CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Obat Perangsang


__ADS_3

Rayen terus memejamkan matanya dengan rapat,jantungnya seketika berdetak berkali-kali lipat,wajahnya memerah saat merasakan benda hangat dan juga empuk itu menyentuh wajahnya.Begitu pun dengan Niken sungguh ia tak menduga akan berada dalam posisi seperti ini, cepat-cepat gadis itu bangkit dan melilitkan kembali handuknya kemudian langsung berlari menuju kamar mandi setelah sebelumnya ia sempat mengambil pakaian yang akan ia gunakan didalam lemari.


Braak!!


Niken menutip pintu kamar mandi dengan sedikit kasar, lalu menyandarkan tubuhnya dibalik pintu kamar mandi.


''Ya Tuhan apa yang terjadi, kenapa bisa-bisa nya aku jatuh diatas tubuh om Rayen dengan tubuh setengah telanja*ng, mau ditaruh dimana muka ku,'' gumamnya sambil menepuk-nepuk wajahnya yang memanas karna teringat adegan yang tak seharusnya.


Sedangkan Rayen sendiri, juga masih tak percaya, dengan apa yang barusan terjadi,ia masih ingat betul bagai mana bentuk dan juga besar nya dada keponakannya tersebut yang tak sengaja terlihatnya saat ia berpikir tadi Niken sudah tak ada dihadapannya


''Haiis,,kenapa otakku jadi mesum seperti ini sih, kenapa aku tidak bisa melupakan apa yang ku lihat tadi, buah itu begitu empuk dengan ujungnya yang berwarna merah muda dan ternyata ukurannya juga lumayan besar, bahkan tadi wajahku bersentuhan langsung dengan buah kembar itu.'' monolognya yang masih membayangkan aset milik keponakannya.


''Mikir apa sih aku, sepertinya otakku sudah mulai tidak waras, sebaiknya aku keluar dari sini.'' gumamnya dan langsung beranjak dari kamar Niken.


Saat keluar dari kamar Niken, Rayen dikagetkan dengan Viona yang tiba-tiba ada didepannya.


''Mas Rayen kamu ngapain sih didalam kamar,kok lama banget? ini kamar kamu ya mas yang dibilang sama mba Lidya?'' tanya Viona ingin tau.


''Mampus bagai mana ini? tidak mungkin juga kan aku bilang sama Viona kalau ini adalah kamar Niken,bisa bahaya nanti.


Batin Rayen sambil berpikir.


''Mas! kamu kenapa bengong?apa ini kamar kamu dulu ya? '' tanya Viona lagi.


''Hah? i-iya ini kamar ku dulu, '' jawabnya gugup.


''Bolehkah aku liat-liat sebentar?


''Sebaiknya tidak usah, gimana kalau kita langsung pulang saja, rasanya aku sangat lelah hari ini ayo!" ajak Rayen sambil melangkah menuju anak tangga.


Sejenak Viona memperhatikan kamar tersebut, kemudian langsung mengikuti langkah Rayen yang sudah menuruni anak tangga.


''Akhirnya kamu turun juga Ray, kami kira kamu tidur dulu dikamar.'' goda Lidya sambil terkekeh pelan

__ADS_1


''Rencananya sih mba, tapi Viona keburu datang,'' jawab Rayen membalas godaan Lidya, membuat kekasihnya itu mencubit manja pinggangnya,namun Rayen hanya tersenyum.


Sedangkan didalam kamar, Niken baru saja keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega, saat dirinya tak melihat om nya tersebut sudah tak ada lagi disana.


''Rasanya aku malu sekali,mungkin aku tidak akan sanggup jika bertemu dengan om Rayen lagi.'' gumamnya


*


*


*


Saat ini Rayen dan Viona sedang dalam perjalanan menuju apartemen milik Viona, sepanjang jalan Rayen lebih banyak diam, berbeda sekali dengan Viona yang terus mengoceh disampingnya.


''Sayang malam ini kamu nginap diapartemenku ya? aku kangen banget sama kamu, sudah lama juga kita gk ber--,''


''Vio maaf, sepertinya aku gk bisa, ada beberapa urusan yang harus aku urus.'' potong Rayen sebelum kekasihnya itu menyelesaikan ucapannya.


''Mas, kamu kok gitu sih, aku tuh kangen banget sama kamu, apa lagi sama adik kecilmu ini.'' ucap Viona sensual sambil mengelus milik Rayen dari balik celananya.


