
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, saat ini Putri dan Rangga masih berada didalam cafe, tepatnya didalam ruangan Rangga, sedangkan Regan dan Windy sudah pulang dari satu jam yang lalu.
'' Sayang kamu kenapa sih diam aja sejak tadi?'' tanya Putri, saat ini keduanya sedang duduk diatas sofa yang berada diruangan Rangga, Putri menyandarkan tubuhnya didada bidang sang kekasih
'' Aku hanya kepikiran cowok yang bernama Alex.'' jawaban yang diucapkan Rangga membuat Putri langsung mengangkat kepalanya dan menatap kearah Rangga.
'' Kenapa kamu mikirin dia?
'' Aku sempat kepikiran saja dengan yang diucapkan bang Regan, bagai mana jika yang dikatakannya itu benar?
'' Maksud kamu apa sih Ga? Aku gk ngerti deh.'' Putri menatap Rangga dengan tatapan kesal, karna membicarakan orang lain disaat mereka sedang bermesraan.
'' Kamu tau Put, aku merasa sedikit terancam dengan laki-laki yang bernama Alex itu, bagai mana jika dia berusaha merebut kamu dariku? Aku gk mau sampai kehilangan kamu, aku sayang kamu Putri.'' ucap Rangga serius, Putri tersenyum, jujur dalam hati ia sangat bahagia mendengar ucapan Rangga, akhirnya setelah sekian lama berjuang tidak sia-sia ia mendapatkan hati Rangga, karna yang selama ini dia tau diawal mereka menjalin hubungan Rangga belum sepenuhnya melupakan Niken, namun sekarang lelaki itu berkata sangat takut kehilangannya dan itu membuatnya sangat bahagia, Putri juga menyimpulkan jika dihati Rangga sudah ditempati namanya, begitu pun sebaliknya kalau dihatinya hanya ada nama Rangga seorang dan tak akan mungkin bisa digantikan oleh orang lain.
'' Rangga sayang kamu kan tau jika aku sangat mencintai kamu, jadi mana mungkin aku akan menggantikan posisimu dihatiku dengan orang lain.'' ucapnya sambil membalas tatapan sendu Rangga dengan tatapan lembutnya, Mendengar itu Rangga tersenyum.
__ADS_1
'' Makasih nya kamu sudah memilihku'' jawabnya, dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya, membuat Putri terpesona, tanpa aba-aba gadis itu mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir tipis Rangga, awalnya Rangga sempat kaget, namun setelahnya ia dengan senang hati membalas setiap kecupan yang Putri berikan pada dirinya, merasa kurang puas gadis yang memang sangat agresif itu langsung duduk dipangkuan Rangga tanpa melepas kecupan mereka dan mengalungkan tangan dileher sang kekasih. Bunyi suara kecipak akibat ciu*man tersebut memenuhi ruangan Rangga, sangkin asiknya mereka bercum*bu sampai tak menyadari ada sosok yang tengah memperhatikan keduanya dari balik pintu.
Sialan mereka, malah mesra-mesraan di dalam ruangan, malah pintu gk dikunci lagi untung aku yang melihat, coba kalau karyawan lain.
Gerutunya dan dia adalah Niko, ia yang merasa bosan dirumah memutuskan pergi kecafe Rangga untuk menemui sepupunya tersebut, namun siapa sangka saat hendak masuk diruangan Rangga ia mendapati pemandangan yang membuat jantungnya berpacu dengan cepat, melihat apa yang dilakukan Rangga dan Putri jujur membuat sesuatu yang ada dalam dirinya ikut bereaksi, namun sebisa mungkin ia langsung nenetralkan perasaannya, dan segera pergi dari tempat tersebut setelah sebelumnya ia menutup pintu ruangan tersebut dengan pelan.
