
Niken keluar dari apartemennya, karna sahabatnya Windy sudah menunggu dibawah.
'' Hai, maaf udah nunggu lama.'' ucap Niken setelah masuk kedalam mobil.
'' Baru lima menit kok, udah kan, kita jalan sekarang?'' tanya Windy.
'' Ok.'' jawab Niken
'' Kamu kok wajah nya hari ini cerah banget kenapa?'' tanya Niken sambil terus memperhatikan wajah sahabatnya.
'' Masa sih? kayaknya biasa aja deh.'' jawabnya
'' Iya bener, oya kamu bawa pakaian renangnya kan?'' tanya Niken
'' Bawa dong tuh dikursi belakang.'' tunjuknya
'' Kalau loe? jangan bilang ketinggalan ya?'' kali ini Windy yang bicara.
'' Ada kok ini didalam, loh kok gk ada ya? perasaan tadi ada didalam tas kok cuma handuk yang ada?.'' ucapnya sambil membongkar isi dalam tas nya.
'' Tuhkan malahan loe yang gk bawa, tapi tenang aja gue bawa dua kok, baru kemarin gue beli, tinggi kita kan sama ya walau mungkin pastinya ngepas banget nanti nya,soalnya tubuh loe kan lebih padat dari gue.'' ucap Windy
'' Bukan gitu masalahnya baju renang punya gue pilihan mas Rayen alias tertutup nah punya kamu dan Putri kan seksi semua.'' ucap Niken.
'' Ya tapi kan disana gk ada siapa-siapa selain kita, bukannya Putri bilang kalau bang Regan gk pulang? masa sama kami loe malu? tenang gue gk nafsu walau liat loe telanjang sekalipun didepan gue, gue masih normal kali.
Nijen terkekeh mendengar ucapan sahabatnya itu.
'' Ya bukan gitu juga Win maksudnya.
'' Yaudah deh, toh udah ketinggalan juga lagian ya, gue gk mau balik lagi hanya demi baju renang loe itu.'' ucap Windy
'' Iya-iya bawel banget sih kamu hari ini Win.'' protes Niken, membuat remaja yang berstatus janda tersebut terkekeh pelan.
__ADS_1
Kini Honda Brio milik Windy sudah berada dihalaman rumah kediaman keluarga Putri.
'' Haai guys,'' sapa Putri saat melihat Niken dan Windy yang baru keluar dari dalam mobil.
'' Kalian sudah pada sarapan belum nih? soalnya gue belum, yuk temani gue sekalian kalian kalau mau sarapan juga.'' ucap Putri sambil menggiring kedua sahabat nya kemeja makan.
Keduanya hanya menikmati roti bakar yang tersaji dimeja makan, sedangkan Putri menikmati spagetti dengan segelas jus jeruk sebagai minumannya. Setelah sarapan dan duduk bersantai sebentar ketiga gadis tersebut langsung mengganti pakaian mereka dengan pakaian renang.
'' Waaw seksi banget, tumben pakaian renang milik loe seseksi ini Ken?'' goda Putri sambil menyentuh pa*yu*da*ra milik Niken, membuat sang empu mendelik galak.
'' Waaw, besar banget tuh daging, pasti tiap malam diemut terus sama om Rayen yah sama diurut-urut makanya bisa sebesar itu?'' ucap Putri tanpa filter.
'' Astaga Putri, kamu ini ngeres banget pikirannya, kan punya aku memang gede nya alami.'' ucap Niken sambil mere*mas pelan gunung kembarnya.
Sedangkan Windy hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabatnya yang satu itu.
Kini ketiga nya sudah berada dikolam renang, satu persatu ketiga gadis tersebut mulai melompat kedalam kolam yang lumayan luas tersebut.
'' Huuh, rasanya udah lama gk berenang sebebas ini.'' ucap Niken sambil meliuk-liukan tubuhnya didalam air, begitu pula dengan kedua sahabatnya.
Dengan langkah yang lebar orang tersebut dengan cepat menuruni anak tangga dan mencari asal suara tersebut, karna ia khawatir telah terjadi sesuatu. Namun seketika langkahnya terhenti saat menyadari ternyata asal suara tersebut berasal dari arah samping, tepatnya suara gaduh tersebut berasal dari kolam renang.
