
Saat ini Windy dan Regan sudah berada diruang kerja, terlihat raut wajah gadis itu yang masih terlihat kesal.
'' Masih marah?'' tanya Regan terlihat pria itu sedang memberikan sebuah minuman soda kepada Windy, yang baru ia ambil dari dalam kulkas mini yang ada diruangan tersebut.
'' Ya gk lah buat apa juga .'' kilahnya, lalu mengambil minuman tersebut dari tangan kekasihnya itu.
'' Kalau kamu mau kita bisa kembali mengulangnya.'' Regan kembali menggoda, membuat Windy berdecak kesal.
'' Udah ah, aku gk mau bahas itu lagi tapi aku mau tanya sesuatu sama bang Regan.'' ucap nya sedikit mengalihkan pembicaraan mereka tadi, karna sejujurnya Windy sangat malu saat kembali mengingat jika dialah tadi yang sempat merengek ingin segera dipuaskan, sungguh malu, sudah seperti wanita penghibur saja pikirnya.
'' Tanya apa?'' ucap Regan sambil meneguk minuman kaleng miliknya.
'' Apa benar bang Regan pertama kali melakukannya hanya denganku? Atau jangan-jangan malah kak Sesil lagi yang pertama untuk bang Regan?'' ucap Windy, Regan hampir saja tersedak minumannya saat mendengar ucapan Windy.
'' Menapa kamu bisa bertanya seperti itu? tentu saja kamu yang pertama, jujur aku memang pernah melakukannya namun bukan dengan wanita.'' ucapan Regan membuat Windy membulatkan matanya.
'' Hah? maksud nya bang Regan, abang melakukannya dengan pria?'' tanya Windy serius.
Pletaak!!
Satu jitakan mendarat dikening mulus Windy membuat gadis itu meringis karna merasa sakit akibat jitakan yang diberikan oleh Regan.
'' Bang Regan sakit tau.'' protes gadis itu sambil mengusap keningnya yang sedikit memerah.
'' Ya habisnya kamu itu bicara aneh-aneh saja tau gk, gimana tadi kalau ada yang dengar?
'' Kok jadi aku? kan bang Regan sendiri tadi yang bilang kalau abang pernah melakukannya tapi bukan dengan wanita, jadi ya ku pikir pasti dengan laki-laki kan?
''Astaga Windy, kamu ini ya, bener-bener deh, kamu pikir aku penyuka sesama jenis? maksud aku itu aku mainnya solo waktu itu, mana berani aku bermain dengan sembarang wanita.'' Rayen menjeda ucapannya lalu duduk disamping kekasihnya.
__ADS_1
'' Kamu lah yang pertama buat aku, walau pun kamu bukan cinta pertama, tapi aku sangat berharap kamu yang terakhir untukku karna aku benar-benar mencintai kamu.'' ucap Regan serius, mata Windy berkaca-kaca mendengar uncapan sang kekasih, ia tersenyum dan langsung memeluk erat tubuh Regan
'' Makasih bang, aku sangat bahagia mendengarnya, karna aku juga sangat mencintai bang Regan, tapi bang apa abang yakin gk pernah tidur sama orang lain? kak Sesil contohnya?'' tanya Windy sambil melerai pelukan mereka, sejujurnya ia sangat penasaran, mungkinkah kakak nya itu hanya membohonginya saja, tapi untuk apa? apa hanya ingin membuatnya cemburu saja, pikirnya.
'' Kamu masih gk percaya sama aku?'' Regan menatap kesal pada Windy karna gadis itu terlihat masih meragukan ucapannya.
''Bu-bukan gitu bang, yasudah aku gk akan tanya lagi, aku percaya kok, udah dong jangan cemberut gitu.
***
Saat ini Putri baru saja sampai didepan cafe milik Rangga,terlihat gadis cantik itu bergegas turun dari mobilnya, ia ingin membuktikan sesuatu apakah kabar yang ia terima tadi benar ada nya.Putri mengedarkan pandangannya begitu memasuki cafe tersebut, ia mencari-cari sosok dari pemilik cafe yang ia datangi saat ini.
'' Kok gk ada, apa jangan-jangan Niko bohong ya, tapi kan baru lima menit yang lalu dia bilang wanita itu masih ada.'' gumamnya sambil matanya terus menyapu ruangan tersebut.
'' Putri,'' panggil seseorang membuat gadis itu langsung menoleh keasal sumber suara.
