
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, satu persatu siswa-siswi Nusa Bangsa mulai berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Saat diparkiran Putri yang baru saja ingin masuk kedalam mobil miliknya langsung dipanggil oleh Rangga.
'' Putri aku mau bicara sama kamu.'' ucapnya, saat ini Rangga sudah berdiri didepan kekasihnya itu.
'' Kita bicara didalam mobil aja ya?'' pinta gadis itu, Rangga mengangguk setuju.
Saat ini kedua nya sedang dalam perjalanan, Rangga memutuskan mencari tempat yang nyaman untuk mereka bicara, sedangkan Putri hanya pasrah kemana Rangga akan membawanya, asalkan bersama pria itu Putri sama sekali tak merasa khawatir sedikitpun.
Rangga kenapa diam saja ya? Sebenarnya apa yang mau dia bicarakan sama aku? Apa mengenai masalah Misya lagi? Apa cewek kampung itu ngadu sama Rangga?
Putri membatin, didalam hatinya begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada kekasihnya ini namun Putri melihat sepertinya Rangga hanya fokus dengan kemudi dan jalan yang ada didepannya saja saat ini, membuat gadis itu merasa kesal sendiri, sedangkan Rangga bukannya tidak tau jika sejak tadi Putri selalu memperhatikannya, namun saat ini Rangga memang tak ingin bicara apapun, ia akan membahasnya setelah mereka sampai ditempat tujuannya.
Lima belas menit kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah sampai disebuah danau buatan yang terletak sedikit jauh dari keramaian, tempatnya begitu tenang bahkan udaranya terasa segar karna jauh dari kendaraan dan polusi udara.Setelah mesin mobil mati Rangga langsung keluar dari mobil ia melangkah menuju bangku yang tak jauh dari danau tersebut, Putri masih berada didalam mobil memandang punggung kekasihnya tersebut, Putri menghela nafas, kemudian langsung turun dari mobil dan menuju ketempat yang sama dengan Rangga.
'' Tempatnya bagus ya?'' Putri duduk disebelah Rangga, namun pandangannya tertuju pada danau yang indah itu, dengan air yang tenang, banyak bunga liar yang tumbuh diarea danau buatan tersebut, juga pepohonan yang menambah kesan sejuk didanau itu.
Rangga menoleh kearah kekasihnya.
'' Dulu papa sering mengajakku ketempat ini jika suasana hatiku sedang buruk, disini aku bisa meluapkan semua kemarahan dan juga rasa kecewaku, kamu tau? dulu sewaktu sekolah dasar, banyak sekali yang tidak menyukaiku, setiap pulang aku selalu menangis bahkan aku sempat tak mau sekolah karna teman-teman yang selalu mengejekku aku sendiri tak tau apa kesalahanku hingga membuat mereka terus-terusan membulyku, yang aku ingat saat itu mereka hanya bilang jika aku selalu pamer dan sok kaya karna setiap kali pergi kesekolah aku selalu diantar oleh kedua orangtuaku, dan jika aku diantar oleh pengasuhku mereka selalu bilang '' hai anak mama anak papa, kenapa tidak diantar orangtua mu?'' begitulah mereka selalu bilang. Aku pun menceritakan semua itu pada papa, lalu papa mengajakku ketempat ini untuk meluapkan semua perasaanku rasa marah, dan juga kesal ku dangan cara berteriak dan memanggil menyerukan semua kegundahan isi hatiku, dan aku mau kamu juga melakukannya disini, tanpa harus menghina orang lain, kamu cukup berteriak disini, menyerukan nama orang itu jika perlu memakinya, makilah sesukamu tapi lampiaskan disini saja, aku hanya tak ingin melihatmu dapat masalah nantinya.'' sebelum menyambung ucapannya, Rangga menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan.
__ADS_1
Rangga memegang kedua bahu Putri, sambil menatap dalam pada mata kekasihnya itu.
'' Aku sangat menyayangimu Putri, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada dirimu, apa kamu tidak tau setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu itu sangat lah pedas? dan diantara orang yang kamu hina itu mungkin saka menaruh dendam, apa kamu tidak berpikir seperti itu? Aku hanya tidak ingin kamu kenapa-napa, jadi kumohon mulai sekarang kamu harus bisa mengontrol emosimu, dan aku juga minta dengan sangat jangan pernah menghina orang lain lagi ok, tolong turuti aku sekali ni saja'' ucap Rangga memohon.
