
''Kamu mau kemana mas??'' tanya Niken saat melihat suaminya ingin keluar dari kamar mereka.
''Mas mau kedapur, pengen buat kopi.'' jawabnya sambil menekan handle pintu.
''Mas biar aku saja yang buatin.'' ucap Niken sambil bangkit dari tidurnya, lelah yang ia rasakan tadi tiba-tiba saja hilang berganti dengan semangat yang ingin melayani suaminya, setelah menikah, Niken ingin mulai belajar melayani suaminya dari hal-hal yang terkecil sekalipun, dan sekarang ia akan memulainya dengan cara menyenangkan hati suaminya tentunya dengan membuatkan kopi untuk suami tercintanya itu.
''Ayo mas biar aku yang buatin untuk mas Rayen.'' ucapnya sambil menggandeng tangan Rayen keluar dari kamar tersebut.
Sesampainya didapur
'' Mas duduk, dan tunggu aja disini sebentar aku akan membuatkan kopi untuk mas Rayen.'' ucapnya langsung menuju kearah tempat dimana kopi dan gula berada.
Niken membuka satu persatu toples kecil yang ada disana,untung disetiap toples nya ada tulisan hingga memudahkan Niken untuk membuatnya. Rayen terus memperhatikan kegiatan istrinya itu, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk membuat kopi kurang dari satu menit, kini menjadi sepuluh menit, karna Niken yang membuatnya, namun Rayen sama sekali tak mempermasalahkan nya, bagi pria itu, yang terpenting adalah istri kecilnya itu sudah mau melayaninya saja ia sudah sangat bersyukur, walaupun setiap yang dilakukannya terbilang lama, namun Rayen akan terap sabar menantinya.
'' Ini mas kopinya, silahkan diminum!" ucap Niken sambil meletakan kopi diatas meja didelan suaminya.
''Makasih sayang, mas yakin pasti rasanya sangat nikmat.'' ucapnya kemudian langsung mencoba kopi buatan istrinya tersebut.
Rayen mulai menyeruput kopi buatan Niken, baru saja satu teguk Rayen meminumnya, mata Rayen seketika membulat, namun ia tetap menelannya, sedikit demi sedikit, walaupun harus dengan susah payah akhirnya ia mampu menghabiskan kopi buatan istrinya tersebut.
''Gimana sayang enak kan kopi buatanku??'' tanya Niken dengan mata berbinar, ia sangat senang suaminya meminum kopi buatannya sampai habis, ya walaupun masih tersisa sedikit. Rayen yang tak ingin mengecewakan istrinya hanya tersenyum nenjawab pertanyaan sang istri.
''Mas ih, jawab dong! masa ditanya malah senyum.'' protesnya memberengut
''Sayang kopi buatanmu ini sangat nikmat, hanya saja....
''Hanya saja apa mas?'' tanya Niken khawatir bercampur rasa penasaran.
''Hanya saja sedikit kemanisan, jadi kalau besok kamu buatin mas kopi, gulanya dua sendok makan saja y?''
'' Oh gitu ya mas, baiklah besok-besok aku akan menuruti seperti yang mas Rayen ucapkan.'' jawab Niken.
__ADS_1
KEESOKAN HARINYA..
Saat ini Niken sedang dalam perjalanan menuju kantor suaminya, sepulang sekolah ia memutuskan untuk mengunjungi suaminya itu dikantornya. Setelah membayar taksi tersebut Niken langsung turun dan masuk kedalam gedung dimana suaminya bekerja.
Setelah bertanya pada resepsionis tentang suaminya, Niken langsung melanjutkan langkahnya menuju lantai dimana ruangan suaminya itu berada. Namun saat Niken hendak memasuki lift tak sengaja ia melihat Leo sedang melangkah terburu-buru melewati sebuah lorong.
''Kak Leo, ada apa dengannya? kenapa sampai berlari seperti itu? gumam Niken, namun setelahnya ia kembali pada niat awalnya yang hendak menemui suami tercintanya.
Pintu lift sudah terbuka, Niken pun langsung keluar dari lift tersebut, baru saja dirinya keluar tiba-tiba Niken melihat papanya dan juga seorang laki-laki yang ia kenal.
