CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Bertemu Mantan Dirumah Sakit


__ADS_3

Kini mobil yang mereka tumpangi sudah berada diparkiran apartemen,


'' Makasih ya bang, udah mengantarkan aku pulang dengan selamat.'' ucap Niken yang masih sempat bercanda, namun terdengar garing.


'' Sama-sama.'' jawabnya


Niken membaca pesan dari ponselnya sambil tersenyum, sambil keluar dari mobil Regan.


''Sekali lagi terimakasih bang Regan.'' setelah mengatakan itu Niken menutup pintu mobil, dan langsung berjalan menuju gedung yang dimana kini ia dan suaminya tinggal.


Saat Regan hendak menyalakan mesin mobilnya, tak sengaja matanya menangkap sosok Rayen yang baru saja keluar dari gedung apartemen dengan penampilan santai.


'' Itukan pak Rayen, apa jangan-jangan Niken tinggal bersama dengan Rayen? kenapa hatiku rasanya tidak terima jika benar itu terjadi.'' gumamnya pelan.


Regan terus memperhatikan interaksi keduanya bahkan Regan melihat jika Rayen merangkul dan mencium wajah Niken, membuat hatinya sedikit memanas. Tak ingin terlalu lama melihat adegan tersebut Regan pun langsung menyalakan mesinnya dan keluar dari basement tersebut.


'' Kenapa harus naik taksi sih? kan mas bisa jemput kamu.'' ucap Rayen, saat ini keduanya sudah berada didepan pintu apartemen mereka. Niken sengaja tak mengatakan jika dirinya diantar oleh Regan, karna pasti suaminya itu akan marah nantinya dan Niken tak ingin itu terjadi.


'' Gk apa-apa kok mas, lagian mas juga kan tadi sedang berada dikantor, pasti mas capek, lagi pula aku tadi pulangnya sama Windy kok.'' jelasnya


......................


Hari ini sepulang sekolah Windy memutuskan ingin untuk melihay keadaan Viona dirumah sakit, jujur saja, setelah kemari dirinya mendengar cerita Niken, jujur ia merasa penasaran dengan keadaan sipelakor yang sudah merebut suami ya dulu, setelah beralasan ada urusan keluarga pada kedua sahabatnya, Windy segera memesan taksi online, beberapa saat setelah taksi datang, Windy langsung menyuruh sang supir untuk segera menuju rumah sakit Insani.


Hanya membutuhkan waktu dua puluh lima menit untuk sampai dirumah sakit tersebut setelah membayar ongkos taksi, Windy segera masuk kedalam rumah sakit itu.


Namun sayang setelah bertanya pada resepsionis ternyata Viona sudah dipindahkan kerumah sakit khusus orang yang mengalami depresi, atau yang sering disebut rumah sakit jiwa, terdengar kasar memang, namun itulah kenyataannya, karna belakangan ternyata Viona juga sering melukai dirinya sendiri makanya para dokter memutuskan agar Viona dirawat dirumah sakit jiwa.

__ADS_1


Setelah bertanya, dan berusaha meyakinkan jika dirinya adalah kerabat Viona, akhirnya mereka memberikan informasi di rumah sakit mana sekarang Viona dirawat, setelah keluar dari sana, Windy langsung menuju rumah sakit yang dikatakan oleh pihak rumah sakit tersebut.


Jam sudah menunjukan pukul tiga sore, setelah sampai dirumah sakit yang dimaksud, sebelum masuk, Windy sempat melihat-lihat keadaan sekitar luar rumah sakit itu, perlahan gadis tersebut melangkah pelan memasuki halaman rumah sakit jiwa itu dengan perasaan yang kurang nyaman, hatinya sedikit berdebar, sebenarnya Windy sedikit ragu ingin melanjutkan langkahnya, namun pada akhirnya ia tetap membulatkan tekatnya untuk masuk kedalamnya.


Terlihat seorang satpam menujun kearahnya.


'' Maaf dek kamu mau ngapain kedalam?'' tanya satpam tersebut, sambil menelisik penampilan Windy yang saat itu masih memakai seragam SMA


'' Saya mau jenguk saudara pak, apa boleh saya masuk pak?'' tanya Windy mencoba bersikap tenang, padahal dalam hatinya sangat gugup.


'' Apa adek ini sendirian?''tanya satpam lagi


'' Iya saya sendiri pak.'' jawab Windy.


