CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Jangan-Jangan Loe Hamil


__ADS_3

'' Hai Windy, apa kabar?'' sapa Regan tiba-tiba membuat Windy langsung tersadar dari lamunannya.


'' Ba-baik bang, abang sendiri?'' tanya balik Windy


'' Baik,'' jawabnya singkat.


Regan aku udah siap nih, yuk kita bayar didepan.'' ucap seorang wanita cantik dengan balutan busana kantor, Windy menebak jika wanita tersebut adalah rekan kerja Regan.


'' Sudah selesai ya? Yasudah yuk, Niken Windy kalau begitu saya diluan ya?''


'' Iya, jawab keduanya kompak.


'' Itu siapanya bang Regan ya?'' gumam Windy, membuat Niken seketika tersenyum.


Sepertinya benar dugaanku, Windy kayaknya memang suka sama bang Regan


Batin Niken


'' Mungkin pacarnya kali.'' jawab Niken asal, ia bermaksud ingin menggoda sahabatnya itu, dan juga sekaligus ingin tau reaksi apa yang ditunjukan oleh Windy


'' Gk mungkin Niken, karna yang gue tau pacarnya bang Rayen itu lagi kuliah diluar negri.'' jawabnya yakin


Niken mengerutkan kening.


'' Kamu tau dari mana? emangnya bang Regan bilang begitu sama kamu?


'' Bukan dia, tapi Putri, dia bilang kalau pacar bang Regan saat ini sedang menimba ilmu diluar negri, makanya gue yakin banget jika wanita itu tadi bukanlah kekasihnya.' jelas Windy


'' Oh,'' hanya itu yang keluar dari bibir Niken


Setelah memilih kue yang mereka inginkan akhirnya keduanya pun langsung kekasir untuk membayar kue-kue tersebut.

__ADS_1


Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil, Windy mengemudikan honda Brio miliknya dengan kecepatan sedang.


'' Kenapa kamu dari tadi mandangin kue-kue itu mulu? mau?'' saat ini Niken sedang mengunyah kue kering yang tadi mereka beli, rasanya ia sudah tak sabar menunggu sampai dirumah Windy.


'' Bukannya loe gk suka kue yang berbau pisang ya Ken? ini gue lihat kok lahap banget lo makannya?'' tanya Windy sambil melirik Niken yang masih mengunyah kue nya


'' Entahlah, aku juga tidak tau, kemarin saat dirumah mama tiba-tiba aja aku juga mau makan acar, padahal kan sebelumnya aku gk pernah makan acar, dan gk suka juga, tapi kemarin mama bilang aku lahap banget makannya.'' jelas Niken yang juga merasa aneh dengan perubahan selera makannya


'' Jangan-jangan???'' tiba-tiba Windy memikirkan sesuatu.


'' Jangan-jangan apa??'' tanya Niken penasaran


'' Sebenarnya gue juga gk yakin sih, tapi kalau mendengar penuturan loe, gue menduga jangan-jangan loe hamil lagi Ken??


Niken yang tadinya masih menikmati kue miliknya tiba-tiba saja langsung terbatuk-batuk karna mendengar ucapan sahabatnya itu, Windy langsung menepikan mobilnya saat melihat Niken terus terbatuk tak berhenti.


Uhuk-uhuk


'' Ken loe kenapa? Sudah ini munum dulu.'' ucapnya sambil memberikan air mineral yang masih tersegel.


'' Makanya kalau makan pelan-pelan, jangan terburu.


'' Aku itu udah pelan Windy, aku batuk karna merasa kaget dengan ucapanmu barusan itu.'' protesnya


'' Benarkah? Kalau gitu gue minta maaf deh, kan gue hanya nebak aja tadi.


'' Eh tapi aku jadi kepikiran deh Win, mungkin aja yang kamu bilang itu benar, gimana kalau kita kedokter aja sekarang?'' ajak Niken yang tiba-tiba saja sangat antusias.


'' Eeh jangan dulu, lagian itukan masih dugaan, lagi pula kita ini masih pakai seragam, masa iya mau kerumah sakit dan memeriksakan kehamilan, bisa-bisa nanti kita dikira cewek gk benar lagi, loe lupa kemarin gue pas dirawat dan dibilang hamil oleh dokter wajah dokter itu kan sangat tidak enak dilihat, dan gue tau saat itu dia pasti mengira karna pergaulan gue hingga hamil diluar nikah, gara-gara apa coba? Ya karna seragam SMA ini, untung aja kak Leo waktu itu cepat datang coba kalau gk pas--tii,'' tiba-tiba saja Windy tak melanjutkan ucapannya, tiba-tiba wajahnya berubah jadi sendu.


