
HAPPY READING..
Sebelum membaca, author ingatkan lagi agar readers yang baik hati selalu tinggalkan jejak ya setelah membaca karya author yang receh ini hadiahnya juga ditunggu loh, biar authornya lebih semangat lagi nulisnya 😊
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Rayen yang mulai sedikit bisa menahan hasratnya langsung mendorong tubuh Viona.
''Mas!" pekik Viona saat tubuhnya didorong Rayen yang hampir saja jatuh terjungkal dilantai, untung masih ada meja yang menghalangi.
''Maaf kan aku Viona, aku harus kekamar mandi sekarang.'' ucapnya sambil berlari menuju kamar mandi yang tak jauh dari sofa tempat mereka duduk
''Whaat! bisa-bisa nya mas Rayen mencampakan aku seperti ini, gk ini gk bisa dibiarkan.'' ucapnya marah sambil bangkit dan melangkah mendekati kamar mandi yang baru saja dimasuki oleh Rayen
''Mas buka pintunya! mas Rayen!" teriak Viona sambil menggedor kamar mandi tersebut.
Sedangkan didalam, Rayen sama sekali tak menghiraukan teriakan Viona, Rayen yang memang masih dalam pengaruh obat langsung membuka seluruh pakaiannya kemudian menyalakan shower lalu mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin.Sudah setengah jam berlalu, namun belum ada tanda-tanda Rayen akan keluar dari kamar mandi.
''Ngapain sih dia dikamar mandi lama sekali,,apa dia mencoba meredam rasa panas ditubuhnya dengan berendam air dingin? haaiiss bisa gagal rencanaku kalau begini, kenapa sih susah banget sekarang hanya untuk bermesraan saja aku mesti melakukan ini.
Gerutu batin Viona
Beberapa saat kemudian akhirnya Rayen keluar dari kamar mandi tersebut,tentunya dengan keadaan yang sedikit lebih baik.
''Mas, kenapa kamu lama sekali dikamar mandi? coba lihat keadaan kamu sampai pucat begini, sebaiknya kamu istirahat saja dulu dikamar.'' ucap Viona berlagak tau tau apapun
''Sebenar apa yang kamu campurkan diminumanku Viona? apa kau bisa jelaskan?!'' ucap Rayen dingin sambil menyorot matanya dengan tajam.
Mendengar ucapan Rayen, Viona sedikit terkejut, ia susah payah menelan salivanya, akibat bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
''Kenapa diam? jawab!" ulang Rayen.
''A-apa maksud kamu mas? aku gk ngerti.'' jawabnya gugup.
''Kamu mencampur sesuatu kan keminuman aku, iya kan? kenapa kamu lakukan itu?'' Rayen terus menatap tajam pada Viona
''Kamu kok nuduh aku kayak gitu mas? aku gk mungkin melakukan itu sama kamu, lagi pula untuk apa? kita kan sebentar lagi akan meresmikan hubungan kita, mana mungkin aku berbuat sesuatu yang bikin kamu marah sama aku.'' jawabnya berbohong
''Sebaiknya aku pulang saja.'' Rayen melangkah menuju sofa untuk mengambil kunci mobilnya, setelah itu langsung keluar dari apartemen Viona
''Kok jadi gini sih, sekarang mas Rayen marah denganku, jangan sampai karna masalah ini dia semangkin menjauh dariku bisa-bisa pertunangan kami batal, gk aku gk mau kalau sampai ini terjadi.'' monolognya.
Saat ini Rayen sedang berada didalam mobil miliknya yang akan langsung menuju apartemen miliknya.
******
Tiga hari berlalu,setelah kejadian itu Rayen belum ada datang keapartemen Viona bahkan Viona juga susah untuk menemuinya,setiap kali Viona ingin datang keapartemen milik kekasihnya itu, Rayen selalu beralasan sedang tak ada disana karna sibuk dengan pekerjaan.
Sore harinya sepulang dari tempatnya bekerja Viona langsung menuju apartemen milik Rayen, mengingat biasanya jam 5 sore pasti kelasihnya itu ada diapartemen.
