
Saat ini Rayen sudah berada didalam apartemen miliknya, sehabis kejadian drama yang sedikit menegangkan tadi, kini hubungan mereka sudah kembali membaik.Rayen memutuskan pulang karna memang ia baru ingat masih ada kerjaan yang harus ia kerjakan untuk meeting besok.
Sementara itu ditempat lain, saat ini Putri baru saja sampai didepan rumahnya tentunya diantar oleh Rangga setelah saling mengungkapkan perasaan masing-masing, mereka memutuskan untuk menjalin hubungan.Walaupun sebenarnya dalam hati kecil Rangga masih sangat mengharapkan Niken, namun untuk kali ini ia akan mencoba menjalin hubungan dengan Putri, mungkin dengan ini menurutnya ia bisa menghilangkan sedikit demi sedikit perasaan dihatinya untuk Niken.
''Makasih ya Ga, udah mengantarkanku pulang,dan makasih juga udah mau memberikanku kesempatan untuk menjadi kekasih kamu.'' ucap Putri sambil menggenggam tangan Rangga.
''Iya sama-sama, aku juga berterimakasih sama kamu karna sudah mau jadi bagian hidup aku.'' jawab Rangga sambil menbalas genggaman tangan Putri, sejenak mereka saling tatap lalu dengan inisiatifnya Putri mulai mendekatkan wajah mereka, dan dengan beraninya ia langsung menempelkan bibirnya diatas bibir Rangga, awalnya Rangga sedikit terkejut,namun sedetik kemudian ia tersenyum dan menyambut daging hangat yang menempel dibibirnya itu, walau sedikit kaku namun Rangga mencoba membalas setiap sesapan Putri dibibirnya karna memang ini baru pertama kalinya ia melakukannya, sebenarnya Putri juga sama namun ia terlalu sering menonton film berbau ranjang, maka ia lihai melakukannya seperti sudah terbiasa.
Menyadari cium*an nya disambut dengan baik Putri semangkin menjadi, kini ia mengalungkan tangannya dileher Rangga memaksa agar ciuman mereka lebih dalam lagi, Rangga yang mulai terbawa suasana juga terlihat sangat menikmatinya.Keduanya saling melepaskan pangutan setelah merasa kehabisan oksigen.Namun Putri tidak melepaskan rangkulannya dileher Rangga karna ia masih ingin melakukan penyatuan bibir itu lagi,dan setelah dirasanya cukup dengan udara yang mereka hirup Putri kembali menyambar bibir Rangga, menerobos masuk kedalam rongga mulut kekasihnya dan mengapsen setiap yang ada didalam sana, menyedot-nyedot lidah Rangga membuat pemuda itu merasakan perasaan aneh dalam dirinya.
''Perasaan apa ini, kenapa aku sangat menikmati apa yang dilakukan Putri padaku,apakah sebelum ini dia sering melakukannya dengan pria lain?
Rangga melepas pangutan bibir mereka, membuat Putri merasa sedikit kecewa.
''Putri boleh aku tanya sesuatu sama kamu? tapi kamu harus jawab yang jujur.'' ucap Rangga sambil menatap wajah nya serius.
''Apa Ga? kenapa sepertinya serius banget?'' Putri merasa penasaran dengan apa yang akan disampaikan Rangga padanya.
''Jawab aku jujur! apa sebelum kita menjalin hubungan kamu pernah berhubungan dengan laki-laki lain?
''Maksud kamu? pacaran dengan orang lain, gitu?
Terlihat Rangga mengangguk mengiyakan ucapan Putri.
''Aku belum pernah pacaran Rangga, bahkan dekat dengan laki-laki lain saja aku gk pernah, kalau kamu gk percaya tanya saja pada teman-teman aku, hanya baru sama kamu saja satu-satunya laki-laki yang dekat denganku.'' ucap Putri yakin.
__ADS_1
Terlihat jelas masih ada keraguan dalam diri Rangga.
''Rangga kenapa sih, sepertinya dia gk percaya dengan apa yang aku katakan.
Batin Putri
''Kamu gk percaya sama aku Ga? tapi aku beneran gk bohong.'' ucap Putri lagi berusaha meyakinkan.
