
Saat ini Rayen dan Niken sedang dalam perjalanan menuju sekolah, sepanjang perjalanan Niken hanya diam membuat Rayen menghela nafas berkali-kali, ia harus memikirkan cara bagai mana agar istrinya itu tidak marah lagi padanya, sebenarnya ia sedikit berat jika harus membiarkan Niken pergi tanpanya saat diluar rumah, namun ia juga tak ingin membuat istrinya tersebut semangkin marah padanya jika Rayen melarang nya.
'' Sayang nanti mas jem--,''
'' Mas nanti gk usah jemput aku ya? soalnya aku pulangnya barengan Putri dan Windy aja nanti, setelah jalan-jalan.'' ucap Niken memotong kata-kata Rayen sebelum suaminya itu selesai berbicara
Terdengar helaan nafas panjang dari bibir Rayen dan tentu saja Niken menyadari hal tersebut, namun ia seolah tak acuh pada suaminya tersebut
'' Babaiklah, tapi mas minta jangan terlalu sore pulangnya, dan kamu harus kasih kabar setiap saat pada mas, kamu mengerti kan maksudnya mas?'' Rayen melirik sekilas pada istrinya
'' Iya mas aku ngerti.'' Niken mengiyakan saja, karna ia terlalu malas jika harus mendengar ceramahan suaminya dipagi hari seperti ini.
Jam masih menunjukan pukul tujuh pagi, terlihat baru hanya beberapa siswa yang datang, bahkan kedua sahabat Niken juga belum terlihat batang hidungnya. Niken memang sengaja datang lebih awal karna memang dia berniat untuk sarapan disekolah, awalnya Rayen ingin mengajaknya untuk sarapan disebuah restoran yang menyediakan bubur ayam, namun Niken tetap keukeh ingin sarapan dikantin sekolah, dan disini lah sekarang gadis keras kepala itu, ia sedang menikmati bubur kacang hijau yang tersedia dikantin sekolah.
'' Tumben sarapan dikantin sekolah?'' ucap suara seseorang, membuat gadis yang sedang menikmati makanannya tersebut mengangkat kepalanya untuk melihat siapa pemilik suara tersebut.
'' Boleh gabung?'' sambungnya lagi, terlihat remaja tersebut sedang memegang nampan yang berisikan makanan diatasnya.
'' Duduk aja kan kemarin udah aku bilang jika ini adala kantin sekolah, dan siap saja berhak mendudukinya.'' jelas Niken
'' Baiklah, aku putuskan akan duduk disini.'' jawabnya remaja tersebut dan dia adalah Niko.
Kebetulan Niko yang saat itu ada tugas piket datang lebih awal, ia melihat Niken gadis yang disukai nya sedang berjalan menuju kantin sekolah, melihat itu Niko dengan cepat menyelesaikan tugasnya, karna berniat ingin menyusul Niken.
'' Lahap banget makan buburnya, memangnya enak banget ya buburnya?'' tanya Niko membuat Niken menatap kearahnya.
'' Memangnya kelihatan banget ya?'' tanya Niken merasa malu.
Niko terkekeh pelan mendengar jawab gadis tersebut.
__ADS_1
'' Sedikit, tapi aku malah lebih suka lihat cewek yang makannya banyak kayak kamu, maksudku kan banyak tuh cewek yang jaim kalau makan didepan cowok, makannya cuma dikit, kalau ditanya bilangnya kenyang, padahal hanya ingin terlihat anggun aja dimata cowoknya.'' jelas Niko.
'' Itu kan didepan cowok yang disukai Ko, aku kan enggak, jadi mana mungkin aku harus jaim sama kamu.'' ucapan yang keluar dari mulut Niken membuat hati Niko sedikit mencelos.
Apa dihatimu tidak ada rasa sedikitpun untukku Niken? dan apa sudah tidak ada lagi kesempatan untukku bisa mendapatkan cintamu .
Batin Niko, sambil tersenyum masam.
*
*
*
Saat ini Niken dan teman-temannya sudah berada disalah satu pusat perbelanjaan yang ada dikotanya.
'' Yaudah yuk kita makan disana aja.'' tunjuk Putri pada salah satu restoran jepang.
