin loe bakalan basah.'' bisik Putri membuat Niken mendelik kearahnya.


''Gk usah bisik-bisik segala deh, kalian gk liat gue masih disini.'' Windy berdecak kesal pada kedua sahabatnya.


Niken dan Putri hanya nyengir menanggapi ucapan sahabatnya itu.


Putri dan Niken belakangan ini memang sering menonton film dewasa, terlebih Putri dialah orang yang awalnya mengajak Niken untuk menonton video dewasa, awalnya Niken sedikit risih, namun lama kelamaan dia menjadi penasaran dan ingin mencoba nya, makanya saat selalu berdekatan dengan Rayen entah kenapa Niken selalu merasa ingin mencobanya.


''Iya deh tapi aku kabari mama dulu ya?'' ucapnya yang diangguki Putri.


''Guys gue balik duluan ya? masih ada urusan ini.'' ucap Windy


''Hati-hati Win!" ucap Putri dan Niken kompak.


''Iya, sampai jumpa nanti sore ya. bye...'' ucap Windy sambil melangkah menuju mobil miliknya.


''Gimana Ken? udah?'' tanya Putri


''Udah yuk!" ajak Niken, dan keduanya pun langsung melangkah menuju mobil milik Putri.


*


*


*


Sedangkan ditempat lain saat ini Rayen dan yang lainnya baru saja keluar dari ruang meeting.

__ADS_1


Diruangan Rayen


''Huuh, rasanya pengen cepat-cepat pulang.'' gumam Leo yang masih bisa didengar oleh Rayen.


''Kenapa kamu? udah gk tahan ingin ketemu calon istrimu yang kau bilang masih ingusan itu.'' sindir Rayen membuat Leo berdecak kesal.


''Gue sama loe sama aja Ray, loe juga punya Niken yang yang masih ingusan.'' jawab Leo tak mau kalah.


''Jadi kapan kamu akan mengenalkannya sama saya Le, jujur saja saya sedikit penasaran sama bocah itu.'' ucap Rayen.


''Kebetulan, nanti siang Windy akan memperkenalkan teman-temannya sama gue, gimana kalau loe ikutan biar gue kenalin sekalian.'' ucap Leo semangat.


''Maksud mu saya harus gabung sama anak dibawah umur gitu?'' sinis Rayen


''Yaelah Ray, sekali-sekali gpp kali, emang loe gk bosen tiap waktu cuma liatin Niken mulu, sebegitu bucinnya loe sama gadis itu?'' canda Leo sambil tersenyum mengejek.


''Sialan loe, tapi memang iya, saya tuh udah cinta mati kayak nya sama tu bocah.'' ucap Rayen sambil terkekeh dengan ucapannya sendiri.


''Kenapa loe senyum gitu? jangan bilang kalau loe udah---'' Leo sengaja menggantung ucapannya untuk melihat reaksi Rayen.


''Sialan loe, saya tidak akan merusak masa depan keponakan saya sendiri.'' jawabnya


''Ray.Ray, loe pikir gue anak SD yang bisa dikibulin, oke mungkin sampai saat ini loe belum ehem-ehem, tapi itu bukan berarti loe belum enakin dia kan?'' sarkas Leo membuat Rayen menayapnya horor.


''Gue harap loe bisa datang nanti sore,'' sambung Leo.


Rayen memang belum tau jika calon istrinya Leo adalah sahabat dari kekasihnya Niken, karna memang Leo belum pernah mengenalkan nya, bahkan Leo juga tidak tau jika calon istrinya adalah sahabat dari keponakan Rayen yaitu Niken.


''Jadi gimana loe mau gk?'' tawar Leo sekali lagi.


''Nantilah saya pikirin dulu,jika ada waktu luang saya akan datang.'' ucap Rayen.


Leo hanya manggut-manggut mendengar jawaban Rayen.


Rayen membuka laci yang ada dimeja kerjanya, untuk melihat apakah ada panggilan dari Niken atau tidak.


Rayen melihat ada pesan dari Niken, dan ia pun langsung membuka pesan tersebut.


''Om, aku sudah pulang sekolah ini, om jemput gk?


''Om hari ini aku mau kerumah teman, dan nanti sore rencananya aku mau nongkrong di cafe sama mereka.


Begitulah kira-kira isi pesan yang dikirim Niken untuk Rayen.


''Sepertinya dia sedang bersenang-senang dengan teman-temannya.'' gumam Rayen yang masih terdengar oleh telinga Leo.

__ADS_1


''Biarin aja lah Ray, beri dia sedikit kebebasan dengan teman-temannya, walau bagai mana pun dia kan masih kecil, remaja yang masih labil.'' ucap Leo sambil terkekeh diakhir kalimatnya.Sedangkan Rayen hanya mendengus sebal.


''Memangnya kalian janjian dia cafe mana?'' tanya Rayen tiba-tiba.


''Oh Windy bilang di cafe pavoritnya kalau gk salah nama nya cafe Rangga.'' ucap Leo membuat dahi Rayen berkerut.


''Rangga? beo Rayen.


''Iya kenapa?'' tanya Leo


''Oh gpp,'' ucap nya.


DITEMPAT LAIN


Saat ini Putri dan Niken baru saja sampai dirumah Putri, setelah memarkirkan mobil didalam garasi keduanya langsung masuk kedalam rumah besar itu.


''Sepi amat rumah kamu Put, udah kayak kuburan aja.'' seloroh Niken membuat Putri mendengus kesal.


''Gk usah ngejek deh, kayak gk tau kehidupan gue aja loe.'' ucap Putri yang mulai melow.


Niken yang awalnya hanya bercanda jadi merasa bersalah.


''Maaf Put, aku gk bermaksud untuk buat ka--''


''Sudahlah gpp kok, mending kita langsung kekamar gue yuk, nanti kalau laper biar bibik aja yang bawa makanan kekamar.'' ucap Putri yang diangguki oleh Niken.


Beberapa saat kemudian..


Seorang Art terlihat sedang menaiki anak tangga sambil membawa sebuah nampan ditangannya.Baru beberapa langkah ia menaiki anak tangga tiba-tiba suara seseorang menghentikan langkahnya.


''Mau dibawa kemana makanannya bik?'' tanya suara bariton seseorang yang ternyata adalah Regan.


''Oh ini makan siang untuk non Putri den, katanya mau makan dikamar aja.'' jawab Art tersebut.


''Kok ada dua piring?'' tanya Regan lagi sambil memperhatikan makanan yang ada diatas nampan tersebut.


''Iya den, yang satunya buat non Niken dia juga ada dikamar non Putri sekarang.'' jawab sang bibik


''Oh begitu, yasudah bibik lanjutkan saja bawa makanan nya keatas!" ucap Regan.


''Baik den,'' jawabnya sambil meneruskan langkahnya.


''Ternyata dia ada disini..


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2