
Setelah sampai diparkiran cafe Putri dan Windy langsung turun dari mobil, Putri juga sudah menceritakan semuanya pada Windy, jika didalam ada Regan dan juga Sesil kakaknya. Dengan hati berdebar. Windy melangkah masuk kedalam cafe disusul oleh Putri dibelakangnya, netra hazel itu menyapu seluruh ruangan cafe, hingga pandangannya tertuju pada dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.
'' Itu mereka Win,'' tunjuk Putri kearah meja yang berada disudut ruangan.
'' Apa yang sedang mereka bicarakan ya? sepertinya serius sekali.'' sambung Putri
''Put, mereka kelihatan sangat serasi ya?'' ucap Windy tiba-tiba
'' Loe kenapa bicara seperti itu Windy? sebenarnya ya, gue itu lebih mendukung loe yang jadi kakak ipar gue ketimbang kakak loe itu, maaf lo ya, bukan bermaksud apa-apa, tapi memang gue gk suka dengan sifat kakak loe, walau bagai man pun dia pernah berselingkuh dua kali, awalnya sih gue suka sama dia, tapi saat tau dia sudah menyakiti abang gue, ya gue sama sekali sudah gk respek sama dia, tapi gue juga merasa heran, kenapa saat berhadapan dengannya rasa marah gue itu gk bisa gue lampiaskan sama dia ya?.
'' Kalian sudah datang?'' terdengar suara seseorang dari arah belakang.
'' Hai Niko, gimana keadaan mu udah baikan? Maaf ya melibatkan lie dalam rencana gue'' ucap Putri sedikit merasa tak enak.
'' Udah, gue udah sehat kok, kalian tenang aja, selagi gue bisa bantu pasti akan gue bantu, yaudah yuk Rangga udah nunggu disana.'' jelas Niko
'' Kami langsung aja kemeja mereka, nanti kalian nyusul aja.'' setelah mengatakan itu Putri langsung menarik tangan Windy menuju kearah meja yang ditempati Regan dan juga Sesil.
Windy terlihat sangat gelisah, sebenarnya ia sedikit ragu, tapi ia juga butuh kepastian,
'' Kok lambat banget sih jalannya, loh tangan loe dingin banget Win?'' ucap Putri saat menarik tangan sahabatnya.'' Loe gugup ya? Udah pokoknya loe harus terlihat santai ok.'' sambung Putri sambil terus melangkah menuju meja Regan dan Sesil.
'' Wah-wah-wah, ternyata ketemu sama bang Regan dan kakak loe disini kita Win?'' ucap Putri membuat Regan langsung menoleh kearah mereka, tepatnya kearah Windy yang saat itu berdiri disamping adiknya Putri.
__ADS_1
'' Loh kalian disini juga? Kebetulan banget,'' ucap Sesil tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Terlihat Regan bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Windy, '' Windy aku ingin bicara sama kamu sebentar, aku akan jelasin semuanya.'' ucap Regan yang hendak menarik tangan Windy namun dengan cepat Putri mencegahnya.
'' Udah bicaranya nanti saja bang, aku dan Windy mau makan dulu laper soalnya, kak Sesil bolehkan kami gabung bersama kalian?'' tanya Putri,
'' Tentu saja, gk apa-apa kan Re?'' tanya Sesil seolah meminta ijin, membuat Putri yang mendengarnya merasa muak.
'' Kamu kenapa diam saja dek? ada masah? pasti kamu marah ya kalau kakak saat ini sedang bersama dengan pacar kamu? Maaf ya tadi kami gk sengaja ketemu didepan cafe,'' ucapnya dengan nada dibuat sedih.
'' Iya kami tidak sengaja ketemu.'' sambung Regan sambil melihat reaksi Windy, ia takut kekasihnya itu akan salah paham, namun tak seperti perkiraannya, Regan melihat reaksi Windy biasa saja, tak ada tanda-tanda cemburu disana, sejujurnya melihat hal ini semangkin membuat Regan merasa takut, apa lagi ia datang bersama Putri, didalam hatinya bertanya munkinkah Windy sudah tau kebenarannya? Ia juga berpikir pasti Putri menceritakan semua masa lalunya bersama Sesil, karna tadi Sesil sempat bilang jika ia dan Putri sudah bertemu tadi pagi dirumah orangtuanya.
Setelah memesan makanan mereka sempat berbincang, Putri sesekali menyindir pada Regan dan juga Sesil, Windy yang mendengar mencoba menguatkan hatinya, apa lagi saat sahabatnya itu mengatakan jika dulu abangnya itu terlalu bucin dengan Sesil.
