CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menuju Apartemen Sesil


__ADS_3

Putri masih manatap Rangga penuh tuntutan.


''Terus apa hubungannya dengan Misya?


'' Saat aku mengantarkan ibu itu sampai dirumahnya, ternyata saat itu ada anaknya disana, dan kamu tau siapa anaknya? dia adalah Misya.'' jelas Rangga membuat Putri melongo


'' Hah? Kok bisa sih, kebetulan yang gk masuk akal, jadi karna itu kamu menerima dia untuk bekerja di cafe? Kan gk gitu juga kali Ga, sebel deh aku nya.'' ucap Putri cemberut.


'' Ya bukan nya gitu juga, waktu itu saat aku mgngantarkan ibu itu aku sempat terkejut saat ibu itu memanggil anaknya yang ternyata adalah Misya, dan Misya mengatakan jika kami saling mengenal, dan saat itu tiba-tiba saja Misya meminta pekerjaan sama aku, awalnya aku menolaknya dan berusaha bilang padanya jika sudah tidak membutuhkan karyawan lagi, namun ia terus memohon padaku didepan ibunya, Misya mengatakan jika ibunya sudah tua dan dia tidak ingin melihat ibunya itu bekerja lagi diusianya yang sudah tua, jadi dia ingin menggantikan ibunya itu bekerja,ayahnya sudah tidak ada dan dia tak ingin diusia renta ibu nya masih bekerja, karna merasa kasihan akhirnya aku mengiyakannya saat itu,, itu pun karna aku melihat ibunya yang memang seharusnya sudah tidak bekerja lagi diusia yang lanjut, sayang aku harap kamu mengerti, semua ini aku lakukan karna memang ingin menolong ibunya, dan tidak ada maksud lain, percayalah sama aku.'' jelas Rangga, ia menggenggam tangan Putri berharap kekasihnya itu tidak akan marah lagi padanya ia berharap Putri juga mengijinkan Misya untuk bekerja di cafe miliknya.


'' Itu terserah kamu, kan cafe nya juga milik kamu bukan milik aku,jadi ya terserah kamu saja, tapi satu hal yang harus kamu tau Ga,firasat aku gk pernah salah, aku yakin ibunya hanya dijadikan alasan saja bagi Misya karna tujuan utamanya adalah kamu, ia ingin merebut kamu dari aku.'' ucap Putri yang masih keukeh


Rangga meraup wajahnya kasar, sungguh ia tak tau lagi harus menjelaskan seperti apa kepada kekasihnya yang sangat keras kepala ini.


''Sayang.'' panggil Rangga lagi namun dengan tatapan memohon, dan Putri tak suka itu, haruskah kekasihnya itu memohon untuk perempuan lain, pikirnya.


'' Kan tadi aku bilang terserah, yasudah lah aku mau pulang, ini juga udah sore.'' ucap Putri yang ingin beranjak, sungguh gadis itu sudah sangat badmood,


'' Tapi aku masih kangen sama kamu.'' ucap Rangga sambil menahan tangan Putri agar tidak pergi.


'' Nanti aku hubungi jika sudah sampai dirumah.'' Putri tersenyum tipis lalu mengecup singkat bibir Rangga, namun siapa sangka pemuda itu malah menahan tengkuknya agar ciuman tidak terlepas, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat nya.


***


Dikantor, Regan melihat Windy sedang asik bermain dengan ponselnya hingga Regan yang baru masuk kedalam ruangan tersebut tak ia sadari. Beberapa saat yang lalu Regan terpaksa meninggalkan Windy karna memiliki janji bertemu dengan klien, setelah selesai ia langsung kembali kekantornya.


'' Apa kamu mau aku antar pulang?'' tanya Regan sambul mengambil posisi duduk disebelah Windy


'' Gk, aku mau nunggu kamu sampai pulang kerja aja, bolehkan? atau kamu ada janji lain setelah ini?'' tanya Windy sambil menatap wajah Regan.

__ADS_1


'' Sesil ingin bertemu denganku.'' ucap Regan yang akhirnya jujur, ia tak ingin karna pertemuannya nanti tanpa sepengetahuan Windy, takutnya akan menambah masalah baru lagi pikirnya.