Niken yang juga menyadari itu langsung mengusap punggung sahabatnya itu.

__ADS_1


'' Sudahlah kamu jangan mikirin itu lagi, aku yakin calon bayi kami sudah bahagia disurga sana, kamu jangan sedih lagi ya? dan mengenai kak Leo mending gk udah dipikirin lagi, masa lalu biarlah berlalu ok? semangat!'' Niken menyemangati sahabatnya


Windy mengangguk, tanpa ingin berkata apapun.


Windy kembali melanjutkan perjalanannya setelah sepuluh menit perjalanan Windy berhenti disalah satu apotek, ia memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.


'' Kok berhenti Win? mau ngapain?' tanya Niken bingung


'' Mau beli test pack buat loe,'' jawab Windy sambil membuka seatbelt miliknya.


'' Hah? Kamu serius??


'' Iya, sebentar ya biar gue beli dulu.'' setelah mengatakan itu Windy langsung keluar dari mobil, sedangkan Niken sendiri entah kenapa jadi mendadak deg-degan bagai mana jika ia beneran hamil, entah dia harus senang atau apa, dia juga tidak tau, yang pasti jika memang dia sedang mengandung, siap atau tidak, Niken harus siap, lagi pula selama ini memang setiap berhubungan mereka tidak pernah memakai pengaman, Niken tidak menyukai itu begitu pula dengan Rayen, maka dari itu setiap berhubungan suami istri Rayen selalu menyemburkannya cairannya didalam rahim istrinya.


'' Heii kok melamun? Ini test packnya.'' ucap Windy yang tiba-tiba sudah masuk kedalam mobil, saat ini sahabatnya itu sedang memberikan benda yang tadi baru saja ia beli.


'' Kalau loe belum siap, atau belum yakin simpan aja dulu, loe bisa gunain kapan saja, asal jangan lewat tanggal kadaluarsanya.'' jelas Windy


Niken mengangguk, kemudian langsung mengambil benda tersebut dan menyimpannya didalam tas miliknya.


DITEMPAT LAIN


Putri dan Rangga sudah berada di tempat yang telah mereka tuju.


'' Rangga ini sangat indah.'' ucap Putri saat keluar dari dalam mobil, gadis tersebut melangkah menuju perkebunan teh yang terletak tak jauh dari villa milik Rangga.


Rangga tersenyum melihat kekasihnya, ia pun langsung menyusul Putri, dan tiba-tiba pemuda itu memeluknya dari belakang


'' Kamu suka pemandangannya? Rangga bertanya sambil menghirup aroma tubuh Putri yang selalu membuatnya nyaman


'' Iya, aku suka, selain pemandangan yang indah, udaranya juga masih terasa sejuk walaupun sudah siang seperti ini.'' jawab Putri, gadis itu berbalik menghadap kekasihnya lalu mengalungkan tangannya dibelakang leher Rangga, pemuda itu tersenyum, kemudian menurunkan tangannya dipinggang kekasihnya. Wajah mereka hanya berjarak satu jengkal, bahkan deru nafas keduanya dapat mereka rasakan, entah siapa yang memulai kini bibir keduanya sudah saling menempel, Putri memejamkan matanya merasakan setiap sesapan yang diberikan oleh Rangga, saling membalas dengan lembut, tak ada nafsu didalam ciuman itu, setelah keduanya merasa sudah kehabisan nafas ciuman pun terlepas, keduanya langsung menghirup udah sebanyak mungkin, Rangga tersenyum tangannya terangkat untuk nengusap sudut bibir Putri yang basah karna ulahnya.

__ADS_1


'' Manis, dan selalu membuatku nagih.'' ucap Rangga dan sekali lagi ia langsung menarik tengkuk Putri dan langsung mencium bibir Putri kembali tanpa aba-aba, Putri yang belum siap membulatkan matanya mendapat serangan mendadak, namun sedetik kemudian ia langsung kembali mengalungkan tangannya dileher Rangga dan membalas perlakuan kekasihnya itu, Putri pasrah menerimanya karna ia juga menginginkan nya.


Next


__ADS_2