Sebelum menemui Putri Rangga sudah memikirkan semuanya, jika dirinya terus bersikap keras pada kekasihnya itu pastilah masalah tak akan kunjung selesai, jadi Rangga memutuskan untuk mengalah dan mencoba membujuk nya dengan bahasa yang halus, Rangga sangat berharap Putri akan menurutinya.
'' Rangga kenapa kamu bicara seperti itu? Bukannya aku tidak menghargai niat baikmu, tapi kan kamu tau aku ini memang begini orangnya, jika aku tidak menyukai suatu hal pasti aku langsung mengatakannya bukan memendamnya, bukannya kamu sudah tau itu?'' ucap Putri menatap wajah kekasihnya dengan sendu
'' Iya aku tau, maka dari itu aku mau mulai sekarang kamu coba berubah, aku ingin kamu mencoba untuk menahan emosi jika memghadapi suatu masalah jangan selalau langsung meledak-ledak bisakan?, aku mau kamu mencobanya sayang, kamu mau kan?'' ucap Rangga sekali lagi dengan bahasa selembut mungkin.
Putri menatap wajah kekasihnya, ia paling tidak bisa jika melihat Rangga memasang wajah seperti itu, sudah pasti ia akan luluh melihatnya.
Apakah aku bisa melakukannya? mungkin sebaiknya aku mencobanya, lagi pula aku juga tidak ingin Rangga menjauhiku karna sifat burukku ini.
'' Iya, aku mau berubah demi kamu, dan aku akan mencobanya, tapi sebelumnya bolehkah aku melampiaskan semuanya disini? Sejak tadi rasanya aku ingin sekali berteriak dan memaki nya.
......................
Saat ini Windy sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya, sebelum pulang tadi ia sempat mampir kesalah satu supermarket untuk membeli keperluan pribadinya.
__ADS_1
Ditengah perjalanan mobilnya tiba-tiba bermasalah.
Cit-cit-cit terdengar bunyi suara mobilnya, setelahnya, mobil itu langsung berjalan dengan tersendat-sendat.
'' Loh-loh, kenapa nih mobil kok nyendat gini.'' monolognya, tak lama mobil pun berhenti.
'' Yaah mogok lagi, mana ditempat sepi lagi berhentinya.'' gerutu Windy, kemudian gadis tersebut langsung keluar dari mobil miliknya.
'' Ck, apes banget sih, malah gk ada yang lewat lagi.'' Windy celingak-celinguk kearah kiri dan kanan jalan mana tau ada yang lewat jadi ia bisa menumpang.
'' Ah kebetulan ada yang lewat.'' gumamnya sambil melambai pada sebuah mobil yang akan lewat didepannya.
Terlihat mobil tersebut menepi, dan tak lama terlihat dua orang turun dari dalam mobil tersebut, seketika Windy menelan ludahnya kasar, entah kenapa tiba-tiba saja ia merasa takut dengan kedua orang tersebut.
Astaga kenapa tadi aku menyetop mobil ini ya? lihatlah tubuh mereka begitu tinggi dan kekar sungguh menyeramkan, bagai mana kalau mereka penjahat? Bagai mana jika mereka melakukan hal yang yang tidak senonoh denganku?
Batin Windy bergidik ngeri, seketika pirasat buruk langsung menghantui pikirannya, saat melihat dua orang yang mulai menghampirinya, tiba-tiba ia teringat musibah yang menimpa Viona, sungguh dirinya merasa sangat terancam, perlahan Windy pun mulai melangkah mundur, mengambil ancang-ancang untuk lari, namun sebelum ia melakukannya tiba-tiba suara seseorang membuatnya tersentak, dan mengurungkan niatnya untuk lari.
'' Ada apa dengan mobilmu??'' ucap seseorang tersebut membuat Windy yang tadinya ingin berlari langsung menoleh keasal suara tersebut.
__ADS_1
'' Kamu??
Next