
Regan keluar dari kamarnya, samar-samar ia mendengar suara berisik yang berasal dari bawah, karna penasaran ia pun langsung menuruni anak tangga.
'' Putri sama siapa ya? apa Windy? Tapi tunen dia gk bilang kalau mau datang?'' gumamnya sambil melangkah menuju asal suara tersebut, setelah sampai ia melihat seorang gadis yang memang sudah lama tak ia lihat
'' Niken.'' gumam Regan saat melihat Niken sedang berbincang bersama kedua sahabatnya, Regan melihat gadis itu sudah banyak berubah, dengan pipi yang sedikit caby dan perut nya pun sudah membuncit.'' Sepertinya kamu sangat bahagia menikah dengan Rayen, aku ikut bahagia melihatnya.'' monolognya lagi, yang masih berdiri memperhatikan ketiga gadis tersebut.
'' Gimana kalau kita masuk kedalam aja yuk? gue udah kedinginan nih.'' ajak Putri sambil memakai kimono handuk miliknya
'' Yuk,'' sambung kedua sahabatnya.
Putri dan Windy melangkah lebih dulu, disusul oleh Niken dibelakangnya, saat Niken hendak melangkah tak sengaja kakinya tergelincir karna sandal yang ia gunakan menginjak sisa-sisa air yang berada dipinggiran kolam tersebut.
'' Aaaaa,'' Niken bertetiak dan tiba-tiba terjatuh kedalam kolam renang.
Byuuurrr...
''Niken!! teriak kedua sahabatnya, Regan yang saat itu juga menyaksikannya, langsung berlari menuju kolam renang, melewati begitu saja kedua gadis yang terlihat panik, Regan langsung melompat kedalam air untuk menyelamatkan Niken, sedangkan Putri dan Windy yang tadi nya juga ingin menolong hanya menatap cemas sambil melihat Regan membantu Niken yang tercebur.
Regan mengangkat tubuh Niken dari dalam kolam renang, Putri dan Windy menatap khawatir pada sahabatnya itu.'' Niken, Ken loe gpp kan?'' Windy dan Putri menepuk pelan wajah Niken yang saat itu terlihat tak sadarkan diri.
'' Dia pingsan Put,'' ucap Windy semangkin khawatir.
'' Ken bangun! Bang Regan gimana ini.'' ucap Putri panik, Regan yang masih didalam kolam renang langsung naik untuk melihat keadaan sahabat dari adiknya itu.
'' Niken bangun niken!'' Regan terlihat panik, ia menepuk wajah Niken, lalu memberikan pertolongan dengan meletakan kedua tangannya dibagian atas dada Niken bermaksud untuk mengeluarkan air yang mungkin tertelan oleh gadis itu. Namun sepertinya tak ada tanda-tanda Niken akan bangun kedua sahabatnya itu semangkin khawatir, sedangkan Regan tanpa mengatakan apapun langsung bertindak, ia memberikan nafas buatan pada gadis yang ada dihadapannya itu membuat kedua gadis yang ada disampingnya melotot, namun mereka tak berpikiran apapun, yang terpenting bagi mereka sahabatnya itu cepat sadar.
'' Niken sadarlah ku mohon.'' ucap Regan sambil terus berusaha untuk menyadarkan Niken, hingga akhirnya.
__ADS_1
''Uhuk-uhuk,'' Niken terbatuk disaat yang bersamaan air keluar dari mulut dan hidungnya.
'' Niken kamu gpp?'' Regan membantu gadis itu untuk duduk, terlihat wajahnya sedikit pucat, dengan keadaan yang masih lemas, namun kemudian Niken kembali pingsan membuat ketiganya kembali panik.
'' Bang sebaiknya bantu bawa kekamarku, biar aku bisa membantunya mengganti pakaiannya yang basah.'' ucap Putri yang diangguki oleh Regan, laki-laki itu segera mengangkat tubuh Niken yang masih setengah sadar.
'' Windy ayo!'' ajak Regan karna melihat wanita itu sejak tadi hanya diam. Windy mengangguk sambil mengikuti langkah kekasihnya menuju kamar Putri yang berada dilantai dua.
Regan meletakan tubuh Niken perlahan diatas kasur.'' Putri cepat ganti pakaian Niken dengan yang kering, abang akan segera menghubungi dokter.'' setelah mengatakan itu Regan langsung keluar dari kamar tersebut. Windy menatap punggung Regan hingga menghilang dibalik tembok.
Apa hanya pikiranku saja yang salah, atau sebenarnya memang perasaan mu pada Niken masih ada.
