CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Mendekati Hari H


__ADS_3

Semenjak masuk kedalam ruangan Frans, mata Rayen tak sekalipun mengalihkan pandangannya dari sesuatu yang ada dihadapannya saat ini.


''Hai mas,'' ucap seseorang, yang menyapa pada Rayen.


''Niken,'' jawab Rayen sambil tersenyum.


Ya, dia adalah Niken, yang membuat Rayen tak bisa mengalihkan pandangannya walau sedetik pun, Rayen bagaikan mendapatkan udaranya kembali saat melihat keberadaan pujaan hatinya diruangan tersebut.


''Ray duduklah.'' pinta Frans, mempersilahkan Rayen untuk duduk disamping Niken, Rayen pun langsung mengangguk dan duduk disamping kekasih hati tersebut.


''Ray, sebenarnya saya menyuruh kamu datang kesini untuk menemani putri saya mencari sesuatu barang untuk keperluan acara nya besok,


''Iya mas, besok kan kita udah nikah, dan itu penting sekali untuk pernikahan kita, aku gk mau nyuruh orang lain buat beliin, takutnya gk sesuai dengan seleraku, jadi aku ijin sama papa untuk membelinya sendiri.'' jelas Niken


Tanpa banyak bertanya Rayen langsung mengiyakan permintaan mereka.


''Yasudah sebaiknya kalian berangkat sekarang, dan ingat jangan sampai pulang kesorean, dan satu laginya pesan papa, jangan pernah kalian berdua macam-macam sebelum sah!" ucap Frans tegas, yang kembali mengingatkan.


''Iya, kami mengerti.'' jawab keduanya yang tak ingin terus mendengar omelan Frans.


Begitu keluar dari ruangan Frans Rayen langsung memeluk Niken untuk menyalurkan rasa rindunya yang selama beberapa hari ini tidak bertemu dengan gadisnya itu.Sungguh rasanya ia sudah tidak tahan untuk menahan rasa rindunya lebih lama lagi.


''Sayang mas rindu sekali sama kamu,'' ucap Rayen, sambil memeluk erat tubuh Niken, saat ini keduanya sedang berada dibalik tembok yang tak jauh dari ruangan CEO.


''Sama mas, aku juga sangat rindu sama mas Rayen.'' jawab Niken sambil membalas pelukan Rayen tak kalah erat.


''Yasudah sebaiknya kita jalan sekarang, mas gk mau jika papa kamu kembali mergoki kita kayak kemarin.' ucap Rayen yang diangguki oleh Niken.


Sepanjang perjalanan menuju mobil, Rayen terus menggenggam tangan Niken seolah tak ingin lepas darinya, hingga kini mereka telah sampai didepan mobil milik Rayen.


'Sayang masuklah!" ucap Rayen, setelah Niken masuk kedalam mobil kini giliran dirinya yang masuk kedalamnya.


Begitu Rayen duduk dan menutup pintu, Niken kembali memeluk tubuh Rayen.

__ADS_1


''Mas aku masih kangen bnget sama kamu,'' ucapnya sambil menyambar bibir tebal Rayen yang seksi.


Mendapat serangan mendadak dari sang kekasih, membuat Rayen bersemangat dan dengan senang hati ia membalas setiap sesapan yang diberikan Niken padanya, saling ******* dan membelit lidah masing-masing. Namun Rayen segera melepaskan pagutan mereka sesegera mungkin sebelum hasratnya benar-benar tidak terkontrol lagi, Rayen tak ingin hanya karna nafsu bisa-bisa pernikahan mereka terancam gagal.


Niken merasa kecewa saat Rayen menyudahi ciuman mereka, namun ia mengerti, jika semua demi kebaikan mereka saat ini, karna bisa saja papa nya kembali memergoki kelakuan mereka, dan jika itu terjadi maka pernikahan mereka yang akan jadi taruhannya, tentu saja Niken tak ingin semua itu terjadi.


''Sayang sebenarnya kita mau beli apa sih?'' tanya Rayen setelah ia melajukan mobilnya membelah jalan raya.


''Ada deh, aku jamin mas pasti suka, tapi sebelumnya kita mampir dulu ya mas dicafe soalnya tadi aku belum sarapan dari rumah.''