Viona yang memang memiliki kartu akses langsung membuka kunci dan masuk begitu saja kedalam apartemen tersebut.Dan benar saja, sepertinya Rayen memang baru saja pulang, terbukti dengan tas dan juga jas yang bertengger diatas sofa ruang tamu.
Dengan senyum yang mengembang wanita itu langsung mencari sosok laki-laki yang selama 3 hari ini ia rindukan, Viona langsung membuka pintu kamar tersebut dan mendapati lelaki itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ada ditangannya.
''Sayang,'' panggil Viona pada Rayen, membuat lelaki itu langsung menoleh kearahnya.
''Viona kenapa kamu bisa ada disini?'' Rayen menatap Viona dengan wajah bingung, karna memang wanita itu tak mengabarinya dan juga Rayen sama sekali tak mendengar suara apa pun diluar.
''Kamu ini kenapa? kan aku sudah biasa datang keapartemen kamu, lagian akhir-akhir ini kamu sulit sekali ditemui sesibuk apa sih sampai-sampai kamu gk bisa ditemui?.'' protes Viona,matanya terus menatap pada tubuh Rayen membuat wanita itu menelan ludahnya dengan susah payah.
__ADS_1
''Viona bisa kah kamu keluar dulu,aku ingin berpakaian dulu.'' Rayen bicara sambil menatap kearah Viona
''Kamu ini kenapa mesti malu sih, aku udah pernah lihat kamu gk pakai baju bahkan tanpa memakai sehelai benangpun.'' ucapnya tanpa filter.
Viona melangkah mendekati Rayen lalu tanpa aba-aba memeluk tubuhnya membuat Rayen tersentak kaget.
''Mas aku kanget banget sama kamu,'' ucapnya lirih sambil mera*ba punggung Rayen hingga turun kebawah,membuat Rayen memejamkan matanya.
Viona mengecup lembut dada bidang kekasihnya sambil tangannya terus mera*ba sampai ditempat terlarang milik Rayen, hingga tanpa Rayen sadari handuk yang ia gunakan sudah terlepas, hingga memperlihatkan pistol air miliknya.
''Sayang ini sudah tegang,'' ucapnya sambil tersenyum lalu tangannya dengan nakal mulai mengocok milik Rayen.
Rayen yang memang susah lama tidak merasakannya sesaat terlena oleh perlakuan Viona pada adik kecilnya, namun lagi-lagi bayangan gunung kembar milik Niken tiba-tiba saja kembali melintas dipikirannya membuat Rayen langsung membuka matanya.Kemudian pandangannya langsung tertuju pada Viona yang sedang melakukan aktivitasnya pada adik kecil Rayen,saat Viona hendak mengulum milik Rayen, lelaki itu dengan cepat langsung mundur kebelakang membuat Viona menatap kesal padanya.
''Mas, kamu kenapa?'' Viona menatap Rayen dengan mata sayu menandakan ia juga sudah sang*e
''Maaf Vio aku gk bisa melakukannya.'' Rayen langsung mengambil pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.
''Mas! mas Rayen! kamu kok tega sih mas sama aku, aku lagi butuh kamu sekarang mas, mas!!''
''Sialan mas Rayen,kenapa sekarang dia selalu menghindar dari ku,apa dia benar-benar sudah gk menginginkanku lagi.
Batinnya geram.
Sedangkan didalam kamar mandi Rayen kembali mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menetralkan pikiran dan juga hasratnya yang memang sudah naik.
''Ada apa denganku, kenapa setiap kali Viona menyentuh bagian tubuhku aku selalu terbayang wajah Niken dan juga miliknya itu, apakah itu karna rasa penasaran ku saja, atau karna memang aku sudah benar-benar memiliki perasaan dengan keponakanku sendiri, oh Tuhan kenapa jadi begini, apa perasaanku ini memang benar-benar perasaan cinta.
Rayen terus berperang dengan batinnya untuk meyakini perasaannya pada Niken.
__ADS_1
Bersambung...