
Saat ini Rayen masih berada didalam kamar Niken,meyandarkan tubuhnya dikepala ranjang,dengan Niken yang berada didalam pelukannya.
''Om, om belum mandi ya?'' tanya Niken sambil terus mengendus aroma tubuh Rayen.
''Belum sempat sayang, tadi nya sepulang dari rumah sakit, langsung pulang rencana nya mau istirahat, namun setelah menemukan pita rambut kamu om pun akhirnya langsung datang kesini, kenapa om bau keringat ya?'' tanya Rayen dan Niken mengangguk
''Iya om, tapi kok aku malah suka ya, dengan bau keringat bercampur parfum kayak gini, bikin tambah gairah aja.'' omongan yang tak sengaja Niken ucapkan malah membuat Rayen langsung menatap kearah gadisnya.
''Ada apa om?'' tanya Niken bingung karna Rayen menatap kearahnya.
''Kamu bilang apa tadi? bergairah?'' ulang Rayen memastikan
''Oh astaga, sepertinya tadi aku salah bicara deh, kalau sudah kayak gini om Rayen gk akan melepaskan aku nih.''
Batinnya, ia menelan susah payah salivanya
''O-om itu aku,'' Niken bingung harus menjawabnya seperti apa.Karna memang sejujurnya saat ini, jantung Niken merasa sangat berdebar saat bersentuhan dengan Rayen, ingin sekali ia melakukan hal lebih dari hanya sekedar pelukan, aah sungguh gila sepertinya ia sudah mulai ketagihan dengan sentuhan tangan Rayen padanya.Maklum lah saat ini Niken baru mengalami pubertas, jadi rasa penasarannya begitu tinggi, apa lagi secara diam-diam, belakangan ini Niken sering melihat beberapa film biru, tadinya ia bermaksud hanya mencari pengalaman dalam hal ciuman, eh dia malah keterusan melihat adegannya sampai habis.
Melihat Niken tak melanjutkan ucapannya,Rayen malah semangkin penasaran,apa lagi sekarang gadis itu dilihatnya sedikit gugup sambil *******-***** jarinya dengan gelisah,membuat Rayen merasa semangkin penasaran.
''Kamu kenapa hem? kok gelisah gitu?'' tanya Rayen sambil memegang kedua tangan gadis itu.Membuat Niken langsung menatap kearahnya.
''Kenapa tidak jawab ucapan om?'' Rayen terus memaksa Niken untuk menjawab pertanyaannya, namun gadis itu. seolah tak mau menjawab apapun.
__ADS_1
''Gk ada kok om, aku hanya asal bicara tadi.'' hanya itu yang keluar dari bibir gadis tersebut,namun wajahnya tak berani menatap kearah Rayen.
Rayen membingkai wajah Niken dengan kedua tangannya, sambi menatap wajah kekasih hatinya itu,dan Niken pun mau tak mau juga terpaksa harus menatap kearahnya,karna Rayen tak memberikannya kesempatan untuknya menghindar.Beberapa saat mata mereka saling beradu, menatap dalam pada netra masing-masing,sehingga mereka dapat melihat banyangan wajah mereka di kedua bola mata pasangannya.
Tanpa aba-aba Rayen langsung mencium lembut kening Niken,membuat gadis belia itu replek memejamkan matanya, setelah itu Rayen menurunkan ciumannya kehidung Niken, lanjut kedua mata indah itu,dan yang terakhir berhenti dibibir tipis sang kekasih, Mereka saling melu*mat dan meng*hisap,bahkan lidah keduanya sudah membelit didalam sana, yang tiba-tiba mendatangkan suatu gejolak pada diri Niken.
''Mmmhh,,'' lenguh Niken disela-sela ciumannya.
Rayen yang hampir terbawa suasana langsung melepaskan ciuman mereka,ia tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan, Rayen tak ingin sampai nantinya merusak gadis kesayangannya itu.Disisi lain Niken merasa ada sesuatu yang hilang saat Rayen melepaskan pangutan mereka begitu saja, ada sedikit rasa kecewa dihatinya,namun tak mungkin juga dia meminta kembali Rayen untuk menciumnya.
