CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Rencana Rayen


__ADS_3

Viona keluar dari ruangan Rayen dengan perasaan senang, bagai mana tidak, Viona melihat Rayen dalam keadaan galau, dan ia sangat yakin sebentar lagi Rayen akan kembali kepelukannya.Leo yang baru saja keluar dari lift melihat Viona yang juga baru keluar dari ruangan Rayen.


''Loh, itu kan Viona, ternyata dia juga baru keluar,kira-kira apa yang mereka bicarakan ya? jadi penasaran.'' gumamnya sambil terus melangkahkan kakinya menuju ruangan Rayen sambil membawa bungkusan makanan yang dipesan oleh Rayen.


Tok-tok


''Masuk!'' jawab seseorang dari dalam


Setelah mendapat jawaban Leo pun langsung membuka pintu ruangan tersebut,


''Kenapa tampang bapak kusut amat pak, bukannya tadi baru dijenguk mantan terindah ya?'' goda Leo sambil terkekeh pelan.


Rayen tak menjawab namun tatapannya seolah ingin menelan Leo hidup-hidup.


''Kenapa lagi? apa Viona membuat ulah lagi?'' tebak Leo karna melihat wajah Rayen sangat tak bersahabat.


''Viona mengetahuinya Le, dia tau tentang hubunganku dengan Niken.'' ucap Rayen.


''Kok dia bisa tau? apa kalian pernah kepergok sama dia saat jalan bersama?'' Leo memastikan


''Tidak, saya rasa Viona sewa seseorang untuk mengikuti kegiatan saya diluar, asal kau tau, ada beberapa poto saya dan Niken yang berhasil dia ambil saat kami bersama,ini lihatlah!" Rayen memberikan beberapa lembar potonya bersama Niken yang diberikan oleh Viona tadi.


''Waah, jika pak Frans tau gimana Ray? gue takut dia bakalan ngadu sama pak bos.'' Leo ikutan cemas.


''Itulah yang saya pikirkan, sebenarnya sih tidak masalah bagi saya jika bang Frans tau tentang hubungan kami, karna saya juga akan segera memberitahukan tentang hubungan kami cepat atau lambat, yang saya khawatirkan adalah jika bang Frans tau,, apa yang akan dilakukannya terhadap Niken, saya rasa bang Frans tidak mungkin menginjinkan kami untuk menjalin sebuah hubungan ini, selain karna saya adalah pamannya, usia kami juga terpaut sangat jauh, masa depan Niken masih sangat panjang, pasti bang Frans tidak akan membiarkan putrinya menikah muda, karna jujur saja saya dan Niken punya rencana untuk menikah muda jika kedua orang tuanya menyetujui hubungan kami.'' jelas Rayen.


''Kenapa loe jadi pesimis gitu Ray, saran gue nih ya, sebaiknya mending cepat loe kasih tau sama pak Frans jika loe dan anak gadisnya menjalin suatu hubungan, dari pada dia tau dari orang lain nantinya, dia bisa berpikir kalau loe gk jentel dan menganggap loe hanya mempermainkan anak nya saja.'' ucap Leo yang terdengar masuk akal.


''Kamu benar Le, sepertinya saya harus memberitahukan yang sebenar pada pada bang Frans.'' ucapnya

__ADS_1


Sementara disekolah Putri sedang berada diruang perpustakaan, ia sedang menunggu kedatangan Rangga kekasihnya setelah sebelumnya ia sudah memberi kabar akan menunggunya disana.


''Putri, panggil Rangga sambil melangkah mendekati nya.


''Hai Ga, sapa nya balik sambil memeluk tubuh Rangga, hingga pemuda itu dapat merasakan gundukan milik Putri,membuat nya menahan nafas beberapa detik.


''Kok lama banget sih, aku udah lama nunggu loh.'' ucapnya manja


''Maaf,tadi aku habis dari toilet dulu tadi.'' jelasnya.


''Kamu gk makan? tadi aku lihat Niken dan Windy jalan kekantin loh.'' ucap Rangga.


''Gk laper, tapi kalau makan kamu aku mau,'' ucapnya asal, membuat Rangga menggeleng pelan, mendengar ucapan kekasih mesumnya itu.