'' Niken.'' gumam orang tersebut yang tak lain adalah Regan. Abang dari Putri tersebut memang sempat pergi kebandara namun saat sampai disana tiba-tiba penerbangan dibatalkan karna cuaca yang memang buruk saat itu, dengan terpaksa akhirnya Regan memutuskan untuk pulang kerumah, hingga menjelang tengah malam ia baru sampai dirumah, Putri dan para pelayan juga mungkin sudah tertidur saat itu, jadi Putri nemang sama sekali tidak mengetagui jika abangnya Regan telah membatalkan penerbangannya keluar kota malam tadi.
Tubuh Regan terasa kaku, bahkan saat ini ia merasa sangat kehausan saat melihat pemandangan didepannya saat ini, bagai mana tidak, saat ini Regan dapat melihat lekuk tubuh wanita itu, dari pintu kaca samping menuju kolam renang, bahkan dua gundukan daging kenyal itu terlihat hampir melompat dari tempatnya, karna gadis itu sedang menerima panggilan telpon dari suaminya. Sedangkan kedua gadis lainnya masih berada didalam kolam renang.
Astaga kenapa aku bisa melihat pemandangan seperti ini? bagai mana bisa mereka berenang dirumah ini dengan pakaian seperti itu?, apa mereka tidak sadar jika ada laki-laki didalam nya.
Batin Regan sambil berdecak kesal.
Merasa tak tahan melihat pemandangan tersebut akhirnya Regan memilih untuk pergi dari tempat tersebut, ia melangkah kedapur untuk mengisi tenggorokannya yang terasa kering akibat pemandangan yang dilihatnya barusan.
Bersamaan itu ternyata Niken juga masuk kedalam rumah bermaksud ingin kekamar mandi untuk buang air kecil, karna ia memang merasa sudah gk tahan, akhirnya Niken memilih kamar mandi yang berada didekat dapur, tepat dimana saat ini Regan berada.
__ADS_1
Dengan langkah sedikit berlari Niken langsung menuju dapur, ia tak menyadari jika disana ada Regan yang sedang meneguk minuman untuk membasahi kerongkongannya.
Glek-glek-glek
Namun tiba-tiba ia mendengar suara orang berlari sambil berbicara sendiri.
'' Aduduuh aku udah gk tahan ini.'' ucap suara seseorang sambil terus berlari menuju dapur.
'' Suara siapa itu? sepertinya menuju kesini.'' gumamnya sambil melihat arah sumber suara tersebut.
Regan semangkin jelas mendengar suara tersebut berlari kearahnya dan benar saja saat ini dia melihat Niken sedang berlari menuju kearahnya, bahkan gadis itu sampai tak menyadari keberadaan nya didepan, karna gadis itu hanya fokus pada kamar mandi yang terletak disana. Mata Rayen langsung tertuju pada gundukan milik Niken yang melompat-lompat mengikuti pergerakan samg empu.
Braak!!
Terdengar suara pintu tertutup dengan kuat , membuat pikiran Regan kembali
Regan menggelengkan kepala melihat aksi didepan matanya.
'' Dasar gadis bar-bar.'' gumamnya sambil menaruh gelas diatas meja makan.
Saat Regan hendak pergi dari tempat itu, ternyata Niken juga keluar dari kamar mandi.
'' Akhirnya lega juga.'' gumamnya yang masih belum menyadari keberadaan Regan.
'' Lain kali jika habis dari kolam renang biasakan memakai handuk, agar lantainya tidak basah seperti ini.'' ucap Regan tanpa melihat kearah gadis itu, memang saat ini lantai nya sedikit basah akibat ulah gadis tersebut.
Niken yang baru menyadari keberadaan Regan langsung gelagapan, tangannya terus menyilang keatas dan kebawah untuk menutupi area pribadinya yang terexpos.
'' Bang Regan tutup matanya bang! iih, kok nyebelin banget sih, sedang apa abang disini?'' sungguh pertanyaan yang bodoh memang, bagai mana bisa ia bertanya seperti itu dengan pemilik rumah tersebut.
'' Ck dasar Putri, katanya abang nya lagi diluar kota, laah ini apa coba!! Niken menggerutu sambil berlari secepat kilat dari hadapan Regan, dan hampir saja membuatnya terpeleset karna lantai yang sedikit licin, membuat Regan yang melihat itu tersenyum geli.
Andai saja kalian belum bersama, maka sudah ku pastikan jika kau akan menjadi miliku.
__ADS_1
NEXT