''Om pulang dulu ya? rasanya om lelah sekali,'' ucap Rayen membuat Niken mencebik.
''Tapi aku masih kangen sama om, istirahatnya disini aja ya om.'' rengek Niken manja, membuat Rayen gemas melihatnya.
''Disini? dikamar kamu?'' tanya Rayen yang sengaja menggoda Niken
Rayen tersenyum melihat kekasih hati nya merasa salah tingkah, benar-benar menggemaskan pikir nya.
''Kamu benar-benar membuat om gk tahan sayang, rasanya ingin sekali memakanmu sekarang.
Batin Rayen sambil menggelengkan-gelengkan kepalanya untuk membuang jauh pikiran mesumnya.
''Yasudah om pulang saja ya?.'' ucap Rayen sambil mengecup kening Niken kemudian langsung beranjak dari kamar Niken.
__ADS_1
Niken hanya bisa menatap nanar pada punggung kekasihnya yang kian menghilang dibalik tembok.
*
*
*
''Mah, pokonya aku gk mau kalau dijodohin sama dia, aku kan masih sekolah,masa iya mau dinikahkan, dengan om-om lagi.'' protes gadis tersebut saat kedua orangtuanya ingin menjodohkannya dengan pria yang usianya jauh diatasnya.Bukan tanpa alasan kedua orang tuanya menjodohkan dirinya, sebenarnya sedari usia mereka masih kecil kedua orang tua nya sudah menikahkan nya dengan anak sahabat mereka, yang dinamakan juga dengan istilah kawin gantung, dan gadis itu adalah Windy, ya sebenarnya ibunya Windy sering mengatakan jika dirinya memang sudah terikat dengan seorang laki-laki.Namun karna kedua belah pihak takut kalau keduanya jatuh cinta dengan orang lain maka kedua keluarga itu memutuskan akan mempercepat untuk meresmikan hubungan antara Windy dan juga pria tersebut.Windy yang notabenya adalah seorang anak yang penurut,akhirnya mengikuti permintaan kedua orang tuanya, karna selain itu ia tak ingin jadi anak yang durhaka, dan akhirnya memilih menyetujui pernikahan itu dengan syarat, pernikahan mereka harus rahasia, selain keluarga tak ada yang boleh mengetahuinya,karna menurutnya belum saatnya, dan Windy juga mengatakan jika ia masih ingin melanjutkan pendidikannya sebagai seorang pelajar, dan tentu saja kedua orang tuanya setuju, namun kalau permintaan Windy yang ingin pernikahan mereka dirahasiakan tentunya harus ada kesepakatan terlebih dahulu dari kedua belah pihak keluarga.
Saat ini ujian nasional memang sudah selesai, hanya tinggal menunggu kelulusan saja, sekarang dirumah Windy sudah ada Niken dan juga Putri, mereka berdua malam ini akan menginap dirumah Windy atas permintaan sahabatnya tersebut, bahkan Windy juga sudah memberitahuan keduanya perihal dirinya yang akan segera menikah dalam waktu dekat.
''Omg, seriusan loe Win mau kawin?'' ucap Putri, ini sudah kesekian kalinya gadis itu bertanya hal yang sama, membuat Windy merasa jengah.
Sedangkan Niken hanya menyimak saja, karna sejujurnya dirinya juga berniat ingin menikah muda.
" Emang nya setampan apa sih calon suami loe? hingga loe pasrah aja saat bonyok loe berniat nikahin loe?" ucap Putri lagi yang tak henti-hentinya bertanya pada sahabatnya itu.
"Gue juga gk tau, mungin dia seorang cowok yang gendut dengan perut buncit kali." jawab Windy asal membuat kedua sahabatnya memekik kaget.
" Whaat?? serius loe??" ucap keduanya kompak, membuat Windy melototkan matanya.
" Udah dong guys, gue itu nyuruh kalian nginap disini tuh agar pikiran gue gk terlalu galau-galau amat karna memikirkan nasip hidup gue ini, nah jadi kalian jangan tambah bikin gue pusing dong!" protesnya
__ADS_1
"Maaf, kami kan hanya penasaran aja Win, sekarang kita mau loe ceritain semua nya kenapa loe bisa sampai mau dinikahin kayak gini!
Bersambung