CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Bang Regan Dengan Seorang Janda, Bagai Mana Mungkin?


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Windy sudah siap dengan seragam sekolahnya, bahkan tadi ia juga sempat membantu Art dirumah Putri untuk meyiapkan sarapan untuk mereka.


'' Waah, baunya harum sekali, gue tau ini pasti loe yang masak kan?'' tebak Putri, Windy hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya itu.


'' Bang, ayo duduk sini kita sarapan bareng.'' ucap Putri begitu Regan turun dati atas.


Regan mengangguk sambil melangkah menuju meja makan.


'' tumben menunya sedikit beda?'' tanya Regan, biasanya mereka hanya sarapan roti dan nasi goreng biasa, tapi kali ini Windy memasak nasi gore sefood


'' Jelas, ini Windy yang masak bang makanya beda.'' jawab Putri


Regan hanya mengangguk, setelah itu mereka sarapan bersama.


'' Gimana bang? enakkan nasi goreng buatan sahabatku?'' ucap Putri bangga


'' Lumayan,'' jawabnya sambil terus melahap nasi goreng tersebut.


'' Bilang aja enak bang, kalau gk mana mungkin abang makannya lahap gitu.'' sindir Putri, membuat Regan langsung tersedak.


Uhuk-uhuk


'' Loh bang, pelan-pelan dong makannya, ini minum!" ucap Windy sambil memberikan segelas air putih pada Regan, terlihat wajahnya yang sedikit panik saat mrlihat Regan tersedak.


''Terimakasih.'' ucap Regan sambil meneguk minumannya.


Putri melirik pada sahabatnya, yang kebetulan saat itu sedang memperhatikan Regan.


Gue gk salah lihat kan? Windy kenapa sejak tadi liatin bang Regan terus, apa dia suka sama abang gue?


Batin Putri.


'' Ekhem,'' Putri sengaja berdehem agar sahabatnya itu berhenti menatap abangnya.


'' Loe udah selesai makannya Win?'' tanya Putri


'' U-udah kok,'' jawabnya sedikit gugup.


'' Yasudah kalau gitu kita berangkat sekarang aja yuk.'' ajak Putri sambil bangkit dari duduknya.


'' Bang kami berangkat dulu ya.'' pamit Putri


'' Hem, hati-hati ya jangan ngebut!" pesan Regan.


'' Siap bang!


***

__ADS_1


'' Put, gue boleh nanya gk?'' ucap Windy, saat ini keduanya sudah berada dijalan raya


'' Apa?'' jawab Putri sambil terus mengendarai mobil miliknya.


'' Bang Regan itu udah punya pacar belum?'' pertanyaan yang dilontarkan Windy membuat Putri mengerem mobilnya secara mendadak.


Ciiitttt....


'' Aaww,,Putri, hati-hati dong bawa mobilnya!'' ucap Windy karna keningnya terbentur dashboard mobil.


'' Sorry-sorry, habis nya gue kaget sih.'' ucap Putri yang memang benar kaget.


Tadinya gue pikir cuma perasaan gue aja, tapi kayaknya memang benar nih kalau Windy ada rasa sama abang gue? gue harus apa sekarang? bang Regan bersama seorang janda bagai mana mungkin?


Entah kenapa Putri merasa tidak nyaman dengan perasaannya.


'' Put-putri! kok malah melamun sih, ayo jalan dong.'' ucap Windy nembuyarkan lamunan Putri.


Tanpa menjawab Putri langsung menjalankan mobilnya kembali.


'' Kok loe gk jawab pertanyaan gue sih Put?'' tanya Windy.


Terdengar helaan nafas kasar dari mulut Putri.


'' Bang Regan itu sebenarnya sudah memiliki pacar Win, namun sekarang beliau sedang menempuh pendidikan s2 nya di luar nengri.'' jawab Putri tanpa melihat pada Windy.


'' Kenapa loe murung gitu? emang masalah jika bang Regan punya kekasih? loe gk lagi naksirkan sama abang gue Win? kalau iya gue rasa sih percuma, soalnya loe itu bukan kreteria abang gue, dia itu tipe ceweknya seperti Niken.'' ucap Putri yang sebenarnya asal bicara, entah kenapa ia merasa tidak setuju jika Windy bersama abangnya Regan, walaupun Windy adalah sahabatnya, tapi status nya janda, dan Putri merasa keberatan jika abangnya Regan menjalin hubungan dengan seorang janda.


......................


Saat ini keduanya sudah berada diparkiran sekolah.


