
Hati Regan terasa sakit saat melihat orang yang dicintainya menangis karna dirinya. Saat ini sepasang kekasih tersebut sedang duduk dibangku cafe bagian luar, Regan melihat Windy masih terisak karna ulahnya. Regan menggenggam erat tangan Windy, bermaksud untuk menenangkan wanitanya itu.
'' Maaf, aku benar-benar minta maaf, sungguh aku tidak pernah bermaksud begitu, tadi kamu bilang aku menjadikanmu kekasih hanya untuk membalas dendam? Itu sama sekali tidak benar, kenapa kamu bisa sampai berpikiran seperti itu? Bahkan aku sama sekali tidak tau jika kalian adalah saudara.'' jelas Regan, membuat Windy menatap kearah pria itu
Dengan mata yang masih memerah dan hidung kembang kempis, Windy mencari kebohongan dimata lelaki itu namun ia tak menemukannya.'' Apa bang Regan tidak sedang membohongiku lagi? Tapi jika memang bang Regan masih mencintai kak Sesil juga tidak apa-apa, aku akan mencoba ikhkas.'' ucapnya sambil menatap kesembarang arah. Sebenarnya itu hanya ucapan dimulut saja.
'' Mana mungkin aku akan kembali pada Sesil, dia adalah masa lalu ku, dan masa depanku adalah kamu, dulu mungkin aku mencintainya, namun sekarang cinta itu sudah tidak ada lagi untuknya, dan sekarang dihatiku hanya ada kamu, cintaku sepenuhnya milikmu Windy Lestari.'' ucapnya mantap
Dalam hati Windy sangat bahagia mendengar pengakuan cinta Regan padanya, namun disisi lain, ia juga merasa dilema.
Regan menatap Windy yang masih bergeming.'' Sebaiknya kita masuk sekarang, karna aku ingin mengatakan sesuatu pada kakakmu Sesil, dan aku ingin kamu mengetahuinya.'' ucap Regan, membuat Windy menjadi penasaran.
Didalam cafe, Sesil terlihat gelisah mungkin ia sedang memikirkan Regan dan Windy.'' Kak Sesil kenapa kok kelihatan gelisah gitu?'' tanya Putri, saat ini dimeja tersebut hanya tinggal dirinya dan juga Sesil, sementara Rangga dan Niko pamit kebelakang.
'' Gk kok Putri, aku biasa aja.'' jawabnya namun Putri masih melihat kegelisahan diwajah wanita itu.
'' Kak Sesil boleh aku tanya sesuatu?
'' Mau tanya apa Put?
'' Sebenarnya apa tujuan kakak pulang keindonesia? Maksudku apa kak Sesil berniat untuk mengejar cintanya bang Regan lagi? Begitu kah?'' tanya Putri langsung, membuat wanita cantik itu menatap kearahnya.
__ADS_1
''Maksudmu apa??''
'' Maksudku kak Sesil kan sudah tau jika Windy dan juga bang Regan sedang menjalin sebuah hubungan, apa kakak bermaksud ingin merusak hubungan mereka? dan merebut bang Regan dari adik kak Sedil sendiri? bukannya dulu kak Sesil ya yang mengkhianati bang Regan, jadi buat apa lagi kakak mendekatinya? Lagi pula ya kak, dihati bang Regan itu sudah ada Windy, jadi kuharap kakak batalkan saja niat nya untuk merebut nya dari Windy.'' sambung Putri lagi secara terang-terangan.
Sesil tersenyum mendengar ucapan Putri.'' Kamu dan Windy masih kecil, belum terlalu mengerti urusan orang dewasa, kamu juga tidak tau kan kenapa dulu kakak sampai berselingkuh? Aah sudahlah, toh kamu juga tidak akan mengerti.'' ucap Sesil, yang kemudian pandangannya langsung tertuju kearah pintu masuk saat melihat Windy dan Regan melangkah masuk kedalam cafe tersebut.
'' Loe habis nangis ya Win? Kok mata loe sembab gitu? Loe diapain sama abang gue?'' tanya Putri
'' Gue gpp kok Put, gk usah khawatir.'' jawab Windy sambil melirik kearah Regan yang masih menggenggam tangannya, dan itu tak luput dari perhatian Sesil.
