CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Kesibukan


__ADS_3

Pagi ini rencananya Rayen akan menjemput Niken dari rumahnya, dan akan mengantarkannya kesekolah, setelah memarkirkan mobil Rayen langsung turun dan masuk kedalam rumah mewah bergaya minimalis tersebut.


''Ray,kamu mau jemput Niken?'' ucap Lidya saat melihat Rayen baru memasuki rumah.


''Iya mba,apa Nikennya sudah siap?''


''Sudah, sebentar lagi juga turun, kamu belum sarapankan Ray? sebaiknya kita langsung nunggu saja yuk dimeja makan.'' ajak Lidya yang diangguki oleh Rayen.


Tak lama terlihat Niken turun disusul oleh Frans dibelakangnya.


''Om udah lama datang?'' tanya Niken setelah berada didepan Rayen.


''Barusan.'' jawabnya,sekilas Rayen melirik pada abangnya yang saat itu wajahnya terlihat datar tidak seperti biasanya.


''Bang,'' sapa Rayen namun hanya dijawab dengan deheman oleh Frans.


*


*


*


''Saat ini Rayen dan Niken sedang dalam perjalanan menuju sekolah, sepanjang perjalanan Rayen terus menggenggam tangan Niken dengan tangan kirinya, sebelah tangannya ia gunakan untuk mengemudikan stir mobil.


''Mas sangat bahagia, hari ini sayang.'' ucap Rayen sambil mengecup lembut jemari Niken.


''Iya mas, aku juga sama, dan aku mau kita tetap seperti ini.'' Niken menyandarkan kepalanya dibahu Rayen.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan pintu gerbang sekolah.


''Sayang kita sudah sampai.'' ucap Rayen


''Oh benarkah? rasanya aku masih ingin bersama dengan mas, aku masih kangen banget.'' ucap Niken sambil menatap lekat wajah Rayen yang hanya beberapa inci saja dari wajahnya bahkan hembusan nafas Rayen dapat ia rasakan.


Niken memperhatikan bibir Rayen yang sangat menggoda baginya, perlahan namun pasti Niken mulai memajukan wajahnya kemudian..


Cuupp


Niken menempelkan bibirnya diatas bibir Rayen, membuat laki-laki itu tersenyum senang.Sedetik kemudian mereka pun saling membalas sesapan masing-masing melepas rindu yang tak terbendung karna selama dua hari tidak bertemu.Ciu*man yang awalnya biasa berubah semangkin panas, dengan agresif lidah Niken bermain didalam rongga mulut Rayen mengobrak abrik setiap inci dalam mulutnya. akibat perbuatan Niken, Rayen merasa sesuatu dibawah sana sudah mulai mengeras, cepat-cepat Rayen melepaskan tautan bibir mereka sebelum dirinya semangkin tak bisa terkendali.

__ADS_1


''Aah sial, kenapa ciuman Niken membuatku sangat berhasrat, si joni sudah bangun lagi,padahal kan hanya ciuman saja, namun sudah membuatnya bereaksi.


Batin Rayen mencoba menahan gejolak bira*hinya.


''Sudah ya sayang sebaiknya kamu masuk, nanti terlambat.'' Rayen mencoba untuk menguasai nafsu dan perasaannya.


Niken sempat kecewa saat Rayen melepas ciuman mereka, ia sangat berharap lebih dari hanya sekedar ciuman saja, karna Niken mulai candu dengan sentuhan tangan Rayen pada tubuhnya.


''Kenapa aku sangat kecewa mas Rayen melepas ciumannya, dan kenapa juga tubuhku ingin lebih dari hanya sekedar ciuman saja.'' batinnya


''Mas, bagai mana jika hari ini aku bolos sekolah? aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan mas seharian ini.'' rengek Niken.


''Sayang, sebenarnya mas juga sama, tapi dikantor masih banyak pekerjaan yang harus mas urus, apa lagi setelah kita membatalkan secara sepihak kerjasama dengan model itu, mas harus bekerja lebih keras lagi.'' jelas Rayen


''Apa model penggantinya belum dapat?'' tanya Niken penasaran


''Belum, dan sepertinya udah gk sempat lagi untuk mencari model,'' jawab Rayen


''Mas, gimana kalau aku aja yang jadi modelnya?'' tawar Niken membuat Rayen melototkan matanya kearah sang kekasih


''Kenapa? aku juga bisa kok jadi model, cuma promosiin doangkan? itu mah gampang mas.'' ucapnya yakin sambil menyentilkan jari kelingking nya


''Gk! mas gk akan pernah ijinin kamu jadi model, lagi pula apa kata papa kamu nanti kalau sampai putri kesayangannya mas jadikan model iklan produk perusahaan.'' ucap Rayen.