''Iya, baiklah.'' jawab Rayen sambil mencari tempat yang menurutnya nyaman.


Rayen melihat cafe yang menurutnya tidak terlalu ramai, ia pun langsung menepikan mobil miliknya kearea parkir cafe tersebut.


''Ayo kita turun!" ajak Rayen, yang diangguki oleh Niken.


''Mas kita duduk diluar saja ya?


''Baiklah, sebentar mas pesan dulu.'' ucap Rayen sambil masuk kedalam cafe.


''Kalian tidak akan bisa bahagia, jika aku tidak bisa mendapatkan mas Rayen maka kamu juga tidak akan memilikinya gadis kecil.'' gumam orang tersebut, dan kalian pasti sudah bisa menebak siapa orang nya kan? ya dia adalah si tante pirang Viona. Viona terus memperhatikan interaksi keduanya, melihat kemesraan keduanya membuat darah nya mendidih, ia merasa tidak rela jika Rayen bisa jatuh kepelukan bocah yang masih ingusan seperti Niken pikirnya.


''Kalian lihat saja, aku akan buat perhitungan, terutama dengan kamu Niken, karna kamu mas Rayen meninggalkan ku dan aku tak terima semua itu.'' monolognya lagi.


...****************...


Jam sudah menunjukan pukul sebelas siang, saat ini sepasang sejoli yang berbeda usia yang cukup jauh itu sedang berada didalam salah satu pusat perbelanjaan.


''Mas kita masuk yuk?'' ajak Niken sambil menarik tangan calon suaminya.


''Tapi sayang mas malu, masa iya mas masuk ketoko pakaian dalam seperti ini?'' protes Rayen.


''Beneran nih gk mau temenin aku? memangnya kamu gk mau liat aku pakai pakaian sek*si dimalam pengantin kita nanti hem??'' goda Niken

__ADS_1


Rayen menelan ludahnya kasar, membayangkannya saja sudah membuat adik kecilnya berdiri.


''Ayo akan mas temani kamu memilihnya.'' ajak Rayen sambil menarik tangan Niken masuk kedalam,membuat gadis itu tersenyum geli melihat tingkah Rayen.


Kini mereka sudah berada didalam outlet pakaian dalam tersebut.


''Waah, banyak banget mas, ayo sebelah sini.'' ucap Niken sambil menarik tangan Rayen menuju lingerie yang berjejer disana.


''Mas yang ini bagus gk?'' tanya Niken sambil mengambil satu lingerie dengan tali spagetty dengan bahan seperti jaring laba-laba tersebut.


''Sayang ini gimana cara pakainya? nanti aset kamu akan kelihatan kemana-mana.'' protes Rayen


''Mas, lingerie ini nanti hanya aku gunakan saat bersama dengan mu, jadi hanya mas Rayen yang melihat nya nanti.'' jelas Niken


''Benarkah?? rasanya mas sudah gk sabar sayang,, yasudah kalau gitu kita beli ini semua saja, karna mas mau setiap hari kamu pakai ini didepan mas nanti.'' ucap Rayen


''Mas ngomongnya jangan kuat-kuat dong, kan malu di dengar orang.'' protes Niken saat melihat beberapa orang menatap kearah mereka sambil tersenyum.


Sedangkan Rayen yang baru menyadari tertunduk sambil merutuki kebodohannya sendiri.


Duuh malu sekali rasanya aku, untung tidak ada yang aku kenal disini.


Batinnya dengan wajah yang sedikit memerah karna malu.


''Sayang yuk kita kekasir, aku sudah mendapatkan apa yang ku inginkan.'' ucap Niken sambil menarik tangan Rayen keluar dari outlet tersebut.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul satu siang, setelah tadi mereka sempat makan disalah satu restoran disana, kini mereka sedang menuju perjalanan pulang kerumah keluarga Mahendra.


''Mas nanti kamu gk usah balik keapartemen lagi ya? tinggal dirumah aja sampai besok, karna kan acara kita jam sembilan pagi.'' jelas Niken.


''Kita lihat nanti ya sayang, mas gk mau mengambil keputusan sendiri.'' jawab Rayen


''Yasudah nanti biar aku yang bilang sama papa, biar mas di ijinin tidur dirumah malam ini.

__ADS_1


Next


__ADS_2