
PERHATIAN..
Dibagian bab ini ada cerita ***-*** nya ya, bagi kalian yang belum cukup umur diharap skip aja ya! karna author gk tanggung jawab jika terjadi sesuatu dibawah sana 😁🤭
HAPPY READING..
Rayen terus mencumbui Niken, setiap inci tububnya tak terlewat sedikit pun dari jilatan Rayen,membuat gadis itu seperti cacing kepanasan.Rayen membenamkan wajahnya dibagian da\*da Niken dan mendusel-duselkan wajahnya disana dibelahan payu\*da\*ra Niken, membuat gadis itu semangkin membusungkan da\*danya menahan rasa nikmat yang diberikan Rayen padanya saat ini.
Perlahan Rayen mulai mendorong pelan tubuh Niken hingga telentang diatas tempat tidur sambil menghadap kearahnya.
Rayen membuka kembali paha Niken yang sempat tertutup,
''Sayang mas gk tahan lagi mas jilat ya?'' ucap Rayen yang langsung membenamkan wajahnya di inti milik kekasihnya itu,Rayen dengan penuh penghayatan menjilati seluruh bagian inti milik Niken tanpa ada yang terlewat sedikitpun, ia terus menjilat bagai seorang anak yang sedang memakan es krim, tak luput juga ia memainkan lidahnya dibagian tonjolan kecil yang menyerupai kacang, Rayen terus memutar-mutar lidahnya dibagian itu membuat Niken bagai cacing kepanasan, ia terus mendesa\*h, bahkan rambut Rayen pun tak luput dari jambakan tangannya.
''Maas, aahh, en-aak mas,, a-ku su-kaa teruuss mas le-bih dalam lagi aahh.'' racaunya sambil tersengal-sengal.
Rayen tersenyum senang karna sudah berhasil membuat Niken blingsatan. Kini lidah Rayen menuju lubang surgawi sang kekasih, sejenak ia menatap lubang tersebut, lubang kecil yang sering digunakan untuk mengeluarkan air mancur satu arah bagi kaum hawa.Sedetik kemudian ia langsung kembali menjulurkan lidahnya untuk memasuki lubang tersebut, mengorek-ngorek mencari kenikmatan didalam sana.
''Maass,, aku mau pipiisss...'' ucap Niken, saat merasakan sesuatu yang akan meledak dalam dirinya.
''Iya sayang keluarin aja, mas tunggu.'' jawab Rayen tak sabaran.
Tak lama setelah mengatakan itu Rayen bisa merasakan tubuh kekasihnya itu bergetar dengan hebat, diiringi lenguhan panjang dari bibir indahnya.Sedangkan Rayen yang masih berada dibawah sana langsung melahap \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* yang dikeluarkan oleh kekasihnya itu.Rayen merasakan inti milik Niken masih berkedut, ia tau jika Niken masih menikmati or\*gas\*me nya itu.
Sluuurrrrppp,, terdengar suara Rayen saat membersihkan cairan itu dengan mulutnya hingga habis tak tersisa.
''Mas, kamu gk jijik minum itu?'' tanya Niken, namun dalam hati ia sangat merasa bahagia dengan apa yang dilakukan Rayen, ada kepuasan tersendiri saat melihat Rayen melahap habis cairan miliknya.
__ADS_1
''Sayang mas sangat suka rasanya, sangat gurih dan juga sangat nikmat.'' ucap Rayen yang masih sangat bernaf\*su.
Rayen melepas semua yang menempel ditubuhnya, Niken yang mengerti langsung membantu kekasihnya itu membuka setiap helai kain yang menempel ditubuhnya.
Mata Niken melotot sempurna saat gadis itu melihat batangan milik Rayen sudah tegang sempurna menjulang tinggi seperti monas.Niken menelan ludahnya kasar, ia membayangkan bagai mana jika milik Rayen memasuki goa miliknya apakah akan muat pikirnya, tiba-tiba saja ia bergidik saat membayangkannya.
''Sayang kamu kenapa?'' tanya Rayen yang sudah menunggu Niken untuk memanjakan miliknya.
''Gk apa-apa mas, aku mulai ya?'' ucapnya yang langsung memegang milik Rayen tanpa menunggu persetujuan sang empunya.