Kini ketiga gadis cantik yang masih memakai seragam SMA tersebut melangkah menuju restoran yang dimaksud, sepanjang langkah ketiga nya menuju restoran, mereka selalu jadi pusat perhatian para pengunjung mall tersebut. karna kecantikan ketiga gadis itu yang begitu memikat bagi siapa saja yang melihatnya, dan pastinya sangat sayang jika untuk dilewatkan, apa lagi bagi sebagian para pemuda yang memang datang hanya untuk melihat gadis cantik, tentu saja mereka tak menyia-nyiakan pemandangan seperti ini.
'' Perasaan sejak tadi kita jadi pusat perhatian deh.'' ucap Putri.
'' Itu karna loe cantiknya luar biasa Put,'' ucap Windy membuat Putri langsung mengembangkan senyumnya.
'' Gue rasa loe benar Win, gue kan memang cantik.'' seperti biasa, Putri dengan tingkat kepedeannya ya walaupun sebenarnya dia memang gadis yang cantik, tapi tetap saja tak bisa menandingi kecantikan seorang Niken Anjani, meskipun Niken sudah menikah, namun tak akan ada yang tau dan percaya jika gadis itu sudah memiliki suami, karna tak ada yang berubah dari segi fisik, apa lagi dengan dirinya memakai seragam sekolah seperti itu.
Kini ketiga gadis tersebut sudah berada didalam restoran jepang, setelah memesan, ketiga gadis terlihat memeriksa ponsel masing-masing.
Niken melihat layar ponselnya berharap ada pesan dan panggilan dari suaminya.
__ADS_1
Sejak pagi mas Rayen gk ada kasih kabar sama aku, apa sesibuk itu dia sampai lupa sama istrinya.Bahkan kasih kabar aja tidak.
Batin Niken yang kembali menyimpan ponselnya disaku bajunya.
Tak lama makanan yang mereka pesan akhirnya tiba, kini meja yang berada didepan jetiga gadis itu dipenuhi dengan makanan yang dipesan oleh Niken, membuat kedua sahabatnya saling melirik.
'' Loe gk salah Ken pesan sebanyak ini?banyak banget macamnya, gue pikir loe cuma pesan takoyaki doang.'' ucap Putri yang masih memperhatikan makanan yang ada didepannya
'' Hehe, habisnya kayaknya makanannya enak-enak semua sih, jadi yasudah aku pesan semua ini.'' jelas Niken pada kedua sahabatnya, Putri dan Windy memang tidak tau jika Niken memesan sebanyak ini, karna kedua nya tadi memang menyerahkan semua pesanan pada Niken.
'' Yasudah sebaiknya kita makan sekarang mumpung masih hangat.'' ucap Windy
Kini ketiga nya sedang menikmati takoyaki dengan rasa gurih dan sedikit asin, selain takoyaki Niken juga memesan, ramen,udon dan juga shashimi.
Saat mereka sedang menikmati makanan mereka, tanpa sengaja Windy melihat dua orang pria bersama satu wanita sedang memasuki restoran yang sama dengan mereka, dan salah satu pria tersebut adalah suami dari sahabatnya Niken.
Om Rayen, dengan siapa dia? apa aku harus mengatakannya pada Niken? ya sebaiknya aku mengatakannya, tapi bagai man nanti jika Niken salah paham? beberapa hari ini kan gadis ini sangat sensitif, tapi om Rayen kan bukan cuma berdua dengan wanita itu, mereka kan bertiga, jadi tidak akan masalah jika aku beritahukan hal ini pada Niken
Batin Windy, yang akhirnya berniat ingin memberitahukan apa yang ia lihat pada Niken.
'' Ken, apa suami loe ada nelpon hari ini?
Pertanyaan Windy membuat Niken dan Putri menatap kearah sahabatnya itu.
'' Tumben loe peduli sama suaminya Niken? ada apa? apa loe tau sesuatu?'' Putri langsung bertanya dengan tatapan menyelidik, memang diantara mereka bertiga Putri yang paling cepat konek, ia bisa tau dari bahasa temannya itu yang seolah mengatakan ada sedikit masalah walaupun secara tidak langsung.
'' Coba kalian lihat orang yang duduk disana!" ucap Windy, membuat kedua sahabatnya mengikuti arah pandang Windy
Next
__ADS_1