'' Apakah kalian mau menyebrang jalan? Kenapa sampai pegangan tangan seperti itu?'' tiba-tiba saja Sesil mencibir keduanya, Windy yang merasa tak enak langsung melepaskan jemari tangannya dari genggaman tangan Regan, namun siapa sangka Regan malah menggenggamnya semangkin erat membuat Windy meringis pelan.
'' Regan.?'' ucapnya seperti meminta kejelasan.
'' Bukankah tadi kamu sudah mendengarnya Sesil? Jika memang kamu belum jelas akan aku ulang kembali, aku sangat mencintai adikmu Windy Lestari, dan dia adalah satu-satunya wanita yang ada dihatiku saat ini, dan aku sangat berharap jika Windy adalah jodoh terakhirku, dan bukan wanita lain .'' ucapnya seolah menegaskan jika tidak ada wanita yang akan bisa mrnggantikan posisi Windy dihatinya, matanya yang tajam menatap mata hazel milik Windy membuat wanita itu tersipu, sekaligus salah tingkah karna ditatap sedalam itu oleh Regan, dalam hati Windy juga merasa sangat bahagia karna akhirnya Regan menegaskan kepada Sesil jika dialah satu-satunya wanita yang ada dihati Regan.
Sementara Sesil masih diam terpaku, mencerna satu persatu kalimat yang ia dengar dari mulut mantan kekasihnya itu. Putri tersenyum mendengar pengakuan abangnya Regan, akhirnya lelaki itu tegas juga pikirnya, Putri melirik kearah Sesil, ia melihat mata wanita itu mulai berkaca-kaca, kasihan sih, namun ini adalah jalan terbaik agar wanita itu tak mengganggu hubungan Windy lagi bersama abangnya, Putri juga berharap setelah mendengar ini Sesil tahu diri dan mulai menjauhi abangnya Regan.
Tiba-tiba Sesil berdiri membuat semua yang ada disana menatap kearah nya.'' Ada apa kak Sesil? Kakak mau pergi?'' tanya Putri seolah mengusir secara halus.
'' Iya, aku baru ingat kalau ada janji dengan teman, kalau gitu aku pergi dulu.'' ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
'' Kak Sesil.'' panggil Windy saat sang kakak pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun padanya.
Sesil menghentikan langkahnya saat mendengar adiknya memanggilnya.'' Pulang jangan terlalu sore!'' setelah mengatakan itu Sesil langsung melanjutkan langkahnya tanpa menoleh sedikitpun pada Windy, membuat wanita remaja tersebut terlihat sedih.
'' Apa aku jahat karna sudah membuat kakak ku sendiri menjadi patah hati seperti ini?'' ucapnya lirih, entah pada siapa pertanyaan itu ia berikan, yang pasti Putri dan Regan yang masih berada disana saling pandang, ada rasa bersalah dihati keduanya saat melihat orang tersayangnya murung seperti itu.
'' Windy maaf karna telah membuat hubunganmu dan kak Sesil sedikit renggang, tapi gue yakin kok, jika kakak loe itu memang benar-benar sayang sama loe, pasti dia akan berbesar hati untuk menerima semuanya.'' ucap Putri bijaksana.
'' Yang dikatakan Putri benar, aku yakin Sesil akan bisa menerimanya.'' sambung Regan. Yang diangguki pelan oleh Windy.
...******...
Saat ini Sesil sedang dalam perjalanan menuju apatemen miliknya, bertemu teman itu hanya alasannya saja, sepanjang perjalanan wanita itu terus meneteskan air mata.
'' Kenapa? kenapa harus adik aku Regan? Kenapa bukan wanita lain saja yang kau pacari? bagai mana bisa aku menerima semua ini, aku masih sangat sayang sama kamu, tidak mungkin bagiku melihat mu dan wanita lain bersama, apa lagi dia adalah adikku sendiri, andai saja wanita itu bukan lah Windy, mungkin aku masih akan memperjuangkanmu, walau sekalipun kamu sudah menolakku, tapi ini Windy, adikku sendiri, bagai mana bisa aku harus merebutmu darinya? haruskah aku melakukannya?
Next
Haii readers ku, apa kalian mulai bosan dengan ceritaku, ataukah masih penasaran dengan kisahnya? Tapi otor berharap kalian masih setia menunggu setiap episode dari novel ini 😊
Jangan lupa selalu tinggakan jejak sesudah selesai membaca 🤗😘
__ADS_1