CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Menyusul Niken


__ADS_3

Setelah acara makan selesai, kedua keluarga itu mulai membicarakan tentang kelanjutan hubungan keduanya.


''Windy, kamu setujukan kalau menikah dengan Leo?'' ucap tante Wati, ya dia adalah Leo asisten sekaligus sahabat Rayen.


''I-iya tante,'' jawabya pelan, sebenarnya itu bukanlah keinginan dari hatinya, namun sebelum berangkat mama Yuna sudah memperingatkan Windy bahwa jika tante Wati menanyakan hal tersebut maka Windy akan menjawabnya iya, padahal bisa saja Windy menolak, atau mengatakan pada mereka semua jika dirinya sama sekalu tak ingin menikah sekarang, namun Windy tak ingin membuat jedua orang tuanya malu maka dari itu Windy hanya bisa pasrah saja.


Ditempat lain, saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju kediaman Mahendra,setelah pekerjaannya selesai ia langsung menuju rumah tersebut karna memang dirinya merasa sudah teramat rindu pada kekasih kecilnya tersebut, namun dirinya juga terlihat sedikit kesal karna sejak tadi pagi gadisnya itu belum juga memberi kabar pada nya.


Setelah sampai Rayen langsung memarkirkan mobilnya dengan sembarangan dihalaman rumah mewah tersebut,kemudian segera melangkahkan kakinya kedalam tempat tinggal kekasihnya itu.


Saat Rayen masuk, ia melihat Lidya sedang menonton acara televisi sambil memakan cemilan.


''Mba,'' sapa Rayen membuat Lidya yang sedang asik menonton sedikit tersentak.


''Loh kamu Ray, ngagetin saja, kamu dari mana, baru pulang kerja ya?'' ucap Lidya namun dengan mata yang masih fokus ke layar televisi


''Ita mba, oya Niken mana kok gak kelihatan?'' tanya Rayen basa-basi


''Oh, dia sedang berada dirumah Putri, katanya malam ini dia akan menginap disana.'' jelas Lidya,membuat tubuh Rayen seketika lemas.


''Menginap dirumah Putri,kenapa dia gk bilang sama aku,tega sekali kamu sayang, mau nginap dirumah teman gk bilang dulu sama aku,rasa rinduku sudah tak dapat dibendung lagi,apa sebaiknya aku susul saja dia disana.


Batin Rayen galau


''Mba, aku pulang dulu ya, aku baru ingat ada urusan yang belum aku selesaikan.'' ucap Rayen beralasan.


''Ya baiklah,kamu hati-hati ya dijalan?.''ucap Lidya yang diangguki oleh Rayen.


Didalam mobil Rayen mencoba kembali untuk menghubungi Niken, namun masih tak diangkat oleh gadis tersebut.


''Sedang apa sih kamu Niken, kenapa tidak menjawab telpon dari om,'' gumam Rayen yang mulai gelisah.


Akhirnya tanpa pikir panjang Rayen melajukan mobilnya menuju kediaman sahabat Niken yaitu Putri.


Sedangkan dikediaman Putri, saat ini gadis tersebut sedang menuju lantai atas dimana kamar Putri berada untuk mengambil ponsel miliknya.Dan bertepatan itu Rayen juga kembali menghubunginya.


''Ya hallo om,'' jawab Niken setelah menggeser tombol berwarna hijau.


''Niken, kemana saja kamu? kenapa tidak angkat panggilan dari om sejak tadi?'' terdengar nada protes dari sebrang sana


''Maaf om, aku lupa.''


''Sekarang kamu dimana?


''Lagi dirumah Putri om aku nginap dirumahnya


''Kamu tunggu, om kesana sekarang.


''Tapi om---'' tut-tut-tut, belum sempat Niken menjawab Rayen sudah mematikan sambungan telponnya begitu saja.


''Ck, om Rayen, main matiin gitu aja sih, ngeselin banget.'' gerutu nya, setelah itu Niken kembali turun untuk bergabung bersama sahabatnya Putri.

__ADS_1


''Lama amat loe Ken, film nya udah tayang ini.'' ucap Putri


''Maaf tadi terima telpon dulu.'' jawab Niken sambil mendudukan bokongnya disebelah Putri.


Beberapa saat kemudian seorang Art datang menghampiri Niken dan Putri, ia berkata ada yang mencari Niken.


''Maaf non, ada yang datang mencari non Niken.'' ucapnya


''Siapa bik?'' tanya Putri penasaran


''Bibi gk tau non,'' jawab Art tersebut


''Mungkin om Rayen Put, soalnya tadi dia bilang mau datang kesini.'' jelas Niken


Kemudian Niken pun langsung menuju pintu depan untuk menemui orang tersebut.


''Huuff, pasti setelah ini Niken bakalan diajak pergi sama omnya, dasar si om peganggu, pasti setelah ini gue bakal sendiri lagi deh...'' gerutu Putri sambil menyandarkan tubuhnya disandaran sofa.