'' Maaf dek, kami tidak bisa mengijinkan adik ini untuk masuk kedalam rumah sakit jiwa ini, jika ingin masuk harus didampingin orang dewasa.'' jelas satpam tersebut.


'' Ya saya kan sudah dewasa pak, bukan anak kecil, jika bapak melarang saya karna saya memakai seragam SMA bapak salah karna sebelum ini pun, saya sudah sering masuk kedalam untuk melihat kerabat saya itu.'' bohongnya, Windy terus meyakinkan satpam tersebut agar dirinya bisa masuk kedalam rumah sakit dan bisa melihat keadaan Viona sebenarnya.


'' Huh akhirnya bisa juga masuk ternyata gk sembarang orang bisa keluar masuk rumah sakit ini.'' gumamnya sambil melangkah masuk kedalam.


Sepanjang perjalanan masuk banyak pasien yang berteriak, bahkan yang menangis histeris juga ada. Kini Windy melanglah menuju ruangan dimana saat ini Viona dirawat, setelah sebelumnya tadi ia sempat bertanya pada resepsionis yang ada didepan.


'' Ini ruangannya.'' gumam Windy sambil memegang knop pintu, perlahan ia memutar benda tersebut hingga terdengar suara, setelah itu Windy mendorong pelan pintu tersebut.


Mata Windy membulat seketika, saat diruangan tersebut ia melihat Viona tak sendiri, melainkan wanita itu sedang bersama seorang laki-laki.


Windy yang merasa mengenali sosok tersebut langsung melangkah mendekati mereka.

__ADS_1


'' Kak Leo??'' gumamnya,membuat laki-laki tersebut tersentak dan langsung menoleh kearah sumber suara.


'' Windy,'' ucap Leo


Kini tatapan Windy beralih pada Viona, terlihat wanita itu duduk sambil menatap kearah jendela dengan tatapan kosong.


'' Ada apa dengannya? kenapa dia bisa jadi seperti ini?'' tanya Windy, namun tatapannya masih belum beralih pada Viona, wanita itu terlihat memakai pakaian khusus rumah sakit.


'' Entahlah yang ku tau dari Rayen, dia tertimpa suatu musibah, dan berakhir seperti ini.'' jawab Leo dengan tatapan yang masih belum beralih dari wajah mantan istrinya tersebut. Windy menyadari itu, kini tatapannya ia alihkan pada Leo. keduanya sempat saling tatap beberapa saat, hingga akhirnya Windy memutuskan untuk mengalihkan pandangannya ketempat kain.


'' Tante Viona? tante?'' Windy mendekati Viona berharap wanita itu merespon ucapannya, dan ternyata berhasil, terlihat Viona menoleh kearah Windy, dengan tatapan datar, setelah itu ia kembali menoleh kearah jendela.


'' Percuma, dia tidak akan mengenali kita, sepertinya depresinya cukup berat.'' jelas Leo, membuat Windy menatap kearahnya.


'' Kamu apa kabar Windy? kamu semangkin cantik setelah kita berpisah.'' sambung Leo, membuat Windy memutar bola matanya malas.


'' Dokter bilang apa mengenai tante Viona? apa dia masih bisa sembuh?'' Windy sengaja mengalihkan pembicaraan meteka.


'' Kenapa kamu masih nemperdulikan keadaannya? bukankah karna dia kehidupan rumah tangga kita hancur?'' ucap Leo


Windy tersenyum miring mendengar kata-kata yang diucapkan oleh mantan suaminya tersebut.


'' Dia tidak salah sepenuhnya, walau sebesar apa pun wanita itu menggoda, jika laki-laki nya tak merespon dan tak menanggapi, menurut kak Leo, mungkin kah akan terjadi perselingkuhan?? sudahlah kak, lagi pula itu semua sudah terjadi, dan sudah menjadi masa lalu, toh wanita yang sudah merebut suamiku juga sudah mendapat ganjaran yang setimpal.'' ucap Windy, ia kembali menatap kearah Viona yang saat itu masih dalam posisi yang sama.


'' Windy aku ha---,''


'' Sebaiknya aku pulang sekarang.'' ucap Windy memotong perkataan Leo sebelum pria tersebut menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


Windy melangkah menuju pintu ruangan Viona, tak lama Leo juga terlihat menyusul Windy, setelah keduanya keluar dari ruangan tersebut, Viona membalikan tubuhnya menghadap pintu yang baru ditutup dari luar.


Next


__ADS_2