''Mas, kamu kok gitu sih, kamu sekarang berubah, gk seperti dulu, sebenarnya kamu masih cinta gk sih sama aku? hiks-hiks..'' ucap Viona yang tiba-tiba saja menangis didalam mobil.


Melihat kekasihnya menangis Rayen jadi tidak tega, ia pun langsung menepikan mobilnya.


''Viona aku minta maaf, aku sama sekali gk bermaksud menyakitimu, tapi ku mohon mengertilah, aku memang banyak kerjaan akhir-akhir ini, bukan kah aku sudah mengatakan ini sebelumnya padamu?'' ucap Rayen mencoba memberi pengertian.


''Tapi ini kan masih hari libur, bisa kah besok saja kamu mengerjakan tugas kantor itu? aku sangat merindukanmu mas.'' rengeknya sambil membelai tangan Rayen agar lelaki itu meresponnya.


Rayen menghela nafas dalam, sebenarnya pekerjaan hanyalah alasan Rayen saja untuk menghindar dari kekasihnya itu, ia merasa belakangan ini perasaannya benar-benar tak karuan apa lagi dengan Viona, Rayen merasa perlahan perasaanya pada kekasihnya itu mulai memudar, padahal sebelumnya rasa cintanya begitu besar untuk wanita itu, bahkan ia bersedia melakukan apapun agar wanitanya itu selalu berada disampingnya, dan itulah yang membuat Leo sahabatnya kurang menyukai sahabat itu menjalin hubungan dengan model tersebut, karna ia tau betul sifat Viona yang memang matre dan juga semaunya, karna Leo dan Viona pernah kuliah di tempat yang sama, Leo juga tau sepak terjang wanita tersebut semasa kuliah yang ternyata sering bergonta-ganti pasangan terlebih dengan orang-orang kaya dikampusnya.


Rayen memutuskan mampir sebentar keapartemen Viona, karna memang wanita itu terus merengek padanya.


''Duduk lah sayang, aku akan buatkan kamu secangkir teh hangat.'' ucap Viona sambil melangkah menuju pantry

__ADS_1


''Aku akan buat malam ini menjadi malam yang panjang untuk kita sayang.''


Batin Viona sambil tersenyum smirk


''Sayang ini tehnya.'' sambil meletakan teh keatas meja.


''Terimakasih.'' jawab Rayen sambil meminum teh miliknya.


Viona tersenyum saag melihat Rayen meneguk teh buatannya.


Beberapa saat kemudian


''Kenapa tiba-tiba tubuhku terasa panas ya, dan rasanya aku mendadak bergairah.


Barin Rayen merasa aneh


Viona menyadari Rayen yang mulai gelisah, ia pun langsung merapatkan tubuhnya.


''Kamu kenapa sayang? kok keringatan gitu?'' tanya Viona sok polos


''Rasanya begitu gerah, aku kepanasan Vio.'' jawab Rayen yang mulai membuka kemeja miliknya.


''Kamu benar sayang, aku juga merasa gerah.'' terlihat Viona yang sengaja membuka dua kancing bajunya hingga Rayen dapat melihat gumpalan daging kenyal disana.


''Kenapa rasanya aku sangat ingin menyentuh buah itu,oh.. tidak ini tidak boleh aku harus bisa menahannya.


Batin Rayen berusaha menahan gejolak birahinya, hatinya menolak, namun otaknya seolah tak ingin menyiakannya.


''Maas,'' panggil Viona sensual, sambil merapatkan duduknya


Mata Rayen sudah berkabut gairah,tanpa pikir panjang ia langsung menyambar bibir kekasihnya itu,dan tentu saja Viona sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Rayen padanya, karna dari awal ini lah yang ia inginkan, maka dari itu Viona memberikan obat perang*sang kedalam minuman Rayen.


Rayen mengangkat tubuh Viona keatas pangkuannya, dengan cepat laki-laki itu langsung membuka kancing baju milik Viona hingga terlihatlah dua gunung kembar tersebut, sejenak Rayen memperhatikan gunung kembar milik Viona, namun tiba-tiba saja dikepalanya terlintas gunung kembar milik Niken yang tak sengaja ia lihat kemarin, yang anehnya bisa membuat hasratnya pada Viona sedikit berkurang.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2