''No! mas gk ijinin, sudahlah lebih baik sekarang kamu masul sekolah sebentar lagi bel.''


''Baiklah, nanti mas jemput aku atau tidak?'' tanya Niken sebelum turun.


''Belum pasti, biar nanti mas kabarin ya.''


''Baiklah, kalau gitu aku keluar dulu ya mas.''


Namun sebelum Niken keluar Rayen sempat menahan tangan gadis itu, Niken yang mengerti langsung tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada kekasihnya itu dan...


Cuupp


''Mas hati-hati ya?.''


''Iya sayang, kamu juga ya? belajar yang rajin.'' balas Rayen

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Rayen sedang berada diruangannya bersama dengan Leo, mereka baru saja membahas masalah peluncuran prodauk yang sebentar lagi akan dilaksanakan.


''Ray, Viona cariin loe, katanya mau bicarain sesuatu.'' ucap Leo


''Mengenai pekerjaan?'' tanya Rayen memastikan


''Gk tau, dia gk bilang, tapi katanya nanti dia mau datang lagi.'' jelas Leo,namun Rayen hanya cuek, bagi Rayen sekarang tidak ada yang lebih penting dari pada Niken.


Sedangkan disebuah ruangan, saat ini Viona sedang bersiap untuk pemotretan untuk mempromosikan beberapa produk dimana saat ini dirinya bernaung, karna salah satu kerjasama dengan model lain diputuskan kontraknya secara sepihak, jadi mau tak mau Viona harus kerja lebih keras lagi.


''Loe tau gk kenapa kerja samanya diputuskan secara sepihak?'' tanya Viona penasaran.


''Gk tau Vio, katanya sih yang gue dengar pihak perusahaan merasa kurang cocok.'' jelas salah satu orang yang membantu Viona diruangan tersebut.


Jam sudah menunjukan pukul 12 siang, waktunya semua karyawan untuk beristirahat, begitu pula dengan Rayen dan Leo.


''Ray,ayo cepat! perut gue udah keroncongan banget nih.'' keluh nya.


''Ck, tunggu sebentar lagi udah nanggung banget ini, kalau tidak sabar kamu duluan aja, dan jangan lupa belikan saja makanan untuk saya nanti setelah kamu makan dikantin.'' pesan Rayen


''Baiklah kalau gitu gue keluar dulu, nanti gue beliin buat loe.'' ucap Leo sambil berlalu keluar.


Namun baru saja Leo menutup pintu ruangan Rayen, tiba-tiba Viona sudah berada didepannya.


''Leo, apa mas Rayen ada diruangannya?'' tanya Viona


''Ada, sebaiknya sebelum masuk kamu ketok dulu pintunya,karna Rayen masih sangat sibuk, aku tidak yakin dia akan menemuimu.'' ucap Leo datar membuat Viona berdecih melihatnya.


''Kau tenang saja Le, aku tidak mungkin membuat mantan kekasih terindahku itu merasa terganggu dengan kehadiranku, justru pasti dia akan senang saat melihatku datang keruangannya.'' ucapnya dengan PD


Setelah kepergian Leo, Viona langsung masuk tanpa mengetuk pintu, membuat seseorang yang berada didalam ruangan langsung mengarahkan pandangannya pada seseorang yang baru saja masuk kedalam.


''Viona,'' ucapnya pelan.


''Iya sayang,ini aku, aku merasa kangen sama kamu makanya aku datang kesini hanya untuk mengajakmu makan siang diluar, apa kamu bersedia?'' Viona bertanya dengan senyum yang terus terukir diwajahnya yang cantik.


''Maaf Vio aku gk bisa, pekerjaanku masih sangat banyak.'' jelas Rayen

__ADS_1


''Tapi ini kan waktunya makan siang sayang nanti kamu sakit loh, kamu pikirin juga dong kesehatanmu.


NEXT


__ADS_2