CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kejadian Yang Sebenarnya


__ADS_3

Pagi ini Putri berangkat sedikit terlambat dari biasanya mungkin karna ia bangun kesiangan, akibat tidak bisa tidur dengan nyenyak.


'' Put, loe gpp kan?'' Windy menatap wajah lesu sahabatnya, tadi malam Putri sudah menceritakan semuanya, Windy hanya bisa menguatkan sahabatnya itu, walaupun ia juga tidak yakin jika Rangga akan tega melakukan semua itu, namun namanya juga laki-laki mana mungkin akan tahan jika terus digoda oleh perempuan pikirnya, karna ia dulu juga mengalami hal serupa, lelaki yang menurutnya sangat tidak mungkin berselingkuh nyatanya tak bisa menahan hasratnya juga, jadi ia tak ingin terlalu membela Rangga, karna Windy juga belum tau pasti masalahnya seperti apa, ia hanya mendengar dari versi Putri, ia juga berniat ingin tau dari versi Rangga agar nantinya Windy bisa memberikan solusi dari masalah sahabatnya itu, karna sebagai sahabat, Windy sangat tau jika Putri sangat mencintai Rangga, mungkin saat ini sahabatnya itu terlalu syok dan tak menyangka jika ia akan melihat hal menyakitkan itu, hingga mungkin untuk saat ini ia memilih untuk tidak bicara pada Rangga.


Saat jam istirahat Windy mengajak Putri untuk pergi kekanti, namun sepertinya sahabatnya itu sedang tidak bersemangat,'' Gue pesanin makanan aja mau gk? bang Regan bilang sama gue, kalau tadi pagi loe belum sarapan, dia juga tanya sama gue ada masalah apa sama loe, terpaksa gue bohong sama dia,'' jelas Windy.


'' Kalau gitu belikan aja gue mie level sepuluh, saat ini gue pengen makan yang pedas-pedas.'' ucap Putri


'' Gila loe ya? yang ada loe nantinya masuk rumah sakit kali, yasudah entar gue belikan buat loe deh tapi yang level lima aja ya, gue cabut dulu soalnya gue udah laper banget nih, gue tinggal bentar ya Put? Ingat jangan bunuh diri hanya karna cowok.'' sindir sang sahabat membuat Putri menatapnya sinis.


'' Nyinyir banget sih si Windy, udah kayak nenek-nenek aja mulutnya ngomong gk ada rem nya.'' gerutu Putri.


Beberapa menit kemudian Putri mendengar langkah kaki memasuki ruang kelas.


'' Kenapa loe balik lagi Win? Loe berubah pikiran ya takut kalau gue bunuh diri?'' ucap Putri tanpa melihat siapa yang datang, ia pikir itu adalah Windy namun saat dirinya berbalik ternyata orang tersebut adalah Rangga.


'' Kamu? buat apa kamu kesini? sebaiknya kamu keluar sekarang aku gk mau melihatmu ada disini.'' bentak Putri, ia tak ingin melihat wajah Rangga, sebab akan membuat dirinya kembali teringat adegan dimalam itu.


'' Putri aku mohon tolong dengerin aku sekali saja, aku sama sekali gk berselingkuh dibelakangmu, aku sayang kamu Putri, bagai mana bisa aku menduakanmu, jadi ku mohon percayalah.'' Rangga terus memohon agar Putri mau memberikannya kesempatan untuk menjelaskan semuanya.


'' Kamu mau keluar sekarang, atau aku yang keluar?'' Putri menatap Rangga dengan tajam, ia sama sekali tak ingin mendengar apapun dari mulut Rangga.


'' Putri aku mohon..


'' Baiklah kalau gitu biar aku yang keluar.'' setelah mengatakan itu Putri langsung keluar dari kelas, namun tangannya langsung ditarik oleh Rangga dengan keras hingga membuat tubuhnya tertarik dan menabrak tubuh Rangga.


'' Rangga lepas!!'' ucap Putri sambil menarik tangannya yang digenggam Rangga dengan erat.

__ADS_1


'' Rangga lepasin aku!! Atau aku teriak sekarang!'' ancam Putri, mau tak mau akhirnya Rangga melepaskan genggaman tangannya pada Putri. Setelah kepergian gadis itu Rangga terduduk lemas diatas kursi ruang kelas, rasanya perasaannya sangat kacau.


'' Maaf kan aku Putri, kamu benar, ternyata menerima Misya bekerja di cafe merupakan suatu kesalahan.'' gumamnya, Rangga meraup kasar wajahnya,lalu meletakan kepalanya diatas meja.


'' Jangan mudah putus asa, jika memang loe gk bersalah, maka loe harus terus berjuang untuk menjelaskan semuanya.'' ucap suara seseorang, membuat Rangga langsung mengangkat kepalanya.


