CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Insiden Tak Terduga


__ADS_3

Saat ini Frans dan Lidya sedang makan malam bersama dengan Viona dan juga Rayen, Frans memang sengaja mengundang keduanya untuk memastikan acara yang akan digelar kurang dari seminggu lagi.


''Jadi bagai mana persiapannya pertunangan kalian Ray?apa semua berjalan lancar?'' tanya Frans disela-sela makannya


''Udah bang, semua berkat bantuan mba Lidya, iya kan mba?'' potong Viona.


Frans memperhatikan wajah Rayen yang seperti banyak pikiran.


''Ada apa Ray? apa ada masalah? kenapa wajahmu seperti orang yang banyak beban begitu?'' tanya Frans lagi


Sontak semua mata menatap kearahnya,termasuk Viona yang menatapnya dengan pandangan penuh tanya


''Kamu kenapa mas? kok kayak gk semangat gitu?'' ucap nya sedikit ketus, ia berpikir kalau kekasihnya itu tak berminat dengan obrolan mereka saat ini.


''Gk kok, hanya ada sedikit masalah aja dikantor,'' ucapnya berbohong


''Masalah apa Ray? apa ini mengenai kerja sama kita dengan PT cahaya grup?'' tanya Frans yang kini sudah dengan mode serius


''Oh, bukan kok bang, ini masalah yang lain, tapi Leo dan aku sudah bisa mengatasinya kok.'' jawabnya yang tak ingin abangnya ikut memikirkannya.


''Kamu ini Ray, mikirnya masalah kerjaan mulu, ini kan weekend jadi sebaiknya kalian itu lepaskan beban pikiran tentang maslah kantor walau pun sejenak, mba juga sering ingatkan ini pada mas Frans, ya kan mas?'' ucap Lidya mencari pembelaan


'' Iya sayang.'' jawab sang suami mencari aman.


Tak lama terdengar suara salam dari arah depan, yang mereka yakini jika itu adalah suara Niken.


''Sayang kamu sudah pulang nak?'' ucap mama Lidya saat melihat putrinya yang hendak menuju kamarnya langsung.


Sejenak Niken terdiam sambil menatap semua orang yang berada dimeja makan, terlebih mata nya langsung menyorot kearah Rayen dan Viona secara bergantian.


''Seharusnya dari awal aku memang tidak seharusnya menaruh perasaan padamu om, hati ini sakit sekali rasanya melihat om bersama dengan tante Viona dan sekarang secara terang-terangan kalian mengumbar kemesraan didepanku.


Batin Niken sambil melihat kerah tangan Viona yang terus bergelayut manja di lengan Rayen.

__ADS_1


''Mah, aku keatas dulu ya mau istirahat, tadi aku dan teman-teman sudah makan kok diluar sebelum pulang kerumah.'' ucapnya sambil kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tangga.


''Vio lepas dong! gk enak dilihat mba Lidya dan bang Frans.'' bisik Rayen, sambil melepaskan rangkulan tangan Viona pada tangannya.


Viona yang tak ingin mengundang pertanyaan dari keluarga Rayen terpaksa melepaskan tangannya dari Rayen.


''Mas Rayen keterlaluan banget sih, apa karna ada Niken dia langsung merasa tak nyaman kayak gitu, jika terus begini aku takut bisa-bisa pertunangan kami terancam gagal, karna aku merasa mas Rayen udah mulai berubah sikapnya denganku


Batin Viona


''Aku permisi ketoilet dulu.'' ucap Rayen sambil beranjak dari ruang makan melangkah menaiki anak tangga, membuat Viona menatap bingung pada kekasihnya itu, pasalnya disamping dapur juga ada kamar mandi kenapa harus kelantai atas segala pikirnya.


''Kamu kenapa liatin Rayen kek gitu Vio? oh saya tau, pasti kamu merasa heran kan kenapa Rayen memilih kamar mandi yang ada diatas, sementara dibawah juga ada, iya kan?