'' Loh, sayang kamu datang?'' ucap Frans saat melihat putrinya yang kini sudah berada didepan nya.
''Iya pah, aku mau keruangan mas, eh maksudku aku mau keruangan om Rayen.'' jelas Niken, matanya kembali melirik kearah laki-laki tersebut.
''Oya sayang ini namanya pak Regan,kamu pasti sudah mengealnya bukan? pak Regan ini adalah rekan bisnis papa, dia juga abang dari Putri sahabat kamu iya kan?'' tanya Frans memastikan.
''Iya pah, dia memang abang dari sahabat aku yang bernama Putri.'' jawab nya lagi.
'' Gk pah, makasih, aku mau keruangan om Rayen saja.'' jawab Niken sambil melirik kearah Regan melalui ekor matanya.
Semenjak kejadian kemarin entah kenapa Niken merasa harus menjaga jarak dari Rwgan, ia takut jika suaminya akan kembali marah jika sampai melihatnya dekat dengan Regan.
'' Oh baiklah kalau begitu papa dan pak Regan kekantin dulu.''
''Iya pah.'' jawabnya setelah itu ia pun langsung melangkah menuju ruangan suaminya.
Tok-tok-tok
''Masuk!! terdengar suara sahutan dari dalam.
Niken yang mendengar jawaban dari dalam langsung membuka pintu ruangan tersebut.
__ADS_1
''Mas,'' panggil Niken, membuat Rayen mengalihkan pandangannya.
''Sayang.'' jawabnya sambil berdiri dari duduknya kemudian melangkah mendekati istri kecilnya tersebut.
''Kamu naik apa kesini?'' tanya Rayen sambil menggiring istrinya itu menuju sofa yang ada diruangan tersebut.
''Naik taksi mas, oya tadi didepan aku ketemu papa sama bang Regan, emangnya tadi mereka dari ruangan nya mas Rayen ya?
'' Iya, tadi hanya mampir sebenar.'' jawabnya datar. Entah kenapa saat istrinya itu meyebut nama Regan membuat moodnya tiba-tiba memburuk, sungguh Rayen benar-benar tidak menyukai laki-laki bernama Regan itu, setelah kejadian kemarin, ia menganggap rekan bisnisnya itu adalah rival nya, Rayen merasa terancam jika laki-laki itu dekat dengan istrinya.
'' Mas? mas Rayen kenapa sih?'' tanya Jiken bingung, saat melihat tampang suaminya itu tiba-tiba cemberut
'' Mas gpp, oya gimana kalau kita kekantin saja? mas sedang ingin minum kopi sekarang.'' ucap Rayen
'' Baiklah, ayo aku temani.''
...**************** ...
'' Bagai mana kabar kedua orangtuamu nak Regan?'' tanya Frans
''Baik om, saya juga heran kenapa mereka betah sekai tinggal disana.'' jawab Regan.
Saat ini Frans dan Regan sedang berada dikantin kantor untuk menikmati secangkir kopi, sebenarnya keluarga mereka cukup dekat, orangtua Regan dan Frans memang saling mengenal karna dulu mereka sempat bertetangga, waktu itu Lidya masih mengandung Niken, namun hanya beberapa bulan saja mereka bertetangga, setelah itu kedua orangtua Regan memutuskan untuk menjual rumah mereka dan pindah keluar negri, namun beberapa tahun kemudian terdengar mereka kembali lagi dan membeli sebuah rumah, Frans dan kedua orangtua nya Regan hanya bertemu beberapa kali saja, karna mereka lebih banyak menghabiskan waktu diluar negri, sedangkan rumah yang mereka beli ditempati oleh kedua anaknya, apa lagi setelah Regan memutuskan untuk mengelola perusahaan orangtuanya disini.
''Oya om, boleh saya tanya sesuatu?'' tanya Regan sedikit ragu
''Tentu saja boleh, memang kamu mau tanya apa? santai saja tidak usah tegang begitu, seperti orang mau melamar saja, kita ini tidak sedang bekerja jadi jangan formal.'' ucap Frans
Sedangkan Regan hanya tersenyum menanggapi ucapan Frans.
Belum sempat Regan berbicara tiba-tiba ia melihat sosok Niken dan Rayen yang sedang berjalan kearah mereka
__ADS_1
Next