CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Hampir Saja


__ADS_3

Saat ini Mika dan Rayen sedang duduk disofa yang sama, bahkan Mika semangkin lama semangkin merapatkan tubuhnya pada Rayen, membuat lelaki itu sedikit risih.


''Maaf Mika, bisa gk kamu duduknya sedikit menjauh? soalnya saya merasa sesak.'' ucap Rayen


''Sesak? maksud kamu, apa nya yang sesak Ray? hem??'' tanya Mika dengan nada yang sedikit sensual.


''Mi-ka apa yang kamu lakukan?'' tanya Rayen gugup, karna Mika mulai meraba paha nya dengan jari-jari lentiknya.


''Ray udah deh kamu nikmati aja, aku tau kamu juga menginginkannya iya kan??'' rayu Mika yang masih melakukan aksinya.Mika mulai mendekatkan wajahnya kemudian mencium pipi Rayen membuat laki-laki itu terkejut hingga memegangi wajahnya yang bekas dicium oleh Mika.


''Mika, tolong jangan seperti ini!" ucap Rayen, ingin sekali rasanya ia marah pada wanita itu, namun Rayen tak bisa melakukannya karna ia harus mendapatkan tanda tangan wanita itu dulu untuk kepentingan perusahaan, dan mau tak mau Rayen harus bertahan.


''Rayen, aku gk minta kamu membalas cinta ku, tapi tolong biarkan aku memilikimu.'' ucapnya membuat Rayen terperangah.


''Mika maksud kamu apa?


''Aku ingin kita melakukannya Ray, aku ingin kamu.'' ucapnya menggoda. Tiba-tiba saja Mika sudah naik diatas pangkuan Rayen mengalungkan tangannya dibelakang leher pria itu, yang membuat Rayen lebih terbelalak adalah tampilan Mika yang saat itu menggunakan rok span diatas lutut, hingga saat ia duduk menghadap Rayen dengan keadaan meng*ang*kang seperti itu tentu saja membuat bagian dalamnya terlihat, dan itu sangat jelas dimata Rayen, Rayen menelan ludahnya susah payah saat dihadapkan dalam situasi seperti ini. Sebagai lelaki normal tentu saja Rayen merasakan suatu gejolak, namun ia masih berpikir waras dan sebisa mungkin tak terpancing oleh kenikmatan sesaat yang diberikan oleh wanita yang saat ini masih duduk manis dipangkuannya.


''M-mika tolong turunlah dari pangkuan saya, dan sebaiknya kamu segera tandatangani berkasnya, karna pagi ini saya ada meeting dikantor jadi saya harus sesegera mungkin sampai disana.'' ucap Rayen mencoba memberi pengertian pada Mika, meskipun dalam hatinya merasa sangat gelisah karna ulah wanita itu.


''Kok buru-buru banget sih, aku tuh tau kamu juga pasti kepengen kan Ray, aku bisa merasakan milik kamu dibawah sana.'' ucap Mika tanpa memperdulikan ucapan Rayen.


Mika malah semangkin berani, ia sengaja menggesekan miliknya pada milik Rayen yang saat itu sudah mulai menegang karna bertemu lawannya, ada rasa yang besar ingin segera berperang dibawah sana, apa lagi saat ia merasakan gesekan tersebut, sesaat Rayen terbuai karna merasakan kenikmatan itu, namun sedetik kemudian ia langsung teringat pada gadis yang dicintainya, lalu dengan cepat langsung mengangkat tubuh Mika dan menjatuhkannya disamping sofa yang ia duduki membuat wanita itu terpekik karna kaget.


''Raay, kamu apa-apaan sih, aku sedang menikmatinya kenapa kamu malah menyingkirkan tubuhku?'' ucapnya protes


''Maaf, tapi saya tidak bisa melakukan ini, jika kamu tidak mau menandatanginya sekarang maka nanti saya akan suruh asisten saya untuk datang kekantor kamu, dan saya harap jika itu terjadi kamu sudah menandatangi berkas tersebut.'' ucap Rayen kemudian ia langsung bangkit dari duduknya dan segera melangkah begitu saja keluar dari apartemen wanita itu. Ia tidak perduli lagi dengan berkas tersebut, ia lebih takut jika dirinya tetap terus disana bersama dengan wanita itu Rayen takut tidak akan bisa mengontrol bira*hi nya.


Rayen menyandarkan tubuhnya didepan pintu apartemen yang sudah tertutup rapat itu, ia memegangi jantungnya yang masih berdegup dengan kencang, hampir saja ia melakukan perbuatan yang akan ia sesali seumur hidupnya karna telah merasa berkhianat pada Niken.