''I-iya sih mba, aku sedikit bingung aja.'' ungkap Viona


''Dulu sebelum Rayen memilih tinggal diapartemen dia kan memang tinggal bersama dengan kami dan kebetulan kamarnya dilantai atas, barangnya juga masih ada sebagian disana,'' jelas Lidya membuat Viona mengangguk paham


''Jadi ternyata mas Rayen pernah tinggal dirumah ini, kenapa dia tidak pernah memberitahukannya padaku


Sebenarnya niat Rayen bukan lah ingin ketoilet, melainkan kekamar keponakannya Niken, karna jujur saja ada perasaan yang mengganjal dalam dirinya saat melihat raut wajah Niken saat menatap kearahnya tadi.


Rayen masuk tanpa mengetuk pintu yang memang tak pernah dikunci oleh sang pemilik kamar,,lalu menutupnya dengan perlahan, matanya menyapu seluruh ruangan kamar,mencari sosok yang ingin ia temui namun sepertinya tak berada diruangan tersebut.


''Kemana dia? apa dikamar mandi?'' gumamnya sambil melanglah kan kakinya mendekati pintu kamar mandi tersebut, dan benar saja Rayen mendengar suara gemercik air didalam kamar mandi tersebut.


''Jadi dia sedang mandi, sebaiknya aku tunggu sebentar.'' monolog nya sambil melangkah menuju tempat tidur, lalu mendudukan bokongnya disana.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah Niken dengan handuk putih yang melilit ditubuhnya, handuk tersebut sangatlah pendek,sangkin pendeknya tak mampu untuk menutup penuh aset kembarnya dibagian atas hingga terlihat sedikit meyembul,dan itu tak luput dari pandangan mata Rayen,membuat jakun pemuda itu turun naik.


''Astaga gadis ini ceroboh sekali, keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk pendek seperti itu, malah pintu kamar juga gk pernah dikunci lagi .


Batin Rayen sambil memalingkan wajahnya kearah lain.Sedangkan Niken yang masih belum menyadari keberadaan Rayen masih santai duduk dikursi meja rias sambil memakai lotion miliknya.

__ADS_1


Rayen yang masih mengalihkan pandangannya mencium aroma wangi nan lembut menyeruak di indra penciumannya, membuat lelaki dewasa itu kembali mengalihkan pandangannya pada Niken.


''Kenapa dia sesantai itu, apa dia memang belum menyadari keberadaanku dikamarnya.


Batin Rayen mulai gelisah.


''Ekhem,'' Rayen sengaja berdehem kuat untuk mengalihkan pandangan Niken, agar menyadari keberadaannya.


Niken yang merasa kaget langsung mengalihkan pandangannya keasal suara tersebut, dan alangkah terkejutnya Niken saat mengetahui ada Rayen didalam kamarnya


''O-om Rayen ngapain om dikamarku?'' pekiknya mulai panik sambil menutupi area atas dan juga bawah kakinya.


''Om kok masih liatin aku, cepat berbalik iih,,'' protesnya galak membuat Rayen langsung membalikan badannya.


Niken langsung melangkah cepat menuju lemari untuk mengambil pakaian yang akan ia gunakan,namun gumaman Rayen membuat langkah gadis remaja itu terhenti.


''Dia pikir aku selera apa dengan tubuhnya itu, dadanya aja kecil, lagi pula dia kan memang masih kecil.'' gumamnya pelan sambil cecikikan.


Rayen tak sadar jika Niken telah mendengar ucapannya barusan, membuat gadis itu meradang.


''Om bilang apa barusan? om bilang aku bocah? dada ku juga kecil iya?'' ucapnya garang sambil melangkah kearah Rayen bersiap menyerang omnya tersebut, ia lupa jika saat ini dirinya masih menggunakan handuk ditubuhnya.


Rayen yang mendengar ucapan Niken langsung berbalik.


''Bu-bukan gitu Niken,'' ucapnya panik, sambil mencoba menangkis serangan Niken ditubuhnya, yang mulai memukuli nya,,namun tiba-tiba


Bruukk


Kaki Niken tersandung kaki nya Rayen membuat gadis remaja itu jatuh tepat diatas tubuh Rayen, dan sialnya handuk itu juga ikut terlepas, membuat aset kembar miliknya jatuh tepat menimpa wajah Rayen.


Niken terpekik kaget saat menyadari handuk miliknya terlepas dari tubuhnya.


''Oom cepetan tutup mata om!" teriak Niken membuat Rayen langsung replek menutup matanya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2