'' Kak Sesil ingin bertemu dengan bang Regan?'' tanya Windy berpura kaget, padahal ia juga sudah tau, tapi Windy tidak menyangka jika Regan juga akan memberitahukannya pada dirinya


'' Memangnya mau apa kak Sesil ingin bertemu dengan abang?


'' Aku juga gk tau, yang pasti sore ini sepulang dari kantor ia mengundangku untuk datang keapartemennya.'' jelasnya lagi.


Hening sesaat, terlihat mereka larut dalam pikiran mading-masing.'' Mungkin sebaiknya aku tidak usah datang kesana.'' ucap Regan tiba-tiba.


'' Kenapa tidak? sebaiknya abang datang saja nanti aku temani.'' sambung Windy.


*


*


*


'' Hai bro kenapa melamun? Banyak pelanggan tuh.'' ledek Niko saat melihat sepupunya itu hanya diam hingga tak menyadari kedatangannya.


'' Mikirin apa?'' sambung Niko lagi


'' Tidak ada,'' jawabnya singkat.


'' Itu mobil Putri masih ada, memangnya tuh anak belum pulang?


'' Sudah, tadi saya yang antar.'' jawab Rangga lagi.


'' Oya Ko, apa loe udah jelasin sama Misya apa saja kerjaannya disini?

__ADS_1


'' Loe tenang saja, gue udah jelasin semuanya sama dia, sebaiknya kalau masalah Misya biar gue aja yang tangani Ga, takutnya nanti kalau sampai Putri tau loe yang bimbing gadis itu, pasti dia akan marah lagi sama loe.'' jelas Niko.


'' Makasih ya Ko, loe memang saudara saya yang baik hati.'' ucap Rangga sambil tersenyum, namun Niko malah menatap sepupunya itu dengan kesal, ia tau jika ucapan Rangga bukan lah suatu pujian melainkan ejekan secara tidak langsung.


DITEMPAT LAIN


Saat ini Regan dan Windy sedang dalam perjalanan menuju apartemen milik Sesil, wanita itu baru saja menghubunginya untuk menanyakan apakah Regan sudah dijalan atau belum, saat Sesil menghubunginya Regan me' loudspeaker kan nya hingga Windy juga dapat mendengarnya, gadis remaja itu dapat menyimpulkan jika Sesil sangat senang saat Regan mengatakan jika sebentar lagi dirinya akan datang kesana.


'' Kak Sesil sepertinya senang banget ya,karna bang Regan sebentar lagi mau datang keapartemennya.'' ucap Windy sambil melirik sekilas pada Regan. Sedangkan laki-laki itu hanya diam tak ingin menjawab, ia takut salah bicara nantinya.


Lima belas menit kemudian mereka sampai disebuah gedung apartemen yang ditempati oleh Sesil.


'' Kamu pernah datang kesini?'' tanya Regan, saat ini keduanya sedang menuju lantai dimana Sesil tinggal


'' Sudah lama, itu pun hanya beberapa kali saja.'' jawabnya, Windy sengaja tidak ingin bertanya pada Regan sudah seberapa sering dulu lelaki itu datang keapartemen kakaknya Sesil, karna ia tak ingin lebih dalam terlibat pada masalalu mereka, karna mungkin hanya akan membuatnya sakit hati.


Saat ini keduanya sudah berdiri didepan pintu apartemen tersebut.


Ting-tong


Terdengar suara bel berbunyi, tak lama terdengar suara pintu dibuka, bersamaan itu muncul lah seorang wanita cantik yang hanya memakai bathrobe sepertinya wanita itu baru saja selesai mandi, ia juga memakai handuk kecil dikepalanya menutupi rambutnya yang basah.


'' Regan kamu sudah datang? akhirnya kamu mau juga memenuhi undanganku, ayo masuk!" ajaknya antusias sambil memberikan jalan untuk Regan masuk.


'' Maaf Sesil tapi aku kesini tidak sendiri.'' ucap Regan, membuat Sesil menaikan alisnya


'' Maksudmu?'' tanya Sesil bingung


'' Aku datang bersama Windy,'' ucapnya sambil menggeser tubuhnya, agar Sesil dapat melihat Windy yang ternyata sejak tadi berdiri dibelakang Regan.

__ADS_1


Next


__ADS_2