Niken terus memanjakan batangan milik kekasihnya itu, kini ia sudah memasukan milik Rayen kedalam mulutnya menarik nya maju mundur, bahkan lidah nya juga menari-nari didalam sana, menghisap menyedot kuat milik Rayen, membuat laki-laki dewasa itu memejamkan mata menikmati permainan Niken, namun itu hanya berlangsung sebentar, karna setelah itu ia langsung membuka matanya untuk melihat setiap perlakuan Niken pada inti miliknya.
''Aah, sayang kamu terlihat sangat mengga\*irah\*kan, kamu sangat pintar membuat mas melayang.'' racaunya sambil keenakan karna servisan Niken.
Jam sudah menunjukan pukul enam sore, saat ini Niken sedang bersip karna sebentar lagi Rayen akan nengantarkannya pulang.
''Mas udah siapa belum?'' panggil Niken dari ruang tamu, sedangkan Rayen masih berada didalam kamarnya.
Tak lama terdengar suara pintu kamar dibuka, dan bersamaan itu munculah Rayen yang kini sudah dalam keadaan rapi.
''Lama banget sih mas, kayak perempuan aja.'' ucap Niken karna merasa bette menunggu Rayen.
''Iyaiya mas minta maaf, tadi mas angkat telpon dulu dari Leo.'' ucap Rayen
''Kak Leo? oiya aku baru ingat, Windy kan masih dirumah sakit, terus kak Leo bilang apa mas? gimana keadaan Windy katanya?'' tanya Niken
__ADS_1
''Leo bilang keadaan Windy sudah lebih baik, hanya masih lemah saja, mungkin besok
atau lusa dia sudah boleh pulang kata dokter.'' jelas Rayen.Niken mrngangguk tanda mengerti.
''Sayang sebenarnya ada yang ingin mas bicarakan denganmu.'' ucap Rayen, dengan wajah yang serius.
''Apa mas? mas Rayen mau bicara apa?'' tanya Niken penasaran.
''Kamu tau kan, kalau mas sangat mencintai kamu? dan kamu juga sangat mencintai mas kan??'' tanya Rayen yang masih menatap serius pada Niken.
''Iya mas, tentu saja, dan perasaan ini gk akan pernah berubah.'' jelas Niken yakin.
''Sayang, mas tanya bilang bagai mana kalau kita menikah secepatnya?? tanya Rayen
''Apa? menikah?? mas yakin??'' tanya Niken
''Kenapa kamu bertanya seperti itu? apa kamu ragu sama mas?'' tanya balik Rayen.
''Bukan begitu mas, tentu saja aku sangat senang jika mas mau menikahiku, apa lagi dalam waktu dekat, tapi yang membuat ku ragu, apa mama dan papa mau merestui pernikahan ini?'' ucap Niken terlihat ada keraguan diwajahnya.
''Justru itu, sebenarnya saat mengantarkan kamu pulang nanti mas berencana ingin meminta restu pada bang Frans dan mba Lidya untuk melamar kamu, tapi sebelumnya mas harus mastiin dulu sama kamu apa kamu mau secepatnya kita menikah?'' tanya Rayen lagi.
''Iya mas, aku mau, lagi pula kan aku pernah bilang jika aku mau menikah muda,'' jawannya santai.
''Tapi mas, boleh aku tau apa alasannya mas mau menikah mendadak seperti ini?'' tanya Niken penasaran.
''Ini bukan mendadak, mas sudah pikirkan ini sejak lama, mas hanya tidak ingin kamu digoda atau tergoda dengan lelaki lain nantinya, makanya mas ingin mengikat kamu terlebih dahulu, lagi pula salah satu alasnnya adalah karna mas sudah tidak sanggup menahannya lebih lama lagi sayang, mas sudah sangat ingin memasuki tubuh kamu, mas ini pria dewasa, mas tidak akan tahan jika terlalau lama memendamnya,, kamu ngerti kan maksud mas?.'' ucap Rayen yang entah sejak kapan lelakk itu sudah berada sedekat itu dengan Niken, dengan sekali tarikan Niken sudah berada didalam pelukan Rayen, gadis itu mengera\*ng nikmat saat satu tangan Rayen sudah bermain disalah satu aset kembarnya, memilin nya dengan lembut membuat Niken kembali terhanyut dalam permainan sang kekasih.
__ADS_1
NEXT