'' Loh emang kenapa Re? Bukankah yang dikatakan Putri itu benar ya? dulu itu kamu sangat bucin sama aku.'' sambung Sesil dengan PD nya, yang membuat Putri sebenarnya berasa pengen muntah, sebenarnya Putri hanya ingin memancing abangnya agar ia menegaskan pada Sesil didepan Windy, jika antara mereka memang sudah tidak ada hubungan lagi, mereka benar-benar sudah berakhir, itulah tujuan Putri sebenarnya, dan Windy tau itu, walaupun harus mengorbankan sedikit perasaan nya.
Saat Regan hendak menjawab tiba-tiba Rangga datang bersama dengan Niko sambil membawa makanan pesanan Putri dan juga Windy.'' kami boleh gabung kan?'' tanya Rangga
'' Tentu,'' jawab Putri cepat sambil memberi ruang pada Rangga dan juga Niko duduk diantara dirinya dan juga Windy
'' Ini dia makanan kesukaan kamu.'' ucap Niko sambil menyodorkan sepiring spaghetti lengkap dengan saus dan topingnya.
'' Waah, Niko loe tau makanan kesukaan Windy, gue rasa pacarnya aja gk tau makanan kesukaannya.'' ucap Putri yang sengaja menyindir Regan, Regan merasa hatinya benar-benar tercubit, ia sadar selama berpacaran dengan Windy Regan sama sekali tak tau makanan yang disuka atau pun yang tidak disukai pacarnya, sungguh miris memang.
__ADS_1
Saat acara makan berlangsung tiba-tiba Niko menyentuh sudut bibir Windy, bermaksud mengelap sesuatu yang menempel di sana.
'' Maaf ada saos tadi dibibir kamu.'' jelas Niko, Regan yang melihat itu mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, ingin sekali ia menonjok wajah pemuda yang sudah lancang menyentuh bibir kekasihnya, namun sebisa mungkin ia menahannya Regan tak ingin membuat keributan ditempat itu, sementara Sesil menyadari perubahan dari raut wajah mantan kekasihnya itu saat melihat kedekatan Windy dengan laki-laki lain.
Regan apa kamu cemburu melihat Windy dekat dengan laki-laki lain? apa kamu benar-benar sudah melupakan aku dan sudah mulai mencintai adiku sekarang? apa aku harus mengalah pada adikku sendiri?
Ucap batin Sesil. Sementara Regan terus memperhatikan interaksi keduanya membuat hatinya semangkin panas. Tiba-tiba Regan bangkit dari kursinya membuat semua yang ada disana menatap kearahnya. Regan melangkah dengan cepat dan langsung menarik tangan Windy.'' Ikut aku sekarang!" perintahnya sambil menarik Windy menjauh dari mereka.
'' Aww,, bang Regan lepas! tanganku sakit.'' ucapnya sambil meringis.
'' Kamu apa-apaan sih Windy? Kenapa kamu biarkan cowok lain pegang-pegang kamu? didepan aku lagi, kamu benar-benar gk ngehargain aku ya.'' Regan berucap dengan kesal.
'' Lalu bang Regan sendiri gimana? kenapa bohong segala sama aku? maksudnya apa coba?'' Windy balik marah pada Regan.
'' Aku, aku hanya tak ingin menyakitimu,'' jawab nya lirih
'' Apa? Bang Regan bilang tak ingin menyakitiku? Asal abang tau, dengan abang berbohong dan menyembunyikan tentang hubungan masalalu abang dengan kak Sesil itu sudah menyakitkan buat aku, kenapa harus ditutupi? Bukankah kalian sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi, jadi buat apa masih ditutup-tutupi segala. Kecuali diantara kalian...'' Windy sengaja menggantung kalimatnya untuk melihat reaksi Regan.
'' Windy aku minta maaf jika semua kebohonganku ini melukai hatimu, tapi jujur, tidak pernah terlintas aku dengan sengaja akan membohongimu, aku melakukannya hanya agar kamu tidak merasa sedih.
'' Itu bukan suatu alasan untuk abang tidak berkata jujur sama aku, sekarang aku tanya sama bang Regan, apa abang masih cinta sama kak Sesil? dan abang mendekatiku apa hanya karna ingin membalas dendam dengannya, karna sudah mengkhianatimu waktu itu? Jadi saat tau aku adiknya kak Sesil, lalu bang Regan ingin membalasnya melewati aku, begitukah?'' Windy berucap dengan air mata yang sudah tumpah, membasahi pipinya.
Next
__ADS_1