
Saat ini terlihat seorang wanita remaja sedang duduk sambil memandangi layar ponselnya yang terdapat poto seseorang disana.
'' Bang Regan kamu sangat tampan, tapi bukan itu yang membuat aku jatuh cinta padamu, tapi karna setiap saat berada didekatmu, aku merasa sangat nyaman, dan juga aku merasa terlindungi saat bersamamu.'' gumamnya sambil membelai poto Regan yang menjadi walpaper diponselnya.
Windy menatap jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul tujuh malam, samar-sama ia mendengar suara orang bicara diruang tamu.
'' Siapa yang bicara sama mama ya? Papa kan lagi diluar kota, apa mungkin kak Sesil udah pulang kali ya.'' gumamnya sambil bangkit dari duduknya lalu melangkah menuju pintu kamar.
'' Jadi kamu sudah tau jika Windy menjalin hubungan dengan mantan pacarmu itu?'' tanya Yuna, saag ini Yuna sedang membicarakan hubungan Windy dan Regan bersama Sesil, Yuna memang tau jika Regan dan Sesil pernah menjalin hubungan, karna secara tak sengaja ia pernah melihat poto laki-laki itu dalam dompet Sesil karna penasaran Yuna pun bertanya pada putri nya, namun saat itu Sesil mengatakan jika dirinya dan Regan sudah putus, disitulah Yuna tau jika Regan pernah menjalin hubungan dengan Sesil.
'' Apa mama menceritakan pada Windy jika aku dan Regan pernah memiliki suatu hubungan?'' tanya Sesil
'' Tidak, mama tidak ada menyinggung mu saat itu, memangnya kenapa? Jangan bilang kalau kamu masih mencintai laki-laki itu setelah tiga tahun kalian putus?'' Yuna menyipitkan matanya menatap sang putri, ia berharap Sesil tidak memiliki perasaan lagi pada Regan, laki-laki yang kini sedang menjalin hubungan dengan putri bungsunya.
'' Entahlah mah, sebenarnya salah satu alasanku pulang memang karna ingin memperbaiki hubunganku dengan Regan, tapi siap sangka jika saat ini lelaki yang masih kuinginkan sudah menjalin hubungan dengan adikku sendiri, memang dunia ini sangat sempit.'' ucapnya
Yuna yang mendengarkan ucapan Sesil sedikit was-was ia takut hanya karna laki-laki kedua putrinya menjadi bermusuhan.
'' Sesil dengar kan mama baik-baik, kalian berdua adalah putri mama, dan mama tidak ingin hanya karna laki-laki kalian berdua menjadi bermusuhan, jadi mama mohon sama kamu sebaiknya kamu tidak usah lagi mengganggu Regan, bukankah dia lebih memilih adikmu sekarang? Itu artinya dia memang sudah tidak memiliki perasaan lagi kan sama kamu.'' ucap Yuna mencoba menasehati putri sulungnya
__ADS_1
'' Tapi mah, apa mama tidak pernah berpikir jika Regan memacari Windy hanya berniat untuk balas dendam sama aku? karna aku meninggalkannya tiga tahun lalu, dan tanpa memberi kabar sama sekali padanya, dan mungkin saja saat ini ia berniat ingin membalaskan sakit hatinya padaku melalui Windy, apa mama gk pikirkan hal itu? Jika sampai terjadi pasti Windy akan sangat terluka mah.'' jelas Sesil Yuna terlihat berpikir, dalam benaknya ada benarnya juga yang dikatakan oleh Sesil, bagai mana kalau Regan hanya memanfaatkan Windy saja untuk membalas apa yang pernah dilakukan Sesil padanya.
'' Maksud kamu Regan tidak benar-benar mencintai Windy? berarti dia hanya pura-pura saja gitu?
'' Mungkin saja mah, aku juga gk bisa mastiin, tapi ada kemungkinan cinta yang dimiliki Regan untuk Windy hanya pura-pura saja.'' ucap Sesil, tanpa mereka sadari sejak tadi Windy mendengar semua ucapan Sesil dengan Yuna ibu mereka, tiba-tiba saja hatinya merasa sakit.