Batin Windy
'' Win cepetan bantuin gue napa loe malah melamun.'' ucap Putri yang segera diangguki oleh Windy
Saat ini mereka sudah selesai menggantikan pakaian Niken.'' Niken sadar dong, jangan bikin kami cemas begini.'' ucap Putri sambil menggosok telapak tangan sahabatnya itu yang terasa dingin.
'' Loe benar, yasudah loe hubungi saja pakai handphone gue.'' ucap Putri yang diangguki oleh Windy.
Tak lama dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Niken beserta bayi yang ada dalam kandungannya. Sedangkan Windy dan Regan memilih untuk nenunggu diluar, hanya Putri yang menemani Niken didalam.
Windy melirik pada kekasihnya Regan yang terlihat melamun.'' Bang Regan sebaiknya ganti baju dulu, nanti masuk angin kalau gk segera diganti.'' ucap Windy
'' Iya, nanti saja.'' jawab Regan membuat Windy menghela nafas kasar.
'' Abang masih khawatir sama keadaan Niken?'' tanya Windy membuat Regan menatap kearahnya
__ADS_1
'' Memangnya kamu sendiri gk cemas melihat keadaannya?'' tanya Regan balik.
Windy tersenyum kecut ia tau jika saat ini Regan terlihat sangat mencemaskan keadaan Niken.
'' Pastilah aku sangat mencemaskan keadaannya, dia sahabatku dan saat ini dia juga sedang mengandung, bagai mana mungkin aku tidak mencemaskannya,'' jawab Windy, Regan melihat kegelisahan diwajah kekasihnya itu.
'' Kamu kenapa? kenapa terlihat gelisah?
'' Sebenarnya aku sedang memikirkan sesuatu, aku gk tau apakah ini saat yang tepat mengatakannya, tapi aku juga ingin mengetahuinya sekarang.'' ucap Windy, membuat Regan semangkin penasaran
'' Ada apa? Apa ini berhuhungan dengan Niken?'' tebak Regan membuat gadis itu langsung menatap wajah laki-laki tersebut.
'' Sejujurnya iya, boleh kutau perasaan abang sebenarnya pada Niken? karna aku merasa abang masih memiliki rasa pada sahabatku itu, maaf jika aku menanyakan ini, tapi aku ingin tau.'' jelasnya
'' Maksud kamu, saat ini kamu merasa aku masih mencintai Niken, begitu kah?'' tanya Regan memastikan
'' Itu karna aku melihat masih ada perasaan yang tersisa untuk Niken, itu benar kan bang? abang tau? saat Niken tenggelam aku lihat abang begitu khawatir, bahkan tanpa persetujuan ku abang langsung memberikannya nafas buatan, aku tidak cemburu jika memang itu untuk menolong orang lain, aku sama sekali tidak mempermasalahkannya, hanya saja saat itu aku melihat pandangan abang berbeda, abang seolah sangat takut kehilangan Niken, bang sebaiknya jujur sama aku, apa abang masih memiliki perasaan pada Niken? aku gk akan marah jika kenyataannya memang seperti itu, tapi mungkin pasti aku akan sangat kecewa sama kamu, karna selama ini tidak jujur sama aku.'' ucap Windy
Apa benar tadi aku terlihat sangat khawatir? tapi aku sama sekali tidak bermaksud apa-apa, aku hanya replek ingin menolong Niken, karna memang dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, ia hanya itu alasannya.
Batin Regan meyakinkan perasaannya sendiri.
'' Kamu salah Windy, aku menolong Niken karna memang atas dasar kemanusiaan, jujur aku memang sayang sama dia, tapi itu hanya sebatas adik saja tidak lebih, dan jika kamu mempertanyakan kenapa aku memberikannya nafas buatan karna memang itu cara satu-satunya saat itu yang terpikirkan olehku, jika kamu atau Putri sekalipun yang mengalami kejadian serupa, pasti aku akan melakukan hal yang sama.'' jelas Regan. Windy menatap dalam mata lelaki tersebut, untuk mencari kebohongan disana,entahlah saat ini Windy benar-benar bingung, jujur saja ia sedikit ragu dengan apa yang Regan katakan saat ini.
Regan menyadari perubahan raut wajah kekasihnya tersebut.'' Kamu meragukan ucapanku?'' Regan menggenggam tangan Windy lalu mengecupnya, sedangkan Windy hanya diam tak tau harus berbuat apa hatinya dilema.
'' Windy dengarkan aku! walau pun dulu aku memang menyukai Niken tapi bukan berarti aku masih menyimpan perasaan dengannya, saat ini yang ku cintai hanya kamu bukan dia atau pun wanita lainnya.'' jelas Regan, ia tak ingin Windy salah paham dengan semua perlakuan nya terhadap Niken yang memang replek secara spontan ia melakukannya.
__ADS_1
Next
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian ya guys, disetiap episodenya 🤗😘