'' Win, ayo turun! kenapa malah melamun?'' tanya Putri.


'' Gpp kok yasudah yuk.'' ajak Windy, namun saat ia hendak membuka pintu tiba-tiba tangannya dicegah oleh Putri.


'' Katakan dulu sama gue! benar loe suka sama abang gue?'' tanya Putri dengan tatapan sedikit tajam.


'' I-itu sebenarnya--,'' belum sempat Windy menyelesaikan kata-katanya, Putri kembali memotong ucapan sahabatnya tersebut.


'' Pasti gue salah kan? mana mungkin loe suka sama abang gue, lagian ya gue gk percaya loe bisa move on dari kak Leo secepat itu, karna setau gue loe kan cinta banget sama dia.'' Putri mencoba meyakinkan jika perasaannya tentang Windy yang menyukai abangnya itu salah.


'' Gue juga gk tau Put, yang jelas perasaan gue pada kak Leo sudah tidak seperti dulu.'' jelas nya.


'' Baiklah sebaiknya kita keluar sekarang, itu Niken sudah datang.'' ucap Putri sambil menunjuk Niken yang melangkah menuju mobil mereka.


'' Hai guys,'' sapa Niken pada kedua sahabatnya yang baru saja keluar dari mobil.

__ADS_1


'' Hai ken gimana dengan om Rayen? apa dia masih marah?'' tanya Windy


'' Udah enggak kok, tapi kalian kok bisa sama-sama sih?


'' Oh, itu tadi malam Windy nginap dirumah gue.'' jawab Putri yang diangguki Windy


'' Yaudah yuk ke kelas.'' ajak Niken


'' Yuk.'' jawab kedua sahabatnya


Apa benar tipe ceweknya bang Regan seperti Niken? jika iya bagai mana bisa gue nandinginnya secara sahabat gue yang satu ini sangat sempurna dari segi apapun.


Batin Windy, tiba-tiba saja ia mulai berkecil hati.


'' Win, ayo cepetan, ngapain berhenti disitu?'' ucap Niken


Windy yang tersadar hanya tersenyum, setelah itu baru bergabung bersama dua sahabatnya yang berada lima meter dari dirinya.


DITEMPAT LAIN..


'' Pagi Ray,'' sapa Leo yang saat itu juga baru turun dari mobil miliknya.


'' Pagi Le,'' jawabnya


'' Oya Leo, apa agenda saya hari ini?


'' Jadwal meeting kita hari ini dijam sembilan bersama PT. Mustika, dan di jam dua belas, kita dijamu makan siang di restoran Seruni oleh tuan Kinos dari Malaysia pak.'' jelas Leo mengingatkan agenda hari ini.


Rayen hanya mengangguk paham.


'' Oya Le, bagai mana perkembangan Viona? apa kau ada melihat keadaannya?'' tanya Rayen saat ini keduanya sudah berada diruangan Rayen


'' Sepertinya belum ada perkembangan, hanya saja, suster yang menjaganya bilang, dia sudah tidak lagi berniat untuk menyakiti dirinya sendiri lagi.'' jelas Leo.


'' Jadi dia belum mengingat siapa dirinya?


'' Entahlah Ray, sebenarnya gue sudah malas berurusan sama dia, tapi disisi lain gue juga merasa kasihan, dan juga merasa bersalah, karna kemungkinan semua yang menimpa Viona itu terjadi setelah gue mengusir nya dari apartemen gue kemarin malam.'' jelas Leo.


'' Benarkah?? tapi saya rasa, sebenarnya itu semua bukan kesalahan kamu juga, karna memang itu sudah nasip Viona, yang harus mengalami semua musibah ini.'' ucap Rayen.


DITEMPAT LAINNYA..


Saat ini disalah satu ruangan yang tertutup, terlihat seorang wanita yang sedang melamun sambil duduk diatas tempat tidur miliknya, namun pandangannya menatap kearah jendela, tatapannya lurus kedepan, tatapan yang penuh dengan rasa penyesalan.


Hiks hiks hiks


'' Inikah balasan yang harus ku terima? ini kah hukuman yang Tuhan berikan untukku, tapi kenapa kenapa harus dengan cara seperti ini Tuhan? aku merasa jijik pada diriku sendiri, mereka sangat menjijikan, mereka memperkosaku dan juga menyakitiku, aku tidak sanggup bertemu dengan orang lain, aku merasa aku adalah wanita yang sangat mrnjijikan dan juga kotor, bagai mana mungkin aku akan bisa menemui orang-orang diluaran sana?

__ADS_1


Next


__ADS_2