
Jam sudah menunjukan pukul 2 siang, terlihat siswa-siswi Nusa Bangsa sudah mulai keluar dari kelas masing-masing, terlihat Rayen sedang menunggu pujaan hatinya sambil menyandarkan tubuhnya di mobil dengan gaya coolnya.
Dari kejauhan Niken melihat om nya sambil melambaikan tangan kearahnya, Niken tersenyum sambil membalas lambaian tangan Rayen.
''Sudah lama nunggu nya om?'' tanya Niken setelah sampai didepan Rayen.
''Baru 5 menit, yasudah masuk yuk, cuacanya sangat panas hari ini.'' ucap Rayen, sambil membukakan pintu mobil untuk Niken.
''Om apa kita langsung pergi ke pantai?
''Iya sayang, kamu tenang saja om juga sudah siapkan pakaian ganti kok buat kamu.'' jelasnya yang mengerti kekhawatiran Niken.
Niken tersenyum sambil menyandarkan kepalanya dibahu Rayen.
''Aku sangat lelah om,'' ucapnya sambil memejamkan matanya.
''Tidurlah sayang, nanti kalau sudah sampai om akan bangunin kamu.'' ucap Rayen sambil membelai wajah Niken sekilas kemudian kembali fokus dengan jalanan.
Sementara ditempat lain terlihat Putri sedang menyandarkan tubuhnya di mobil milik Rangga karna rencananya mereka akan pergi kesuatu tempat.
''Sudah Ga?'' tanya Putri yang melihat Rangga datang mendekatinya. Karna Rangga baru saja dari toilet
''Sudah yuk masuk.'' ucapnya diangguki oleh Putri.
''Kamu udah pamit sama abangmu, nanti dia cariin loh.'' ucap Rangga mengingatkan
''Bang Regan sedang pergi keluar kota ada urusan kerjaan, mungkin besok lusa baru balik.'' jelas Putri
''Oh, jadi kamu sendirian dong dirumah?
''Udah biasa kali Ga,'' jawabnya sambil memaksakan senyum.
Rangga membelai rambut sebahu milik Putri untuk memberinya semangat.
''Masih ada aku, jadi jangan pernah berpikiran kamu itu sendirian.'' ucap Rangga membuat Putri terharu mendengarnya.
''Makasih ya Ga, kamu baik banget sama aku.'' ucap Putri sambil menyandarkan kepalanya dibahu Rangga
Menjelang sore Rayen dan Niken baru sampai ditempat tujuan.Kini mobil Rayen sudah sampai diparkiran Villa miliknya.
Rayen menatap wajah Niken yang saat itu masih tertidur dengan lelapnya bahkan tak sadar rok yang ia kenakan tersingkap hingga kepangkal paha, membuat Rayen menelan saliva nya dengan susah payah.
__ADS_1
Merasa tak tega, akhirnya Rayen mengangkat tubuh gadis kecilnya itu kedalam Villa.Namun belum sampai Rayen membawa Niken kekamar ternyata gadis itu sudah membuka matanya.
''Om,'' panggilnya sambil menatap wajah kekasihnya itu yang hanya berjarak beberapa senti saja.
''Sayang kamu sudah bangun? tadinya om ingin membaringkanmu dikamar, om gk tega bangunin kamu, soalnya pulas banget tidurnya.'' jelas Rayen.
''Memangnya kita sudah sampai?'' ucap Niken memastikan.
''Iya sudah 30 menit yang lalu,'' jawab Rayen.
''Kenapa gk bangunin aku om?
''Kan udah om bilang kamu tidurnya pulas sekali om gk tega banguninnya.''
''Kalau gitu bisa gk om turunin aku? emangnya om gk merasa berat apa sama bobot tubuh aku ini?
''Lumayan juga sih, habisnya kamu sih pakai bawa-bawa gunung segala,kembar lagi, padahal kan kita hanya kepantai.'' goda Rayen, yang seketika mendapat pukulan di dada bidangnya.
''Aww, kenapa om dipukul sih,'' protesnya sambil berpura meringis.
''Ya habisnya om sih ngeselin, emangnya om sama sekali gk berminat melihat pemandangan indah dibalik gunung itu?'' ucap Niken yang balik menggoda Rayen.