''Tapi kenapa kamu sepertinya begitu mahir dalam hal berciuman?'' akhirnya pertanyaan itu meluncur juga dari mulut Rangga, karna memang dirinya sangat penasaran akan hal tersebut.
''Oh jadi karna itu dia mengira aku sebelumnya pernah berhubungan dengan laki-laki lain.
''Rangga sebenarnya aku malu mengatakannya, tapi aku juga gk mau kamu salah paham sama aku, sebenarnya aku itu sering nonton draktor yang ada adegan ciumannya, makanya karna sudah terbiasa aku lihat yang begituan jadi saat kita berciuman tadi aku hanya mengikuti naluriku saja, dan mempraktekkan apa yang aku lihat di film itu.'' jelasnya dengan wajah yang sudah memerah, jujur saat ini Putri sangat malu dengan apa yang dikatakannya pada Rangga.
Rangga sama sekali tidak menyangka jika Putri gadis yang sangat agresif, walau pun dimata Rangga Putri sedikit bar-bar, namun ia pikir Putri adalah gadis yang polos dalam urusan yang seperti ini, tapi siapa sangka dibalik wajah polosnya gadis ini adalah pemain yang handal.
''Ga, apa kamu marah sama aku? maaf jika kelakuanku ini membuatmu tak nyaman aku ha---'mmmhhhffff.'' belum sempat Putri menyelesaikan ucapannya mulut nya langsung dibungkam dengan ciuman Rangga.
''Aku suka kamu yang agresif.'' Rangga melepas pangutan mereka, dan mengelap bibir Putri yang basah dengan ibu jarinya karna perbuatannya.
Putri sedikit kaget dengan reaksi Rangga, apa lagi saat bibirnya dibungkam secara tiba-tiba, itu artinya Rangga sama sekali tidak mencap dirinya kan?
''Jadi kamu gk ilfilkan sama aku? atau kamu gk menganggap aku sebagai cewek murahan kan Ga? karna jujur selain sama kamu aku gk pernah melakukannya pada siapa pun hanya kamu Rangga percayalah!" ucap Putri meyakinkan.
''Aku percaya sama kamu, hanya saja aku sedikit kaget, karna gk nyangka kalau kamu gadis yang sangat agresif.''ucap Rangga sambil tersenyum.
__ADS_1
''Tapi aku suka kok.'' sambungnya lagi sambil memegang dagu gadis yang ada dihadapannya itu.
*
*
*
''Ray tumben bener hari ini ceria, udah baikan loe sama Niken?'' tanya Leo yang melihat Rayen begitu bersemangat pagi ini.
''Ya, tebakanmu tepat sekali saya dan Niken sudah baikan, dan rencananya nanti siang saya dan dia akan pergi kepantai karna kebetulan besok kan weekend kedua orangtua nya juga belum pulang dari luar kota, jadi rencananya saya dan Niken akan menginap di villa.'' jelas Rayen.
''Waah kayaknya seru juga tuh, boleh ikutan gk?'' ucap Leo antusias.
''Jangan lah Le, ganggu aja kamu,'' ucap Rayen merasa tak ingin diganggu.
''Kan gue gk ganggu loe Ray, gua ngajakin Windy juga lah, ya kali gue kayak nyamuk gitu liatin kalian bermesraan.'' jawab Leo tak terima.
''Maksud saya itu, kalau sampai kamu dan Windy ikut otomatis kedua gadis itu akan memilih tidur bareng lah dari pada berdua sama pasangannya dikamar.'' jelas Rayen membuat Leo menganggukan kepalanya.
''Benar juga yang loe bilang, eh tapi apa maksud loe itu ingin sekamar sama Niken sekalian mau belah duren?'' tanya Leo dan seketika mendapat lemparan pulpen dijidatnya.
''Woow santai bro, kenapa loe lempar gue sakit tau,'' protesnya sambil meringis memegangi kepalanya yang sedikit terasa sakit.
''Makanya jaga ucapan kamu itu, ngeres aja pikirannya, walaupun kami sekamar nanti bukan berarti saya akan melakukan itu langsung, setidaknya nyicil aja lah dulu.'' ucapnya menyeringai.
__ADS_1
NEXT