'' Windy, kamu percaya pada saya?'' tanya Rangga


'' Sedikit, gue tau loe sangat menyayangi Putri, dan gue tau loe juga gk pernah kan melakukannya dengan sahabat gue yang mesum itu? jadi apa alasan yang membuat loe harus berselingkuh, sementara Putri jauh lebih cantik dan seksi dari pada Misya, jadi dugaan gue benarkan kalian belum melakukannya? .'' mendapat pertanyaan itu membuat wajah Rangga langsung memerah, apa ini artinya setiap kegiatan panas yang dia dan Putri lakukan para sahabatnya ini akan tau, jika ia, maka Rangga sudah tidak punya muka lagi sekarang.


''Sudah jangan mikir jauh kesana,'' ucap Windy seolah tau yang Rangga pikirkan.


'' Oya bisa loe jelasin apa yang terjadi saat itu? Putri bilang ke gue jika dia lihat loe dan Misya sedang berciu*man ditaman belakang cafe, apa itu benar? gue mau loe jujur Ga, loe tau kan gue sudah pernah dikhianati oleh orang yang sangat gue cintai dulu, jadi gue tau sakitnya seperti apa, dan gue berharap jika dugaan Putri sama loe itu salah.'' ucap Windy sambil menatap serius pada Rangga.


'' Semua itu memang tidak benar, Putri salah paham padaku waktu itu, sebenarnya saat itu..


'' Rangga, boleh aku minta tolong?


'' Ada apa? Apa yang bisa saya bantu?


'' Begini, aku ingin mengabari ibuku jika hari ini pulangnya agak telat, bisa gk aku pinjam ponselmu sebentar? ponselku batrenya habis aku takut ibu khawatir jika nanti aku pulangnya terlambat.'' ucap Misya


'' Baiklah, ini.'' Rangga memberikan ponselnya tanpa curiga pada gadis itu. Sebenarnya tak ada yang dilakukan Misya pada ponsel milik Rangga, namun ia berencana untuk menggiring pemuda itu kebelakang taman, sebab ia tau jika Rangga pasti akan membutuhkan ponselnya itu, dan benar saja hanya beberapa detik ia memegangnya benda persegi panjang itu sudah berbunyi berulang kali.


'' Kenapa Misya lama sekali ya? Aku butuh ponselku untuk menghubungi papa,'' gumam Rangga, ia pun langsung mencari keberadaan Misya, namun sebelumnya ia bertanya pada salah satu pegawai cafenya,


'' Apa kamu melihat Misya?

__ADS_1


'' Oh ada mas di tadi berjalan ditaman belakang, ada apa ya mas Rangga mencarinya?


'' Saya hanya ingin mengambil ponsel milik saya yang ia pinjam, sebab saya mau menghubungi seseorang.'' jelas Rangga, pegawai wanita itu hanya mengangguk tanda mengerti.


'' Dimana Misya? untuk apa dia menghubungi ibunya sampai mencari tempat sejauh ini.'' gumamnya sambil mengedarkan pandangannya.


'' Rangga kamu mencariku?'' ucap Misya dari balik tembok


'' Iya saya memerlukan ponsel itu, apa kau sudah selesai menghubungi ibumu?


'' Belum Rangga, tadi sinyalnya gk ada makanya aku keluar, eh udah dapat sinyal aku lupa jika ponselmu memiliki kata sandi, bisa kamu bantu aku sekali lagi gak?'' pinta nya


'' Baiklah,'' Rangga melangkah mendekati Misya, berapa nomor ponsel ibumu?'' Rangga bertanya sambil menatap wajah Misya, seketika wanita itu langsung terpesona kalau melihat wajah tampan Rangga dari jarak yang lumayan dekat, wajah laki-laki yang selama ini ada dihatinya.


Tiba-tiba saja Misya mendorong tubuh Rangga hingga terbentur ketembok bangunan cafe miliknya.


'' Misya apa yang kau lakukan?'' Rangga sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Misya.


'' Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan sejak dulu Rangga, kamu tau kan aku sangat menyukaimu? tapi kamu tidak pernah lihat itu,'' ucap Misya matanya terus menatap wajah tampan lelaki itu, bahkan ia dengan tidak tau malunya mulai merapatkan tubuhnya.


'' Misya apa yang kau katakan? dengar saya sudah berbesar hati menerimamu untuk bekerja di cafe ini, jadi jangan bertidak diluar batasanmu!" Rangga geram dan langsung mendorong tubuh gadis itu.


'' Ah Rangga aku sangat mencintaimu, ku mohon jadikan aku pacarmu, jadikan aku yang kedua aku juga tidak masalah, aku rela.'' ucapnya dengan tidak tau malu, Misya kembali mendekat dan langsung mencium bibir Rangga dengan penuh nafsu, Rangga tak sempat menghindar, namun ia mencoba mendorong dengan paksa, namun belum lagi tubuh Misya menjauh Putri tiba-tiba datang dan melihat kesalah pahaman itu.


Flashback and


Next

__ADS_1


__ADS_2