''Om gimana kalau kita lihat matahari terbenam pasti sangat indah.'' ucap Niken antusias.
''Kamu gk mau mandi dulu?'' tawar Rayen
''Gk om nanti saja, kita lihat sunset aja dulu, ayo cepetan!" ajak Niken sambil menarik tangan Rayen menuju pantai.
''Om ini sangat indah, apa ini pantai yang kemarin kita datangi?'' tanya Niken sambil memainkan kakinya diatas ombak kecil.
''Bukan, ini tempat lain,'' jawab Rayen sambil menikmati udara laut yang segar.
''Apa tante Viona pernah datang ketempat ini juga?'' tanya Niken tiba-tiba membuat Rayen menatap keatah gadis yang saat ini juga sedang menatapnya.
''Tidak,'' jawaban singkat Rayen membuat Niken sama sekali tidak percaya, ia menyipitkan matanya kearah Rayen membuat lelaki itu menghela nafas panjang.
''Walaupun pernah tapi bukan dipantai ini sayang,'' jawab Rayen
''Benarkah?'' Niken menaikan alisnya masih menatap curiga pada ucapan Rayen.
''Kenapa? kamu masih belum percaya dengan kata-kata om?
__ADS_1
''Bukan gk percaya om, tapi gk yakin.'' gerutu Niken
Rayen hanya menggelengkan kepalanya, sepertinya dia memang harus punya kesabaran yang luas untuk menghadapi ABG labil yang ada bersamanya saat ini.
''Om, apa saja yang om lakukan bersama tante Viona saat berlibur kepantai?'' entah kenapa rasa keingin tahuan Niken sangat besar saat ini, walau pun tentu saja jawaban yang akan diberikan Rayen pasti akan membuat hatinya sakit, namun rasa penasarannya lebih kuat.
''Niken kita kesini untuk berlibur, bukan untuk membahas orang lain, lagi pula itu adalah masa lalu om, dan om tidak ingin mengungkitnya lagi, saat ini om hanya ingin membuat kenangan bersama mu disini, ayo sini kita lihat sunset.'' Rayen menyuruh Niken duduk bersamanya dibibir pantai sambil menikmati matahari terbenam yang sangat indah itu.
DITEMPAT LAIN..
Saat ini mobil milik Rangga sudah sampai disebuah villa, yang berada dipuncak.
''Waah, ini indah banget, aku baru tau kalau kamu punya villa disini, kamu lihat deh indah banget kan.'' Putri terus menatap kagum melihat hamparan kebun teh disekitaran villa tersebut.Walaupun hari sudah mulai gelap, namun Putri masih bisa menikmati pemandangan tersebut, meskipun terbatas.
''Yuk masuk!" ajak Rangga sambil menarik tangan Putri memasuki villa tersebut.
''Sepi banget Ga? apa villanya gk ada penghuninya ya?'' Putri menatap ruangan yang memang terlihat sangat sepi.
''Ada kok mang ujang, villa ini dihuni mang ujang dan juga istrinya bik Inem.'' jelas Rangga.
Tak lama terlihat sepasang suami istri datang menghampiri keduanya.
''Selamat datang den, maaf baru bisa nyambut sekarang, tadi bibi sedang masak didapur untuk makan malam den Rangga dan temannya.'' jelas bi Inem
''Iya gpp bik,
''Oya mang Ujang bisa gk siapain jangung soalnya nanti malam kami pengen makan jagung bakar.'' ucap Rangga
''Baik den nanti akan mang Ujang siapkan, kalau gitu den Rangga dan neng--''
''Saya Putri mang.'' sambung Putri memperkenalkan diri.
''Oh iya, neng Putri dan den Rangga istirahat saja dulu, kamarnya sudah disiapkan kok diatas, mamang dan bik Inem mau pamit kebelakang dulu den ,neng.''
''Iya silahkan mang Ujang, bik Inem.''
Setelah kepergian sepasang suami istri tersebut, Rangga pun langsung mengajak Putri untuk beristirahat dikamar.
''Yuk Put, kita keatas nanti aku tunjukin kamar kamu.'' ucap Rangga sambil mengajak Putri kelantai atas.
Bersambung
__ADS_1