'' Mereka ada didalam ruangan Rangga.'' jawab Niko membuat Putri langsung melototkan matanya.
'' Niko, kok loe biarkan mereka disana hanya berdua.'' decak Putri kesal, setelah itu ia langsung melangkah kan kakinya dengan cepat menuju ruangan Rangga, namun baru saja Putri hendak meraih handle pintu, tiba-tiba saja pintu tersebut sudah terbuka lebih dulu, bersamaan itu munculah Rangga disusul dengan perempuan yang sejak tadi meresahkan pikirannya, yang ternyata adalah Misya, perempuan yang pernah memiliki niat untuk merebut Rangga darinya, dan Putri masih sangat yakin, jika niat itu masih ada dalam pikirannya.
'' Loh Putri, kamu disini? bukannya tadi kamu bilang ada di kantor nya bang Regan?'' Rangga kaget melihat kekasihnya tiba-tiba datang ke cafe.
'' Tentu saja aku harus ada disini, mana mungkin aku akan membiarkan pelakor-pelakor berkeliaran disekitar kekasihku.'' jelas Putri dengan nada yang sedikit kuat, pandangan nya tak lepas dari sosok yang sejak tadi ada dibelakang Rangga.
Rangga bisa merasakan aura ketegangan disana,'' Sedang apa cewek ini ada diruangan kamu tadi? hanya berdua lagi.'' tanya Putri yang terdengar sangat kesal
'' Nanti aku jelasin, oya Misya sebaiknya kamu ikut dengan Niko dulu, biar nanti dia yang jelaskan apa saja yang akan kamu kerjakan.' jelas Rangga
'' Baik Rangga.'' jawabnya sambil ikut bersama dengan Niko
__ADS_1
'' Bisa kamu jelasin Ga? Kenapa dia ada disini? terus tadi maksudnya apa coba? Kamu terima dia untuk bekerja disini?'' tanya Putri tak habis pikir, kenapa bisa kekasih nya itu menerima Misya bekerja di cafe miliknya.
'' Kita bicara diruanganku.'' ucap Rangga sambil menarik tangan Putri.
'' Kamu kenapa bisa ada ditempat ini? Bukannya saat aku memintamu tadi siang kesini kamu bilang jika kamu sedang berada dikantornya bang Regan ya bersama Windy?' ucap Rangga
'' Gk usah ngalihin pembicaran deh Ga, kamu jawab aja pertanyaanku, apa kamu menerima dia di cafe ini, kenapa kamu lakukan itu? bukannya kamu tau Ga, kalau aku gk suka sama dia, tapi kenapa kamu harus mempekerjakan dia di cafe ini? Atau jangan jangan kamu udah mulai suka ya sama dia? Kalau gk buat apa kamu terima dia? '' ucap Putri dengan sedikit emosi membuat dadanya naik turun.
Rangga memejamkan matanya sejenak, ia tak ingin terpancing emosi hanya karna ucapan kekasihnya yang mungkin saat ini sedang dilanda rasa cemburu.
Sabar Rangga sabar!
Batinya mencoba mengontrol emosi
walaupun masih sangat muda namun Rangga memiliki pikiran yang dewasa, ia juga tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Tapi entah kenapa pada Misya Rangga memberikan pengecualian, bahkan pemuda itu menerima Misya tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada kekasihnya itu, pantas saja jika Putri mengamuk padanya.
'' Duduklah.'' ucap Rangga
'' Gk, kamu harus jelasin sekarang! kenapa kamu bisa menerima dia bekerja di cafe ini, aku tau ini cafe milik kamu, tapi bukan kah kamu tau jika dia pernah berniat ingin merebut kamu dari aku Ga? dan aku gk mau jika kejadian itu sampai tetulang lagi
'' Iya iya aku tau, tapi itu sudah berlalu aku yakin dia gk akan seperti itu lagi, kamu tau alasan ku, kenapa aku menerima dia bekerja ditempat ini?
'' Aku gk tau, dan aku juga gk mau tau Rangga.''jawab Putri yang masih belum terima
Rangga menarik nafas dalam, kemudian menghembuskannya perlahan.'' Kemarin saat aku pulang sekolah, hampir saja aku menabrak seorang ibu-ibu, untuk saat itu aku cepat menginjak rem, kalau gk aku gk tau apa yang terjadi mungkin saja aku sudah menabrak nya.'' jelas Rangga
'' Terus?? hubungannya apa dengan Misya?
Bersambung
__ADS_1