''Kenapa kamu mukanya cemberut gitu? dan om siapa yang kamu maksud? ucap Regan yang tiba-tiba sudah berdiri didepan adiknya


''Haaiiss, bang Regan ngageti aja sih,'' ucap Putri bertambah bette.


''Kamu belum jawab pertanyaaan abang? siapa yang datang?'' ulang Regan


''Om Rayen, kayaknya dia datang mau jemput Niken deh.


''Rayen? sepertinya aku pernah dengar nama itu, apa dia orang yang sama dengan yang ada dipikiranku saat ini.


Putri hanya melirik sekilas, lalu kembali menonton acara kesukaannya.


''Om,'' panggil Niken sambil tersenyum lebar.


''Niken om kangen banget sama kamu sayang.'' ucap Rayen sambil menarik tubuh Niken kedalam pelukannya.


''Om lepasin, ini dirumah orang, nanti ada yang lihat gimana?.'' ucap Niken protes


''Biarin saja, habisnya om kangen banget sama kamu.'' sambil memeluk kekasihnya lebih erat


Niken pun pasrah, percuma jika ia tetap menolak pasti om nya tersebut tidak akan mendengar ucapannya.Lagi pula ia juga sebenarnya kangen dengan omnya tersebut.


Setelah puas Rayen pun segera melerai pelukan nya dari tubuh Niken,


''Kamu kesini kok gk kasih tau om sih, mama kamu bilang kamu mau nginap disini apa itu benar?


''Iya om, maaf aku lupa bilang sama om tadi.'' ucapnya meminta maaf.


''Baiklah om akan maafkan tapi dengan satu syarat.''


''Syarat? syarat apa om?


''Syaratnya kamu harus pergi bersama dengan om hari ini.'' ucap Rayen

__ADS_1


''Tapi om, aku gk bisa aku--''


''Gk mau? yasudah om gk akan maafin kamu, kamu tau om itu kangen banget sama kamu Niken, baik, katakan lah om egois, tapi om benar-benar kangen dan ingin saat ini kita menghabiskan waktu bersama.'' ucap Rayen memelas


''Bagai mana ini, rasanya aku gk tega sama om Rayen, jujur saja aku juga kangen banget saat ini sama si om, tapi aku gk enak sama Putri, pasti dia bakalan marah kalau aku sampai gk jadi nginap dirumahnya.


Batin Niken bingung.


''Sayang?'' Terdangar suara Rayen memanggil Niken


''Baiklah, aku akan coba bicara dengan Putri, tapi kalau dia melarang, aku harap om ngerti ya, karna walau bagai mana pun aku sudah buat janji sama dia jauh-jauh hari kalau kami akan menghabiskan waktu bersama.'' jelas Niken


''Heem,'' ucap Rayen yang hanya menjawab dengan deheman, dan Niken mengeri maksud dari deheman tersebut.


Niken menghela nafas panjang, sebelum kemudian akhirnya ia kembali keruang tv untuk menemui sahabatnya Putri.


''Putri,'' panggil Niken.


''Apa? loe mau bilang kalau om loe itu mau ngajakin loe ngedate gitu??'' tanya Putri dengan nada ketus


''I-iya sebenarnya gitu, tapi kalau kamu keberatan aku akan me--''


''Pergilah! gue gk akan melarang loe.'' potong Putri,'' yang kini sudah menatap kearahnya.


''Put, apa kamu marah? ku mohon jangan marah, aku gk akan pe--''


''Pergilah gue gk marah kok, lagian yaa,,gue maklum kok, yang punya pasangan, sayang nya hanya gue disini yang masih jomlo.'' ucapnya tersenyum masam.


''Putri,'' panggil Niken lirih


''Sudah sana, nanti om loe kelamaan nunggu kasian loh.'' ucap Putri, walaun ada sedikit rasa kecewa, namun Putri bisa memaklumi nya.


''Makasih ya Put, aku sayang sama kamu.'' ucapnya sambil memeluk Putri sekilas, setelahnya langsung beranjak pergi


''Ken barang loe gk dibawa?'' teriak Putri saat Niken sudah mulai tak terlihat.


''Biarin saja dikamar kamu, nanti kalau aku nginap disini lagi kan gk palah bawa barang lagi.'' jawabnya.


''Iya-iya terserah loe aja.'' sambung Putri sambil menggelengkan kepalanya.


''Ya begini lah nasip cewek jomlo gk ada yang bakalan ngajakin ngedate kayak mereka.'' monolognya.


''Om, ayo, Putri mengijin kan aku ikut bersama om.'' ucapnya sambil tersenyum.


''Oya? yasudah yuk.'' ajak Rayen sambil meraih tangan Niken.


Tanpa mereka sadari sejak tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan keduanya.


Next


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian ya disetiap episodenya, agar otornya lebih semangat lagi nulisnya, buat readers yang mau komen juga silah kan otor tunggu...😊

__ADS_1


__ADS_2