__ADS_1


Sedangkan didalam apartemennya, terlihat Mika sangat kesal karna telah merasa gagal untuk menggoda Rayen.


''Ternyata kamu susah juga didapat Ray, aku jadi semangkin penasaran sama kamu, pokoknya aku harus mendapatkan mu bagai mana pun caranya.'' monolognya


*


*


*


Jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, terlihat siswa-siswi Nusa Bangsa sedang berkumpul dikantin sekolah, apa lagi yang mereka lakukan jika tidak untuk mengisi perut mereka.


''Kenapa tuh muka ditekuk kek gitu? lagi galau ya?'' ucap Putri mrnyindir Niken yang saat itu hanya mengaduk-aduk makanan miliknya.


''Biasalah Put, lagi ada masalah sama si om .'' sambung Windy, membuat Niken mendengus kesal


''Iyaiya maaf deh, emangnya masalah apa lagi sih? cerita dong sam kita?'' ucap Windy


''Entar aja deh Win aku lagi males banget bahas dia.'' jawab Niken


''Yaelah Win, biarin aja, pasti bentar lagi juga mereka baikan.'' sambung Putri, sedangkan Niken hanya diam mendengar ucapan sahabatnya itu.


Saat mereka asik menikmati makanan masing-masing, tiba-tiba Putri mendapat pesan dari seseorang, seketika saja senyumnya mengembang setelah membaca pesan masuk tersebut.


''Baiklah guys, gue cabut duluan ya, ayang Rangga udah nungguin gue nih.'' ucap Putri yang langsung pergi begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya.


''Dasar anak itu,'' ucap Windy sambil menggeleng pelan


''Win, terus gimana rencana pernikahan kamu? jadi kan??'' tanya Niken dengan suara pelan.

__ADS_1


''Ya jadilah Ken, masa gk jadi, mau dikemanakan bayi gue ini yang butuh seorang bapak.'' bisik balik Windy.


''Lagi pula besok gue juga udah dipermisikan sama orangtua gue pada guru kita untuk tida hari kedepan,, dengan alasan ada acara keluarga,,jangan lupa kalian datang ya minggu besok, gue sih belum bilang sama Putri nanti loe bilangin ya? sebenarnya gue mau bilang langsung tapikan mana tau lupa,, maklum banyak yang akan dipersiapkan, ya walaupun hanya nikah doang tapi kan ini acara paling penting bagi gue, dan gue ingin mempersiapkannya sebaik mungkin.'' jelas Windy


''Ya tapi kamu jangan sampai kecapean juga Win, ingat bayi kamu.'' ucap Niken


''Iya loe tenang aja, gue gk akan membahayakan anak gue.'' ucapnya pelan.


Sedangkan didalam sebuah perpustakaan terlihat sepasang sejoli sedang bermesraan disudut ruangan.


''Sayang aku kangen banget sama kamu.'' ucap pemuda tersebut sambil menarik pasangannya kedalam pelukannya.


''Tumben kamu agresif Ga? biasanya aku yang selalu peluk kamu duluan.'' ucap gadis tersebut yang ternyata adalah Putri dan kekasihnya Rangga.


''Aku juga gk tau, tapi yang pasti aku sangat merindukan kamu Put,'' jawabnya sambil memeluk Putri dengan erat.


''Aahh,, desah Putri saat Rangga dengan sengaja mere*mas payu*da*ra miliknya.


''Sayang, kamu nakal ya sekarang?'' ucap Putri sambil tersenyum mesum


''Tapi kamu suka kan?'' ucap Rangga sambil kembali memulai aksinya, kini dua kancing bagian depan Putri sudah terlepas hingga memperlihatkan dada mulus dan putih miliknya yang masih terbungkus br*a berwarna hitam.


Dengan rasa tidak sabar Rangga langsung mengeluarkan isi dibalik br*a tersebut.


''Kamu tau Put, aku selalu ketagihan sama susu gantung milik kamu ini sayang, rasanya benar-benar nikmat.'' ucapnya langsung melahap dengan rakus susu cap nona milik Putri


NEXT


HALLO GUYS, SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN YA DENGAN CERITAKU INI,, DAN JANGAN LUPA SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA SETELAH MEMBACA, AUTHOR JUGA MENGHARAPKAN SELALU BUNGA DAN JUGA VOTE DARI KALIAN LOH 😊

__ADS_1


__ADS_2