CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Perasaan Rayen


__ADS_3

Saat ini Niken sedang berada didalam kamarnya, ia terus kepikiran tentang ucapan Viona tadi siang tentang pertunangan Rayen dan Viona yang akan digelar satu minggu lagi.


''Jadi bener mereka akan segera bertunangan,rasanya aku gk rela banget.'' gumamnya sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuk miliknya.


DITEMPAR LAIN


Saat ini Rayen sedang berada diapartemen milik kekasihnya Viona, saat Rayen ingin pulang tiba-tiba saja Viona menahan dan menyuruhnya masuk,dengan alasan ada beberapa pertanyaan yang harus ia tanyakan, dan Rayen pun akhirnya mengiyakan ajakan kekasihnya itu.


''Ada apa Vio?kamu mau bicara apa sama aku?'' tanya Rayen to thepoint


''Mas kamu sadar gk? kalau belakangan ini kamu itu berubah sama aku?'' ucapnya geram.


''Maksud kamu?aku gk ngerti.'' jawab Rayen bingung.


''Kamu tau gk? kamu itu udah gk perhatian sama aku kayak dulu, dan ini,, biasanya tanpa aku minta kamu selalu mampir keapartemen aku, tapi sekarang kamu seolah menghindar dari aku, kamu kenapa sih?'' protesnya lagi


''Aku hanya lelah saja, dan ingin segera pulang untuk istirahat, kamu jangan berpikir yang aneh-aneh deh Vio.'' ucapnya malas


''Mas, aku mau kamu jawab jujur deh sama aku!, sebenarnya kamu itu suka ya sama Niken?'' tuduh Viona


Rayen yang mendengar ucapan Viona, hampir tersedak ludahnya sendiri, bagai mana bisa Viona juga punya pikiran yang sama dengan Leo.


''Kamu ini jangan bicara sembarangan Viona, Niken itu keponakanku kok bisa-bisanya kamu berpikiran seperti itu.'' ucap Rayen tak terima


''Tapi dia bukan keponakan kandung kamu kan? jadi bisa saja kamu memiliki perasaan pada gadis itu.'' sarkasnya membuat Rayen diam sesaat mencerna kata-kata dari bibir kekasihnya itu.


''Kamu tau tadi mana kalau Niken bukanlah keponakanku?'' selidik Rayen


''Kemarin, waktu dikantor tak sengaja aku dengar percakapan mas Rayen dan juga Leo, intinya sekarang aku mau mas Rayen fokus pada ku dan juga rencana pertunangan kita, aku gk mau ya mas, perhatianmu saat ini terbagi dengan yang lain.'' tekannya.


''Mas sebenarnya aku gk mau marah-marah sama kamu, aku begini karna aku sangat mencintai kamu mas, dan aku maunya perhatian kamu itu hanya buat aku.'' sambungnya lagi, lalu mendaratkan ciuman dibibir kekasihnya, membuat mata Rayen membola,karna serangan mendadak Viona.


''Kenapa ciuman ini terasa berbeda,, saat melakukannya dengan Niken,aku merasa ada sesuatu perasaan yang berbeda bahkan tidak pernah kurasakan sebelumnya, dan saat dengan Viona entah kenapa sekarang aku merasa biasa saja berbeda sekali dengan dulu.

__ADS_1


Batin Rayen


''Mas, aku pengen,kita lanjut dikamar ya.'' pinta Viona dengan nada sensualnya.


''Mm,,maaf Vio aku sedang tak ingin melakukannya, badanku rasanya lelah sekali, lain kali saja ya?.'' tolaknya halus


''Mas aku pengennya sekarang, kamu itu kenapa sih? kayaknya menghindar mulu dari aku,'' sentak Viona marah.


''Sekali lagi aku minta maaf, sepertinya aku pulang saja, kamu istirahatlah!" ucap Rayen sambil bangkit dari duduknya dan langsung melangkah menuju pintu apartemen.


''Mas! mas Rayen!" panggil Viona namun tak dihiraukan oleh Rayen,,


''Aarrgghh...,,sialan! aku yakin dugaanku benar, mas Rayen pasti memang sudah mulai punya perasaan dengan keponakannya itu, sepertinya aku harus bergerak cepat, aku tak ingin didahuluin oleh gadis kecil itu.'' ucspnya kesal.