Apa benar semua yang ku dengar ini? Jadi selama ini mantannya bang Regan ternyata adalah kak Sesil, kakak ku sendiri, apa selama ini bang Regan hanya pura-pura saja mencintaiku, hanya untuk membalas rasa sakit hatinya pada kak Sesil? Kenapa bang Regan begitu jahat padaku, kenapa dia tega membohongiku? jika memang semua ini tidak benar, kenapa tadi dia harus berbohong? aku benar-benar kecewa padamu bang
Windy berperang dengan batinnya, rasa sakit dan kecewa menjadi satu, rasanya ia benar-benar marah dengan Regan, bukan marah karna hubungan masa lalunya bersama Sesil, namun karna Regan telah tega membohongi dirinya.
...--------------...
'' Apa kau merasa deg-degan?'' Frans bertanya pada Rayen karna melihat adik angkat yang kini sudah menjadi menantunya itu terlihat sedikit tegang.
'' Saya bukannya sedang melakukan malam pertama dengan Niken bang, jadi buat apa saya merasa deg-degan.'' ucap Regan membuat Frans langsung menendang kakinya.
'' Dasar menantu kurang ajar kau.'' dengus Frans, yang tak diperdulikan Rayen, saat keduanya asik memperdebatkan masalah sepele, tiba-tiba datang seorang polisi bersama dengan orang yang mereka kenal dengan tangan yang diborgol.
Mata Rayen membelalak kaget saat melihat siapa yang datang bersama polisi tersebut, rasanya laki-laki tampan itu sudah sangat tidak sabar lagi ingin bertanya pada sosok tersebut.
__ADS_1
'' Pak Rayen, pak Frans ini lah dalang dari peristiwa kecelakaan yang menimpa bapak dan juga rekan bapak pak Leo, yang juga mengakibatkan nya meninggal dunia.'' jelas polisi tersebut.
Rayen menatap orang tersebut dengan penuh tuntutan, bagitu banyak pertanyaan yang ada dibenaknya, sungguh ia tak pernah menyangka jika pelakunya adalah orang yang ada didepannya, bahkan tak pernah terlintas dipikiran Rayen jika dialah dalang dari semua kecelakaan ini.
'' Jelaskan! apa maksud semua ini? Mengapa kau tega melakukan nya? Apa motif mu yang sebenarnya? Karna saya sama sekali tidak percaya jika semua ini hanya karna masalah pekerjaan, apa kamu memiliki dendam pribadi dengan saya?'' Rayen menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan, ia masih menatap tajam pada sosok yang sama sekali tak berani menatapnya, sejak tadi orang tersebut hanya menundukan wajahnya.
''Kenapa masih diam? CEPAT KATAKAN MIKAA !!!!'' Rayen berteriak didepan wajah wanita yang diteriakinya, dan ya dia adalah Mika, entah apa alasan wanita itu sebenarnya Rayen sungguh tak mengerti, bahkan selama ini hubungan mereka baik-baik saja, Rayen juga merasa tak pernah melakukan kesalahan apapun dengan wanita itu, tapi kenapa ia bisa melakukan kejahatan ini pada Rayen, hingga mengakibatkan mobil mereka mengalami kecelakaan.
'' Maaf kan aku Rayen, aku salah, aku benar-benar minta maaf.'' ucap Mika lirih
'' Apa sebenarnya alasanmu melakukan ini semua sama saya?? Apa selama ini saya pernah berbuat jahat sama kamu hah? Apa selama ini saya pernah menyakiti hati kamu hingga kamu tega mau mencelakakan saya san Leo?'' dada Rayen naik turun, ia benar-benar marah dengan wanita yang ada didepannya saat ini.
'' JAWAB SAYA SEKARANG MIKA!!!'' Rayen kembali berteriak didepan Mika, membuat wanita itu sedikit ketakutan.
'' Ray sabar, tenanglah! walau bagai mana pun dia seorang wanita, biar kita serahkan semua ini pada pihak yang berwajib, dan wanita ini bisa dijatuhi hukuman yang setimpal.'' ucap Frans menenangkan Rayen.
'' Saya hanya ingin dia mengatakan kenapa dia melakukan ini semua bang, kenapa dia ingin saya dan Leo celaka?'' ucap Rayen dengan pandangan tertuju pada Mika.
Next
__ADS_1