
Jam sudah menunjukan waktunya makan siang, Putri dan Windy saat ini masih berada dalam kelas dan rencananya mereka akan keluar untuk menuju kantin,
'' Put, ayo cepetan gue udah laper banget ini,'' ucap Windy
'' Iya sabar bawel, gue lagi masukin buku ini.'' jawab nya sambil memasukan barang miliknya kedalam tas.
'' Yasudah yuk.'' ajaknya, mereka pun langsung keluar kelas, namun saat sudah berada diluar kelas tiba-tiba ada suara yang memanggil mereka, tepatnya kepada Putri.
'' Nah cowok loe manggil, yasudah lah gue duluan aja, entar loe nyusul aja ya?'' ucap Windy yang langsung meninggalkan Putri tanpa mendengar jawaban dari sahabatnya itu.
'' Hai ku kira kamu gk masuk,'' ucap Rangga membuat Putri menatap kearahnya
''Kenapa gitu?'' tanya gadis itu datar
'' Aku gk lihat mobil kamu diparkiran, makanya aku kesini buat mastiin.'' sambung Rangga, Putri hanya menganggukan kepala tanda mengerti.
Rangga melihat wajah tak biasa kekasihnya, biasa gadis itu selalu terlihat hangat saat menyambut kedatangannya, namun saat ini Rangga merasakan sikap Putri terlihat dingin dan juga datar padanya.
Rangga menghela nafas panjang.'' Putri, bisa kita bicara sebentar?'' tanya Rangga, membuat Putri yang tadi pandangannya lurus kedepan langsung beralih menghadap kearahnya.
'' Apa? gimana kalau dikantin saja? soalnya aku sudah ditungguin sama Windy.'' jawabnya, Rangga merasa Putri ingin menghindar dari nya, apakah Putri tau apa yang ingin ia bicarakan pikirnya.
'' Sebentar aja, gk akan lama kok.''
' Baiklah kita bicara dibangku itu.'' ucapnya sambil menunjuk bangku yang ada dibawah pohon besar.
'' Mau bicara apa??'' tanya gadis tersebut setelah mereka duduk disana.
'' Kamu masih marah sama aku?
'' Marah? kenapa aku harus marah? kamu kan gk salah sama aku, apa alasannya aku marah sama kamu?'' ucap Putri yang memang kenyataannya seperti itu, ia hanya kesal saja dengan jawaban Rangga yang seolah tak ingin menikah dengannya.
'' Aku tau kamu masih keselkan sama aku? Karna masalah yang kemarin? Yang saat aku nolak saat kamu mengajakku nikah muda?'' ucap Rangga sambil menatap kearah Putri.
__ADS_1
'' Gak lah, biasa aja kok, lagi pula kan aku juga hanya bercanda doang, mana mungkin aku serius, kita kan masih muda, jalan juga masih panjang, kita juga gk tau siapa jodoh kita nantinya, bisa saja kita yang saling cinta ini tidak berjodoh, bisa sajakan seperti itu? jadi ya,, aku juga gk mau terlalu mengharap hubungan kita akan berlanjut kepelaminan, takutnya gk jodoh kan malah bikin kecewa nantinya.'' ucap Putri sambil tersenyum kecut, sebenarnya ini hanya sebuah gambaran perumpamaan saja yang ia ucapkan pada Rangga, tapi kenapa rasanya hatinya sangat sakit saat mengatakannya, bagai mana mungkin ia tidak berjodoh dengan Rangga, Putri sangat mencintai pemuda itu, ia bisa mati jika tanpa nya.
'' Putri kenapa kamu bicara seperti itu? aku cinta sama kamu Putri dan aku berharap kamu lah jodoh aku kelak, hanya saja untuk saat ini aku belum siap, aku masih ingin kuliah dan juga ingin membuat kedua orangtuaku bangga, aku ingin jadi orang yang berhasil, dan aku yakin orangtua mu juga pasti ingin melihat mu jadi orang yang sukses kan? jadi ku mohon kamu mengerti ya? kita jalanin hubungan ini seperti biasa, jika nanti kita sudah lebih dewasa dalam segala hal barulah kita putuskan semua itu, kamu mau kan??'' pemuda itu memegang kedua bahu Putri, sambil menatap wajah gadisnya itu, sedangkan Putri hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
'' Yasudah tadi kamu mau kekantinkan? aku mau meperpustakaan dulu ada buku yang mau aku pinjam.'' jelas Rangga, dan lagi-lagi Putri hanya menganggukan kepalanya. Entah kenapa setelah mendengar ucapan Rangga bukan membuat perasaannya semangkin lega, justu semangkin tidak karuan, entahlah tiba-tiba saja hatinya merasa hampa.
Setelah kepergian Rangga Putri langsumg menuju kekantin untuk menemui sahabatnya itu, ia juga ingin mengisi perutnya yang memang juga terasa lapar.