*


*


*


Niken membuka pintu kamarnya,untuk memastikan lagi suara yang sempat mengganggunya.


''Kok sepi ya? tadi kayaknya aku dengar suara deh, sebaiknya aku cuci muka dan gosok gigi dulu, setelah itu aku cari tau siapa yang datang.'' gumamnya sambil kembali menutup pintu kamar yang sempat ia buka.


Setelah selesai dengan aktivitasnya, Niken langsung keluar dari kamar dan turun kelantai dasar.


Samar-samar ia mendengar suara orang berbicara,dari salah satu nya ia tau kalau itu adalah suara mama nya Lidya dan suara satu lagi dia juga seperti mengenalnya.


''Tante pirang? itukan suara tante pirang, ngapain dia sepagi ini sudah datang kerumah.'' gumamnya sambil melangkah menuju kearah sumber suara.


''Mama,'' panggil Niken saat melihat mamanya sedang duduk bersama seorang wanita, siapa lagi kalau bukan Viona


''Sayang kamu sudah bangun,'' ucap Lidya sambil tersenyum

__ADS_1


''Sini duduk dekat mama, kebetulan tante Viona datang, katanya mau minta bantuan mama buat cariin EO untuk acara pertunangannya dengan Rayen.'' ucap Lidya


''Loh,bukannya tante Viona banyak kenalan ya? yang bergerak dibidang tersebut?kenapa mesti minta bantuan mama?'' ucap Niken membuat Lidya merasa aneh dengan pertanyaan putrinya tersebut


''Kamu itu kenapa sayang? kok nanya seperti itu? lagian tadi tante Viona bilang katanya dia tidak sempat makanya minta bantuan mama.'' jelas Lidya


''Niken sepertinya sangat tidak suka aku minta bantuan sama mba Lidya,atau jangan-jangan karna rencana pertunangan ku dengan mas Rayen.


Batin Viona


''Niken, sebenarnya tante sih memang punya kenalan EO tapi tante belum ada waktu untuk hubungi mereka, makanya tante minta bantuan mama kamu,mba Lidya gk keberatan kan?'' ucap Viona memastikan.


''Tentu saja tidak, malahan aku senang bisa bantu kamu dan dilibatkan dalam hal ini.'' jawab Lidya antusias


''Iya tapi aku yang keberatan kalau tante minta bantuan sama mama aku.'' sambung Niken, dan tentu saja itu hanya bisa ia ungkapkan dalam hati.


''Sayang sebaiknya kamu sarapan dulu gih, mama mau bicara sama tante Viona.'' usir Lidya, membuat Niken mencebik


Saat ini Windy sedang dalam perjalanan kerumah Niken, karna rencananya mereka akan berkunjung kerumah Putri,karna kemarin mereka memang tak jadi kesana makannya Windy dan Niken memutuskan hani ini, sekalian mereka berencana mengajak Putri untuk hang'out bareng, karna sudah lama sekali mereka tidak jalan bertiga, mumpung weekend jadi Windy dan Niken berencana menghabiskan waktu mereka untuk sekedar melepas penat diakhir pekan.


Namun saat dipersimpangan jalan, tak sengaja mobil Windy menabrak sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti mendadak.


''Astaga! aduuh mampus nih gue, lagian ngapain coba tu mobil berhenti mendadak.'' gumamnya panik


Sedangkan pemilik mobil yang ditabrak oleh Windy tiba-tiba keluar dari mobilnya, dan melihat keadaan kendaraan miliknya yang ditabrak oleh Windy.


''Ya ampun ini sih parah banget.'' gumam nya sambil melangkah menuju mobil milik Windy untuk meminta pertanggung jawaban.


Tok-tok-tok


''Hei keluar anda sekarang dari mobil, saya ingin anda bertanggung jawab karna sudah merusak mobil saya.'' ucap orang tersebut sedikit emosi


''Duuh gimana ini, orangnya marah lagi, tapi ini kan bukan salah aku juga ngapain aku takut, sebaiknya aku keluar aja, percuma juga didalam masalahnya juga gk akan selesai.'' monolognya

__ADS_1


Tbc


__ADS_2