Putri dan Rangga masih melakukan kegiatan mereka yang saling mencum*bu, ciu*man yang awalnya saling menge*cup kini menjadi saling melu*mat, terlebih Putri, ia yang paling mendominasi permaianan bibir tersebut, gadis remaja itu sudah mulai terbawa naf*su, dan ga*ir*ahnya sudah mulai memuncak, ia ingin lebih dari hanya sekedar ciu*man. Putri melepas kan ciu*man mereka, membuat Rangga merasa kehilangan
'' Rangga aku gk tahan aku pengen itu sayang.'' bisiknya ditelinga Rangga, jujur ia sedikit malu mengatakannya dengan secara terang-terangan, namun begitulah dirinya yang memang tidak bisa menyembunyikan atau menyimpan keinginannya jika ia mau dan ingin sesuatu pasti ia akan mengutarakannya langsung, dan Rangga menyukai akan sifat terus terang kekasihnya tersebut walaupun sering kali membuat ardenalinnya berpacu karna permintaan Putri yang menurutnya sangat berani.
Rangga yang mengerti permintaan kekasihnya tersebut langsung mengiyakannya, karna ia pun juga menginginkannya, Rangga bangkit dari duduknya dengan posisi Putri yang berada digendongannya, gadis itu bak bayi koala yang terus menempel pada induknya, Putri melingkarkan kakinya dipinggang Rangga dengan tangan yang masih mengalung dileher pemuda tersebut.
'' Berat banget sayang kayaknya kamu harus turunin berat badan deh.'' ucap Rangga sambil membalas tatapan wajah kekasihnya tersebut.
'' Hah benarkah, kalau gitu rununin aja deh kalau gitu.'' ucap nya sambil mencoba untuk turun dari gendongan Rangga, namun sepertinya Rangga tak mengijinkannya, pemuda itu malah menekan tubuh Putri ketubuhnya, hingga gadis itu dapat merasakan benda keras tersebut dibawah pan*ta*t nya
__ADS_1
'' Rangga,'' gumamnya lirih, tiba-tiba saja jantungnya berdetak dengan kencang. Rangga tersenyum miring, ia menatap lekat wajah gadis yang masih berada dalam gendongannya tersebut, membuat Putri menundukan pandangannya karna malu.
'' Rangga turuni aku kalau kamu merasa keberatan.'' ucapnya pelan, untuk mengalihkan rasa gugupnya
'' Aku bercanda, kamu gk berat kok, dan kalaupun ia, aku masih sanggup menggendongmu kemanapun kamu mau.'' jawabnya dengan tatapan menggoda.
'' Iih kamu bisa aja.'' ucapnya sambil memukul bahunya manja.
'' Kita lanjutkan dikamar ya?'' setelah mengatakan itu Rangga langsung membawa Putri tanpa menunggu jawaban kekasihnya itu, ia membawa Putri menuju ruang istirahatnya jika sedang lelah, sebuah kamar yang berada dibalik lemari buku, Rangga menekan tombol kecil membuat lemari tersebut bergerak dan terlihatlah sebuah kamar disana kengkap dengan tempat tidur didalamnya, walaupun ruangan tersebut tidak terlalu besar namun cukup nyaman saat berada disana, Rangga menutup kembali pintu tersebut dengan kakinya, kemudian melangkah menuju tempat tidur lalu merebahkan Putri perlahan diatasnya.
Rangga hendak bangkit namun Putri menahan tangan nya.
'' Kamu mau kemana Ga?'' tanya Putri dengan tatapan penuh damba,
'' Aku gk akan kemana-mana kok,'' jawabnya sambil menatap wajah Putri dalam, posisi Putri masih dibawah kukungan Rangga, pemuda itu menatap lekat wajah gadisnya, ia melihat Putri menjilat bibirnya dengan niat membasahi nya karna merasa kering, namun dimata Rangga itu adalah sinyal untuknya. Rangga yang merasa tergoda langsung mendekatkan wajahnya dan melahap bibir yang sejak tadi memancing keimanannya,mereka terus berciu*man dengan penuh naf*su untuk mencari kenikmatan masing-masing, disaat keduanya sudah merasa kesulitan bernafas barulah mereka saling melepas pangutan tersebut, dada Putri naik turun, wajahnya memerah menahan sesuatu, begitu pula Rangga, pemuda tersebut juga sepertinya sedang menahan hasratnya dan Putri tau itu, karna ia bisa merasakan milik sang kekasih yang mulai mengeras dibawah sana, karna memang posisinya berada diatas paha Putri.
__ADS_1
Putri kembali menarik kepala Rangga dan mengecup bibirnya, Rangga pun tak tinggal diam, ia pun membalas semua perlakuan kekasihnya itu, malah sekarang Rangga lah yang lebih agresif
Next