CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Dasar Cewek Kampung!


__ADS_3

Saat ini Niken dan Windy baru saja keluar dari perpustakaan, kedua wanita cantik itu langsung melangkah menuju kantin sekolah untuk mengisi perut yang sudah terasa lapar.


'' Eh Win, itu Putri.'' tunjuk Niken saat melihat salah satu sahabatnya yang sedang duduk di kursi panjang yang ada didalam kantin tersebut.


'' Muka loe bette banget Put, napa loe?'' tanya Windy saat melihat sahabatnya terlihat tak bersemangat


'' Gue lagi bette, kesel, dan juga marah tau gk.'' jawabnya dengan nada kesal


Kedua sahabatnya itu saling pandang, Niken menaikan kedua alisnya sambil melirik kearah Windy seolah bertanya ''apa yang terjadi?'' namun Windy hanya mengangkat kedua bahunya bertanda ia juga tak tau.


'' Sebenarnya apa yang terjadi? Bisa kamu cerita sama kita sekarang?!" ucap Niken, keduanya saat ini sudah duduk dihadapan Putri


'' Gue lagi kesal sama Rangga, kalian tau gk? hanya karna gue buang kue yang ada ditangannya dia marah sama gue.


'' Maksud loe apa? kalau ngomong yang jelas dong!" sambung Windy.


Putri pun langsung menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya tersebut.


'' Gimana gue gk marah coba? Dia lebih ngebelain cewek itu ketimbang pacarnya sendiri.'' sambungnya lagi.


'' Put, kalau menurut aku ni ya, yang dibilang sama Ragga itu ada benarnya juga, kamu gk boleh seenaknya kayak gitu,'' ucap Niken


'' Iya hati-hati loe Put, ntar Rangga bisa ilfil lagi, kalau loe bersikap kayak gitu.'' sambung Windy, membuat gadis itu semangkin bette.


'' Iih, kalian ini buat mood gue makin hancur aja, kalian itu sahabab gue, jadi kalian harus belain gue dong, jangan ikut-ikutan Rangga.'' ucapnya tak suka


'' Putri dengar! walaupun kamu itu sahabat kami, tapi kami juga gk akan membenarkan jika sahabat kami melakukan perbuatan salah seperti ini, jadi kami sarankan jika kamu mau hubunganmu kembali membaik sama Rangga sebaiknya kamu segera minta maaf dengan perempuan itu.'' Niken memberikan nasehat untuk Putri

__ADS_1


'' Minta maaf?? sama perempuan miskin itu? no way! jangan harap, gue gk akan mau melakukannya, bisa jatuh harga diri gue, bisa-bisa dia besar kepala, udah deh, kalian gk usah nasehati gue, Rangga itu hanya sedikit kesel aja sama gue, gue yakin bentar lagi dia juga baik lagi, percaya deh sama gue.'' ucapnya yakin.


Sedangkan kedua sahabatnya itu hanya bisa pasrah, mereka tau jika Putri sangat keras kepala, dan tipe gadis yang tidak mau kalah, makanya mereka yang selalu mengalah, karna jika mereka adu mulut dengan sahabatnya itu, mereka tau pasti tak akan ada habisnya maka dari itu lebih baik mengalah.


'' Terserah kamu aja Put, sebagai sahabatmu kami hanya ingin yang terbaik untukmu, tapi jika kamu gk mau terima saran dan nasehat yang kami berikan ya,, kami bisa apa.'' pasrah Niken.


Nyebelin banget sih semuanya, Rangga ngambek, eh ini dua orang sahabat juga sok nasehatin gue segala, nyebelin banget. Mendingan gue pergi aja dari pada harus terus dengerin ocehan kedua gadis yang sudah tak perawan ini, bikin tambah kesel aja.


Batin Putri sambil beranjak dari duduknya.


'' Eh kamu mau kemana Putri?'' tanya niken saat melihat sahabatnya itu beranjak dari kursinya.


'' Gue gerah disini mau cari angin dulu.'' setelah mengatakan itu Putri langsung meninggalkan kedua sahabatnya tersebut.


'' Anak itu dari dulu gk pernah berubah.'' ucap Windy


'' Aamiin,'' mudah-mudahan saja dia cepat menyadari kesalahannya.


......................


'' Apa yang harus aku lakukan sekarang? sepertinya Rangga benar-benar marah sama aku, buktinya ku telpon sejak tadi selalu di reject sama dia, semua ini gara-gara gadis miskin itu, buat apa coba dia pakai acara kasih kue segala sama Rangga, gk tau apa kalau dia itu pacar aku.'' Putri kembali menggeram.


Saat Putri melangkah hendak menuju kelas, tiba-tiba matanya melihat sosok Mika yang saat itu sedang berbicara dengan teman satu kelasnya.


'' Tuh dia gadis kampung!" gumamnya, kemudian langsung melangkah menuju kedua gadis itu


'' Heh cewek kampung, maksud loe apa ngedekati cowok gue? Pakai acara ngasih kue segala lagi, loe suka ya sama dia?? hardiknya.

__ADS_1


'' Maksud kamu siapa?


'' Iya nih datang-datang lansung marah-marah aja.'' sambung teman Misya.


'' Eh diam loe! gue gk ada urusan sama loe, gue kesini urusannya sama cewek kampung ini.'' ucap Putri sambil menunjuk pada wajah Misya.


'' Maksud kamu cowok yang mana sih?'' tanya Misya lagi


'' Eh jangan berlagak bego loe, dasar cewek kampung, seluruh dunia juga tau kalau cowok yang gue maksud itu adalah Rangga, gue peringati ya sama loe, jangan sekali-kali loe berani deketin Rangga lagi, atau loe akan tau akibatnya.


'' PUTRI !!! apa-apaan kamu? aku suruh kamu temuin Misya untuk minta maaf kan? bukan malah ngajakin ribut seperti ini, aku benar-benar gk nyangka ya sama kamu, apa susahnya sih tinggal minta maaf saja.


Rangga yang tadinya lewat tak sengaja melihat kekasihnya marah-marah pada Misya, akhirnya ia pun langsung mendekati gadis tersebut.


'' Sudahlah Rangga aku gpp kok, aku udah maafin dia, ya walaupun kuenya sudah rusak tapi setidaknya kamu sudah mau menerimanya saja aku udah sangat senang Ga, jadi sebaiknya gk usah dipermasalahkan lagi ya?


Sialan nih cewek,pintar banget dia ngomong, aku yakin Rangga pasti akan merasa bersalah karna ucapannya itu, aku tau banget sifat Rangga yang mudah terhasut apa lagi dengan ucapan seperti itu.


Batin Putri sambil menatap penuh benci pada Misya.


'' Kamu dengar kan apa yang dikatakan Misya barusan? Walaupun kamu gk minta maaf, dia sudah mau maafin kamu duluan, sedangkan kamu apa? jangankan minta maaf, ini malah nambahin masalah lagi.'' ucap Rangga dengan bahasa pelan, namun penuh dengan penekanan, dan membuat orang yang mendengarnya pasti tau jika pemuda itu sedang menahan emosi


'' Tapi Rangga ak--,''


'' Sudah aku gk mau dengar penjelasan dari kamu, aku sangat kecewa sama kamu.'' setelah mengatakan itu Rangga pergi meninggalkan nya begitu sana.


'' Semua ini gara-gara loe cewek kampung, awas aja loe ya, gue akan buat perhitungan jika loe gk nurutin ucapan gue tadi.'' ancam Putri setelah itu ia langsung meninggalkan kedua gadis tersebut.

__ADS_1


Next


__ADS_2