''Sayang, apa kamu mau kekantin? kamu laper ya?'' tanya Putri sambil bergelayut manja dilengan Rangga namun entah kenapa Rangga sama sekali tak merasa risih dengan kelakuan Putri, justru Rangga terlihat biasa saja.


''Iya aku laper, gimana kalau kita makan dulu?''


''Putri kemana sih Ken? setiap jam istirahat selalu aja ngilang.'' protes Windy.


''Biasalah Win, palingan lagi sama Rangga.'' jawab Niken yang memang sudah tau tentang hubungan keduanya,karna Putri sendiri yang menceritakan tentang hubungannya bersama Rangga, tapi anehnya Putri selalu mewanti-wanti pada Niken untuk tidak tebar pesona atau pun menggoda Rangga, karna Putri tuu jika dulu Rangga pernah mrnyukai sahabatnya itu, walaupun jelas-jelas Niken sudah menolaknya tetap saja Putri selalu antisipasi pada Niken, terkadang Niken merasa bingung dengan sipat Putri, jelas dia tau kalau dirinya sangat mencintai om nya Rayen, tapi kenapa Putri tetap saja melihatnya seolah ingin merebut Rangga darinya.


Baru saja mereka membicarakan sahabatnya itu, tak lama ia datang bersama sang kekasih menuju kearah mereka.


''Hai guys,'' ucap Putri sambil duduk didepan Niken disusul oleh Rangga dibelakangnya.


''Niken ingat ya, gk boleh jelalatan mata loe, ingat om Rayen.'' celetuk Putri membuat Niken dan Rangga bersamaan menghela nafas.Karna memang setiap mereka duduk bersama Putri selalu berkata seperti itu.


''Loh.loh kalian kenapa kok kompak banget, jangan-jangan jodoh lagi.'' Windy sengaja berkata seperti itu untuk menggoda sahabatnya Putri.

__ADS_1


''Iihh, apaan sih loe Win, Rangga kan cowok gue ya pasti dia jodoh gue, iya kan Ga?'' ucap Putri mencari pembelaan.


Namun Rangga hanya tersenyum menanggapi ucapan Putri, sejujurnya didalam lubuk hati Rangga yang paling dalam masih tersimpan nama Niken, hanya saja ia sadar kalau saat ini dirinya tengah menjalin hubungan dengan Putri, dan Rangga tidak ingin meyakiti hatinya.


''Put, bisa gk sih kamu jangan seuzhon mulu sama aku, udah aku bilang beribu kali jika aku gk memiliki perasaan apapun pada Rangga, lagian kamu kan tau kalau aku sudah punya om Rayen, mana mungkin aku menduakannya.'' jelas Niken, entah kenapa rasanya hati Rangga sakit mendengar ucapan Niken, yang mengatakan jika ia tak memiliki persaan padanya.


''Iya-iya, gue kan hanya coba mengingatkan aja sama loe.'' ucapnya tak mau kalah.


...****************...


Jam sudah menunjukan pukul dua siang, saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju sekolah Niken, rasanya ia sungguh tidak sabar ingin cepat bertemu dengan kekasihnya.Tak terasa mobil yang ditumpanginya sudah sampai didepan gerbang sekolah Nusa Bangsa,Rayen melihat Niken sudah berdiri digerbang sekolah bersama beberapa temannya yang mungkin juga sedang menunggu jemputan.


''Ken itu mobil om loe kan?'' ucap salah satu teman sekolahnya.


''Oh iya, yasudah aku duluan ya guys, bye.'' ucap Niken.


''Bye Niken,'' jawab beberapa teman sekolahnya.


''Hai om,'' sapa Niken sambil membuka pintu mobil lalu segera menutupnya.


''Kita langsung keapartemen mas ya? ada yang ingin mas katakan sama kamu.'' ucap Rayen dan langsung menjalankan mobilnya.


''Emangnya mas mau ngomong apa? kenapa gk bicara sekarang aja?!" ucap Niken karna sudah merasa penasaran.


''Nanti saja kalau sudah sampai apartemen.'' jawab Rayen


Dua puluh menit kemudian mereka sampai di apartemen, setelah memarkirkan mobil Niken dan Rayen langsung keluar dan menuju lantai dimana selama ini Rayen tinggal.


NEXT

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN FAVORIT NYA 💟


__ADS_2