''Putri sini!" panggil Windy saat melihat sahabatnya menuju kantin, Putri yang melihat langsung menuju meja yang ditempati oleh Windy.
'' Gimana udah kelar urusannya?'' tanya Windy sambil kembali mengunyah makanannya.
'' Sudah,'' jawab nya datar membuat Windy langsung menatap kearahnya.
'' Sudah tapi kok lesu gitu,
'' Udahlah gue males bicarain itu, gue laper mau makan yang pedas-pedas.
Dan akhirnya Putri memesan bakso, gadis itu menuangkan banyak saos kedalam mangkuknya itu membuat Windy melotot.
'' Gila loe Put, itu saos satu botol tinggal setengah, entar mencret baru rasa loe.''
'' Biarinlah gue emang mau makan yang pedas ini, udah gk usah berisik loe.'' ucap Putri sambil mulai melahap bakso nya namun masih mau memasukan bakso tersebut kedalam perutnya tiba-tiba Windy langsung merebutnya membaut Putri memberengut padanya.
'' Loe apaan dih Win, balikin gk bakso gue!
'' Gk, ntar loe sakit gue yang repot, udah deh Put, gk usah nyusahin gue, ntar bang Regan marah sama gue karna dikira gue gk bisa jagain loe.'' ucap Windy yang tak ingin dibantah membuat gadis itu mendengus kesel dengan sahabatnya tersebut.
'' Loe lama-lama nyebelin ya Win, udah kayak abang gue.
'' Ya nama nya bentar lagi gue jadi istrinya ya otomatis sedikit banyaknya pikiran kami sama dong,'' jawabnya membuat Putri semangkin bertambah kesal.
'' Udah loe pesen yang lain aja lagi, kalau gk bentar ya gue pesanin yang baru buat loe.'' setelah itu Windy langsung bangkit dari duduknya untuk memesankan makanan baru buat Putri.
__ADS_1
'' Iihh si Windy ini buang-bunag makanan aja, kan sayang ini.'' gumamnya sambil mengambil kemabali mangkuk miliknya lalu melahap isi dari mangkuk tersebut.
'' Astaga nih anak dibilangin jangan dimakan juga tetap aja ngeyel.'' Windy langsung menaruh bakso baru yang ia pegang diatas meja, dan langsung merampas bakso setan yang dinikmati sahabatnya itu.
'' Windy ihh, balikin gk makanan gue!
'' Gk, udah gk usah nyari penyakit loe, nih lihat tinggal sedikit juga, emang perut loe gk panas apa?
'' Gk lah, gue tahan kok.'' jawabnya
'' Udah kalau masih laper, itu udah gue bawain yang baru, tapi ingat gk usah pakai sambal.'' peringat Windy, lalu gadis itu kembali duduk dikursinya.
'' Oya Put, tadi gue sempat denger anak-anak ngomong, katanya si Misya sama kepala sekolah kita dikeluarkan dari sekolah ini, dan bukan cuma itu saja, katanya pak kepsek juga ditahan karna kasus asusila tersebut.'' sambung Windy lagi
'' Ya bagus dong, biar mam*pus sekalian tuh orang.'' jawab Putri, sambil memakan kembali bakso yang tadi sempat dipesankan oleh Windy, hari ini suasana hatinya sedang tidak baik, dan ia ingin melampiaskannya dengan cara makan yang banyak, kalau bisa sih ingin rasanya ia kembali menuangkan sambal didalam mangkuk baksonya, namun sayang semua cabe yang berada diatas meja sudah disingkirkan oleh sahabatnya itu.
Waktu berjalan dengan sangat cepat, tak terasa jam pulang sekolah pun tiba.'' Loe yakin gk mau ikut gue Put?'' tanya Windy memastikan, saat ini keduanya sudah berada diparkiran.
'' Gk usah, gue naik taksi online aja, sudah pesan juga.'' jawabnya
'' Rangga kan bawa motor, kenapa loe gk minta anterin dia aja?
'' Gue lihat dia masih sibuk tadi sama Niko dan gue gk mau ganggu, yasudah sana loe pulang aja duluan gue gpp kok, bentar lagi juga taksinya datang.'' pungkasnya
'' Yaudah loe hati-hati ya? gue cabut dulu.'' ucap Windy yang diangguki oleh Putri.
Sebenarnya Putri sama sekali tidak memesan taksi online, ia hanya tak ingin membuat sahabatnya itu khawatir makanya terpaksa Putri berbohong, setelah memastikan mobil Windy sudah jauh, gadis itu pun langsung melangkah menuju jalan raya, ia menyusuri trotoar jalan, dengan pikiran yang entah dimana.
Next
Oalah si putri sepertinya galau berkepanjangan karna si rangga gk mau diajak nikah🙈
Yuk kasih dukungan buat putri biar dia lebih semangat lagi memperjuangkan cintanya.
__ADS_1